Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Relationship Between Mothers' Knowledge Level About Exclusive Breastfeeding and the Incidence of Stunting in Children Aged 24-59 Months Permana, Irman; Norviatin, Dini; Arumtara, Hasna Nuha
Journal La Medihealtico Vol. 5 No. 5 (2024): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v5i5.1645

Abstract

Children under five years-old (toddlers) were very vulnerable to nutritional deficits and one of the most common was stunting. Indonesia has the third highest prevalence in Southeast Asia. Stunting incidence often occurs in toddlers aged 24-59 months with one of the risk factors, namely unbalanced food intake, including not giving exclusive breastfeeding. Lack of maternal knowledge can cause poor parenting, especially exclusive breastfeeding. The aim of the study was to discovered the relationship between maternal knowledge and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in work area of Kersana Public Health Center, Brebes Regency. This study used an observational analytic approach with sectional cross design. The number of research samples used in this study was 85 selective people with a technique of concecutive sampling. Data was taken using questionnaire and the analytical technique used Spearman correlation test. Most of respondents were aged 31-40 years (53,7%), elementary school education level (47,1%), maternal status (82,4%), and who had daughters (56,5%). The results of the Spearman correlation test showed that there was a significant relationship between the maternal knowledge (p = 0.000, r = -0.886), and exclusive breastfeeding (p = 0.000, r = -0.661) with the incidence of stuntin. The study concluded that there was a significant relationship between maternal knowledge and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in work area of Kersana Public Health Center, Brebes Regency, with a negative correlation direction.
Correlation of Mother's Outlook of Exclusive Breastfeeding and Stunting in Border Area of West-Central Java Province Permana, Irman; Norviatin, Dini; Arumtara, Hasna Nuha; Wardhani, Faza Nurul
Journal La Medihealtico Vol. 5 No. 6 (2024): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v5i6.1731

Abstract

Children under five years-old (toddlers) were very vulnerable to malnutrition especially stunting. Special consideration must be given to stunting in children under the age of five, as it has a detrimental impact on their mental and physical development. One of the factors that has been linked to stunting is non-exclusive breastfeeding. Lack of exclusive breast feeding on baby can be caused by poor parenting, especially low maternal’s outlook. The aim of the study was to discover the correlation between maternal’s outlook and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in Brebes city, border area of West – Central Java Province. This cross-sectional study was conducted in June 2022 in multiple integrated health service clinics (posyandu) in Kersana district, Brebes. Participants were children between the ages of 24 and 59 months who attended the posyandu and were selected using consecutive sampling. Data was taken using questionnaire and the analytical technique used Spearman correlation test. Most of respondents were aged 31-40 years (53,7%), elementary school education level (47,1%), maternal status (82,4%), and who had daughters (56,5%). The results of the Spearman correlation test showed that there was a significant relationship between the maternal knowledge (p = 0.000, r = -0.886), and exclusive breastfeeding (p = 0.000, r = -0.661) with the incidence of stunting. The study concluded that low maternal’s outlook and non-exclusive breastfeeding significantly correlated with higher incidence of stunting.
Pengaruh Aspek Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy Terhadap Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit (Studi Pada Rsud Waled Kabupaten Cirebon) Permana, Irman; Suryaman, Suryaman; Febrian, Feby
Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi Vol. 1 No. 3 (2023): (JGIA) Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi (Agustus-Oktober 2023)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgia.v1i3.99

Abstract

Salah satu pelayanan kesehatan yang mempunyai peran sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah rumah sakit. Keberadaan rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan diatur dalam Undang-Undang No.44 tahun 2009. Rumah sakit berperan penting dalam sistem pelayanan kesehatan dan merupakan institusi pelayanan kesehatan yang memiliki staf profesional medis yang terorganisir, dan fasilitas rawat inap, dengan memberikan pelayanan medis, keperawatan dan layanan terkait 24 jam per hari, 7 hari per minggu dan memberikan pelayanan kesehatan lengkap pada masyarakat, baik kuratif maupun preventif. Selain itu, rumah sakit juga berfungsi sebagai tempat pendidikan tenaga kesehatan dan tempat penelitian. Pelayanan kesehatan yang baik memberikan pelayanan yang efektif, aman, dan berkualitas tinggi kepada mereka yang membutuhkannya dengan didukung oleh sumber daya yang memadai (WHO, 2014). Dari observasi lapangan dan studi pustaka berdasarkan pengamatan terdapat beberapa masalah sebagai berikut : Aspek tangibles yang buruk pada kualitas pelayanan berpengaruh pada kepuasan pasien rawat inap di RSUD WALED Kabupaten Cirebon. Aspek reliability yang buruk pada kualitas pelayanan berpengaruh pada kepuasan pasien rawat inap di RSUD WALED Kabupaten Cirebon Aspek responsiveness yang buruk pada kualitas pelayanan berpengaruh pada kepuasan pasien rawat inap di RSUD WALED Kabupaten Cirebon Aspek assurance yang buruk pada kualitas pelayanan berpengaruh pada kepuasan pasien rawat inap di RSUD WALED Kabupaten Cirebon Aspek Empathy yang buruk pada kualitas pelayanan berpengaruh pada kepuasan pasien rawat inap di RSUD WALED Kabupaten Cirebon.
THE RELATIONSHIP BETWEEN MATERNAL AGE AND PARITY WITH THE INCIDENCE OF LOW BIRTH WEIGHT (LBW) AT WALED HOSPITAL, CIREBON Permana, Irman; Shidqi, Muhammad Daffa; Pratiwi, Witri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.34708

Abstract

Usia ibu dan paritas merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan janin dan hasil kelahiran, termasuk risiko bayi berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Waled, Cirebon, guna memberikan wawasan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Waled, Cirebon. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 312 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling, dengan data yang diperoleh dari sumber sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Chi-Square dan regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia ibu dan paritas berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian BBLR di Rumah Sakit Waled, di mana sebagian besar ibu termasuk dalam kategori usia dan paritas yang tidak berisiko, sementara sebagian kecil berada dalam kategori berisiko. Sebagian besar bayi lahir dengan berat normal (63,1%), sedangkan 36,9% mengalami BBLR. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia ibu dan BBLR (p = 0,000) serta antara paritas dan BBLR (p = 0,000). Odds Ratio (OR) menunjukkan bahwa usia ibu (OR = 7,048) memiliki pengaruh lebih besar terhadap BBLR dibandingkan paritas (OR = 6,581). Oleh karena itu, upaya penurunan kasus BBLR perlu difokuskan pada peningkatan kesadaran kesehatan ibu, terutama bagi kelompok usia berisiko, serta perawatan kehamilan yang optimal untuk mengurangi resiko akibat paritas.
The Effect of Family History of Seizures as A Risk Factor for The Inci-dence of Recurrent Febrile Seizures and Types of Febrile Seizures in Children at Waled Cirebon Hospital Permana, Irman; Meyrisa, Nissa Suci; Brajadenta, Gara Samara
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 4 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i4.25530

Abstract

Febrile seizures (FS) are common in children aged 6 months to 5 years, with familial seizure history implicated as a risk factor. However, regional data gaps persist, particularly in Indonesia. The research aims to analyze the influence of family seizure history on FS recurrence and types at Waled Hospital, Cirebon. A retrospective cohort study of 66 pediatric FS patients (2022) used chi-square tests and Prevalence Ratio (PR) analysis. Children with familial seizure history had significantly higher recurrent FS rates (62.1%, PR = 2.297, *p* = 0.009) but no association with seizure type (65.5% simple FS, PR = 0.797, *p* = 0.639). Familial history is a critical predictor of FS recurrence but not seizure complexity, underscoring the need for targeted monitoring and genetic-environmental interaction studies in high-risk children. This study contributes localized insights to global FS research and informs clinical prevention strategies.
Pengaruh Hal-Hal Berwujud, Keandalan,Tanggapan, Keyakinan, dan Empati Tentang Kepuasan Pasien Dengan Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit (Studi di Rsud Waled Kabupaten Cirebon) Permana, Irman; Mulyana, Agus; Suryaman, Suryaman
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Oktober-Desember 2023)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v1i4.986

Abstract

Salah satu pelayanan kesehatan yang memiliki peranan sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah rumah sakit. Rumah sakit memainkan peran penting dalam sistem perawatan kesehatan dan merupakan institusi perawatan kesehatan yang memiliki staf medis profesional yang terorganisasi, dan fasilitas rawat inap, dengan menyediakan layanan medis, keperawatan dan layanan terkait , menyediakan layanan medis, keperawatan dan layanan terkait 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan menyediakan layanan kesehatan lengkap hari per minggu dan menyediakan lengkap Pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik kuratif maupun preventif. Selain itu rumah sakit juga berfungsi sebagai tempat Pendidikan tenaga kesehatan dan tempat penelitian. Pelayanan kesehatan yang baik memberikan pelayanan yang efektif, aman, dan bermutu kepada yang membutuhkan dengan didukung oleh sumber daya yang memadai. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Waled Cirebon tahun 2021. Prosedur pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Sampel yang diambil sebanyak 250 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat hubungan antara Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Empathy dengan kepuasan pasien di RSUD Waled Cirebon. Faktor Reliability merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien di RSUD Waled Cirebon.
Hubungan Usia, Paritas dan Penyulit Kehamilan pada Ibu Hamil dengan Kejadian Kelahiran Kurang Bulan di Ruang Perinatologi RSUD Waled Cirebon Permana, Irman; Surachman, Silmi Kaaffah; Dharmansyah, Irwan
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i1.217

Abstract

Kelahiran Kurang Bulan (KKB) didefinisikan ketika bayi lahir sebelum waktunya (<37 minggu). Faktor risiko terjadinya Kelahiran Kurang Bulan (KKB) mencakup usia ibu, paritas dan penyulit kehamilan selama masa kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalis mengenai hubungan usia, paritas dan penyulit kehamilan pada ibu hamil dengan kejadian Kelahiran Kurang Bulan (KKB) di Ruang Perinatologi RSUD Waled Tahun 2021-2022. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Besar sample ditentukan oleh rumus Lemeshow (96 responden) dengan menggunakan simple random sampling. Analisis univariat untuk menilai distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji fisher dan analisis multivariat menggunakan regresi logistic ganda. Dari 96 responden, terdapat 58 responden (60.4%) untuk klasifikasi usia ibu berisiko (<20 dan >35 tahun) dengan p value = 0.027, 62 responden (64.4%) klasifikasi paritas berisiko (primipara dan grande multipara) dengan p value = 0.011 serta 63 responden (65.6%) klasifikasi penyulit kehamilan (p value = 0.046). Penyulit kehamilan merupakan faktor yang lebih utama, diikuti oleh paritas serta usia ibu. Penyulit kehamilan yang sering ditemukan adalah Pre Eklampsi Berat.
ANALISIS TINGGI BADAN BERDASARKAN TINGGI POTENSI GENETIK PADA MAHASISWA FK UGJ Permana, Irman; Sofyan, Pinka Kirana; Brajadenta, Gara Samara; Surjono, Deni Wirhana; Syakhruddin, Imam
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9625

Abstract

Latar Belakang: Tinggi badan berkaitan erat dengan hasil interaksi faktor genetik dan status gizi. Tinggi badan diwariskan atau diturunkan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, salah satu cara yang dapat memprediksi tinggi badan anak saat dewasa adalah melalui perhitungan rumus Tinggi Potensi Genetik yang dapat digunakan untuk memperkirakan tinggi akhir anak menggunakan data tinggi badan kedua orang tua. Tujuan: Menganalisis tinggi badan berdasarkan Tinggi Potensi Genetik. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data penelitian diambil dari 53 orang Mahasiswa FK UGJ angkatan tahun 2020-2022 yang dilakukan menggunakan metode stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil studi ini didapatkan sebagian besar memiliki kesesuaian Tinggi Potensi Genetik. Responden yang memiliki kesesuaian dengan Tinggi Potensi Genetik berjumlah 46 orang (86,8%). Sementara itu, responden yang tinggi badannya tidak sesuai dengan Tinggi Potensi Genetik berjumlah 7 orang (13,2%). Kesimpulan: Terdapat kesesuaian antara tinggi badan dan Tinggi Potensi Genetik Kata Kunci : Tinggi badan, Genetik, Tinggi Potensi Genetik ABSTRACT Background: Height is closely related to the interaction of genetic factors and nutritional status. Height is inherited or passed down continuously from generation to generation. Reporting from the Indonesian Pediatrician Association, one way to predict a child's height as an adult is through calculating the Genetic Potential Height formula which can be used to estimate a child's final height using data on the height of both parents. Methods: Analytical observational study with a cross-sectional research design. Research data was taken from 53 UGJ Faculty of Medicine students from the 2020- 2022 classes using the stratified random sampling method. The data were analyzed using univariate analysis Results: The results this study showed that most of them had a high suitability of genetic potential. Respondents who are compatible with High Genetic Potential are 46 people (86.8%). Meanwhile, the number of respondents whose height did not match the genetic potential height was 7 people (13.2%). Conclusion: There is a concordance between height and genetic potential height