Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

METODE PENGELOLAAN OBJEK WISATA PARIBAN HOTSPRING DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SEMANGAT GUNUNG BRASTAGI Aditiya Pratama Daryana; M. A. Jaya Damanik
Journal Central Publisher Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i3.616

Abstract

Latar Belakang : Pariban Hotspring di Desa Semangat Gunung memiliki daya tarik alam yang kuat dan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, pengelolaan wisata desa ini belum optimal, sehingga wisata ini mengalami stagnasi manfaat ekonomi di tingkat masyarakat desa akibat model pengelolaan yang tidak inklusif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode pengelolaan objek wisata Pariban Hotspring yang terletak di Desa Semangat Gunung, Brastagi, serta dampaknya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Pariban Hotspring masih terpusat pada pihak eksternal, dengan partisipasi masyarakat yang rendah (62,5% responden tidak terlibat aktif). Distribusi manfaat ekonomi tidak merata, di mana lebih dari separuh total pendapatan hanya dinikmati oleh satu pihak. Selain itu, belum adanya kelembagaan desa wisata seperti BUMDes atau Pokdarwis, minimnya pelatihan keterampilan, serta absennya promosi digital, memperkuat ketimpangan pengelolaan. Kesimpulan : Penelitian ini merekomendasikan pembentukan kelembagaan desa, pelatihan masyarakat, digitalisasi promosi, dan penerapan model Community-Based Tourism (CBT) yang terintegrasi dengan pendekatan kolaboratif Pentahelix. Hasil penelitian diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan model pengelolaan wisata desa yang partisipatif dan berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Pengelolaan Persediaan Terhadap Efisiensi Operasional pada Restoran Cepat Saji di Medan Tembung Damanik, M. A. Jaya; Chairiza Azmi; Nirmalasari Nirmalasari; Aditiya Pratama D; Chitra Annisa R
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan persediaan yang efisien merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kinerja operasional, terutama di industri restoran cepat saji yang memiliki tingkat permintaan yang tinggi dan fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan persediaan terhadap efisiensi operasional pada 4 restoran cepat saji di Medan Tembung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei yang melibatkan restoran cepat saji di wilayah Medan Tembung. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur dua variabel utama: pengelolaan persediaan dan efisiensi operasional. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengelolaan persediaan terhadap efisiensi operasional restoran cepat saji. Restoran yang memiliki sistem pengelolaan persediaan yang baik, seperti penggunaan teknologi untuk memantau stok dan rotasi bahan baku, dapat mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasional. Kesimpulannya, pengelolaan persediaan yang baik dapat meningkatkan efisiensi operasional di restoran cepat saji, dan implementasi sistem yang lebih terorganisir sangat disarankan untuk meningkatkan kinerja usaha.
Development of the Concept the Sinabung Art Festival Event in Improving the Economy of the People of Kuta Gugung Village, Karo Regency. daryana, Aditiya pratama; Damanik, M. A. Jaya
Journal of Event, Travel and Tour Management Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jett.v5i1.1967

Abstract

This study aims to examine the development of the Sinabung Art Festival as an instrument for improving the community's economy and strengthening community capacity in Kuta Gugung Village, Karo Regency, an area affected by the eruption of Mount Sinabung. This festival was initiated as a response to the socio-economic recovery needs of the community after the disaster, by integrating elements of culture, local creativity, and disaster education. The research approach used is qualitative descriptive with a case study method. Data was obtained through in-depth interviews, participatory observations, documentation, and focus group discussions (FGDs), with key informants including MSME actors, festival committees, traditional leaders, visitors, and village officials. The results of the study show that the Sinabung Art Festival significantly contributes to an increase in the income of MSME actors by 200-300% during the festival. In addition, the level of participation of the local community is very high, both in the form of committees, art performances, and educational activities. The festival has also succeeded in becoming a medium for promoting authentic Karo culture and a means of disaster education through documentary exhibitions, lava tours, and evacuation simulations. This study concludes that the Sinabung Art Festival is not just an entertainment event, but a means of sustainable community development that is multidimensional—economic, social, cultural, and educational. The strategic recommendations produced include strengthening the capacity of MSMEs, digitizing promotions, planning annual event calendars, integrating disaster education in tourism, and establishing village-based committee institutions. This research contributes to the development of a post-disaster community-based event model that can be replicated in other areas with similar characteristics. Follow-up studies are recommended to develop socio-cultural and economic sustainability indicators in the context of local festivals.
Analisis Pemahaman Pelajar Tentang Peran Pancasila Sebagai Dasar Negara Azzahra, Nazwa; Isnaini, Putri; Sabrina Nur Karimah Nst; Rumahombar, Cintya Agata; Jaya Damanik
Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkei.v2i4.780

Abstract

This study aims to examine the level of mastery and application of Pancasila values as the state's philosophical foundation (Philosofische Grondslag) among Indonesian students, particularly in facing the currents of globalization and information disruption in the digital era. From a legal perspective, Pancasila holds the position of the state's fundamental norm (Staatsfundamentalnorm) which serves as the basis for the entire Indonesian legal system (Grundnorm), while also functioning as the nation's unifying bond and national worldview (Weltanschauung). The research employed a quantitative descriptive method with an incidental sampling technique involving 10 students as respondents. The data collection tool was a closed questionnaire using a Likert scale with four response options, evaluating four dimensions: (1) mastery of the five Sila principles, (2) understanding of Pancasila as the state foundation, (3) historical knowledge of the Pancasila formulation, and (4) practice of Pancasila values in daily activities. The findings indicate a very adequate level of understanding among respondents regarding Pancasila's position as the state foundation (93.3% Strongly Agree) and the urgency of understanding Pancasila for all Indonesian people (93.3% Strongly Agree). The majority of respondents felt capable of describing the five Sila principles (73.3% Strongly Agree) and understood Pancasila's function in maintaining national unity. The implementation of Pancasila values in daily behavior, such as tolerant attitudes and the spirit of gotong royong (mutual cooperation), showed a high level of affirmation (an accumulation of 86.6% Agree and Strongly Agree). Nevertheless, a gap in understanding was identified in the dimension of the history of Pancasila's formulation, with 20% of respondents giving a neutral response. Educational institutions were deemed to have contributed effectively (a total of 93.3% Agree and Strongly Agree) in promoting the internalization of these values.Comprehensively, the level of student understanding of Pancasila as the state foundation is categorized as satisfactory. This study suggests strengthening the learning material regarding the historical process of Pancasila's ratification and innovation in teaching methods that are more contextual, creative, and applicable (educational, recreational, reflective, and futuristic) to ensure the comprehensive internalization of Pancasila values—covering cognitive, affective, and psychomotor aspects—as a pillar of national ideological resilience in facing future challenges.
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP SEJARAH PANCASILA DALAM KONTEKS PERGURUAN TINGGI Jovan Stevan Pane; M.Yaser Habibi; Rizqan Tharmizi Surbakti; Diana Mariana Sinaga; M. A. Jaya Damanik
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman mahasiswa mengenai sejarah Pancasila serta relevansinya dalam kehidupan akademik di perguruan tinggi. Data diperoleh melalui wawancara dan studi pustaka seperti yang dilakukan pada laporan mini riset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memahami nilai-nilai historis Pancasila sebagai kristalisasi budaya Nusantara serta pentingnya Pancasila dalam menghadapi tantangan akademik modern. Penelitian menegaskan pentingnya internalisasi nilai Pancasila untuk memperkuat integritas ilmiah.
PERAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEBANGSAAN MAHASISWA GENERASI Z Fabian Iqbal Maulana; Jekson Simamora; Jeremy Joy Pasha Panggabean; M.A Jaya Damanik
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peran Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan literasi kebangsaan mahasiswa Generasi Z, mengingat kelompok ini hidup di era digital yang sering kali memengaruhi pola pikir dan identitas kebangsaan. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa dari berbagai program studi untuk memahami persepsi, pengalaman, dan tingkat pemaknaan mereka terhadap pembelajaran Pendidikan Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menilai Pendidikan Pancasila tetap relevan sebagai dasar pembentukan karakter kebangsaan, terutama dalam menumbuhkan sikap toleransi, kesadaran terhadap keberagaman, dan tanggung jawab sebagai warga negara. Selain itu, responden menekankan bahwa metode pembelajaran yang interaktif, diskusi berbasis isu aktual, dan pendekatan yang dekat dengan dunia digital lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan Pendidikan Pancasila dengan model pembelajaran adaptif merupakan langkah penting untuk mengembangkan literasi kebangsaan yang kritis dan kontekstual bagi mahasiswa Generasi Z.
RELEVANSI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DALAM DINAMIKA IDENTITAS KEBANGSAAN GENERASI Z Leo Michel; Gilbert Cristofel Simanjuntak; Arin Aulia Rahmi; Nikodemus Chris Juanito; Andre Hasiholan Pasaribu; M. A. Jaya Damanik
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa berperan penting dalam membentuk karakter serta arah kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai di dalamnya bukan hanya berfungsi sebagai pedoman moral dan etika sosial, tetapi juga menjadi pijakan utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Arus globalisasi, kemajuan teknologi, dan banjir informasi digital menghadirkan tantangan baru bagi keberlangsungan nilai-nilai Pancasila, khususnya di kalangan Generasi Z yang tumbuh di era digital. Penelitian ini bertujuan menggali pemahaman Generasi Z terhadap Pancasila, implementasi nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, serta faktor yang mempengaruhi kuat atau lemahnya relevansi Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila masih diinternalisasi oleh Generasi Z, meskipun sering diekspresikan secara tidak langsung melalui sikap toleransi, solidaritas, dan partisipasi sosial
TANTANGAN IDEOLOGI PANCASILA DI ERA DIGITAL: PERSPEKTIF MAHASISWA SEBAGAI GENERASI MUDA M. Rakha Nabil Farras; Maradop Sihotang; Rehan Maulana; Ferino Keiza Nainggolan; M. A. Jaya Damanik
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dekade terakhir telah membawa perubahan besar terhadap pola pikir, perilaku, dan nilai sosial masyarakat Indonesia. Fenomena ini tidak hanya menciptakan peluang baru, tetapi juga menimbulkan tantangan serius terhadap eksistensi ideologi Pancasila sebagai pedoman moral bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa sebagai generasi muda memaknai dan merespons tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi-terstruktur kepada dua mahasiswa Universitas Negeri Medan dari program studi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden sepakat nilai-nilai Pancasila mulai memudar, terutama dalam aspek toleransi dan etika sosial akibat penggunaan teknologi tanpa kendali nilai. Meskipun demikian, keduanya meyakini bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pedoman moral yang perlu diperkuat melalui pendidikan karakter, literasi digital, dan pembiasaan perilaku etis. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tantangan utama ideologi Pancasila di era digital bukan terletak pada melemahnya nilai Pancasila itu sendiri, melainkan pada perubahan perilaku generasi muda yang belum sepenuhnya berlandaskan nilai Pancasila dalam aktivitas digitalnya
RELEVANSI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT DALAM PERILAKU MAHASISWA DI KAMPUS Josua Panggabean; Simon Marbun; Dzaki Roihansyah; Anselmus Gulo; M. A. Jaya Damanik
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pemahaman Pancasila terhadap penerapannya dalam perilaku mahasiswa kampus. Variabel bebas (X): pemahaman dasar, filosofis, dan relevansi; variabel terikat (Y): kejujuran, disiplin, tanggung jawab, gotong royong. Data dari kuesioner biner 69 responden mahasiswa Indonesia, dianalisis dengan deskriptif dan uji Chi-Square. Hasil: pemahaman sedang (mean sum_X=5.26), filosofis terendah (mean=1.52); implementasi lebih tinggi (mean sum_Y=10.97), kuat di tanggung jawab dan gotong royong. Chi-Square: p=0.197 (>0.05), tidak ada pengaruh signifikan. Kesimpulan: butuh pendidikan Pancasila praktis untuk hubungkan teori-praktik. Implikasi: reformasi kurikulum via simulasi dan proyek nilai. Keterbatasan: sampel kecil, data self-report; saran: riset lanjutan dengan sampel luas dan metode mixed.