Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Riset Ilmiah

DAMPAK PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM KASUS PEMERKOSAAN DIBAWAH UMUR (STUDI POLRES GORONTALO KOTA) Rohalyati, Febrigi; Badu, Lisnawaty W.; Mantali, Avelia Rahmah Y.
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/ssacwk14

Abstract

Tindak pidana pemerkosaan terhadap anak justru diselesaikan dengan restorative justice sehingga menyebabkan anak justru menjadi tertekan. Oleh sebab itu, penelitian ini akan mengkaji dampak penerapan Restorative Justice dalam kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Polres kota Gorontalo kota. Kajian ini dikategorikan sebagai penelitian hukum empiris (empirical law research) karena menggunakan data primer dari Polresta Gorontalo Kota, khususnya pada unit (PPA) dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan data-data atau informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice dalam kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Polres Gorontalo kota memberikan dampak berupa proses hukum tidak dilanjutkan pada tahap selanjutnya dan pelaku akan  terhindar dari pertanggungjawbaan hukum pidana berupa sanksi pidana penjara maupun pidana lainnya sesuai dengan putusan dari hakim.
PENGUATAN REGULASI DAN PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEREDARAN KOSMETIK ILEGAL DI INDONESIA DAN SINGAPURA Buloto, Aprilia Vitaloka; Puluhulawa, Fenti U.; Mantali, Avelia Rahmah Y.
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i2.889

Abstract

Peredaran kosmetik ilegal menjadi persoalan serius yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan integritas pasar, terutama di Indonesia dan Singapura. Masalah ini ditandai dengan tingginya jumlah produk kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan, mutu, dan izin edar yang beredar di kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum pidana terkait peredaran kosmetik ilegal di Indonesia dan Singapura, serta mengidentifikasi perbedaan sanksi hukum yang diterapkan di masing-masing negara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan pendekatan konseptual dan berbasis peraturan perundang-undangan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan menganalisis bahan hukum primer seperti undang-undang dan peraturan, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia, meskipun sudah cukup memadai melalui KUHP, UU Kesehatan, dan Peraturan BPOM, masih menghadapi kendala implementasi yang signifikan, termasuk lemahnya pengawasan dan minimnya efek jera pada pelaku. Sebaliknya, Singapura dengan Health Products Act dan Consumer Protection (Fair Trading) Act, menerapkan pengawasan yang lebih terintegrasi serta sanksi yang lebih tegas, menciptakan penurunan kasus kosmetik ilegal secara signifikan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan pengawasan, penegakan hukum, dan edukasi publik untuk mengatasi peredaran kosmetik ilegal secara efektif di masa mendatang.
DAMPAK PSIKOLOGIS TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL (Studi Wilayah Polsek Mananggu, Kabupaten Boalemo) Ali, Fadhilah Tuljannah D.; Imran, Suwitno Y; Mantali, Avelia Rahmah Y.
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 5 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/4s61tc18

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak psikologis terhadap anak sebagai korban tindak pidana pelecehan seksual, dengan studi kasus di wilayah Polsek Mananggu, Kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan metode lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari dokumen resmi, buku, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual mengalami berbagai dampak psikologis yang signifikan, termasuk trauma mendalam, perubahan perilaku, gangguan kecemasan, dan masalah dalam berinteraksi sosial. Trauma yang dialami sering kali membuat anak-anak menjadi pribadi yang tertutup dan mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penanganan yang tepat sangat diperlukan untuk membantu proses pemulihan anak-anak tersebut. Bentuk penanganan yang direkomendasikan meliputi pendampingan psikologis yang berkelanjutan, dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar, serta intervensi oleh profesional kesehatan mental. Selain itu, peran aktif pihak kepolisian dalam memberikan perlindungan dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan seksual sangat penting. Upaya preventif seperti sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat dan sekolah-sekolah juga harus terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang. Kerjasama dengan berbagai lembaga terkait, termasuk dinas pendidikan dan lembaga perlindungan anak, juga menjadi bagian penting dalam upaya ini. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai dampak psikologis yang dialami anak korban pelecehan seksual serta pentingnya penanganan yang tepat untuk membantu mereka pulih dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.