Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemetaan Penyebaran Kasus Penyakit Sifilis di Kota Gorontalo Tahun 2024: Mapping the Distribution of Syphilis Cases in Gorontalo City in 2024 Sinar Dahlia; Laksmyn Kadir; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9723

Abstract

Penyakit menular seksual (IMS), termasuk sifilis, merupakan masalah besar dalam kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Sifilis dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman dan dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan manusia. Sistem informasi geografis berkontribusi siginifikan dalam pemetaan penyakit menular, yang merupakan masalah kesehatan serius di indonesia. Melalui SIG, visuaisasi data dapat dilakukan dengan menyusun peta yang menunjukkan sebaran penyakit dan kasus-kasus di seluruh wilayah, memungkinkan identifikasi daerah dengan prevalensi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan pola penyebaran kasus sifilis berdasarkan SIG menurut lokasi geografis di kota Gorontalo tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 65 kasus sifilis yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 3 puskesmas yang memiliki kasus tertinggi, berdasarkan kelompok usia menunjukkan usia 20 – 24 tahun yang mencatat kasus tertinggi, berdasarkan jenis kelamin perempuan yang memiliki angka kasus tertinggi, bulan januari dan juni mencatat kasus tertinggi, kelompok yang sudah menikah memiliki kasus lebih tinggi daripada yang belum menikah, berdasarkan tingkat tingkat pendidikan, SMA memiliki angka kasus tertinggi dan berdasarkan pekerjaan IRT mencatat kasus tertinggi dibanding pekerjaan yang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peta persebaran kasus sifilis di Kota Gorontalo yaitu kecamatan hulontalangi, kecamatan dungingi dan mencatat kasus paling tinggi sedagkan kasus terendah ada dikecamatan Kota Barat.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea Indica (L) Less) Sebagai Larvasida Nabati Terhadap Mortalitas Larva Aedes Aegypti: Effectiveness Test of Pluchea Indica (L.) Lesser Leaf Extract as a Botanical Larvicide on Aedes Aegypti Larvae Mortality Arlin Lakoro; Herlina Jusuf; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10317

Abstract

Aedes aegypti merupakan vektor penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang memang merupakan penyakit dengan angka kasus yang tinggi di banyak daerah, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Pengendalian vektor secara kimiawi menggunakan larvasida sintetik menimbulkan risiko resistensi dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif larvasida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun beluntas (Pluchea indica (L) Less) sebagai larvasida nabati terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian larva Aedes sp dan sampel sejumlah 200 ekor larva konsentrasi 0%, 3%, 6%, dan 9%, dengan pengulangan 3 kali dan diamati mortalitasnya setiap 3 jam dalam waktu pengamatan 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi (?) = 0,05. Hasil penelitian, ekstrak daun beluntas konsentrasi 6% dan 9% mortalitas 100% larva, sedangkan konsentrasi 3% mortalitas 86,7%. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan mortalitas antar kelompok (p = 0,012), dengan waktu kematian larva tercepat pada konsentrasi 9% (6 jam), diikuti 6% (12 jam), dan 3% (>24 jam). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara konsentrasi 3% dan 9% (p = 0,009), tetapi tidak signifikan antara 6% dan 9%. Simpulan bahwa ekstrak daun beluntas efektif sebagai larvasida nabati, dengan efektivitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi. Masyarakat disarankan memanfaatkan tanaman beluntas sebagai alternatif pengendalian larva Aedes aegypti yang ramah lingkungan.
Pengaruh Etika Tenaga Kesehatan Terhadap Pelayanan Pasien Di Puskesmas Tilango: The Influence of Health Worker Ethics on Patient Services at Tilango Community Health Center Anisa Huruji; Laksmyn Kadir; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10322

Abstract

Etika tenaga kesehatan merupakan dasar penting dalam meningkatakan mutu pelayanan pasien dipuskesmas, penerapan etika yang baik seperti autonomy, benefience, non-maleficience dan justice dapat menciptakan hubungan profisional yang postif antara tenaga kesehatan dan pasien serta meningkatakan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etika tenaga kesehatan terhadap pelayanan pasien di Puskesmas Tilango. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectiona. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien JKN dari bulan juli-agustus sebanyak 1.088 orang, dengan sampel 292 responden yang di pilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemberian pelayanan pasien di Puskesmas Tilango dengan nilai uji statistik yang di dapatkan p-value=0,000<?=0,05. Dapat disimpulkan bahwa etika tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pelayanan pasien di Puskesmasmas Tilango. Disarankan agar Puskesmas Tilango mempertahankan dan meningkatakan penerapan etika tenaga kesehatan. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah penelitian yang tidak hanya di satu puskesmas.
Analysis of Factors Affecting the Timeliness of Data Reporting in the Information System and Monitoring on the ASPAK Application at the South Suwawa Health Center Jainun Paulu; Herlina Jusuf; Nikmatisni Arsad
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10413

Abstract

ASPAK (Medical Facilities, Infrastructure, and Devices Application) is a web-based application to manage and monitor health facility data. This study aims to analyze the factors that affect the timeliness of data reporting at the South Suwawa Health Center through the ASPAK application in the Health Center Management Information System (SIMPUS). The factors studied include information system quality, user competence, management support, technological infrastructure, and human resources. Data were collected through a survey of 44 Puskesmas employees and analyzed using simple linear regression and cross-tabulation. The results showed that most employees gave positive assessments of the quality of information systems (75%), user competence (79.5%), management support (68.2%), technological infrastructure (70.5%), and human resources (52.3%). The timeliness of data reporting is also relatively high with 61.4% reporting on time. The regression analysis confirmed that these five factors had a significant effect on the timeliness of reporting with a significance value of < 0.05 and a determination coefficient (R²) of 40.3%. Research suggests improved training, management support, and infrastructure development to improve the timeliness of data reporting.
Factors Related to the Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus at the North Toto Health Center Moh. Thamrin Happy; Sirajuddien Bialangi; Nikmatisni Arsad
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10975

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (DMT2) is a non-communicable disease that continues to experience an increase in cases and is a global and national health problem. Globally, the number of cases reached 537 million in 2023 and is expected to increase to 700 million by 2045. In Indonesia, 19.5 million cases were recorded in 2021. Meanwhile, in Gorontalo Province there are 10,735 patients in 2024, and in the North Toto Health Center there are 109 patients in 2025. The incidence of this disease is influenced by various risk factors, such as diet, physical activity, obesity, family history, and consumption of sugar-sweetened beverages (SSB). This study aims to analyze the relationship between these factors and the incidence of Type 2 Diabetes Mellitus. Quantitative research type, analytical survey method with cross-sectional design. The total sample of 81 respondents was selected using accidental sampling techniques. Data collection was carried out using FFQ, GPAQ, and questionnaires that were compiled and validated by the researcher. The data was analyzed using the chi-square test to find out the relationships between variables. The results showed that diet (p=0.010), physical activity (p=0.000), obesity (p=0.002), and SSB consumption (p=0.037) were associated with the incidence of Type 2 Diabetes Mellitus, while family history was not related (p=0.227). There is a relationship between diet, physical activity, obesity, and consumption of sugar-sweetened beverages (SSB) with the incidence of DMT2. On the other hand, the family history did not show a relationship with the incidence of DMT2 at the North Toto Health Center. It is recommended to the public to adopt a healthy diet, increase physical activity regularly, maintain an ideal weight, and limit the consumption of sweetened beverages to reduce the risk of DMT2.