Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Fear of missing out (FoMO) and digital well-being: a systematic literature review Yola Eka Putri; Ifdil Ifdil; Linda Fitria; Berru Amalianita; Rizki Novirson
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1205100

Abstract

llowing the pandemic, social media usage has increased rapidly. This situation exacerbates the phenomenon of individuals' Fear of Missing Out (FoMO). The purpose of this study is to conduct a systematic synthesis of the relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and digital wellbeing in the post-pandemic era, covering research articles published between 2016 and 2024. Data was sorted using the PRISMA method and systematically collected from Scopus, using a Boolean search to identify scientific articles relevant to the research topic. The selected scientific articles were limited to the years 2016 to 2024. After the data screening procedure, twelve empirical studies were selected for further review. The quality of these studies was evaluated using JBI for quantitative research and CASP for qualitative studies. Of these studies, five were classified as high-quality, while seven were categorized as medium-quality. The main synthesis findings identified: (1) psychological mechanisms, specifically social comparison, Separation Anxiety Disorder (SAD), and emotional dysregulation, these variables were found to mediate the effects of FoMO on digital well-being in eleven of the twelve studies; (2) adverse outcomes, including problematic internet use, anxiety, depression, and low academic achievement, were found across all studies, with adolescents and young adults impacted by FoMO; and (3) interventions, six studies explored interventions for individuals with high levels of FoMO, with two providing empirical validation and four providing conceptual explanations. This research provides novel contributions to the field of mental health related to FoMO behavior. The findings of the reviewed studies integrate evidence related to the mechanisms, outcomes, and interventions of FoMO behavior. This review is also linked to three theoretical frameworks: social comparison theory, self-determination theory, and the digital stress model. This allows the data synthesis to focus on critical gaps in longitudinal methodology, cultural inclusivity, and research on intervention effectiveness, while also proposing a testable conceptual model for future research directed at intervening FoMO with counseling and other psychotherapies.
Increasing the Competency of Guidance and Counseling Teachers Through Preparing Basic Service Materials with the Assistance of Artificial Intelligence Khadijah Lubis; Sigit Dwi Sucipto; Fadhlina Rozzaqyah; Yola Eka Putri; Resti Okta Sari; Amanda Putri Septriani; Nia Bening Mutiara
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8129

Abstract

The rapid development of digital technology requires guidance and counseling (BK) teachers to enhance their competencies and adapt to technological advancements, particularly in designing engaging and contextual service materials. This community service program aimed to improve the professional competence of BK teachers through the utilization of Artificial Intelligence (AI), specifically ChatGPT, as a tool for developing basic guidance service materials. The activity was conducted from October 22 to 25, 2025, at SMA Negeri Sumatera Selatan, involving 23 BK teachers from 20 schools in Palembang City. The implementation methods included workshops, hands-on training, mentoring, and evaluation through pretest and posttest. The results revealed an increase in participants’ average scores from 112.17 to 139.57, with an N-Gain score of 0.72 (high category). These findings indicate that AI-based training effectively enhanced teachers’ understanding and skills in developing creative and relevant basic service materials. Supporting factors included participants’ enthusiasm and institutional support from the Palembang BK Teachers Association (MGBK), while challenges such as late attendance and technical difficulties during the pretest were successfully addressed by the organizing team. Overall, this program contributed to strengthening digital literacy and professional competence among BK teachers in facing educational transformation in the era of artificial intelligence.Peningkatan Kompetensi Guru BK Melalui Penyusunan Materi Layanan Dasar Berbantuan Artificial IntelligenceABSTRAKPerkembangan teknologi digital mendorong perlunya peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling (BK) agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, khususnya dalam penyusunan materi layanan yang menarik dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru BK dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) berbasis ChatGPT sebagai alat bantu penyusunan materi layanan dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 22–25 Oktober 2025 di SMA Negeri Sumatera Selatan, diikuti oleh 23 guru BK dari 20 sekolah di Kota Palembang. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan (workshop), praktik langsung (hands-on training), pendampingan, serta evaluasi berbasis pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor peserta dari 112,17 menjadi 139,57, dengan nilai N-Gain sebesar 0,72 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan pemanfaatan AI efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru BK dalam menyusun materi layanan dasar yang kreatif dan relevan. Faktor pendukung keberhasilan meliputi antusiasme peserta dan dukungan kelembagaan dari MGBK Kota Palembang, Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi digital dan profesionalisme guru BK dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital saat ini.Kata Kunci :guru BK; kecerdasan buatan; ChatGPT, layanan dasar
Penggunaan desensitisasi sitematis untuk mereduksi kecemasan berbicara di depan umum (glossophobia) Nuraini Nuraini; Yola Eka Putri; Huriyah Fadhilah; Annisa Annisa
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 8, No 2 (2025): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01871

Abstract

Kemampuan komunikasi merupakan kunci utama kesuksesan dalam peroses pembelajaran di sekolah. Namun realitanya saat ini masih banyak siswa yang mengalami kecemasan dalam berbicara di depan. Kecemasan yang dirasakan seperti rasa takut, khawatir, dan tubuh menggigil. Hal ini dikenal sebagai fenomena glossophobia yaitu suatu ketakutan berbicara di depan umum. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan efektivitas penggunaan desensitisasi sistemtais pada fenomena glossophobia yang terjadi dikalangan remaja. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literature untuk mengumpulkan informasi yang relavan tentang efektivitas teknik desensitisasi sistematis pada siswa yang mengalami glossophobia. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diakses melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci desensitisasi sistematis mereduksi glossophobia pada remaja. Artikel yang dipilih merupakan hasil penelitian dari tahun 2016-2025 dan ditemukan sebanyak 30 artikel. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi konselor sekolah sebagai landasan untuk memberikan bantuan dalam mengurangi kecemasan siswa saat berbicara di depan menggunakan teknik desensitisasi sistematis. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mengembangkan potensi diri tanpa terhambat oleh masalah glossophobia
Konsep tes minat dan bakat untuk pemilihan jurusan pada siswa Amelia Putri; Defri Yani; Sonya Antika; Alrefi Alrefi; Yola Eka Putri
Journal of Educational and Learning Studies Vol 8, No 1 (2025): Journal of Educational and Learning Studies
Publisher : Global Econedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/02132

Abstract

Pemilihan jurusan pendidikan tinggi merupakan keputusan penting bagi siswa, karena secara signifikan mempengaruhi keberhasilan akademik mereka dan lintasan karir masa depan. Strategi efektif yang dapat membantu siswa dalam proses pengambilan keputusan ini adalah penerapan penilaian minat dan bakat. Penilaian ini dirancang dengan cermat untuk mengevaluasi berbagai dimensi, termasuk kemampuan kognitif, minat pribadi, bakat bawaan, dan ciri-ciri kepribadian, sehingga menawarkan pemahaman komprehensif tentang diri potensial siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk menganalisis prinsip-prinsip dasar yang mendasari penilaian minat dan bakat dan untuk mengevaluasi kemanjuran mereka dalam membantu siswa dalam memilih jurusan yang sesuai. Selain itu, penelitian ini juga menyandingkan pemanfaatan penilaian minat dan bakat di Indonesia dan Malaysia dengan tujuan mengidentifikasi praktik yang patut dicontoh. Metodologi yang digunakan terdiri dari tinjauan literatur, menganalisis 18 artikel ilmiah yang bersumber dari Google Scholar dan diterbitkan dalam dekade terakhir. Temuan yang diperoleh dari analisis ini menunjukkan bahwa penilaian minat dan bakat memberikan kontribusi besar pada proses spesialisasi siswa, karena mereka dapat secara efektif membimbing mereka menuju pilihan pendidikan yang lebih pas yang selaras dengan karakteristik individu. Kesimpulan ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan penilaian minat dan bakat ke dalam kerangka bimbingan dan konseling dalam lembaga pendidikan sebagai strategi untuk perencanaan pendidikan dan karir.