Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian Habitat Asuhan dan Ukuran Tangkap Lestari Teripang Pasir (Holuthuria scabra) Sebagai Dasar Pengelolaan di Sumbawa Erlangga, Haqqy Rerian; Kautsari, Neri
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 4 No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v4i2.1675

Abstract

Teripang pasir (Holuthuria scabra) adalah salah satu hewan Echinodermata yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, Teripang pasir dieksploitasi cukup besar sehingga berdampak pada penurunan stok teripang di alam. Penurunan stok teripang telah terjadi di beberapa perairan di Indonesia seperti perairan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di Kabupaten Sumbawa, eksploitasi teripang telah dilakukan di beberapa lokasi diantaranya di perairan Teluk Saleh, Pulau Bungin, perairan Pulau Moyo, perairan Labuhan Bajo dan lainnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk merancang strategi pengelolaan teripang di Kabupaten Sumbawa berdasarkan aspek daerah pemijahan dan ukuran tangkap lestari. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Maret hingga Juli 2022 di perairan Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini ialah data kepadatan, data data panjang teripang pasir, data bobot teripang pasir, data aksebilitas, data panjang dan bobot teripang, data tingkat kematangan gonad pada masing-masing (TKG) pada setiap ukuran serta data karakteristik habitat pada masing-maisng lokasi pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan teripang berkisar antara 0 – 2 ind/m dan 2 hingga 10 ind/m2. Bobot teripang yang tertangkap oleh nelayan dan yang tertangkap pada saat pengambilan sampel berkisar antara 9,5 hingga 429,00 gram dan teripang pada ukuran di bawah 100 gram belum mengalami matang gonad.
PROGRAM CSR PT. SMM: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA PROGRAM REHABILITASI MANGROVE DI DESA STOWE BRANG, UTAN, SUMBAWA Kautsari, Neri; Hartono, Yadi; Oklima, Ade Maryam; Ahdiansyah, Yudi; Bahri, Syamsul; Erlangga, Haqqy Rerian
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2024): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rehabilitasi ekosistem mangrove di Sumbawa termasuk di Desa Stowe Brang, Kacamatan Utan adalah salah satu upaya yang harus dilakukan dalam menangani degradasi mangrove yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya alih fungsi ekosistem mangrove menjadi tambak. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk meningkatkan peran dan keterlibatan Masyarakat dalam konservasi dan rehabilitasi mangrove. Program ini merupakan bagian dari program sosial (Corporate social responsibility) PT. Solusi Masyarakat Mandiri (SMM) yang bekerjsama dengan Universitas Samawa. Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa adalah lokasi pelaksanaan program ini. Program dilaksanakan dari bulan Juni hingga November 2024. Tahapan kegiatan meliputi assement lapangan, pelatihan dan pendampingan pembibitan mangrove, penanaman mangrove hingga monitoring dan evaluasi. Masyarakat yang terlibat pada program ini ialah masyarakat Dusun Bina Marga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat telah mampu memetakan potensi sumber daya alam yang ada di Desa Stowe Brang, mampu melakukan pembibitan mangrove dan berhasil melaksanakan penanaman mangrove sebanyak 4000 bibit. Luaran dari program ini ialah terbentuknya satu rumah bibit mangrove, tertanamnya 4.000 bibit mangrove dan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam konservasi mangrove.
PENERAPAN INSTALASI PENJEMURAN RUMPUT LAUT PADA KELOMPOK PETANI RUMPUT LAUT DI DUSUN TANJUNG BELE, SUMBAWA Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Suprianto, Suprianto; Erlangga, Haqqy Rerian
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok pembudidaya rumput laut di dusun Tanjung Bele melakukan penjemuran rumput laut dengan cara menjemur rumput laut diatas tanah beralaskan terpal. Permasalahan yang timbul adalah saat hujan sehingga pengeringan rumput laut tidak bisa dilakukan. Selain itu metode penjemuran seperti itu kurang higienis. Sehingga dibutuhkan sebuah metode efektif yang membantu mitra dalam melakukan penjemuran rumput laut serta menghasilan rumput laut dengan kualitas yang lebih baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan transfer ilmu kepada masyarakat dalam penjemuran rumput laut melalui pembanguan instalasi penjemuran rumput laut. Metode yang digunakan yaitu pelatihan, pemberian bantuan instalasi penjemuran rumput laut dan pendampingan. Hasil kegiatan yaitu adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang metode penjemuran yang efektif, peningkatan keterampilan mitra dalam mengoperasikan instalasi penjemuran rumput laut serta adanya 1 unit instalasi penjemuran rumput laut.
Analisis Sistem Sosial dan Ekologi pada Wisata Hutan Mangrove (Nanga Sira Island Mangrove Tracking) Desa Penyaring, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Hikmahyanti, Hikmahyanti; Erlangga, Haqqy Rerian; Kautsari, Neri; Nikmah, Nadratun; Yusuf, Yusuf; Uzaman, Budi; Ariandi, Alamsyah
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 3: Desember (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i3.50726

Abstract

Desa Penyaring terletak di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memiliki kawasan mangrove yang potensial untuk dikembangkan menjadi ekowisata bahari berbasis masyarakat. Kawasan ini berperan penting dalam melindungi pantai dari abrasi, sebagai tempat asuhan biota laut, dan penyerap karbon. Namun, masih ditemui keterbatasan dalam pemahaman masyarakat terhadap fungsi ekologis mangrove serta pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem sosial ekologi (SES) pada kawasan wisata hutan mangrove Desa Penyaring. Metode yang digunakan meliputi pengamatan langsung, observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran kualitas air berupa suhu, pH, dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan mangrove Desa Penyaring memiliki suhu rata-rata 30C, nilai pH sebesar 7,8 yang masih sesuai dengan baku mutu air laut untuk wisata bahari. Dari aspek sosial, pengelolaan kawasan dilakukan oleh BUMDes dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa. Keberadaan wisata hutan mangrove mampu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan perdagangan, jasa wisata, serta menumbuhkan kesadaran terhadap konservasi lingkungan. Interaksi antara masyarakat dan ekosistem mangrove membentuk hubungan timbal balik yang saling menguatkan, menciptakan sistem sosial ekologi yang berkelanjutan di kawasan pesisir Sumbawa.Keywords: tourism, mangrove forest, social, ecology
Persepsi Nelayan Terhadap Status Stok Dan Pemanfaatan Teripang Pasir (Holothuria scabra) Di Dusun Prajak, Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa Hamza, Hamza; Kautsari, Neri; Mrdhia, Dwi; Erlangga, Haqqy Rerian; Bachri, Syamsul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9020

Abstract

Teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, obat tradisional, dan komoditas ekspor serta memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Peningkatan aktivitas penangkapan tanpa pengelolaan yang memadai berpotensi menyebabkan penurunan stok di alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi nelayan terhadap status stok dan pemanfaatan teripang pasir di Dusun Prajak, Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 orang nelayan yang dipilih secara purposive dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% nelayan menyatakan terjadi penurunan stok teripang pasir yang ditandai dengan menurunnya hasil tangkapan, ukuran individu yang semakin kecil, serta semakin jauhnya lokasi penangkapan. Pemanfaatan teripang pasir 100 % dijual ke pengepul dalam bentuk teripang kering setelah melalui proses perebusan dan penjemuran selama 2- 3 hari dibawah matahari. Kondisi penurunan stok membutuhkan strategi pengelolaan berkelanjutan melalui pengaturan intensitas penangkapan, perlindungan habitat padang lamun, serta peningkatan kesadaran masyarakat guna menjaga kelestarian sumber daya teripang pasir di Dusun Prajak. Kata kunci: teripang pasir, persepsi nelayan, status stok, pemanfaatan
Penangkapan, Pengolahan, Dan Rantai Pemasaran Teripang (Stichopus herrmanni) Di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa Apriansa, Risman; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Erlangga, Haqqy Rerian; Bachri, Syamsul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas penangkapan, pengolahan pascapanen, dan rantai pemasaran teripang (Stichopus herrmanni) di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode survei dengan melibatkan 18 responden yang terdiri atas 17 nelayan dan 1 pengepul yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkapan teripang dilakukan secara tradisional melalui metode memungut langsung saat air surut, menggunakan snorkel, dan menyelam bebas (free diving), serta berlangsung secara musiman pada periode Juni hingga Oktober. Sebagian besar nelayan menjadikan penangkapan teripang sebagai sumber pendapatan tambahan. Pengolahan pascapanen dilakukan melalui tahapan eviscerasi, perebusan, penggaraman, dan pengeringan yang berfungsi meningkatkan daya simpan dan nilai ekonomi produk. Rantai pemasaran melibatkan nelayan, pengepul desa, pengepul kota, hingga pedagang besar di luar daerah. Meskipun pengolahan memberikan nilai tambah ekonomi, panjangnya rantai pemasaran dan keterbatasan akses pasar menyebabkan nilai farmer’s share yang diterima nelayan relatif rendah dan posisi tawar nelayan masih lemah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan nelayan, peningkatan kapasitas pengolahan, dan perluasan akses pasar langsung untuk meningkatkan efisiensi pemasaran serta kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.  Kata kunci: teripang, Stichopus herrmanni, penangkapan, pengolahan, rantai pemasaran