Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Pentingnya Vaksinasi Covid 19 Di Kelurahan Pejuang, Jawa Barat Octari Auliati; Des Suryani; Nanda Sari Nuralita
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksinasi COVID-19 masih kontroversi di masyarakat, sebagian sudah memiliki kesadaran yang tinggi, namun sebagian masih takut karena mendapat informasi yang salah, dan sebagian lagi mau divaksin karena takut tidak di izinkan masuk mall, hal ini menjadi masalah yang dihadapi pemerintah, terutama di Kelurahan Pejuang ini. Dalam KKN ini saya berinisiatif untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat secara online melalui whatsApp. KKN dengan memberikan informasi berkaitan Vaksinasi. Penyuluhan Vaksinasi COVID-19 menggunakan Microsoft PowerPoint dimulai dari penjelasan hingga diskusi tanya jawab. Tanya jawab sangat penting bagi peserta. Kegiatan ini memungkinkan dapat meningkatkan kesadaran dan wawasan pentingnya Vaksinasi COVID-19 di masa pandemi saat ini. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Pejuang antusias dan ada interaksi positif dari awal sampai akhir kegiatan berlangsung.
Perbandingan Efektivitas Madu Trigona dan Madu Sidr Dikombinasikan dengan Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa) sebagai Nefroprotektor Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Parasetamol Shinta Damayanti; Des Suryani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i3.11843

Abstract

Abstrak : Parasetamol adalah salah satu obat analgesik-antipiretik yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Penggunaan dengan dosis toksik dapat menimbulkan kerusakan ginjal. Minyak jintan hitam dan madu digunakan sebagai obat untuk berbagai masalah kesehatan. madu trigona adalah madu multiflora dan madu sidr merupakan madu monoflora yang telah diolah dengan lebih baik dan diimpor dari luar negeri dengan harga yang mahal. Tujuan penelitian ini membandingkan efektivitas minyak jintan hitam  ditambah madu trigona dengan minyak jintan hitam ditambah madu sidr terhadap fungsi ginjal tikus yang diinduksi parasetamol. Metode penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only with controlled group design. Sebanyak 4 kelompok diberi perlakuan selama 28 hari. Uji kadar Ureum dan Kreatinin dilakukan. Analisis data menggunakan one way ANOVA post hoc bonferroni.  Terdapat pengaruh pemberian parasetamol dosis tunggal 2 g/KgBB pada fungsi ginjal tikus ditandai dengan peningkatan kadar Ureum dan kreatinin pada kelompok KP, tidak terdapat perbedaan signifikan pemberian minyak jintan hitam dosis 2 ml/kgBB ditambah madu sidr dengan dosis 1 g/kgBB dan minyak jintan hitam dosis 2 ml/kgBB ditambah madu trigona dengan dosis 7,4 ml/kgBB selama 28 hari terhadap ginjal tikus yang telah diinduksi parasetamol (p>0,05). Pemberian parasetamol memiliki pengaruh terhadap kerusakan ginjal tikus. Serta pemberian minyak jintan hitam ditambah madu dibandingkan dengan minyak jintan hitam ditambah madu trigona memiliki efek nefroprotektor yang sama.
Edukasi Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus pada Lansia di Kelurahan Kota Matsum III Kota Medan Sumatera Utara Hildaini Fatma Tanjung; Des Suryani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11879

Abstract

Abstrak: Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko penyakit Diabete  Melitus,dan gejala awal penyakit ini yang kurang disadari misalnya gejala sering minum, dan sering kencingdianggap suatu yang wajar,menyebabkan penderita penyakit ini sering berobat dengan gejala kerusakan multi organ. Hal ini menjadi foku permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah.Walau pemerintah sudah memberikan bantuan berupa kegiatan Program  Kesehatan Lanjut Usia di setiap Provinsi namun partisipasi warga untuk memanfaatkannya masih kurang.  Kegiatan KKN ini bertujuan memberikan penyuluhan pencegahan penyakit diabetes melitus yang dilaksanakan di Kelurahan Kota Matsum III. Medan, Sumatera Utara. Penyuluhan edukasi dan pencegahan penyakit diabetes melitus ini ditampilkan dalam bentuk presentasi Powerpoint, dimulai dari penjelasan dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya-jawab dengan masyarakat. Antusiasme masyarakat yang positif dari awal sampai akhir kegiatan berlangsung menunjukkan kegiatan ini cukup bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai cara menghindari risiko penyakit DM.
Sholat Dhuha May Reduce The Risk of Knee Osteoarthritis in The Elderly: Preliminary Research Elman Boy; Des Suryani; Debby Mirani Lubis; Balemun Kaisar Harahap
Buletin Farmatera Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v7i3.11939

Abstract

Abstract: Osteoarthritis is one of the most common degenerative diseases that attack the joints and cause deformity in the elderly. The purpose of this study was to investigate the link between dhuha prayer and the risk of knee osteoarthritis (kOA). Methods: cross-sectional and purposive sampling, with inclusion criteria including Muslim women cured in the Government Binjai Senior Care, age greater than or equal to 60 years, communicative, signing informed consent, and providing complete answers to the WOMAC questionnaire to assess kOA risk. The interview form was used to count the number of rak'ahs of dhuha prayer that are usually performed every day. SPSS was used to analyze the data, and the Spearman Rank test was used. The research criteria were met by 30 of 101 prospective respondents. The respondents ages range from 60 to 85 years old, 68% are at risk of mild kOA, and there is a link between the number of rak'ahs of dhuha prayer and a lower risk of kOA. Conclusion: The more rak'ahs of dhuha prayer that are performed on a daily basis, the lower the risk of KOA.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MADU TRIGONA DAN MADU SIDR DIKOMBINASIKAN DENGAN MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL AQILAH HANIFA; DES SURYANI
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol 7 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KOHESI
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paracetamol is an antipyretic and analgesic that is often used, but the use of excessive doses can cause hepatotoxicity. Black cumin oil and honey have been shown to have benefits for treating various health problems, especially protecting the liver from hepatotoxicity. Sidr honey is a monofloral honey produced by Apis mellifera bees. Trigona honey is a multi floral honey produced by Trigona sp. To compare the effectiveness of black cumin oil plus trigona honey with black cumin oil plus sidr honey on the liver function of rats induced by paracetamol. Experimental research with posttest only with controlled group design. A total of 4 groups were treated for 28 days. SGOT and SGPT levels were tested. Data analysis used one-way ANOVA post hoc Bonferroni. There was an effect of giving a single dose of paracetamol 2 g/kgBW on liver function of rats characterized by increased levels of SGOT and SGPT in the Positive Control group, there was no significant difference in giving black cumin oil at a dose of 2 ml/kgBW plus sidr honey at a dose of 1 g/kgBW and Black cumin oil at a dose of 2 ml/kgBW plus trigona honey at a dose of 7,4 ml/kgBW for 28 days on the liver of rats that had been induced by paracetamol (p>0.05).The administration of toxic doses of paracetamol caused a decrease in the liver function of rats. The combination of black cumin oil with sidr honey and trigona honey has the same hepatoprotective effectiveness. Paracetamol is an antipyretic and analgesic that is often used, but the use of excessive doses can cause hepatotoxicity. Black cumin oil and honey have been shown to have benefits for treating various health problems, especially protecting the liver from hepatotoxicity. Sidr honey is a monofloral honey produced by Apis mellifera bees. Trigona honey is a multi floral honey produced by Trigona sp. To compare the effectiveness of black cumin oil plus trigona honey with black cumin oil plus sidr honey on the liver function of rats induced by paracetamol. Experimental research with posttest only with controlled group design. A total of 4 groups were treated for 28 days. SGOT and SGPT levels were tested. Data analysis used one-way ANOVA post hoc Bonferroni. There was an effect of giving a single dose of paracetamol 2 g/kgBW on liver function of rats characterized by increased levels of SGOT and SGPT in the Positive Control group, there was no significant difference in giving black cumin oil at a dose of 2 ml/kgBW plus sidr honey at a dose of 1 g/kgBW and Black cumin oil at a dose of 2 ml/kgBW plus trigona honey at a dose of 7,4 ml/kgBW for 28 days on the liver of rats that had been induced by paracetamol (p>0.05).The administration of toxic doses of paracetamol caused a decrease in the liver function of rats. The combination of black cumin oil with sidr honey and trigona honey has the same hepatoprotective effectiveness. Keywords: Liver, Sidr honey, Trigona honey, Black cumin oil, Paracetamol, SGOT, SGPT
Pengaruh Protektif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum) terhadap Fungsi Ginjal Tikus Wistar Jantan yang Diinduksi Aspartam Nurhakiki Zahara Arif; Des Suryani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4664

Abstract

Aspartam adalah salah satu pemanis buatan yang paling banyak digunakan di dunia. Konsumsi aspartam dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang ditandai dengan adanya peningkatan dari kadar ureum dan kreatinin. Daun kemangi sudah lama digunakan sebagi obat. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki efek sebagai antioksidan dan renal protektor namun dosis masih berbeda-beda antar peneliti.Penelitian ini bertujuan untuk menilai manakah dosis ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum) yang paling efektif dan dibandingkan dengan kurkuma (Curcuma xanthorrhiza) terhadap fungsi ginjal tikus Wistar jantan yang di induksi aspartam.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dengan rancanganPost Test Only Control Group Design. Penelitian ini menganalisis data dengan menggunakanOne Way ANOVAdanPost HocLSD.Dengan menggunakan One Way ANOVA, penelitian ini menunjukkan hasil p=0,00 (p0,05) untuk ureum dan nilai p=0,00 (p0,05) untuk kreatinin yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada setiap kelompok. Pada ujiPost HocLSD didapatkan p0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap kelompok.Dosis yang paling efektif dari ekstrak daun kemangi adalah 300 mg/kgBB/hari namun dibandingkan dengan kontrol negatif belum tercapai dosis yang diharapkan
Perbandingan Efek Protektif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum) dan Kurkuma (Curcuma xanthoriza) Terhadap Fungsi Hepar Tikus Wistar jantan yang Diinduksi Aspartam Vici Vitricia Melja; Des Suryani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4665

Abstract

Latar Belakang: Aspartam merupakan pemanis buatan pengganti sukrosa yang digunakan untuk bahan tambahan makanan, minuman serta obat. Aspartam berpotensi untuk merusak hepar karena dimetabolisme di hepar dan menghasilkan metabolit berupa formaldehid yang dapat merusak sel hepar. Obat herbal yang digunakan sebagai pencegahan gangguan hepar adalah kurkuma. Ekstrak daun kemangi bekerja dengan mengendalikan kerusakan hepatosit yang diakibatkan oleh penggunaan aspartam, menurunkan kadar lipid peroksidase dan meningkatkan kadar antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh ekstrak daun kemangi terhadap fungsi hepar tikus jantan galur Wistar yang di induksi aspartam. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik dengan posttest only with control group design. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 30 hari. Penelitian ini menganalisis kadar SGOT dan SGPT setiap kelompok perlakuan. Analisis data menggunakan analisa one-way ANOVA post hoc Games-Howell. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian aspartam pada kerusakan hepar pada tikus yang diberi aspartam dosis 100 mg/KgBB/hari dengan tikus yang diberi aquabides (p0,05). Pemberian ekstrak daun kemangi dosis 200 mg/KgBB dan dosis 300 mg/KgBB bepengaruh terhadap hepar yang telah diinduksi aspartam (p0,05). Kesimpulan: Pemberian aspartam memiliki pengaruh terhadap kerusakan hepar tikus. Adanya perbaikan dari hepar setelah diberikan ekstrak daun kemangi dan kurkuma pada tikus yang diinduksi aspartam.Kata Kunci: Aspartam, ekstrak daun kemangi, hepar, kurkuma, SGOT, SGPT