Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENCIPTAAN ARSY DAN LAUH MAHFUZH Dedy Frianto; Teddiansyah Nata Negara; Nurwadjah Ahmad; Dendi Yuda S
BUANA ILMU Vol 9 No 1 (2024): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v9i1.8217

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep teologis Arsy dan Lauh Mahfuzh dalam tradisi Islam, yang memiliki tempat penting dalam struktur keyakinan umat Muslim tentang alam semesta, penciptaan, dan kekuasaan Allah. Arsy sering diartikan sebagai singgasana Allah, melambangkan kekuasaan-Nya yang mutlak, sementara Lauh Mahfuzh dipahami sebagai papan yang terjaga, tempat segala takdir makhluk telah dicatat. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis untuk mengkaji bagaimana konsep-konsep tersebut berkembang dalam teologi, filsafat, dan kosmologi Islam, baik di dunia Arab maupun Indonesia. Di Indonesia, konsep ini masuk melalui jalur perdagangan dan kemudian diajarkan dalam pesantren dengan adaptasi lokal. Globalisasi turut mempengaruhi pemahaman modern tentang Arsy dan Lauh Mahfuzh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah dan pengaruh teologi tentang Arsy dan Lauh Mahfuzh serta relevansinya di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan data primer dan sekunder dari buku, artikel, jurnal, dan dokumen terkait.
Pemikiran Filsafat Sejarah Spekulatif dan Filsafat Sejarah Kritis Negara, Teddiansyah Nata; Hawari, Ilham Faisal; Nurcahya, Yan; Sugiarto, Deri; Syah, M Kautsar Thariq; Sulasman, Sulasman; Suparman, Suparman
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nzbe1b94

Abstract

Kajian mengenai filsafat sejarah memiliki peran penting dalam memahami hakikat dan metodologi ilmu sejarah secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep dasar filsafat sejarah serta menguraikan dua cabang utamanya, yaitu filsafat sejarah spekulatif dan filsafat sejarah kritis. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan kepustakaan (library research), yaitu menelaah sumber-sumber primer dan sekunder berupa buku, jurnal, serta dokumen relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memahami hubungan antara pemikiran filsafat dan perkembangan ilmu sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat sejarah spekulatif berupaya menafsirkan pola umum dan hukum universal dalam perjalanan sejarah manusia dengan menekankan aspek rasional dan apriori. Sebaliknya, filsafat sejarah kritis menitikberatkan pada analisis metodologis dan epistemologis terhadap cara sejarawan memahami dan menuliskan masa lalu secara ilmiah dan objektif. Keduanya memiliki kontribusi penting dalam membentuk kesadaran ilmiah sejarah: yang pertama menyoroti makna universal dari peristiwa historis, sedangkan yang kedua menegaskan validitas metodologis dan objektivitas dalam penulisan sejarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filsafat sejarah tidak hanya menelaah peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi dasar berpikir kritis dalam memahami, menafsirkan, dan menulis sejarah secara rasional serta bebas dari unsur mistis dan subjektivitas.  
Strategy to Revive Bandung Skywalk; Refunctional Concept of Failed City Area Nurcahya, Yan; Syah, M Kautsar Thariq; Sugiarto, Deri; Negara, Teddiansyah Nata; Putra, Rian Ananda; Hilmayani, Syalwa Linda
Journal of Architectural Research and Education Vol 8, No 1 (2026): Journal of Architectural Research and Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jare.v8i1.84542

Abstract

The purpose of this study is to provide insight to the government, society, and further researchers in reviving the Bandung Skywalk. As we know, the Skywalk or Teras Bandung is one of the icons of the City of Bandung which was built in 2017 and has become one of the tourist destinations for local people or tourists from Jabodetabek and other tourists. This study applies the use of descriptive qualitative methods with a phenomenological approach and the theory of urban spatial atmosphere. Apart from the occurrence of the Copid-19 event which has had a negative impact on life in many countries, to the point of preventing the movement or activities of people gathering or moving to public places. The Bandung Skywalk has no initial target when the city's public facilities are not functioning after Covid-19 can be resolved. With this study, we provide the concept of refunctioning the Bandung Skywalk to the Bandung City government so that it can revive and utilize public facilities better.Keywords – City Area, Refunction, Skywalk Bandung, Teras Bandung
MODERNISASI TRANSPORTASI DAN MOBILITAS SOSIAL-EKONOMI DI JAWA BARAT: Dari Preanger Stelsel ke Jalur Kereta Api Tahun 1880–1930 Syah, M. Kautsar Thariq; Sa’adah, Putri Lailatus; Nurcahya, Yan; Negara, Teddiansyah Nata; Murni , Fitria Eka Dewi
BANDA HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol 3 No 2 (2025): BANDA HISTORIA : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya
Publisher : Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/bastoria.v3i2.560

Abstract

This study analyzes the role of railway development in shaping regional integration and socio-economic transformation in West Java between 1880 and 1930. Employing a historical method with a qualitative, library-based approach, the research examines primary and secondary documents related to colonial transportation policies. The findings demonstrate that the transition from the Preanger Stelsel—a forced coffee cultivation system dependent on traditional transport networks—to modern railway infrastructure fundamentally altered patterns of mobility and economic exchange. The Dutch colonial administration introduced railway lines, maritime routes, and road systems to address logistical constraints caused by the long distance between inland plantations and coastal ports. The establishment of railways not only facilitated the efficient movementof plantation commodities and strengthened export capacity but also reconfigured spatial connectivity, enabling broader social mobility among local populations. The study argues that railway expansion served as a strategic instrument of colonial economic consolidation while simultaneously laying the groundwork for long-term regional integration in West Java.
JEJAK ISLAM DAN KEKUASAAN DI INDONESIA DALAM KONTEKS POLITIK ASIA TENGGARA Nurcahya, Yan; Putra, Rian Ananda; Murni, Fitria Eka Dewi; Negara, Teddiansyah Nata; Sugiarto, Deri
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/nusantara.v21i2.38496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan hubungan Islam dan kekuasaan dalam sejarah politik Indonesia melalui pendekatan historis dan teori-teori politik kontemporer. Dengan menggunakan metode penelitian historis yang melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini menelusuri transformasi peran Islam dari basis legitimasi kekuasaan kerajaan pra-kolonial, kekuatan resistensi sosial pada masa kolonial, hingga aktor moral dalam negara demokratis modern. Analisis mengintegrasikan perspektif political theology, legitimacy theory, civil religion, public sphere, serta paradigma post-Islamism dan deliberative democracy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan politik Islam di Indonesia bersifat evolutif dan dialogis, bukan revolutif, dan menghasilkan model Islam moderat yang menekankan etika publik dan kemaslahatan umum. Pengalaman Indonesia memperlihatkan sintesis antara Islam, demokrasi, dan pluralisme yang membedakannya dari negara Muslim lain di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei. Penelitian ini menegaskan bahwa Islam di Indonesia berperan sebagai kekuatan moral dan civil society, bukan instrumen perebutan kekuasaan formal, dan menawarkan model signifikan bagi dunia Islam global dalam membangun tatanan politik yang adil, inklusif, dan demokratis.Kata Kunci: Islam; Politik; Kekuasaan; Asia Tenggara; Indonesia; Sejarah
Admiral Cheng Ho and the Islamization of Sundanese Society: A Maritime Legacy M. Kautsar Thariq Syah; Putri Lailatus Sa’adah; Supi Septia Wahyuni; Teddiansyah Nata Negara; Nurcahya, Yan
JURNAL JAWI Vol 8 No 2 (2025): proses publish
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202582746900

Abstract

This study aims to examine the role of Admiral Zheng He's maritime expeditions in the process of Islamization in the Sunda region, specifically how interactions between the Chinese Muslim community and local communities contributed to socio-religious change during the transition from Hinduism and Buddhism to Islam. This study was conducted because the role of Chinese Muslims in the history of Islam in the Indonesian archipelago has received little attention in mainstream literature. The study uses a qualitative analytical approach through historical sources, including local manuscripts, dynastic chronicles, travel notes, and archaeological data related to the missionary activities of scholars who arrived with Zheng He's fleet. The results show that Zheng He's expeditions were not only political and economic missions, but also important vehicles for the spread of Islam in the Sunda region. Figures such as Sheikh Hasanuddin (Sheikh Quro) and Sheikh Nurjati played a central role in establishing early Islamic educational institutions, including Pondok Quro, which later became centers of missionary work in Karawang and Cirebon. Intense interactions between Chinese Muslims and local communities accelerated cultural and religious transformation, demonstrating that Islamization in the Sunda region was a multi-ethnic process connected by international maritime networks. The implications of this research emphasize the need to strengthen maritime history research to understand the contribution of sea routes to the spread of Islam, as well as to encourage the preservation of Chinese Muslim historical sites as sources of public education. These findings also encourage the integration of multiethnic narratives into history curricula and the strengthening of Indonesia-China research collaborations in Islamic history studies. The originality of this research lies in its comprehensive explanation of the relationship between Zheng He's expeditions, the arrival of Chinese Muslim scholars, and early Islamic educational institutions—a perspective rarely explored in previous research.  
The Umayyad Dynasty in Andalusia: Contributions to the Development of Science Yan Nurcahya; Deri Sugiarto; Teddiansyah Nata Negara; Dandi Hambaliana; Rian Ananda Putra
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 3 (2025): Dampeng: Journal Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i3.245

Abstract

The Umayyad Dynasty was an Islamic government regime under the rule of the Umayyad family which lasted from 661 AD-750 AD. The Umayyad Caliphate or Umayyad Dynasty was the second Islamic caliphate after the dissolution of the Rashidun Caliphate in the Arabian Peninsula, the Umayyad Dynasty in Al-Andalus was an important period in Spanish history which began in 756 AD when Abdul ar-Rahman I fled from Constantinople after the defeat of Umayyad troops in the Middle East. The dynasty ended in 1031 AD when political collapse and rebellion divided Al-Andalus into various small taifa kingdoms. The city of Cordoba became an important cultural and economic center, with Al-Andalus being one of the intellectual centers of the Islamic world. The steps in this research were carried out in three stages, namely the source collection stage and the analysis results presentation stage. The collection of sources in this research used library research techniques. The Umayyad dynasty in Andalusia was a golden period in the history of the development of science and culture. Policies of tolerance and support for education and research allowed for innovations that not only enriched the Islamic world, but also had a profound and lasting influence throughout the world. Abstrak: Dinasti Umayyah merupakan rezim pemerintahan Islam di bawah kekuasaan keluarga Umayyah yang berlangsung dari tahun 661 M hingga 750 M. Kekhalifahan Umayyah atau Dinasti Umayyah adalah kekhalifahan Islam kedua setelah runtuhnya Kekhalifahan Rasyidun di Jazirah Arab. Dinasti Umayyah di Al-Andalus menjadi periode penting dalam sejarah Spanyol yang dimulai pada tahun 756 M ketika Abdul ar-Rahman I melarikan diri dari Konstantinopel setelah kekalahan pasukan Umayyah di Timur Tengah. Dinasti ini berakhir pada tahun 1031 M ketika terjadi keruntuhan politik dan pemberontakan yang memecah Al-Andalus menjadi berbagai kerajaan kecil (taifa). Kota Cordoba berkembang menjadi pusat kebudayaan dan perekonomian yang penting, dengan Al-Andalus sebagai salah satu pusat intelektual dunia Islam. Langkah-langkah penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu tahap pengumpulan sumber dan tahap penyajian hasil analisis. Pengumpulan sumber dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Dinasti Umayyah di Andalusia merupakan masa keemasan dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Kebijakan toleransi serta dukungan terhadap pendidikan dan penelitian memungkinkan lahirnya berbagai inovasi yang tidak hanya memperkaya dunia Islam, tetapi juga memberikan pengaruh mendalam dan bertahan lama di seluruh dunia.