Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Global Discourse

Penerimaan Indonesia Terhadap Letter of Intent dari Intenational Monetary Fund (IMF) Tahun 1997-1998 Asyidiqi, Hasbi; Estriani, Heavy Nala; Mahmuluddin
Indonesian Journal of Global Discourse Vol. 6 No. 1 (2024): January - June 2024
Publisher : The Department of International Relations Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ijgd.v6i2.159

Abstract

Penelitian ini menganalisa alasan di balik keputusan Indonesia untuk menerima persyaratan yang ditetapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dalam Letter of Intent selama krisis keuangan 1997–1998. Dengan menggunakan teori kebijakan luar negeri, khususnya konsep otonomi dan kesejahteraan, studi ini menganalisis pilihan sulit yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi krisis tersebut. Pendekatan kualitatif, yang terutama didasarkan pada tinjauan pustaka, digunakan untuk memahami proses pengambilan keputusan pemerintah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa krisis 1997–1998 menempatkan Indonesia dalam situasi keuangan yang mendesak, sehingga pemerintah terpaksa mencari bantuan dari IMF untuk menstabilkan perekonomian dan melindungi kesejahteraan masyarakat. Namun, bantuan ini disertai dengan persyaratan ketat yang mengharuskan Indonesia menerapkan reformasi ekonomi sesuai arahan IMF. Konsekuensinya, Indonesia harus mengorbankan sebagian kedaulatannya dalam membuat kebijakan dan menerima pengaruh eksternal dalam pengambilan keputusan ekonomi yang strategis. Studi ini mengungkap dilema yang dihadapi Indonesia: menyeimbangkan kebutuhan mendesak akan pemulihan ekonomi dengan dampak jangka panjang berupa berkurangnya kedaulatan dalam perumusan kebijakan. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana krisis keuangan memaksa negara-negara ke dalam negosiasi yang sulit dengan institusi internasional. Dengan memahami pengalaman Indonesia, penelitian ini berkontribusi pada diskusi yang lebih luas mengenai hubungan kompleks antara stabilitas ekonomi dan kedaulatan negara, terutama bagi negara-negara berkembang dalam menghadapi krisis.
Norms without Power? Evaluating ASEAN Outlook on the Indo-Pacific’s Role in Shaping the Indo-Pacific Anam, Syaiful; Asyidiqi, Hasbi; Rizki, Kurnia Zulhandayani; Munir, Ahmad Mubarak
Indonesian Journal of Global Discourse Vol. 7 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : The Department of International Relations Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ijgd.v7i2.172

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini mengkaji secara kritis ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) sebagai kerangka normatif yang merumuskan visi ASEAN terhadap tatanan kawasan yang inklusif, berbasis aturan, dan kooperatif di tengah memanasnya rivalitas kekuatan besar. Dengan menggunakan teori konstruktivisme dan model norm life cycle yang dikembangkan oleh Finnemore dan Sikkink, studi ini menilai peran AOIP sebagai bentuk norm entrepreneurship serta stagnasinya dalam fase awal kemunculan norma. Melalui analisis konten dan wacana terhadap dokumen AOIP, deklarasi KTT, dan respons negara anggota, makalah ini menunjukkan bahwa berbagai keterbatasan struktural ASEAN, seperti pengambilan keputusan berbasis konsensus, kelemahan institusional, dan perbedaan politik internal, menghambat operasionalisasi prinsip-prinsip AOIP. Meskipun mendapatkan dukungan retoris dari ASEAN dan mitra eksternal, AOIP tidak memiliki mekanisme penegakan yang efektif, landasan institusional yang kuat, maupun kemauan politik kolektif, sehingga menjadikannya sebagai “norma tanpa kekuatan.” Tulisan ini berargumen bahwa agar AOIP dapat berkembang menjadi kerangka kerja yang lebih berdampak, ASEAN perlu mengadopsi pendekatan institusionalisasi secara bertahap, memberdayakan norm entrepreneurs, dan membangun kemitraan strategis dengan aktor eksternal yang sejalan. Pada akhirnya, riset ini menyoroti janji sekaligus keterbatasan dari agensi normatif dalam tata kelola kawasan, serta menekankan tantangan ASEAN dalam menavigasi antara wacana aspiratif dan realitas geopolitik. Kata kunci: ASEAN, Indo-Pasifik, AOIP, konstruktivisme, norm entrepreneurship, tatanan kawasan, norm life cycle, institusionalisasi, kekuatan normatif.