Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

THE EQUALITY OF AQUATIC ANIMAL BEHAVIOR METAPHORS AND HUMAN BEHAVIOR METAPHORS: A COGNITIVE SEMANTIC ANALYSIS: KESAMAAN METAFORA PERILAKU HEWAN DAN METAFORA PERILAKU MANUSIA: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Fadhila Afiya; Elvi Citraresmana; Hera Meganova Lyra
Jurnal Kata Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.394 KB) | DOI: 10.22216/kata.v7i1.2237

Abstract

This study intends to analyze the equality of aquatic animal metaphors and human behavior found in sekiman ‘Lampung proverbs’ as well as to relate it to the mindset of the people associated with the sekiman. The method used in this research is the descriptive qualitative. Then, the data on sekiman ‘Lampung proverbs’ containing aquatic animals were obtained from Sasikun Kicik Lampung: Pribahasa Orang Lampung (1996) book. After that, data triangulation was done through interviews. The data collected focused on proverbs that contain elements of aquatic animals and amphibians. Based on the analysis, researchers found structural metaphors with conceptual meanings of wandering, ability, gossip, thoroughness, service, help, imposing will, stupidity, disrespect, vanity, gluttony, carelessness, and stubbornness. Through those conceptual meanings, researchers reveal identity image schemes of bad manners, identity image scheme to the contribution, and identity image scheme to uselessness. Furthermore, the researchers identify the image schemes scale subtheme of path, ability, prudence, and force. Finally, positive cognitive image metaphors and negative cognitive image metaphors are also identified.
LANGUAGE ATTITUDE OF THE TADJIMALELA EXTRACURRICULAR GROUP AT STATE JUNIOR HIGH SCHOOL 8 BANDUNG TOWARDS SUNDANESE LANGUAGE: A SOCIOLINGISTIC STUDY: SIKAP BAHASA KELOMPOK EKSTRAKURIKULER TADJIMALELA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 8 BANDUNG TERHADAP BAHASA SUNDA: KAJIAN SOSIOLINGISTIK Ranti Julita; Wahya Wahya; Hera Meganova Lyra
Jurnal Kata Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/kata.v7i2.2372

Abstract

This study aims to describe the attitudes of teenagers towards the Sundanese language within the Tadjimalela extracurricular group at State Junior High School 8 Bandung. This research employs a qualitative descriptive approach with teenagers who participate in the Tadjimalela extracurricular activity as the subjects. Data collection techniques include observation, questionnaires, interviews, and persona triangulation. The analysis technique utilized is the interactive model of qualitative data analysis by Miles et al. The research findings indicate that teenagers engaged in the Tadjimalela extracurricular activity exhibit a positive attitude towards the Sundanese language. This is evident through their pride in Sundanese culture and language, as well as their commitment to using the Sundanese language despite a limited awareness of linguistic norms among teenagers.
The THE CONCEPTUALIZATION OF WOMEN IN THE NOVEL BY PRAMOEDYA ANANTA TOER: A COGNITIVE SEMANTIC STUDY: KONSEPTUALISASI PEREMPUAN DALAM NOVEL KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: SUATU KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Uzair Uzair; Wagiati Wagiati; Hera Meganova Lyra
Jurnal Kata Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/kata.v7i2.2549

Abstract

The purpose of this study is to examine the conceptualization of women and image schemes in novels written by Pramoedya Ananta Toer. The approach in this main research is the cognitive semantics of Lakoff and Johnson (2009) which is reinforced by Knowles & Rosamund (2006) and Kovecses (2010) and the image schema of Cruse and Croft (2004). The method used in this research is a qualitative descriptive method. The data collected focuses on women's conceptual metaphor data. Based on the analysis, researchers find nine conceptual metaphors for women, namely: (1) the concept of objects; (2) plant concept; (3) position concept; (4) animal concept; (5) the concept of the sense of taste; (6) the concept of the sense of touch; (7) the concept of the sense of sight; (8) state concept; and (9) building concept. The research finds five image schemes (1) container; (2) existence; (3) identity; (4) force; and (5) space.
INOVASI BAHASA SUNDA DI KECAMATAN SALEM KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH Wahya Wahya; Cece Sobarna; Teddi Muhtadin; Hera Meganova Lyra
Riksa Bahasa Vol 2, No 1 (2016): Riksa Bahasa Vol. 2 No.1 Maret 2016
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v2i1.8784

Abstract

Perkembangan bahasa Sunda di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah ini berbeda dengan bahasa  Sunda di tempat lain. Kondisi lingkungan budaya dan bahasanya berbeda dengan kondisi lingkungan budaya dan bahasa Sunda lainnya. Kabupaten ini berada di daerah perbatasan dua bahasa: Sunda dan Jawa. Secara genealogis, bahasa Sunda di wilayah ini berasal dari bahasa Sunda yang ada. Dengan demikian, secara historis, bahasa Sunda di lokasi penelitian berasal dari satu bahasa Sunda. Penelitian ini bertujuan mendeskrispsikan inovasi internal dan inovasi eksternal yang terjadi dalam bahasa Sunda di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan cakap. Informan yang diwawancarai hanya satu orang di setiap desa. Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya leksikon bahasa Sunda setempat yang merupakan hasil inovasi internal, baik inovasi internal parsial maupun inovasi internal penuh. Di samping itu, ditemukan leksikon yang merupakan hasil inovasi eksternal akibat pengaruh dari bahasa Jawa setempat.Kata kunci: inovasi internal; inovasi eksternal; bahasa Sunda; Kecamatan Salem.
PERANTI LINGUAL METAFORA ORIENTASIONAL BAGIAN TUBUH DALAM BAHASA SUNDA Hera Meganova Lyra
Riksa Bahasa Vol 2, No 1 (2016): Riksa Bahasa Vol. 2 No.1 Maret 2016
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v2i1.8772

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan peranti lingual yang dihasilkan oleh metafora bagian tubuh dalam bahasa Sunda. Dengan menggunakan teori metafora semantik kognitif yang dipadupadankan dengan teori morfologi dihasilkan peranti lingual yang membangun metafora bagian tubuh dalam bahasa Sunda berupa monomorfemis (kata dasar) dan polimorfemis (kata jadian, frasa, kata majemuk, idiom, dan klausa). Metafora dengan bentuk frasa, kata majemuk, dan idiom dibangun oleh kontruksi unsur bagian tubuh + unsur lain dan unsur lain + unsur bagian tubuh.Kata kunci: metafora; peranti lingual; bagian tubuh; bahasa Sunda.
BAGIAN TUBUH SEBAGAI SARANA PENGUNGKAP EMOSI MARAH ORANG SUNDA: KAJIAN METAFORA KOGNITIF Lyra, Hera Meganova
Metahumaniora Vol 13, No 3 (2023): METAHUMANIORA, DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v13i3.49780

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan bagian tubuh yang digunakan sebagai sarana orang Sunda dalam mengekspresikan emosi marahnya melalui penggambaran metafora kognitif. Kajian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kajian semantik kognitif dengan berfokus pada teori Lakoff dan Johnson (2003) yang diperjelas oleh Saeed (2006). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan metode kajian distribusional. Dihasilkan lima jenis bagian tubuh yang digunakan sebagai sarana pengungkap ekspresi emosi marah orang Sunda, yaitu: (1) bagian tubuh beungeut ‘wajah’; (2) bagian tubuh dada ‘dada’; (3) bagian tubuh getih ‘darah’; (4) bagian tubuh haté ‘hati’; dan (5) bagian tubuh mata atau panon ‘mata’. Skema citra yang dihasilkan oleh metafora bagian tubuh pengungkap ekspresi emosi marah adalah: [1] skema citra indentity, [2] skema citra force, [3] skema citra space, [4] skema citra container, [5] skema citra path, dan [6] skema citra activity
APRESIASI DONGENG LEGENDA UNTUK ANAK DI MASA PANDEMI Lyra, Hera Meganova; Ampera, Taufik
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.50664

Abstract

PPM ini merupakan sebuah kegiatan yang dirancang untuk membantu meningkatkan produktivitas anak selama pada masa pandemi. Hampir selama dua tahun, anak-anak dipaksa oleh keadaan untuk berdiam diri dalam rumah. Semua kegiatan anak-anak lebih bersinggungan dengan media daring. Hal itu tentu memberi dampak yang negatif pada mereka. Anak-anak cenderung jadi lebih dominan bermain dengan gadget dan laptop. Khalayak sasaran PPM adalah anak-anak berusia 6-14 tahun. Usia tersebut merupakan usia yang mampu mengapresiasi dongeng “Lutung Kasarung” yang dibawakan oleh pendongeng. Terdapat 100 orang anak mendaftar untuk mengikuti kegiatan PPM ini. Sosialisasi kegiatan PPM dilakukan dengan penyebaran poster melalui media sosial. Kegiatan PPM dilaksanakan aplikasi zoom dengan konsep webinar dalam judul “Dongeng di Rumah Aja”. Tahap pelaksanaan dilakukan selama 2,5 jam diawali dengan pembukaan, sambutan, icebreaking, apresisi dongeng, penutupan, dan evaluasi.
VERBA AKTIVITAS DALAM KALIMAT PASIF BAHASA SUNDA KONSTRUKSI DI--AN DAN DI--KEUN: KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA Lyra, Hera Meganova
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 3, No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.55775

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan makna kalimat pasif bahasa Sunda konstruksi di--an dan di--keun yang dihasilkan verba pangkal aktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan kajian distribusional dengan teori yang digunakan teori Djajasudarma (1994), Ramlan (1997), dan Tadjuddin (1993). Sumber data berasal dari kepustakaan berupa novel dan majalah. Hasil penelitian menujukkan bahwa verba aktivitas dalam kalimat pasif bahasa Sunda konstruksi di--an memiliki 4 pola dengan makna inheren progresif, distributif, dan resultatif, sedangkan konstruksi di--keun menghasilkan 3 pola dengan makna progresif dan terminatif.
INOVASI FONETIS BAHASA SUNDA DI PERBATASAN KABUPATEN MAJALENGKA DENGAN KABUPATEN CIREBON DAN KUNINGAN Pradana, Allif; Wahya, Wahya; Lyra, Hera Meganova
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2023): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v6i2.20922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan varian bahasa sunda di perbatasan Kabupaten Majalengka dengan Kabupaten Cirebon dan Kuningan yaitu di kecamatan sindangwangi sebagai wilayah borderland bahasa Sunda yang memiliki pembaharuan inovasi fonetis pada kosakata nya menjadikan bahasa sunda di kecmatan sindangwangi mempunyai perubahan dari bentuk ataupun makna. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori borderland oleh dahareni (2010) dan Inovasi Internal oleh Wahya (1995). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif qualitatif oleh Djajasudarma (2010) untuk memaparkan secara dalam temuan dari penelitian dan teknik catat dan lanjutan simak oleh Nandra dan Reniwati untuk pencarian 229 kosakata budaya (2009). Hasil penelitian dari 35 kosakata asal dengan 40 varian inovatif beshasil ditemukan dan dideskripsikan menjadi: 1. Proses Fonologi satu tahap dengan: 1. Perubahan fonem, 2. Penambahan fonem, 3. Pengurangan fonem, 4. Metatesis, dan 2. Proses fonologi dua tahap untuk mengukur urutan diakronis dari 5 varian kosakata inovatif.
KOMUNITAS MUDA PENCINTA SENI KOROMONG DI DUSUN CIKUBANG, DESA SUKAHAYU, RANCAKALONG, SUMEDANG, JAWA BARAT Sopian, Rahmat; Meganova Lyra, Hera; Ruhimat, Mamat
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58696

Abstract

Seni Koromong adalah sejenis kesenian tradisional dengan alat musik utama gamelan Koromong. Kesenian ini telah ada sejak lama dan masih eksis sampai dengan hari ini. Dalam perkembangannnya, seni Koromong tidak hanya dimainkan oleh para pemain senior, namun dimainkan pula oleh para generasi muda. Sebagai bentuk dukungan untuk komunitas muda pencinta seni Koromong tim PPM FIB Unpad bekerjasama dengan tim Mahasiswa KKN-PPM 2024 Universitas Padjadjaran kelompok 19 membuat program dokumentasi dalam bentuk pembuatan artikel feature dan booklet mengenai seni Koromong.