Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Niaga Terhadap Persamaan Pada Pokoknya Merek Ms Glow Melawan Ps Glow Dengan Dua Putusan Pengadilan Niaga Yang Berbeda (Pn Medan No. Putusan 2/Pdt.Sus Hki/Merek/2022/Pn Niaga Mdn Dan Pn Surabaya No. Putusan 2/Pdt.Sus Hki/Merek/2022/Pn Niaga Sby) Batubara, Dinda Aprilia; Saidin; Yulistari Sitepu, Faradila
Recht Studiosum Law Review Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 (November - 2024)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/rslr.v3i2.12157

Abstract

Merek sebagai perwujudan dari Kekayaan Intelektual merupakan aset besar dalam dunia bisnis. Dengan penggunaan merek, perusahaan membangun karakter terhadap produk-produk yang diharapkan dapat meningkatkan reputasi. Sebagai aset besar dalam dunia bisnis, kerap kali pebisnis melakukan pendomplengan merek bereputasi baik dengan membuat merek yang memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengaturan batasan persamaan pada pokoknya terhadap merek dagang di Indonesia, penyelesaian sengketa merek dagang terhadap kemiripan (persaman pada pokoknya) merek dagang yang terdaftar, serta tinjauan kasus dua putusan pengadilan antara MS GLOW dengan PS GLOW terhadap kemiripan (persaman pada pokoknya) merek dagang yang terdaftar. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Kesimpulan penelitian ini bahwa Persamaan pada pokoknya adalah kemiripan (hampir sama atau serupa) disebabkan adanya unsur-unsur yang menonjol antara merek terdaftar dengan merek lain pada produk sejenis, sehingga menimbulkan kesan adanya persamaan unsur elemen dengan merek tersebut. Bahwa penyelesaian sengketa merek dagang terhadap persaman pada pokoknya dengan merek dagang yang terdaftar dapat dilakukan secara litigasi melalui pengadilan niaga dan non litigasi melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa. Analisis Putusan Nomor 2/Pdt.Sus.HKI/Merek/2022/PN Niaga Mdn dan 2/Pdt.Sus.HKI/Merek/2022/PN Niaga Sby, dicermati Putusan Majelis Hakim PN Medan No. 2/Pdt.Sus.HKI/Merek/2022/PN Niaga Mdn kurang tepat dalam menjatuhkan putusan karena bertentangan dengan Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU MIG) sehingga tidak mendapat perlindungan sebagaimana Pasal 83 UU MIG. Dalam putusan No. 2/Pdt.Sus.HKI/Merek/2022/PN Niaga Sby pertimbangan Majelis Hakim sesuai berdasarkan Pasal 3 dan 83 UU MIG.
Legal Protection of Well-Known Marks Against Passing Off: A Comparative Perspective Batubara, Dinda Aprilia; OK. Saidin; Edy Ikhsan
Jurist-Diction Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jd.v8i3.68772

Abstract

Passing off of well-known marks remains a persistent form of trademark infringement in many jurisdictions, including Indonesia and Singapore. This paper undertakes a comparative analysis of the two countries’ trademark regimes, intending to assess and improve Indonesia’s legal protection of well-known marks. The study employs normative legal research combined with comparative qualitative analysis of statutory provisions and judicial practice. The findings reveal that Singapore’s Trade Marks Act provides more comprehensive protection, with a detailed substantive framework addressing passing off, effective sanctions, and a legal culture that promotes compliance. By contrast, Indonesia’s legal framework is less developed, relying on limited statutory guidance and weaker enforcement. This disparity underscores the need for reform in Indonesia to ensure more effective protection of well-known marks. The paper concludes that Indonesia should adopt clearer substantive provisions and foster stronger compliance mechanisms to enhance legal certainty.
INDIGENOUS FORESTS AND CARBON TRADING: ASSESSING THE POTENTIAL FOR HUMAN RIGHTS VIOLATIONS Rangkuti, Liza Hafidzah Yusuf; Batubara, Dinda Aprilia; Syam, Farhans Mahendra
Indonesian Law Journal Vol. 17 No. 2 (2024): Indonesian Law Journal Volume 17 No 2, 2024
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/ilj.v17i2.156

Abstract

To promote national economic growth, the Indonesian government has introduced several laws, including investment policies related to carbon trading in indigenous forests. This article explores the legal concerns surrounding how investment strategies involving carbon trading in these forests could potentially lead to human rights violations, especially affecting Indigenous Peoples (IP). This study utilizes normative research methods and a case approach, with data collected through library research. This study shows that indigenous peoples gain both economically and environmentally from investment strategies involving carbon trading in indigenous forests. However, it may result human rights violations against IP. The state's failure to fully recognize Indigenous Peoples's rights has delayed the official acknowledgment of Indigenous Territories and Indigenous Forests. In contrast, business licenses for companies in the forestry sector trading carbon in Indonesia are processed quickly. This discrepancy can lead to potential human rights violations against IP, including threats to their indigenous forests and unfair access to social forestry management licenses.
FULL E-BOOK INDONESIAN LAW JOURNAL VOLUME 17 N0. 2, 2024 Muhammad, Fahrurozi; Widayat, Wisnu; Hartati, Besse; Adillah, Muhammad Arief; Sihombing, Putrida; Rangkuti, Liza Hafidzah Yusuf; Batubara, Dinda Aprilia; Syam, Farhans Mahendra; Chang, Soonpeel; Gonzales, Marcellino
Indonesian Law Journal Vol. 17 No. 2 (2024): Indonesian Law Journal Volume 17 No 2, 2024
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2024's second edition of Indonesian Law Journal Volume 16 has been published. The discussion topic of this edition is Legal Impact of Geopolitical Tensions on International Trade Agreements and Business and Human Rights National Strategy in relation with Business and Investment Policy. This edition presents 6 (six) articles from authors with various backgrounds. Please enjoy reading as we hope these article in our Journal are beneficial and constructive towards the development of national law.
Pelindungan Hukum Terhadap Merek Terkenal Jollibee Atas Tindakan Passing Off Merek Terdaftar Tidak Sejenis (Studi Putusan MA Nomor 1051 K/Pdt.Sus-Hki/2023) Batubara, Dinda Aprilia; Saidin, OK; Ikhsan, Edy
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3117

Abstract

A brand as an identifier of the origin of goods or services for producers is a guarantee of the value of production results related to quality and consumer satisfaction. With a brand, a company has built a character for its products which is expected to improve the business reputation for the use of the brand. The research method used in this writing is a combination of normative legal research, with a descriptive analytical research nature. The research approach used is the statute approach and the case approach. Data sources in this study include primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection technique used in this study is library research. To analyze all the legal materials that have been collected, this study uses qualitative data analysis. The Defendant's "Jollibee" brand with Registration No. IDM000475954 is compared to the variation of the Plaintiff's "JOLLIBEE" brand above, it is clear that the Defendant's "Jollibee" brand with Registration No. Registration IDM000475954 is identical to the Plaintiff's "JOLLIBEE" brand considering the identical writing style and font selection on both brands. In addition, the government should also harmonize the law regarding the criteria for well-known brands by referring to the Paris Convention. Reconstruction of the law regarding the protection of well-known brands against Passing Off Actions, in Indonesia also needs to be done by using the Singapore Trade Marks Act as a reference.Keyword: Legal Protection, Famous Brand, Jollibee, Passing OffAbstrak: Merek sebagai tanda pengenal asal barang atau jasa bagi produsen merupakan jaminan nilai hasil produksi yang berhubungan dengan kualitas dan kepuasan konsumen. Dengan merek, sebuah perusahaan telah membangun karakter terhadap produk-produk hasil produksinya yang diharapkan dapat meningkatkan reputasi bisnis atas penggunaan merek tersebut. Metode Penelitian yang dipakai dalam penulisan ini yaitu jenis penelitian kombinasi hukum normatif, dengan sifat penelitian deskriptif analitis. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber data dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi kepustakaan (library research). Untuk menganalisis seluruh bahan hukum yang telah terkumpul, dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Merek "Jollibee" milik Tergugat dengan No. Pendaftaran IDM000475954 dibandingkan dengan variasi Merek "JOLLIBEE" milik Penggugat di atas, maka terlihat jelas bahwa merek "Jollibee" milik Tergugat dengan No. Pendaftaran IDM000475954 identik dengan merek "JOLLIBEE" milik Penggugat mengingat gaya penulisan dan pemilihan font yang identik pada kedua merek. Selain itu, pemerintah sebaiknya juga melakukan harmonisasi hukum menyangkut kriteria merek terkenal dengan merujuk pada Konvensi Paris. Rekonstruksi hukum terkait pelindungan merek terkenal atas Tindakan Passing Off, di Indonesia juga perlu dilakukan dengan menjadikan Singapore Trade Marks Act sebagai rujukan.Kata kunci: Perlindungan Hukum, Merek Terkenal, Jollibee, Passing Off