Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

HUBUNGAN ASUPAN SERAT, SENG DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS HIPERGLIKEMIA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Divia Wardani, Nella Friscyka; Sholihah, Lini Anisfatus
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1346

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a significant global health issue, particularly Type 2 Diabetes Mellitus (DMT2). Managing the intake of fiber, zinc, and physical activity is essential for controlling hyperglycemia in DMT2 patients. This study examines association between the fiber and zinc intakes, and physical activity with hyperglycemia status among type 2 diabetes mellitus. The study was conducted from June to August 2024. The cross-sectional study involved 88 respondents selected through the accidental sampling technique. Data on fiber and zinc intake were gathered using the SQ-FFQ form, and physical activity levels were measured with the GPAQ questionnaire. Hyperglycemia status was determined by fasting blood glucose levels from lab results. The majority of respondents were women (60%) and in the pre-elderly age group (92%). The total of 50 respondents (63%) had hyperglycemia, while 38 (37%) had normoglycemia. The study found below-average fiber intake in 69 respondents (78%) and insufficient zinc intake in 58 respondents (66%). Physical activity levels were light in 38 respondents (43%), moderate in 46 (52%), and heavy in 4 (5%). The study reveals a significant relationship between fiber intake (p=0.047, OR=2.8), zinc intake (p=0.022, OR=2.8), and physical activity (p=0.032, OR=2.6) with hyperglycemia status in DMT2. Proper nutrition and physical activity management are crucial to control hyperglycemia and prevent complications in DMT2 patients.Diabetes Melitus (DM) adalah masalah kesehatan global yang signifikan, terutama Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Mengelola asupan serat, seng, dan aktivitas fisik sangat penting untuk mengendalikan hiperglikemia pada pasien DMT2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan serat, seng, dan aktivitas fisik dengan status hiperglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni hingga Agustus 2024. Penelitian dengan desain potong lintang ini melibatkan 88 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data asupan serat dan seng dikumpulkan dengan menggunakan formulir SQ-FFQ, dan tingkat aktivitas fisik diukur dengan kuesioner GPAQ. Status hiperglikemia ditentukan oleh kadar gula darah puasa dari hasil laboratorium. Mayoritas responden adalah perempuan (60%) dan berada pada kelompok usia pra-lansia (92%). Sebanyak 50 responden (63%) mengalami hiperglikemia, sementara 38 responden (37%) mengalami normoglikemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69 responden (78%) memiliki asupan serat di bawah rata-rata dan 58 responden (66%) memiliki asupan seng yang kurang. Pada tingkat aktivitas fisik, 38 responden (43%) memiliki aktivitas fisik ringan, 46 responden (52%) memiliki aktivitas fisik sedang, dan 4 responden (5%) memiliki aktivitas fisik berat. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan serat (p=0,047, OR=2,8), asupan seng (p=0,022, OR=2,8), dan aktivitas fisik (p=0,032, OR=2,6) dengan status hiperglikemia pada DMT2. Penatalaksanaan diet dan aktivitas fisik yang tepat sangat penting untuk mengontrol hiperglikemia dan mencegah komplikasi pada pasien DMT2.
HUBUNGAN BEBAN GLIKEMIK DAN IMT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Pramitra, Fanesa Arsy; Sholihah, Lini Anisfatus
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 1 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i1.1352

Abstract

Elevated blood sugar levels in DMT2 patients over a long period can trigger complications. Nutritional management which includes low glycemic load intake and weight loss to body mass index (BMI) values in the normal range is needed to control blood sugar levels. The purpose of this study is to determine the relationship between glycemic load and BMI on blood sugar levels in outpatients with T2DM. This study was a quantitative research with a cross-sectional approach. The respondents in this study were 88 T2DM patients which was determined through accidental sampling techniques. Glycemic load data was collected through direct interviews with the SQ-FFQ method in the past month, and BMI was obtained from direct weight and height measurements. The blood sugar level data was the fasting blood sugar level (FBG) obtained from laboratory results. The data was analyzed using the spearman-rho test. The results showed that the average glycemic load of the respondents was 118.34±35.38. Meanwhile, the average BMI value was 25.74±4.21 kg/m2 and the average FBG was 157.9±64.64 mg/dL. The results of the relationship between glycemic load and blood sugar levels showed p-value = 0.000 and r = 0.68, while the relationship between BMI and blood sugar level showed p-value = 0.000 and r = 0.512. There was a significant positive relationship between glycemic load and BMI on blood sugar levels in T2DM outpatients.Peningkatan kadar gula darah pada pasien DMT2 dalam jangka waktu yang lama dapat memicu terjadinya komplikasi. Penatalaksanaan gizi yang meliputi asupan beban glikemik rendah dan penurunan berat badan hingga nilai indeks massa tubuh (IMT) pada rentang normal diperlukan untuk mengontrol kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban glikemik dan IMT dengan kadar gula darah pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian yaitu 88 pasien DMT2 yang ditentukan melalui teknik accidental sampling. Data beban glikemik dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan metode SQ-FFQ satu bulan terakhir, IMT melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung, kemudian data kadar gula darah merupakan kadar gula darah puasa (GDP) yang diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien. Data kemudian dianalisis menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata beban glikemik responden sebesar 118,34±35,38. Sedangkan nilai IMT rata-rata sebesar 25,74±4,21 kg/m2 dan rata-rata GPD sebesar 157,9±64,64 mg/dL. Hasil uji hubungan antara beban glikemik dengan kadar gula darah menunjukkan p-value = 0,000 dan r = 0,68, sementara hubungan IMT dengan kadar gula darah menunjukkan p-value = 0,000 dan r = 0,512. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara beban glikemik dan IMT dengan kadar gula darah pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2.