Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UPAYA KONSERVASI MANGGA KASTURI (Mangifera casturi Kosterm) SEBAGAI TUMBUHAN LANGKA KHAS KALIMANTAN SELATAN Misnawati, MIsnawati; Dewi, Norminawati; Miliyati, Dewi Fitria; Yuliyanti, Wan
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v10i1.168

Abstract

Mangga Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) diidentifikasi sebagai spesies yang terancam punah di habitat aslinya. Tekanan yang besar dari eksploitasi hutan secara luas di Kalimantan. Pelestarian Mangga Kasturi dapat dilakukan melalui upaya in-situ di habitat aslinya dan ex-situ di luar habitat aslinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya konservasi Mangga Kasturi sebagai langkah penyelamatan dari kepunahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuatitatif untuk mendeskripsikan dan mencermati sumber data sehingga mampu memberikan pemaparan mengenai keadaan tanaman Mangga Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) yang memiliki nilai konservasi tinggi. Mangga Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) merupakan spesies endemik yang memiliki nilai ekonomi dan medis signifikan serta menghadapi ancaman kepunahan akibat deforestasi dan perubahan lingkungan di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan upaya konservasi yang harus dilakukan agar Mangga Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) tidak mengalami kepunahan adalah dengan konservasi in-situ dan ex-situ. Konservasi in-situ dilakukan dengan cara Identifikasi Habitat: identifikasi lokasi, cagar alam dan taman nasional, penyuluhan dan edukasi, penelitian dan monitoring, perlindungan hukum, dan melakukan penanaman kembali sesuai dengan kondisi habitat alaminya. Konservasi ex-situ sebagai upaya perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati di luar habitat aslinya melalui langkah pengumpulan sampel seperti mengambil sampel biji, bibit, atau bagian tanaman lainnya dari habitat asli Mangga Kasturi untuk dibawa ke lokasi konservasi ex-situ, pendirian kebun raya dan taman safari, penanaman di kebun botani dan arboretum, pembentukan bank gen, program pembibitan dan distribusi, penelitian dan pengembangan, serta edukasi dan keterlibatan masyarakat tentang pentingnya konservasi Mangga Kasturi  
COMPARATIVE STUDY OF INTEGRATED MULTICRITERIA DECISION MAKING: AHP-TOPSIS VS ENTROPY-TOPSIS FOR PRIORITIZING ROAD DAMAGE REPAIR Alam Sur, Widiya Astuti; Adriana, Marlia; Machfiroh, Ines Saraswati; Dewi, Norminawati; Kurniawan, Budi; Safitri, Intan
Jurnal Jalan Jembatan Vol 42 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58499/jatan.v42i1.1331

Abstract

This study compares two integrated methods, specifically the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), to determine prioritized road sections for repair. The first method, AHP-TOPSIS, assigns weights to damage criteria based on the characteristics of road damage types. The second method, Entropy-TOPSIS, determines the weights of damage criteria using the Entropy formula. The accuracy of both methods is assessed by comparing their ranking results to the Pavement Condition Index (PCI) assessment based on the percentage of similarity. Based on the accuracy percentages, Entropy-TOPSIS demonstrates higher accuracy (27.5%) compared to AHP-TOPSIS (21.25%). Meanwhile, the road sections prioritized for repair yielded the same ranking results between AHP-TOPSIS and Entropy-TOPSIS, specifically the road sections on Jorong Beach, from STA 3+401 to 3+500 (Alternative 70). The results of this study support the development of more accurate and efficient decision-making models for infrastructure maintenance, which can be applied to broader transportation management systems. Keywords: road damage, PCI, AHP, entropy, TOPSIS
PENILAIAN SARANA DAN PRASARANA LINGKUNGAN PERUMAHAN SEHAT BERDASARKAN ASPEK PERATURAN PEMERINTAH Misnawati; Dewi, Norminawati; Kartadipura, Retna Hapsari; Sahlan , Chudori
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v1i1.7

Abstract

A healthy home is one of the basic human needs which is an important factor in increasing human dignity, so it is necessary to create conditions that can encourage the development of healthy housing. The results of observations in the field can be concluded whether or not the requirements of a housing, in this case the Ketapang Asri Complex, are met or not. Health requirements (not located in a former landfill, air quality, drainage facilities, playground, clean water. Based on regulation of No. 829/MENKES/SK/VII/1999 Ketapang Asri Complex only around 80% of these requirements because there is a shortage in air quality, playgrounds, and garbage disposal while the location and greening requirements have met these requirements.
Perencanaan Arsitektur Rumah Tinggal “Nani’s Town House’’ dengan Konsep Rekreasi dalam Arsitektur Hijau Dewi, Norminawati; Rosadie, M. Milky; Yuliana, Candra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15349

Abstract

Perancangan bangunan yang diberi nama “Nani’s Town House” yang difungsikan sebagai rumah tinggal ini merupakan hasil rangkuman dari kebutuhan dan keinginan pemilik lahan dan rencana bangunan dalam menjalani hidup bersama bangunan tersebut. Hidup yang dimaksud adalah hidup bersama keluarga atau penghuni lain di dalam bangunan dan juga hidup dengan masyarakat sekitar yang menghuni lingkungan tempat tinggal tersebut. Tingkat kenyamanan yang ingin didapatkan oleh penghuni merupakan terjemahan dari sistem nilai yang berlaku untuk lahir dan batin si pemilik bangunan sebagai klien. Pemilik bangunan dengan lahan terbatas dan dana yang telah ditentukan memiliki keinginan untuk membangun rumah tinggal yang merupakan tempat yang nyaman, tenang, hemat energi, hemat biaya operasional, biaya pemeliharaan, biaya perawatan dan merupakan tempat yang nyaman dan masih menjaga privacy saat anak-anak mereka “mudik” ke rumah orang tua mereka tersebut. Perancangan bangunan rumah tinggal Nani’s Town House dengan konsep “Rekreasi dalam Arsitektur Hijau” mengeksplorasi gubahan bentuk dengan segala batasan yang ada dan memadukan elemen-elemen bangunan rumah tinggal arsitektur hijau dengan konsep rekreasi dalam bangunan dengan tujuan utama menghadirkan suasana nyaman untuk berkumpul dan beraktivitas bersama tanpa meninggalkan kebutuhan akan gaya hidup sehat dan hemat energi. Kata Kunci: arsitektur hijau, gaya hidup sehat, hemat energi, konsep rekreasi, rumah tinggal
Pendampingan Pengawasan Optimasi Lahan Rawa Pada Konstruksi Pintu Air 6m di Desa Tabat Kabupaten Hulu Sungai Tengah Jihan Alya Nabillah; Muhammad Chairi Munanjar; Tekad, Tekad; Sur, Widiya Astuti Alam; Dewi, Norminawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.372

Abstract

Lahan rawa memiliki potensi produktivitas tinggi namun masih belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur dan pengelolaan yang kurang tepat. Program Upaya Khusus Optimasi Lahan Rawa yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas tanaman melalui pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur tata lahan dan tata air. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung kesejahteraan petani. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pelaksanaan program menghadapi kendala kurangnya sumber daya manusia yang ahli di bidang teknik sipil, sehingga diperlukan pendampingan teknis guna memastikan pekerjaan sesuai rencana dan spesifikasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menjadi solusi strategis untuk memberikan dukungan pengawasan teknis selama pembangunan, menjamin kualitas konstruksi, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan serta pemeliharaan infrastruktur. Dengan demikian, PKM ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap optimalisasi lahan rawa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Pada hasil perhitungan pada pintu air jika dibandingkan dengan perencanaan terdapat sedikit perbedaan pada panjang bangunan sehingga tidak bisa dipersentasekan kurang dari 100%  yaitu 95,46% pada pintu air 1 dan 93,87% pada pintu air 2.
Peningkatan Produksi Pengrajin Batu Bata Dengan Inovasi Abu Kayu Akasia Dan Teknologi Tepat Guna Adriana, marlia; Artika, Kurnia Dwi; Dewi, Norminawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.384

Abstract

Pengrajin batu bata di Desa Telaga selama ini menghadapi rendahnya produktivitas akibat proses produksi konvensional yang memakan waktu 7–15 hari dan ketergantungan pada pembakaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi melalui inovasi campuran abu kayu akasia dan penerapan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolah adonan. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan manajerial, penerapan inovasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan kuat tekan batu bata dari ±50 MPa menjadi 100 MPa, efisiensi produksi meningkat dari 10.000 menjadi 30.000 bata dalam 5 hari, sehingga omzet mitra naik hingga Rp 30.000.000 dengan profit meningkat 93%. Selain dampak teknis, kegiatan juga memperkuat aspek manajerial melalui pembukuan biaya produksi, perhitungan profit, serta pembagian dana usaha. Dampak sosial terlihat dari terciptanya lapangan kerja baru dan pengurangan polusi pembakaran. Kegiatan ini menyajikan kebaruan berupa formulasi aditif limbah kayu akasia yang mampu menghilangkan proses pembakaran serta mempersingkat waktu produksi secara signifikan.