Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi Teknik Relaksasi Napas dalam pada Pasien Pre Operasi Stenosis Ureter terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Deep Breathing Relaxation Techniques in Preoperative Ureteral Stenosis Patients to Reduce Anxiety Levels at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Susanto, Taufik; Yulianti, Sri; Iriani, Indri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4388

Abstract

ketiga di bidang Urologi. Urolithiasis atau batu saluran kemih adalah suatu kondisi yang terjadi ketika batu - batu ini keluar dari ginjal dan berpindah ke bagian lain dari sistem pengumpul urin, yang meliputi ureter, kandung kemih dan uretra. Penyebab terbentuknya batu dapat digolongkan dalam 2 faktor antara lain faktor endogen dan eksogen. Metode deskriptif ialah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki suatu kondisi, keadaan, atau peristiwa lain, kemudian hasilnya akan dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Pemberian teknik relaksasi napas dalam dilakukan sebanyak 2 kali dalam 1 hari di pagi dan sore hari dengan durasi kurang lebih 15 menit secara rutin, biasanya diberikan pada klien yang mengalami kecemasan sedang. Teknik relaksasi napas dalam dapat dilakukan tidak hanya untuk pasien cemas teknik ini juga bisa digunakan pada pasien nyeri. Manfaat lain yang dapat diperoleh dari latihan napas dalam adalah meningkatkan inflasi alveolar maksimal, meredahkan kecemasan, menghilangkan pola aktivitas otot pernapasan yang tidak efektif dan tidak terkoordinasi, memperlambat laju pernapasan, dan mengurangi kerja pernapasan. Pernapasan yang lambat, santai, dan ritmis juga membantu mengendalikan kecemasan yang terjadi. Saran pada penelitian ini antara lain bagi institusi pendidikan, bagi tempat penelitian dan bagi peneliti.
Implementasi Latihan Batuk Efektif Pada Tn. S Penderita Tubekulosis Paru Dengan Diagnosa Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di Ruangan Dahlia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tenggah: Implementation Of Effective Cough Exercise in Mr. S A Pulmonary Tuberculosis Patient Diagnosed with Ineffective Airway Clearance in the Dahlia Ward, Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province Nurafni S. DG. Kader; Iriani, Indri; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8969

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang menyerang paru-paru dan berdampak pada gangguan pernapasan, salah satunya adalah penumpukan sekret yang menyebabkan bersihan jalan napas tidak efektif. Latihan batuk efektif merupakan salah satu intervensi mandiri keperawatan yang bertujuan untuk membantu mengeluarkan sekret dan meningkatkan oksigenasi pasien. Tujuan: Mengimplementasikan latihan batuk efektif pada pasien tuberkulosis paru dengan diagnosa keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif yang dilakukan pada salah satu pasien tuberkulosis paru di ruangan Dahlia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi menggunakan format pengkajian asuhan keperawatan. Intervensi berupa latihan batuk efektif dilaksanakan dan di evaluasi berdasarkan perubahan klinis pasien. Hasil: Setelah dilakukan intervensi latihan batuk efektif pada pasien menunjukkan peningkatan dalam pengeluaran sputum, penurunan bunyi napas tambahan (ronkhi), perbaikan pola napas, dan peningkatan saturasi oksigen dari 89% menjadi nilai yang lebih baik. Pasien juga melaporkan rasa sesak berkurang dan kemampuan bernapas membaik. Kesimpulan: Latihan batuk efektif terbukti mampu memperbaiki kondisi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru. Intervensi ini dapat menjadi Tindakan mandiri yang efektif dalam meningkatkan kualitas pernapasan pasien.
Asuhan Keperawatan Pada Anak Usia Sekolah Dengan Diagnosa Medis Dispepsia Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care For School-Aged Children With A Medical Diagnosis Of Dyspepsia At Undata Regional General Hospital Central Sulawesi Province R.N, Selfina; Iriani, Indri; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9012

Abstract

Pendahuluan Dispepsia gangguan pencernaan yang umum terjadi pada anak usia sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup, status nutrisi, serta aktivitas sehari-hari anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada anak usia sekolah dengan diagnosa medis dispepsia yang dirawat di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah seorang anak laki-laki usia 11 tahun 9 bulan dengan keluhan nyeri ulu hati, muntah cair berulang, dan penurunan nafsu makan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari 5 menjadi 3 dan peningkatan nafsu makan serta porsi makan pasien. Pasien menunjukkan respon positif terhadap intervensi yang diberikan, dengan kondisi yang semakin stabil dari hari ke hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa asuhan keperawatan yang terarah, holistik, dan melibatkan keluarga terbukti efektif dalam menurunkan nyeri dan memperbaiki status nutrisi pada anak dengan dispepsia. Pendekatan sistematis melalui pengkajian menyeluruh, pemantauan berkala, serta kolaborasi dengan keluarga menjadi kunci dalam mendukung proses pemulihan pasien.
Asuhan Keperwatan Anak Usia 3 Tahun Dengan Bronkopneumonia Di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care For 3 Year Old Child With Bronchopneumonia In The Catelia Ward, Undata Hospital Central Sulawesi Provincial Tiwi; Iriani, Indri; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9070

Abstract

Latar Belakang Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis infeksi paru-paru yang umum terjadi pada anak-anak. Bronkopneumonia pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah, yaitu bronkiolus dan alveoli. Tujuan penelitian ini asuhan keperawatan pada anak usia 1-5 tahun dengan bronkopneumonia untuk mengatasi hipertermia, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif yaitu dengan studi kasus. Penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui hasil dari asuhan keperawatan pada anak usia 3 tahun dengan bronkopneumonia dengan masalah hipertermia, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi. Lokasi penelitian dilakukan di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan ditemukan data subjektif ibu An. E mengatakan anaknya demam dengan diagnosis keperawatan yaitu hipertermia, ibu An. E mengatakan anaknya batuk bedahak dengan diagnosis pola napas tidak efektif, ibu An. E mengatakan anaknya kurang nafsu makan dengan diagnosis keperawatan defisit nutrisi. Setelah implementasi hari pertama pasien masih demam suhu tubuh 38,5ºC, pasien masih batuk berdahak, pasien kurang nafsu makan. Implementasi kedua pasien masih demam suhu tubuh 37,8ºC, pasien masih batuk berdahak, pasien kurang nafsu makan. Implementasi ketiga pasien sudah tidak demam suhu tubuh 37ºC, pasien sudah tidak/jarang batuk berdahak, pasien masih kurang nafsu makan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada hari ke 3 suhu tubuh pasien menurun, batuk berdahak sudah tidak/jarang dan An. E sudah merasa nyaman intervensi dapat dihentikan.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma Bronchial Di Instalasi Gawat Darurat Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Sulawesi Tengah: Nursing Care For Bronchial Asthma Patients In The Emergency Department In Hospitals Provincial Undata Regional General Central Sulawesi Ananda, Dea; Iriani, Indri; Asrum, Muhamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9075

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit saluran napas kronis yang ditandai oleh inflamasi dan penyempitan jalan napas, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, batuk, dan wheezing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien asma bronkial di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Undata, Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada Tn. Y, laki-laki usia 50 tahun, yang datang dengan keluhan sesak napas berat, gelisah, serta penggunaan otot bantu napas. Hasil pengkajian menunjukkan frekuensi napas 29 kali/menit, saturasi oksigen 93%, dan adanya suara napas tambahan berupa wheezing. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan intoleransi aktivitas. Intervensi keperawatan yang dilakukan mencakup pemberian oksigen melalui non-rebreathing mask 10–15 L/menit, posisi semi-Fowler, edukasi teknik batuk efektif, serta kolaborasi pemberian bronkodilator (Meptin) melalui nebulisasi. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pada bersihan jalan napas dan pola napas, serta penyelesaian masalah intoleransi aktivitas ditandai dengan berkurangnya keluhan sesak napas dan stabilisasi tanda vital. Hasil studi ini menegaskan pentingnya asuhan keperawatan yang sistematis dan kolaboratif dalam penatalaksanaan pasien asma bronkial. Saran peningkatan kemampuan pengkajian perawat, pelaksanaan penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif atau kualitatif, serta edukasi kepada pasien dan keluarga untuk mendukung manajemen asma yang optimal
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabets Melitus Tipe 2 diruangan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing foster in diabetes mellitus type 2 patients In the room of the Central Sulawesi RSUD Kalsum; Iriani, Indri; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9086

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronik yang ditandai oleh gangguan metabolisme akibat resistensi insulin atau defisiensi relatif insulin. Prevalensi penyakit ini terus meningkat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Penanganan yang optimal memerlukan pendekatan holistik, salah satunya melalui asuhan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan pada pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI. Subjek penelitian adalah pasien perempuan usia 48 tahun dengan DM Tipe 2. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Hasil: Ditemukan tiga masalah keperawatan utama, yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, dan defisit pengetahuan. Intervensi dilakukan selama 3x24 jam dengan pendekatan ONEC (Observasi, Nursing, Edukasi, Kolaborasi). Evaluasi menunjukkan perbaikan pada kondisi pasien, baik secara klinis maupun pemahaman terhadap penyakitnya. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang sistematis dan berkesinambungan mampu membantu pasien dalam mengelola kondisi Diabetes Melitus Tipe 2, menstabilkan kadar glukosa darah, serta meningkatkan kualitas hidup pasien melalui edukasi dan keterlibatan keluarga.
Implementasi Pemberian Terapi Swedish Massage Untukpenurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Gangguan Pola Tidur Di Ruanganflamboyan Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Swedish Massage Therapy To Reduce Blood Pressure In Hypertensive Patients With Sleep Pattern Disturbance In Flamboyan Ward, Undata Hospital, Central Sulawesi Province Chayani Longgo, Pramesti; Yulianti, Sri; Iriani, Indri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9119

Abstract

Latar belakang hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan kronik yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri dimana terjadi kenaikan baik tekanan sistolik dan diastolik mencapai lebih dari 140 mmHg dan 90 mmHg. Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang implementasi pemberian terapi swedish massage untuk penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur. Metode penelitian desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus merupakan strategi yang digunakan untuk menguraikan secara rinci suatu kondisi atau fenomena dengan cara obyektif. Pasien perempuan yang datang ke RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan Diagnosa hipertensi adalah subyek penelitian ini. Hasil penelitian berdasarkan analisa data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sebelum dilakukan Swedish Massage didapatkan hasil bahwa pasien mengalami gangguan pola tidur dengan jumlah jam tidur 30 menit pada siang hari dan 3-4 jam pada malam hari. Setelah dilakukan terapi Swedish Massage pada pasien hipertensi yang mengalami gangguan pola tidur didapatkan hasil bahwa pasien mengalami peningkatan kualitas tidur dengan jumlah jam tidur bertambah dari 30 menit pada siang hari menjadi 1 jam dan 3-4 jam pada malam hari menjadi 5-6 jam. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terapi Swedish Massage dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas tidur, diharapkan keluarga pasien untuk melakukannya secara mandiri. Saran penelitian terapi Swedish Massage ini dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas tidur pada pasien hipertensi.
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Implementasi Pemberian Terapi Rebusan Daun Gersen Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kamonji : Family Nursing Care With The Implementation Of Cherry Leaf Decoction Therapy (Muntingia Calabura) To Reduce The Blood Sugar Levels Toward Type 2 Diabetes Mellitus Patients At The Kamonji Public Health Centre Palu M. Pawelay, Arini; Rabiah; Iriani, Indri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9171

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat produksi atau penggunaan insulin yang tidak efektif. Salah satu terapi nonfarmakologis adalah pemberian rebusan daun kersen yang mengandung flavonoid dan berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga dengan pemberian rebusan daun kersen pada Ny. M penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah satu pasien DM tipe 2. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan pemberian rebusan daun kersen dua kali sehari (masing-masing 2 jam sekali), dan kadar glukosa darah dipantau setiap hari. Hasil: Setelah intervensi, kadar glukosa darah pasien menurun dari 303 mg/dL menjadi 265 mg/dL. Pasien juga melaporkan berkurangnya rasa haus dan frekuensi buang air kecil. Kesimpulan: Rebusan daun kersen dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Terapi ini dapat menjadi alternatif nonfarmakologis yang murah, mudah diakses, dan dapat mendukung pengelolaan diabetes secara mandiri di masyarakat.