Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RANCANGAN BASIS DATA ABSENSI PEGAWAI MENGGUNAKAN MYSQL DENGAN CONCEPTUAL DATA MODEL (CDM), PHYSICAL DATA MODEL (PDM), DAN ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Mukhlis, Iqbal Ramadhani; Satibi, Iswanda Fauzan; Sembilu, Nambi; Rahmawati, Rafika; Rahma Aulia, Virdha; Rinjeni, Tri Puspa; Sugata, Tri Luhur Indayanti; Ananto, Prasasti Karunia Farista
Computing Insight : Journal of Computer Science Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/comp_insight.v6i2.24337

Abstract

Kemajuan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan untuk sarana informasi maupun komunikasi. Akan tetapi, kemajuan teknologi juga memberikan manfaat untuk menyimpan data dalam satu tempat agar mudah diolah. Seperti halnya pada sistem MySQL yang memberikan kemudahan pengguna untuk menyimpan banyak database. Dalam sistem absensi pegawai pada umumnya memerlukan rangkaian tabel yang meliputi aktivitas pegawai, seperti absensi keseharian, penggajian, cuti, lembur, peminjaman, dan lainnya. Pengolahan absensi pada perusahaan tentu harus di kontrol dengan baik agar tidak mempengaruhi kualitas pegawai maupun industri yang terlibat, sehingga kesejahteraan pegawai akan terjamin karena sistem pengelolaan industri baik. Untuk meminimalisir kesalahan atau kejadian tak terduga ketika mengolah data absensi pegawai yang biasanya berjumlah banyak, perlu dihubungkan sistem absensi pegawai dengan menggunakan MySQL dan model konseptual data seperti CDM, PDM, dan ERD. Dengan ini, diharapkan bisa mengetahui tabel/relasi yang dibutuhkan dalam sistem informasi absensi pegawai. Hasil studi kasus membuktikan bahwa dengan adanya model konseptual dari CDM, PDM, dan ERD memberikan kemudahan untuk pengontrolan tabel dalam database dengan tujuan menghindari duplikasi ataupun data yang tidak utuh. Berdasarkan analisis dan perancangan basis data absensi pegawai menggunakan model Conceptual Data Model (CDM), Physical Data Model (PDM), dan Entity Relationship Diagram (ERD), disertai dengan Normalisasi Data dapat disimpulkan bahwa ketiga konsep model tersebut dapat membantu penyusunan tabel relasi atau database yang baik untuk diarahkan ke dalam MySQL, sehingga ketika pegawai melakukan absensi maka akan otomatis masuk ke dalam database.
Penerapan Metode Weighted Product dalam Sistem Pendukung Keputusan Program Penerimaan Bantuan Beras Iqbal Ramadhani Mukhlis; Thomas Aquino Berno Doduk; Tri Puspa Rinjeni; Virdha Rahma Aulia; Rafika Rahmawati; Tri Luhur Indayanti Sugata; Prasasti Karunia Farista Ananto; Nambi Sembilu
Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jikdiskomvis.v9i2.1120

Abstract

This study aims to develop an effective Decision Support System (DSS) in the process of the rice aid program. The Weighted Product (WP) method is used as the basis for decision-making to determine the receipt of rice aid. This DSS is designed to assist program organizers in selecting rice aid recipients more efficiently and objectively. The Weighted Product method is used to calculate the weight value of each criterion given by the rice aid recipient. This study's results can positively contribute to increasing efficiency and transparency in decision-making for the rice aid program. With this Weighted Product-based DSS, it is hoped that the selection process for rice aid recipients can be carried out more objectively and measurably so that the program's benefits can be more evenly distributed and targeted.
Personalisasi Gamifikasi Pembelajaran Transformasi Pendidikan Pemrograman Berbasis Mobile dengan Pendekatan MBTI Rinjeni, Tri Puspa; Rahma Aulia, Virdha; Rahmawati, Rafika; Indayanti Sugata, Tri Luhur; Ramadhani Mukhlis, Iqbal; Karunia Farista Ananto, Prasasti
JEKIN - Jurnal Teknik Informatika Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jekin.v4i3.1076

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi gamifikasi personalisasi dalam mengatasi tantangan keterlibatan dan motivasi dalam pendidikan pemrograman. Dengan memanfaatkan kerangka Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), elemen gamifikasi seperti leaderboard, badges, dan progress bar disesuaikan dengan preferensi individu mahasiswa untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan User-Centered Design (UCD) yang mengacu pada prinsip ISO 9241-210 untuk mengembangkan prototipe antarmuka UI high-fidelity. Evaluasi heuristik dilakukan oleh pakar untuk menilai kegunaan dan efektivitas desain. Temuan utama penelitian ini menyoroti bahwa elemen gamifikasi yang disesuaikan dengan preferensi MBTI dapat memenuhi kebutuhan pembelajar yang beragam dan meningkatkan interaksi dengan platform. Penelitian ini menunjukkan potensi gamifikasi berbasis MBTI sebagai strategi inovatif untuk pendidikan personalisasi. Penelitian lanjutan akan berfokus pada implementasi platform menjadi sistem fungsional serta pengembangan fitur untuk basis pengguna yang lebih luas.
Personalisasi Gamifikasi Pembelajaran Transformasi Pendidikan Pemrograman Berbasis Mobile dengan Pendekatan MBTI Rinjeni, Tri Puspa; Rahma Aulia, Virdha; Rahmawati, Rafika; Indayanti Sugata, Tri Luhur; Ramadhani Mukhlis, Iqbal; Karunia Farista Ananto, Prasasti
JEKIN - Jurnal Teknik Informatika Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jekin.v4i3.1076

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi gamifikasi personalisasi dalam mengatasi tantangan keterlibatan dan motivasi dalam pendidikan pemrograman. Dengan memanfaatkan kerangka Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), elemen gamifikasi seperti leaderboard, badges, dan progress bar disesuaikan dengan preferensi individu mahasiswa untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan User-Centered Design (UCD) yang mengacu pada prinsip ISO 9241-210 untuk mengembangkan prototipe antarmuka UI high-fidelity. Evaluasi heuristik dilakukan oleh pakar untuk menilai kegunaan dan efektivitas desain. Temuan utama penelitian ini menyoroti bahwa elemen gamifikasi yang disesuaikan dengan preferensi MBTI dapat memenuhi kebutuhan pembelajar yang beragam dan meningkatkan interaksi dengan platform. Penelitian ini menunjukkan potensi gamifikasi berbasis MBTI sebagai strategi inovatif untuk pendidikan personalisasi. Penelitian lanjutan akan berfokus pada implementasi platform menjadi sistem fungsional serta pengembangan fitur untuk basis pengguna yang lebih luas.
Analisis Usability Sistem Informasi Akademik UNTAG Menggunakan Metode User Experience Questionnaire Zulmi, Muhammad Nizar; Safitri, Eristya Maya; Rahmawati, Rafika
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 1: April 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i1.2762

Abstract

The advancement of information technology has facilitated higher education institutions in conducting educational processes more effectively, efficiently, and transparently. One such implementation is the SIAMIK “UNTAG” application, developed by Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya to support students' academic progress. However, its implementation still faces challenges, such as difficulty navigating menus and operating the application, which affects students’ academic activities.This study aims to evaluate the user experience of the SIAMIK “UNTAG” application using the User Experience Questionnaire (UEQ), which includes six aspects: attractiveness, clarity, efficiency, accuracy, stimulation, and novelty. Data were collected from 388 respondents using simple random sampling and analyzed with the UEQ Data Analysis Tool. The results indicate a generally positive user experience; however, improvements are needed in innovation, clarity, and user motivation. The average scores were: attractiveness (1.60), clarity (1.35), efficiency (1.42), accuracy (1.43), stimulation (1.42), and novelty (1.43).Keywords: SIAMIK UNTAG; Usability analysis; User Experience Questionnaire  AbstrakPerkembangan teknologi informasi telah mempermudah perguruan tinggi dalam menjalankan proses pendidikan secara efektif, efisien, dan transparan. Salah satu implementasinya adalah aplikasi SIAMIK “UNTAG” yang dikembangkan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya guna mendukung kelancaran studi mahasiswa. Namun, dalam implementasinya masih terdapat kendala seperti kesulitan dalam navigasi menu dan pengoperasian aplikasi, yang berdampak pada proses akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengalaman pengguna aplikasi SIAMIK “UNTAG” menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ) yang mencakup enam aspek: daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, stimulasi, dan kebaruan. Data diperoleh dari 388 responden melalui teknik simple random sampling dan dianalisis menggunakan UEQ Data Analysis Tool. Hasil menunjukkan pengalaman pengguna tergolong positif, namun diperlukan peningkatan pada aspek inovasi, kejelasan, dan motivasi. Nilai rata-rata aspek: daya tarik (1,60), kejelasan (1,35), efisiensi (1,42), ketepatan (1,43), stimulasi (1,42), dan kebaruan (1,43). 
Pengukuran Tingkat Kepuasan Terhadap Website SIAMIK UNTAG Surabaya Menggunakan Metode Webqual 4.0 Ardiansah, Muhamad Frendi Diyon; Safitri, Eristya Maya; Rahmawati, Rafika
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 1: April 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i1.2772

Abstract

The advancement of information technology has prompted higher education institutions to provide information system-based academic services, one of which is SIAMIK at Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. This study aims to measure the level of user satisfaction with the SIAMIK system using the WebQual 4.0 approach, which consists of three main dimensions: Usability, Information Quality, and Service Interaction Quality. This research employs a quantitative approach through a survey method using a closed-ended Likert scale questionnaire. The data analysis process utilized the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the aid of SmartPLS version 4 software. The findings of this research indicate that only the Information Quality variable was proven to have a positive and significant influence on User Satisfaction, demonstrated by a beta coefficient of 0.807 and a p-value < 0.001. Conversely, the Usability and Service Interaction Quality variables did not show a significant relationship with the level of user satisfaction. This study offers practical implications for system administrators to prioritize the improvement of information aspects in the future development of the academic information system.Keywords: User satisfaction; Webqual 4.0; Academic Information System; Usability; SmartPLS.AbstrakPerkembangan teknologi informasi telah mendorong perguruan tinggi untuk menyediakan layanan akademik berbasis sistem informasi, salah satunya adalah SIAMIK Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem SIAMIK menggunakan pendekatan WebQual 4.0, yang terdiri dari tiga dimensi utama: Usability, Information Quality, dan Service Interaction Quality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner tertutup skala Likert. Proses analisis data memanfaatkan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS- SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Temuan riset ini mengindikasikan bahwa hanya variabel Information Quality yang terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction, ditunjukkan melalui koefisien beta sebesar 0,807 serta nilai p < 0,001. Sebaliknya, variabel Usability dan Service Interaction Quality tidak memperlihatkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola sistem untuk memprioritaskan penyempurnaan aspek informasi dalam pengembangan sistem informasi akademik ke depan
Evaluasi Faktor Penerimaan Live Streaming di Platform E-commerce TikTokShop Menggunakan TAM 3 Ayunda Wardhatul Fitrah; Eristya Maya Safitri; Rafika Rahmawati
bit-Tech Vol. 7 No. 3 (2025): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v7i3.2263

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola perilaku konsumen dalam berbelanja secara daring. Salah satu tren terkini dalam e-commerce ialah fitur live streaming, yang memudahkan interaksi secara real-time antar penjual dan pembeli. Tiktok Shop menjadi salah satu platform yang berhasil mengadopsi strategi ini untuk meningkatkan pengalaman belanja digital. Namun, adopsi fitur ini masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini guna menganalisis faktor yang memengaruhi penerimaan live streaming TikTok Shop menggunakan Technology Acceptance Model 3 (TAM 3). Dengan metode kuantitatif berbasis survei, penelitian ini mengumpulkan data dari 400 responden yang pernah bertransaksi melalui live streaming TikTok Shop. Data melalui pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menampakkan inovasi dan kepercayaan pengguna mendapati pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian serta adopsi teknologi dalam ekosistem digital. Sementara itu, risiko yang dirasakan mendapati pengaruh yang lebih rendah dibandingkan dengan faktor lainnya. Temuan ini mengindikasikan meskipun konsumen menyadari adanya potensi risiko dalam transaksi digital, mereka tetap melakukan pembelian dan mengadopsi teknologi baru apabila manfaat serta pengalaman belanja yang didapatkan lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin terjadi. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya berfokus pada peningkatan kepercayaan, transparansi informasi, serta kemudahan dalam penggunaan teknologi guna mempercepat penerimaan dan adopsi teknologi oleh pengguna. Rekomendasi yang diberikan meliputi optimalisasi fitur interaktif, peningkatan sistem keamanan transaksi, serta strategi promosi yang lebih menarik dan edukatif untuk meningkatkan pemahaman serta kenyamanan pengguna dalam mengadopsi fitur live streaming TikTok Shop sebagai bagian dari pengalaman belanja digital mereka.
Analyzing Mobile Banking User Experience Using the Modified HEART Metrics Framework Miftah Rahmaddani; Anita Wulansari; Rafika Rahmawati
bit-Tech Vol. 8 No. 2 (2025): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v8i2.2898

Abstract

The rapid development of mobile banking services in Indonesia has facilitated digital financial transactions for the public. BLU by BCA Digital, a fully branchless banking innovation, has experienced significant user growth, yet continues to receive complaints regarding technical issues and unintuitive features raising concerns about the quality of its user experience (UX). This study analyzes the UX of the BLU application using a modified HEART Metrics framework, which includes five dimensions Happiness, Engagement, Adoption, Retention, and Task Success and incorporates an additional variable, Intention to Reuse, to better capture long-term user behavior. The integration of this variable, grounded in the Theory of Planned Behavior, enhances the framework by linking user satisfaction with behavioral intention. Data were collected from 476 active users through an online survey and analyzed using the Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS) method via SmartPLS 4. The results show that Happiness, Engagement, Adoption, and Task Success have a significant positive effect on users’ intention to reuse the application, while Retention does not. This suggests that task efficiency and emotional satisfaction play a more crucial role in sustaining user engagement than habitual usage alone. Additionally, Adoption was rated at the lower threshold of the “Good” category in the Goal-Signal-Metrics (GSM) analysis, indicating a need for better onboarding and first-time user experience. These findings offer theoretical contributions to UX measurement and provide practical insights for developers to enhance mobile banking applications and foster long-term user loyalty.
Evaluation of E-Learning Website Quality of Universitas Islam Majapahit Using Webqual 4.0 and IPA Nur Diniyanti; Anita Wulansari; Rafika Rahmawati
bit-Tech Vol. 8 No. 2 (2025): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v8i2.3015

Abstract

The rapid development of digital technology in education requires higher education institutions to provide online learning systems that are effective, responsive, and user-oriented. The e-learning website of Universitas Islam Majapahit (UNIM) serves as the main platform supporting student learning activities, yet issues remain regarding response speed, information availability, and interface design. This study aims to evaluate the quality of UNIM’s e-learning website using the WebQual 4.0 model, modified by adding the User Interface Quality variable, and analyzed with the Importance Performance Analysis (IPA) method. Data were collected through a five-point Likert scale questionnaire involving 281 screened respondents. The findings indicate an average conformity level of 95%, yet several indicators reveal negative gap values, reflecting performance that has not met user expectations. Six indicators SIQ1, SIQ2, SIQ3, SIQ4, SIQ5, and UIQ2 were identified in Quadrant I, marking them as top priorities for improvement. The implications of this study highlight the need to enhance system responsiveness, service interaction quality, and interface usability to meet user expectations. Practically, the results provide guidance for improving the development of UNIM’s e-learning website, while theoretically, this study reinforces the applicability of the modified WebQual 4.0 as a comprehensive evaluation method for assessing the quality of online education services.
Evaluation of the POSKetanmu Website Using E-GovQual and Importance Performance Analysis (IPA) Nur Dinanita; Anita Wulansari; Rafika Rahmawati
bit-Tech Vol. 8 No. 2 (2025): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v8i2.3016

Abstract

The rapid advancement of information and communication technology has driven governments to provide digital public services that are efficient, transparent, and user-centered. One such initiative is the POSKetanmu website developed by the Mojokerto Regency Population and Civil Registration Office, aimed at facilitating online processing of population documents. Despite its purpose, the platform still faces several challenges, including difficulties in understanding service procedures, lengthy account verification, and errors in document submission. This study evaluates the quality of the POSKetanmu website using the E-GovQual model, which consists of six dimensions: Ease of Use, Reliability, Trust, Functionality of the Interaction Environment, Information Content and Display, and Citizen Support. To determine service priorities, the Importance–Performance Analysis (IPA) method was employed. Data were collected from 391 valid respondents using a five-point Likert scale. The results reveal an average conformity level of 96% and an overall gap score of –0.17, indicating that performance lags slightly behind user expectations. Indicators located in Quadrant I, particularly RB1–RB4, EU1, and FI2, were identified as priority areas requiring immediate attention. These findings suggest that improvements in system reliability, interface navigation, and interactive features are essential. The integration of E-GovQual and IPA not only provides practical insights for policy-making but also offers a valuable framework for advancing digital government evaluation.