Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kapabilitas Tugas Internasional Perwira Menengah (PAMEN) Dalam Memantapkan Kerjasama Pendidikan Militer TNI Dengan Angkatan Bersenjata Negara-Negara Sahabat Wibowo, Anggit Budi; Almubaroq, Hikmat Zakky; Arismunandar, Setiawan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1816-1826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapabilitas tugas internasional Perwira Menengah (Pamen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memantapkan kerjasama pendidikan militer dengan angkatan bersenjata negara-negara sahabat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan Pamen dalam menjalankan tugas internasional, termasuk penguasaan bahasa asing, pemahaman budaya, dan keterampilan diplomasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Pamen yang telah bertugas di luar negeri dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pamen membutuhkan peningkatan kapabilitas dalam hal penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, serta pemahaman budaya dan keterampilan diplomasi yang lebih mendalam untuk dapat menjalankan tugas internasional dengan efektif dan memfasilitasi kerjasama pendidikan militer yang lebih erat dengan angkatan bersenjata negara-negara sahabat.
Transformasi Prinsip Etika Perang dalam Dinamika Konflik Asimetris Kontemporer Antono, Kukuh Dwi; Jaya, Dedy Kusuma; Susilo, Tarsisius; Arismunandar, Setiawan; Sarana, Arinto Beny
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i3.695

Abstract

Perang asimetris semakin banyak ditemui dalam konflik modern, di mana aktor non-negara seperti kelompok pemberontak dan teroris terlibat dalam pertempuran melawan kekuatan negara. Pergeseran ini menghadirkan tantangan besar bagi penerapan Hukum Humaniter Internasional (HHI), terutama terkait prinsip-prinsip etika seperti pembedaan dan proporsionalitas. Artikel ini mengkaji transformasi prinsip etika dalam konteks konflik asimetris dan bagaimana HHI berupaya beradaptasi. Temuan utama menunjukkan bahwa kerangka hukum tradisional kerap gagal menjangkau dinamika konflik kontemporer, terutama dalam menghadapi ketidakjelasan identitas kombatan, penyalahgunaan wilayah sipil, dan erosi norma etika perang. Artikel ini menawarkan reinterpretasi prinsip etika klasik, menyoroti pentingnya doktrin militer adaptif, serta perlunya pendekatan multidisiplin dan penggunaan teknologi untuk memperkuat akuntabilitas. Rekomendasi difokuskan pada peningkatan pelatihan militer berbasis etika, fleksibilitas ROE, serta penguatan kerjasama internasional dalam penegakan hukum humaniter yang lebih responsif terhadap realitas konflik asimetris
Tantangan Hukum Humaniter dalam Konflik Israel–Palestina: Perspektif Implementasi dan Akuntabilitas Internasional Wijonarko, Bambang; Agung, Erwin; Susilo, Tarsisius; Arismunandar, Setiawan; Sarana, Arinto Beny
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i3.696

Abstract

Konflik Israel–Palestina yang berlangsung lama telah menimbulkan berbagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional, terutama terkait perlindungan terhadap warga sipil. Artikel ini mengkaji dinamika penerapan prinsip-prinsip hukum humaniter dalam konflik tersebut, dengan menyoroti konsekuensi hukum atas tindakan dari kedua belah pihak serta dampaknya terhadap masyarakat sipil. Pembahasan mencakup prinsip pembeda, proporsionalitas, dan perlindungan sipil, serta contoh-contoh pelanggaran yang memperlihatkan kesenjangan antara norma hukum dan realitas di lapangan. Artikel ini juga mengulas tantangan besar dalam penegakan hukum humaniter, termasuk keterbatasan yurisdiksi, hambatan politik, dan lemahnya mekanisme akuntabilitas internasional. Selain itu, peran resolusi internasional dan lembaga global dianalisis sebagai bagian dari upaya merespons pelanggaran dan memperkuat perlindungan kemanusiaan. Kontribusi utama artikel ini terletak pada analisis kritis terhadap enforcement hukum humaniter dalam konteks konflik asimetris serta rekomendasi strategis bagi penguatan mekanisme internasional. Dengan demikian, artikel ini diharapkan memperkaya wacana akademik dan praktik hukum dalam konflik bersenjata kontemporer.
Tantangan Etika dan Hukum dalam Perang Informasi dan Propaganda Digital Milyardin, Ian Rizkian; Malinton, Yoki; Susilo, Tarsisius; Arismunandar, Setiawan; Sarana, Arinto Beny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26996

Abstract

Perang informasi kini menjadi elemen tak terpisahkan dari konflik-konflik global, memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai alat untuk memengaruhi opini publik, menyebarkan disinformasi, dan membentuk narasi yang berperan dalam dinamika geopolitik. Dalam jurnal ini, saya menggali bagaimana fenomena perang informasi ini menantang prinsip-prinsip dasar Hukum Humaniter Internasional (IHL), seperti diskriminasi, proporsionalitas, dan perlindungan terhadap warga sipil, yang telah menjadi dasar dalam mengatur peperangan tradisional. Meski IHL dirancang untuk menangani konflik fisik, perkembangan teknologi digital menuntut adanya pemikiran baru tentang bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan pada perang yang tak terlihat di medan pertempuran, namun dampaknya dapat merusak stabilitas sosial dan politik. Di sisi lain, teori perang yang benar (Just War Theory) juga memberikan sudut pandang etis mengenai apakah disinformasi dan propaganda digital dapat dibenarkan dalam konteks perang. Dengan menggali tantangan-tantangan ini, tulisan ini juga memberikan rekomendasi terkait bagaimana hukum humaniter dapat beradaptasi dengan cepatnya perubahan dalam peperangan modern, serta pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh perang informasi.
Adaptasi Hukum Humaniter terhadap Konflik yang Dipicu oleh Perubahan Iklim: Studi Kasus Global Hamel, Boy Yopi; Setiawan, Gede; Susilo, Tarsisius; Arismunandar, Setiawan; Sarana, Arinto Beny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27194

Abstract

Penelitian ini mengkaji adaptasi hukum humaniter internasional dalam menghadapi konflik yang dipicu oleh perubahan iklim. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana hukum humaniter dapat merespons dinamika konflik yang semakin kompleks akibat dampak perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, mengumpulkan data dari dokumen hukum internasional, laporan organisasi kemanusiaan, dan artikel akademik terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum humaniter saat ini masih kurang responsif terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim dalam konteks konflik bersenjata. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan regulasi dan mekanisme implementasi yang lebih adaptif. Kesimpulannya, adaptasi hukum humaniter harus memperhatikan aspek lingkungan untuk meningkatkan perlindungan korban dan mencegah eskalasi konflik.
PUTIN DAN KEDAULATAN ENERGI: KEPEMIMPINAN AUTARKI SEBAGAI BASIS STRATEGI PERTAHANAN NASIONAL Dewanto, Roli; Kartono, Mandri; Susilo, Tarsisius; Arismunandar, Setiawan; Wahyudi, Edi
HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2025)
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vladimir Putin’s autarkic leadership emphasizes Russia’s self-reliance in resources, particularly energy, as the foundation of its national defense strategy. Western geopolitical pressures such as NATO expansion and economic sanctions pushed Putin to weaponize energy as Russia’s strategic bargaining tool. This article examines how Putin’s energy sovereignty policies shaped Russia’s defense capabilities and explores lessons Indonesia can adopt in building a defense system based on strategic natural resources. Literature shows that Russia has leveraged its dominance in oil and gas exports for geopolitical influence, while domestically reinforcing state control over the energy sector and pursuing defense self-sufficiency despite sanctions. This study employs a qualitative case study approach, comparing Russia’s experience with Indonesia’s context. The analysis confirms that mastery of natural resources strengthens defense resilience; Russia financed its military modernization through energy windfalls and remained relatively resilient against embargoes through local innovation. For Indonesia, energy sovereignty is a prerequisite for long-term defense and must be integrated into national doctrine. However, Indonesia’s approach must adhere to Pancasila ethics utilizing resources for self-defense without weaponizing them for coercion. Key recommendations include cross-sector synergy (Energy–Defense) to secure strategic reserves for the armed forces, investment in new energy sources (biofuels, batteries) for military platforms, and strengthening resource-based defense industries. These steps will shape Indonesia’s 2045 defense posture into a resilient and self-reliant system, aligned with ethical values and global cooperation.
GEOPOLITIK KEPEMIMPINAN GLOBAL DAN KOMPETISI SUMBER DAYA: PERSPEKTIF INDO-PASIFIK DAN PETA ULANG DOKTRIN PERTAHANAN RI Effendi, M.; Hartono, Rudi; Susilo, Tarsisius; Arismunandar, Setiawan; Wahyudi, Edi
HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2025)
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The contest for global leadership is increasingly centered in the Indo-Pacific, where major powers the United States, China, and Russia are vying for strategic resources. This rivalry spans multiple domains (energy, critical minerals, technology, land, and information) and is reshaping the region’s security architecture. This article examines how resource competition (for example, disputes over oil in the South China Sea, the 5G and semiconductor race, and struggles for supply routes) is impacting Indo-Pacific geopolitics and influencing Indonesia’s security environment. It underlines the urgency for Indonesia to respond by recalibrating its national defense doctrine. Grounded in the Asta Cita 2045 vision, Indonesia must formulate an adaptive defense doctrine that strengthens maritime security, multi-domain capabilities (cyber and space), and defense diplomacy all while upholding its independent and active foreign policy. Using an interdisciplinary approach, this study identifies patterns of resource rivalry among great powers, assesses the threats and opportunities for Indonesia, evaluates gaps in Indonesia’s current defense doctrine, and proposes a new “Indo-Pacific” defense doctrine framework aligned with the Indonesia Gold 2045 agenda. The analysis recommends a proactive and comprehensive Indonesian defense doctrine to safeguard sovereignty and national resources amid global rivalry, enabling Indonesia to contribute constructively to regional stability toward 2045.
Kapabilitas Tugas Internasional Perwira Menengah (PAMEN) Dalam Memantapkan Kerjasama Pendidikan Militer TNI Dengan Angkatan Bersenjata Negara-Negara Sahabat Wibowo, Anggit Budi; Almubaroq, Hikmat Zakky; Arismunandar, Setiawan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapabilitas tugas internasional Perwira Menengah (Pamen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memantapkan kerjasama pendidikan militer dengan angkatan bersenjata negara-negara sahabat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan Pamen dalam menjalankan tugas internasional, termasuk penguasaan bahasa asing, pemahaman budaya, dan keterampilan diplomasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Pamen yang telah bertugas di luar negeri dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pamen membutuhkan peningkatan kapabilitas dalam hal penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, serta pemahaman budaya dan keterampilan diplomasi yang lebih mendalam untuk dapat menjalankan tugas internasional dengan efektif dan memfasilitasi kerjasama pendidikan militer yang lebih erat dengan angkatan bersenjata negara-negara sahabat.Kata kunci: Kapabilitas,  Tugas Internasional,  Perwira Menengah (Pamen),  Kerjasama Pendidikan Militer TNI, Angkatan Bersenjata Negara-Negara Sahabat