Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : midang

APRESIASI DONGENG LEGENDA UNTUK ANAK DI MASA PANDEMI Lyra, Hera Meganova; Ampera, Taufik
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.50664

Abstract

PPM ini merupakan sebuah kegiatan yang dirancang untuk membantu meningkatkan produktivitas anak selama pada masa pandemi. Hampir selama dua tahun, anak-anak dipaksa oleh keadaan untuk berdiam diri dalam rumah. Semua kegiatan anak-anak lebih bersinggungan dengan media daring. Hal itu tentu memberi dampak yang negatif pada mereka. Anak-anak cenderung jadi lebih dominan bermain dengan gadget dan laptop. Khalayak sasaran PPM adalah anak-anak berusia 6-14 tahun. Usia tersebut merupakan usia yang mampu mengapresiasi dongeng “Lutung Kasarung” yang dibawakan oleh pendongeng. Terdapat 100 orang anak mendaftar untuk mengikuti kegiatan PPM ini. Sosialisasi kegiatan PPM dilakukan dengan penyebaran poster melalui media sosial. Kegiatan PPM dilaksanakan aplikasi zoom dengan konsep webinar dalam judul “Dongeng di Rumah Aja”. Tahap pelaksanaan dilakukan selama 2,5 jam diawali dengan pembukaan, sambutan, icebreaking, apresisi dongeng, penutupan, dan evaluasi.
KOMUNITAS MUDA PENCINTA SENI KOROMONG DI DUSUN CIKUBANG, DESA SUKAHAYU, RANCAKALONG, SUMEDANG, JAWA BARAT Sopian, Rahmat; Meganova Lyra, Hera; Ruhimat, Mamat
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58696

Abstract

Seni Koromong adalah sejenis kesenian tradisional dengan alat musik utama gamelan Koromong. Kesenian ini telah ada sejak lama dan masih eksis sampai dengan hari ini. Dalam perkembangannnya, seni Koromong tidak hanya dimainkan oleh para pemain senior, namun dimainkan pula oleh para generasi muda. Sebagai bentuk dukungan untuk komunitas muda pencinta seni Koromong tim PPM FIB Unpad bekerjasama dengan tim Mahasiswa KKN-PPM 2024 Universitas Padjadjaran kelompok 19 membuat program dokumentasi dalam bentuk pembuatan artikel feature dan booklet mengenai seni Koromong.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMPERKENALKAN SENI KOROMONG Sopian, Rahmat; Meganova Lyra, Hera; Ruhimat, Mamat
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61549

Abstract

Seni Koromong adalah sebuah seni pertunjukkan yang ada di Dusun Cikubang, Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Seni ini merupakan warisan budaya yang syarat dengan nilai-nilai luhung. Kesenian ini muncul dan tumbuh bersama masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Sang Maha Pencipta khususnya kepada warga Dusun Cikubang. Sebagai upaya edukasi kepada masyarakat luas dan pelestarian seni Koromong, tim PPM FIB Unpad bekerjasama dengan tim Mahasiswa KKN-PPM 2024 Universitas Padjadjaran kelompok 19 membuat program pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan seni Koromong. Media sosial yang digunakan adalah Instagram dan TikTok yang menampilkan video-video pendek dan poster terkait seni Koromong. Dalam waktu satu bulan, konten-konten yang ditampilkan telah ditayangkan lebih dari sembilan ribu tayangan.
APRESIASI DONGENG LEGENDA UNTUK ANAK DI MASA PANDEMI Lyra, Hera Meganova; Ampera, Taufik
Midang Vol 2 No 2 (2024): Midang, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.50664

Abstract

PPM ini merupakan sebuah kegiatan yang dirancang untuk membantu meningkatkan produktivitas anak selama pada masa pandemi. Hampir selama dua tahun, anak-anak dipaksa oleh keadaan untuk berdiam diri dalam rumah. Semua kegiatan anak-anak lebih bersinggungan dengan media daring. Hal itu tentu memberi dampak yang negatif pada mereka. Anak-anak cenderung jadi lebih dominan bermain dengan gadget dan laptop. Khalayak sasaran PPM adalah anak-anak berusia 6-14 tahun. Usia tersebut merupakan usia yang mampu mengapresiasi dongeng “Lutung Kasarung” yang dibawakan oleh pendongeng. Terdapat 100 orang anak mendaftar untuk mengikuti kegiatan PPM ini. Sosialisasi kegiatan PPM dilakukan dengan penyebaran poster melalui media sosial. Kegiatan PPM dilaksanakan aplikasi zoom dengan konsep webinar dalam judul “Dongeng di Rumah Aja”. Tahap pelaksanaan dilakukan selama 2,5 jam diawali dengan pembukaan, sambutan, icebreaking, apresisi dongeng, penutupan, dan evaluasi.
KOMUNITAS MUDA PENCINTA SENI KOROMONG DI DUSUN CIKUBANG, DESA SUKAHAYU, RANCAKALONG, SUMEDANG, JAWA BARAT Sopian, Rahmat; Meganova Lyra, Hera; Ruhimat, Mamat
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58696

Abstract

Seni Koromong adalah sejenis kesenian tradisional dengan alat musik utama gamelan Koromong. Kesenian ini telah ada sejak lama dan masih eksis sampai dengan hari ini. Dalam perkembangannnya, seni Koromong tidak hanya dimainkan oleh para pemain senior, namun dimainkan pula oleh para generasi muda. Sebagai bentuk dukungan untuk komunitas muda pencinta seni Koromong tim PPM FIB Unpad bekerjasama dengan tim Mahasiswa KKN-PPM 2024 Universitas Padjadjaran kelompok 19 membuat program dokumentasi dalam bentuk pembuatan artikel feature dan booklet mengenai seni Koromong.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMPERKENALKAN SENI KOROMONG Sopian, Rahmat; Meganova Lyra, Hera; Ruhimat, Mamat
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61549

Abstract

Seni Koromong adalah sebuah seni pertunjukkan yang ada di Dusun Cikubang, Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Seni ini merupakan warisan budaya yang syarat dengan nilai-nilai luhung. Kesenian ini muncul dan tumbuh bersama masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Sang Maha Pencipta khususnya kepada warga Dusun Cikubang. Sebagai upaya edukasi kepada masyarakat luas dan pelestarian seni Koromong, tim PPM FIB Unpad bekerjasama dengan tim Mahasiswa KKN-PPM 2024 Universitas Padjadjaran kelompok 19 membuat program pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan seni Koromong. Media sosial yang digunakan adalah Instagram dan TikTok yang menampilkan video-video pendek dan poster terkait seni Koromong. Dalam waktu satu bulan, konten-konten yang ditampilkan telah ditayangkan lebih dari sembilan ribu tayangan.
REVITALISASI KESENIAN KOROMONG MELALUI PEMBUATAN BUKU ANAK Sopian, Rahmat; Ruhimat, Mamat; Meganova Lyra, Hera
Midang Vol 3 No 3 (2025): Midang, Oktober 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i3.63909

Abstract

The Community Service Program (PPM) is one of the Tri Dharma (three pillars) and an integral part of education and research for lecturers. At Padjadjaran University, one effort to optimize and regenerate PMM is by collaborating PPM with Student Study Service (KKN). This project was carried out by lecturers from the Faculty of Cultural Sciences and students of Padjadjaran University in Sukahayu Village, Rancakalong District, Sumedang Regency, with a focus on revitalizing the traditional art of Koromong. As a local cultural heritage, Koromong has been facing a decline due to reduced youth interest and limited documentation. The program aimed to revive this art through an educational approach by developing a children’s book titled “Jelajah Nada Ceria Koromong” ‘Exploring the Cheerful Melody of Koromong’. The book, designed as an illustrated story, introduces the history, instruments, costumes, and cultural values of Koromong in a way that is accessible to elementary students. The results indicate an increase in students’ understanding and appreciation of local arts, along with greater community awareness of cultural preservation. Collaboration among lecturers, students, traditional artists, educators, and the village government contributed to the program’s success. The team further recommends the digitalization of the book and documentation of Koromong performances to ensure long-term accessibility and sustainability in promoting cultural literacy in the digital era.