Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pola Penggunaan Media Sosial untuk Pembelajaran Mandiri Mahasiswa Setiani, Novi; Pratiwi, Ratri; Nihayah, Maryama
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 11 (2024): JPTI - November 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.479

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari mahasiswa, tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan media sosial dalam mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan melibatkan 227 mahasiswa dari berbagai universitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup aspek frekuensi penggunaan, jenis platform media sosial, dan aktivitas pembelajaran yang dilakukan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan efektivitas pembelajaran mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti TikTok (90,8%), Instagram (80%), mendominasi penggunaan di kalangan mahasiswa. 95% mahasiswa menggunakan media sosial untuk mencari informasi dan pembelajaran pada topik yang diminati. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan panduan penggunaan media sosial secara efektif dalam pembelajaran mandiri, serta pentingnya integrasi literasi digital dalam kurikulum pendidikan tinggi. Temuan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan institusi pendidikan untuk memaksimalkan potensi media sosial sebagai alat pembelajaran yang inovatif.
Portrait of mental health literacy in schools: Knowledge exploration of counseling teachers Pratiwi, Ratri; Rahmatulloh, Ainurizan Ridho; Rahimatussalisa, Rahimatussalisa; Nihayah, Maryama
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 9 No 1 (2022): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v9i1.10638

Abstract

Mental health has an important implication for every teenager's life aspect, such as an ability to take action in education, friendship, family relation, and how they will go through their next life journey. School is an ideal place to help teenagers develop their mental health conditions, and the teacher is an essential factor as the service provider. This study aims to explore the mental health knowledge of counseling teachers to help students achieve a well-being condition. The research design and analysis techniques were a qualitative survey by distributing open questionnaires online to counseling teachers in junior and senior high school. The result of the research showed that the knowledge of participants about mental health in the school was less comprehensive. Most of the responses explained the emotional aspect (35%), whereas other aspects of knowledge (cognitive, habits, self-control, and social) are lower. Besides, knowledge about mental health in the school showed 26% of participant responses related to knowledge from the health aspect, whereas knowledge from being and loving aspect was lower. Another finding of this research was that most (57%) cases often handled by the participant are teenage naughtiness cases such as bullying, smoking, and stealing. Recommendations from this research are we need psychoeducation training and mental health for counseling teachers in the school.
Efektivitas pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku pengasuh orang dengan Skizofrenia Rosita, Febriana Ndaru; Nihayah, Maryama; Agustin, Dianingtyas; Kristiati, Aspi; Husniyah, Fatihatul; Sutarjo, Sutarjo
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 3 No 2 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/intensi.v3i2.4391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan keluarga dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mendampingi Orang Dengan Skizofrenia (ODS). Partisipan dalam penelitian ini adalah pengasuh ODS yang mengikuti pelatihan tersebut berjumlah 25 orang. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan one group pre-posttest design. Evaluasi dilakukan menggunakan model evaluasi Kirkpatrick yang mencakup reaksi partisipan terhadap proses pelatihan, perubahan pengetahuan, dan perubahan perilaku pengasuh. Reaksi partisipan dan perubahan pengetahuan dianalisis menggunakan paired sample t-test dan perubahan perilaku dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan puas dengan pelatihan ini; pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan mental pengasuh, dengan t(25) = -16,3 p < 0,01. Perubahan perilaku pengasuh di eksplorasi menggunakan wawancara pada partisipan. Ada tiga tema perubahan perilaku yang muncul paska pelatihan, yaitu niteni (memperhatikan perilaku ODS), wanti-wanti (mewaspadai dan mencegah gejala kambuh), mbombong (memuji ODS), dan resetting pikiran (mengubah pola pikir dan sikap pengasuh terhadap ODS). Kata Kunci: pengasuh orang dengan skizofrenia, pengetahuan, perilaku, efektivitas pelatihan, model kirkpatrick.
IMPLEMENTASI PROGRAM 'SEKOLAH CERIA': PSIKOEDUKASI KADER SEBAYA UNTUK MENCEGAH BULLYING DI SEKOLAH Pratiwi, Ratri; Nihayah, Maryama; Hardika, Jelang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3527

Abstract

Bullying di sekolah merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesejahteraan psikologis siswa. Program "Sekolah Ceria" merupakan inisiatif psikoedukasi yang melibatkan kader sebaya dalam upaya pencegahan bullying di SMPN 3 Sentolo. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak perundungan dan cara merespon tindakan bullying di sekolah, serta keterampilan regulasi emosi. Metode implementasi program psikoedukasi dengan cara pemberian materi dan role-play berdasarkan asesmen lapangan. Kegiatan diikuti oleh 40 siswa kader sebaya dan 5 guru pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bullying serta peningkatan keterampilan intervensi dan dukungan sosial terhadap korban. Meskipun keterlibatan siswa dalam intervensi masih rendah, program ini berhasil membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif. Oleh karena itu, keterlibatan kader sebaya dalam pencegahan bullying dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa di sekolah. Dampak jangka Panjang program ini berpotensi menurunkan kasus bullying di sekolah, serta membentuk budaya sekolah yang inklusif dan peduli. Selain itu, program ini dapat memperkuat keterampilan social siswa, mempengaruhi kebijakan sekolah terkait pencegahan bullying.  Dengan demikian, keterlibatan kader sebaya dalam pencegahan bullying dapat menjadi strategi berkelanjutan dan efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan aman.