Tannus, Ferdinand Aprianto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Kadar Hemoglobin dan Eritrosit pada Ibu Hamil Normal dengan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Kota Surabaya dan Sumenep Idarto, Areta; Siahaan, Salmon Charles; Lukas, Dwi Lily; Setyawan, Yuswanto; Tannus, Ferdinand Aprianto
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v7i3.18905

Abstract

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Indonesia (2020), dari total 4.656.382 ibu hamil di seluruh provinsi Indonesia, sebanyak 451.350 di antaranya memiliki risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), mewakili persentase sebesar 9,7%. Di antara ibu hamil, 59,5% merupakan primigravida yang mengalami KEK, 56% merupakan ibu hamil yang bekerja, dan 88% merupakan ibu hamil dengan usia berisiko (20-35 tahun) yang mengalami KEK. Tujuan: untuk menganalisis antara kadar Hb dan jumlah eritrosit antara ibu hamil normal dan ibu hamil yang mengalami KEK dan korelasi antar variabel. Metode: eksperimental dengan desain penelitian epidemiologi analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan teknik non-probability sampling dengan quota dan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil: Analisis penelitian menunjukkan bahwa variabel gravida memiliki distribusi normal pada kedua kelompok ibu hamil normal dan yang mengalami KEK. Data usia dan gravida menunjukkan homogenitas. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam kadar Hb dan jumlah eritrosit antara ibu hamil normal dan ibu hamil yang mengalami KEK. Selain itu, terdapat korelasi yang signifikan antara kadar Hb dan jumlah eritrosit. Kesimpulan: terdapat perbedaan yang signifikan dalam kadar Hb dan jumlah eritrosit antara ibu hamil normal dan ibu hamil yang mengalami KEK (nilai p 0,001).Kata Kunci: KEK, Hb, Eritrosit
LAPORAN KASUS: PRESENTASI LANGKA PADA KELAHIRAN KEMBAR SIAM “DICEPHALIC PARAPAGUS” Siahaan, Salmon Charles; Banjarnahor, Dharma; Tjiptohardjo, Andianto Indrawan; Sucahyo, Yoselyn Natasya; Tannus, Ferdinand Aprianto
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kembar siam adalah kondisi dua janin berkembang dalam satu kantong gestasi dengan bagian tubuh yang tergabung. Salah satu jenisnya adalah dicephalic parapagus, yang memiliki prognosis buruk. Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan langkah pencegahan dan penanganan kasus serupa di masa depan. Seorang ibu G3P2 usia 39 tahun dengan kehamilan 39/40 minggu datang ke IGD RSUD A dengan keluhan air ketuban keluar selama 6 jam dan kontraksi selama 2 jam. Tidak ditemukan denyut jantung janin. Pemeriksaan dalam menunjukkan pembukaan lengkap, presentasi bokong, dan ketuban jernih. Dilakukan persiapan untuk persalinan. Saat pemeriksaan, ditemukan sindaktili pada kaki yang tampak di vulva. Persalinan dimulai dengan melahirkan bokong, kaki, perut, dan dada menggunakan manuver pertolongan sungsang. Namun, terdapat hambatan saat melahirkan bahu, sehingga dilakukan manuver Løvset. Setelah bahu lahir, kepala sulit dilahirkan menggunakan manuver Mauriceau. Pemeriksaan menunjukkan adanya dua kepala pada janin, sehingga persalinan pervaginam tidak memungkinkan. Pasien ditawarkan kraniotomi tetapi menolak. Akhirnya, dilakukan manuver Zavanelli dan persalinan melalui operasi caesar. Kesimpulan, Prognosis kembar siam tipe dicephalic parapagus sangat buruk, terutama jika tidak terdeteksi sejak dini. Penanganan memerlukan keputusan kompleks yang melibatkan persetujuan keluarga. Pemeriksaan antenatal yang memadai dan evaluasi ultrasonografi sangat penting sebagai metode skrining dan perencanaan kelahiran. Kata kunci: dicephalic parapagus, kembar siam, dicephalic, parapagus, presentasi langka DOI : 10.35990/mk.v8n2.p209-218