Claim Missing Document
Check
Articles

PENTINGNYA JAJANAN SEHAT UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR Tria Tiurma Lestari; Isra Thristy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i4.11835

Abstract

 Anak sekolah menurut definisi WHO ( World Health Organization) yaitu golongan anak dengan usia antara 7-15 tahun, sedangkan di Indonesia sendiri lazimnya anak berusia 7-12 tahun. Makanan jajanan menurut Food and agricultural organization (FAO) adalah makanan serta minuman yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempat keramaian umum lain yang langsung dapat dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Makanan jajanan sekolah saat ini perlu menjadi perhatian masyarakat, khusunya oleh orangtua, pendidik maupun pengelola sekolah, karena makanan jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi dan zat gizi  bagi anak-anak usia sekolahyang  sudah cenderung dapat memilih makanan yang disukai maupun tidak. Seringkali anak memilih makanan yang salah terlebih lagi jika tidak dibimbing oleh orang tuanya. Jajanan anak sekolahan yang kurang terjamin kesehatannya dapat saja berpotensi menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan serta jika berlangsung lama dapat menyebabkan status gizi yang buruk. Upaya dini yang dapat dilakukan adalah memberikan penyuluhan bagi anak sekolah dasar terakait jajanan sehat, agar dapat menambah pengetahuan kepada anak-anak dalam memilih jajanan sehat, dan mengetahui ciri-ciri jajanan yang tidak sehat, atau orang tua dapat membawakan bekal untuk anaknya.
Dampak Bahan Kimia Berbahaya dalam Makanan terhadap Kesehatan Isra Thristy; Amelia Eka Damayanty; Nanda Sari Nuralita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11846

Abstract

Abstrak: Masyarakat telah menggunakan dan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari. Bahan kimia berbahaya ini apabila menumpuk di dalam tubuh dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Zat adiktif makanan yang dimaksud dalam hal ini adalah pengawet, penyedap, pewarna, pemantap, antioksidan, pengemulsi, pengumpal, pemucat, pengental, dan anti gumpal. Bahan tambahan pangan (BTP) merupakan bahan tambahan yang secara sengaja ditambahkan pada makanan/minuman dengan maksud untuk memperbaiki tampilan makanan/minuman. jenis bahan tambahan pangan golongan pengawet yang dilarang penggunaannya dalam produk pangan antara lain adalah formalin dan asam borat. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan melalui penyuluhan atau edukasi dan diakhiri dengan diskusi. Kegiatan tersebut diharapakan dapat meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat tentang penggunaan bahan kimia berbahaya maupun bahan aditif makanan khususnya di lingkungan keluarga. Dari hasil kegiatan ini didapatkan terjadi peningkatan pengetahuna masyarakat mengenai bahan kimia yang terkandung dalam makanan, dampaknya dan cara sederhana mendeteksinya yaitu menjadi 76% peserta memiliki pengetahuan baik
Hubungan Antara Anemia dalam Kehamilan dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam Isra Thristy; Andi Ipaljri; Octaliana Sihaloho
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 11 No 3 (2021): Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/zked.v11i3.936

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu hamil masih terhitung tinggi dan merupakan masalah yang menjadi prioritas di bidang Kesehatan, salah satu penyebab kematian ibu hamil adalah anemia pada kehamilan. Angka prevalensi anemia dalam kehamilan di Asia adalah 49,4%. Prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia tahun 2013 sebesar 37,1% dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 48,9%, anemia pada ibu hamil dihubungkan dengan meningkatnya kelahiran Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan prevalensi kasus BBLR di Indonesia mencapai 10,5%. Prevalensi Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Kepuluan Riau sebesar 34%. Pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam dari 20 kasus ibu hamil yang mengalami anemia terdapat 16 kasus Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan 4 kasus Berat Bayi Lahir Normal. Metode: Metode penelitian ini adalah Cross Sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam pada bulan Januari 2021. Jumlah sampel sebanyak 71 ibu hamil yang diambil menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian dianalisis dengan uji chi square. Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara Anemia dalam Kehamilan dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam dengan nilai p value = 0,000 (p<0,05). Simpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam.
Hubungan Tekanan Darah Dengan Kadar Ureum Dan Kreatinin Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Mohammadnatsir Ance Roslina; Amelia Eka Damayanti; Isra Thristy
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 12 No 1 (2022): Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/zked.v12i1.972

Abstract

Background:Diabetes mellitus is defined as a chronic metabolic disease or disorder with multi-etiology characterized by high blood sugar levels accompanied by metabolic disorders of carbohydrates, lipids, and proteins as a result of insufficiency of insulin function. Ureum and Creatinine levels are parameters for finding out kidney function and progression of chronic kidney disease as a result of Diabetes Mellitus. Methods:This research method is observational analysis with a cross sectional approach conducted at M.Natsir Hospital in Solok City in Oktober. The sampling technique is Total Sampling with a sample number of 133 respondents. Bivariate analysis was conducted to find out the correlation between blood pressure and ureum levels and creatinine patients with type 2 diabetes mellitus and tested and analyzed with spearman rho test which is useful to find out the variables with each other. Results:From the results of research found that blood pressure has a correlation with ureum and creatinine levels. Spearman Rho statistical test results obtained a value of p for blood pressure with ureum levels of 0.000 (<0.05) and a p value for blood pressure with creatinine levels of 0.000 (<0.05). Conclusion:Based on this study that there is a correlation between blood pressure and ureum and creatinine levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus at M.Natsir Hospital in Solok City.
PERBANDINGAN KADAR ASAM URAT DAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS (LFG) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA ROJU LUBIS; ISRA THRISTY
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol 7 No 1 (2023): JURNAL ILMIAH KOHESI
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a global health problem that affects more than 200 million people worldwide.1 According to the Global Burden of Disease Study (2010), CKD was ranked the 27th leading cause of death worldwide in 1990, the ranking is increasing to be ranked 18th in 2019. This shows an increase in the number of CKD sufferers in the last 2 decades. According to the latest data according to the 7th Report of the Indonesian Renal Registry, every year Indonesia experiences an increase in patients undergoing hemodialysis, it is estimated that there are 17,193 new patients and 11,689 active patients with a mortality rate of 2,221 in 2019. The aim of this study was to describe uric acid levels and glomerular filtration rate (GFR) in patients with chronic renal failure before and after hemodialysis. The study was a descriptive non-retrospective cross-sectional study using secondary data in the form of medical records to see uric acid levels and LFG values before and after hemodialysis at the Rashida Kidney Hospital. Furthermore, the data were collected and processed using the Paired T-Test. Results: The results of the study of uric acid levels in patients with before and after hemodialysis showed p = 0.011 (p <0.05) and the LFG Values before and after with the discovery test p = 0.000 (p <0.05). finding the value between the before and after values on uric acid levels and LFGvalues
PERBANDINGAN PENGGUNAAN ANTIPSIKOTIK ATIPIKAL TUNGGAL DAN KOMBINASI TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA PASIEN SKIZOFRENIA TARISA ANANDASMARA; ISRA THRISTY
JURNAL ILMIAH MAKSITEK Vol 8 No 1 (2023): JURNAL ILMIAH MAKSITEK
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schizophrenia is a psychiatric disease that causes the most psychological and social problems. This disease requires antipsychotic therapy for a long time, so it is very possible in the treatment process to find problems in the use of antipsychotics, one of which is an increase in total cholesterol levels. This study aims to determine differences in total cholesterol levels in schizophrenia patients who use single and combination atypical antipsychotics at RSU. Madani Medan. The research design used is descriptive analytic with a cross-sectional study. The sample used in this study amounted to 30 samples. Samples were taken using a single atypical antipsychotic as many as 15 people and 15 people using a combination atypical antipsychotic. Then the sample is checked at UPT. The Regional Health Laboratory (KESDA) uses the CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase-Peroxidase Aminoantypirin) method with a photometer. Then the data is processed with the SPSS program. From 30 samples used, it was found that 15 samples using a combination atypical antipsychotic experienced an increase in cholesterol levels (50%) and 15 samples using a single atypical antipsychotic did not experience an increase in cholesterol levels (50%). Based on the results of this study, it can be concluded that there is difference in cholesterol levels in the use of single and combined atypical antipsychotics in schizophrenic patients as evidenced the p-value obtained, which is 0.000 (p <0.05).
PERBANDINGAN PENGGUNAAN ANTIPSIKOTIK ATIPIKAL TUNGGAL DAN KOMBINASI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN SKIZOFRENIA POPI LATIFAH BAWEAN; ISRA THRISTY
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol 7 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KOHESI
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schizophrenia is a severe mental disorder characterized by many disturbances in thinking, language, perception, and a sense of self-awareness. Pharmacotherapy in schizophrenic patients is the use of antipsychotics, either alone or in combination. In addition, antipsychotic drugs can be combined with other drugs such as antidepressants, antiparkinsonian. Concurrent administration of first-generation (typical) and second-generation (atypical) antipsychotics occurs when the administration of first/second generation antipsychotics has no effect. In the long term use of the drug can cause extrapyramidal symptoms, metabolic disorders such as increased blood glucose levels. To compare the use of single and combined atypical antipsychotics on blood glucose levels in schizophrenic patients.This research is a descriptive analytic study with a non-probability sampling technique that is carried out by taking venous blood, and then examining the blood in the laboratory using spectrophotometry. The number of samples used was 30 schizophrenic patients, of which 15 were taking a single antipsychotic drug, and 15 people taking a combination antipsychotic drug. Then the analysis was carried out using the Mann-Whitney test. The results of the Mann-Whitney test showed that there was a significant difference between the use of single antipsychotics and combination antipsychotics in schizophrenic patients with P value = 0.001 (p < 0.05). The use of combination antipsychotics has a higher risk than single antipsychotics.The use of single antipsychotics has a significant difference with combination antipsychotics on blood glucose levels in schizophrenic patients. Keywords: Schizophrenia, Antipsychotic Side Effects, Blood Glucose Level, Clozapine and Risperidone.
UJI EFEKTIVITAS SARI BUAH KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS L) YANG DIBERI KOTRIMOKSAZOL PUTRI NADIA; YENITA YENITA; CUT MOURISA; ISRA THRISTY
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol 7 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KOHESI
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Date palm suspension (Phoenix dactylifera) is a processed product from date palm, which has various ingredients that are beneficial for health. There was a study about the effectiveness of date palm suspension which aims to determine the effectiveness of date palm suspension to increasing the number of platelets in male mice (Mus musculus L) that given cotrimoxazole. This research use an experimental study with "Post test only control group design" and "Simple randomized sampling". This study used 35 male mice aged 2-3 months, weighing 20-30 grams were divided into 5 groups randomly. Negative control group, positive control group, and treatment group (I, II, III) with dose of 7 mg/kgBW, 14 mg/kgBW, 21 mg/kgBW. Cotrimoxazole was given for 8 days and date palm suspension was given for 2 days, then the platelet count was checked using an Automated Hematology Analyzer. The effectiveness of date palm suspension to increasing the platelet count of each test group was analyzed with One Way ANOVA statistical test. The results of statistical tests showed that date palm suspension with dose of 7 mg/kgBW, 14 mg/kgBW, 21 mg/kgBW could increase the platelet count of male mice that given cotrimoxazole, resulting in p<0.05 in all groups. Date palm juice (Pheonix dactylifera) is effective in increasing platelet levels, especially at a dose of 21 mg/kgBW. Keywords: Cotrimoxazole, Date palm suspension (Phoenix dactylifera), Platelets.
Gambaran Tingkat Stres dan kadar HDL Kolesterol Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Isra Thristy; Rina Sari Mardia; Cut Mutia Mampatdi; Muhammad Zulfikar Karim Chan
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4907

Abstract

Stres dapat diartikan sebagai respon tubuh tidak spesifik terhadap segala permintaan, keadaan dan bahaya yang berasal dari diri sendiri maupun lingkungan. Stresor adalah faktor-faktor dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan terjadinya respon stres. Jenis stresor yang dialami para remaja dan anak-anak usia sekolah antara lain adalah stresor yang berasal dari tekanan di sekolah maupun di perkuliahan. Stres dapat berdampak pada tubuh berupa perubahan hormon yang memiliki efek metabolik terhadap karbohidrat, lemak dan protein. Penelitian ini merupakan deskriptif cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa fakultas kedokteran tingkat satu yang akan mengikuti ujian, dengan total sampel adalah 24 orang. Subjek dinilai hanya satu kali pada pemeriksaan darah dan penilaian stress menggunakan DASS 24, pada saat akan mengikuti ujian tanpa ada follow up. Hasil penelitian ini menggambarkan terdapat 29% sampel tanpa stres, 46% stress ringan, 17% stres sedang dan 8% stress berat. Sedangkan kadar HDL kolesterol 45,8% dalam keadaan normal dan 54,2% dalam keadaan rendah. Terdapat Kejadian stres pada mahasiswa tingkat satu yang akan mengikuti ujian dengan kadar HDL Kolesterol yang rendah.
Perbandingan Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del) Dengan Simvastatin Terhadap Kadar Trigliserida Tikus Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Kuning Telur Nuryani Yani; Isra Thristy
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5369

Abstract

Dislipidemia adalah salah satu faktor risiko timbulnya penyakit kardiovaskular dan metabolik. Dalam mengatasi masalah tersebut, sering digunakan obat-obatan kimia seperti golongan statin. Masyarakat Indonesia mulai khawatir akan efek samping dari pengobatan menggunakan bahan kimia dan beralih menggunakan pengobatan herbal, salah satu tanaman tersebut yaitu daun Afrika. Penelitian ini bertujuan mem-bandingkan ekstrak daun Afrika dengan simvastatin dalam menurunkan kadar trigliserida tikus jantan yang diinduksi daun Afrika untuk mempercepat penurunan kadar trigliserida jika dibandingkan dengan simvastatin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Posttest with Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kadar trigliserida pada kelima kelompok penelitian. Kombinasi ekstrak etanol daun Afrika 200 mg/kgBB/hari dengan simvastatin 1 mg/kgBB/hari mampu menurunkan kadar trigliserida tikus yang diinduksi kuning telur, namun efektivitasnya tidak berbeda bermakna dengan pemberian ekstrak etanol daun Afrika dosis tunggal maupun dengan pemberian simvastatin dosis tunggal.