Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hubungan Faktor Predisposing dengan Perilaku 5 R pada Pekerja di PT. Davinci Airindo Gorontalo: Relationship Between Predisposing Factors With 5 R Behavior In Workers At PT. Davinci Airindo Gorontalo Wa Ode Ninastiani; Sylva Flora Ninta Tarigan; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.6682

Abstract

Perkembangan industri yang pesat mendorong perusahaan untuk menerapkan budaya kerja yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, salah satunya adalah penerapan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi dengan perilaku 5R pada karyawan PT. Davinci Airindo Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 70 pekerja yang dipilih secara total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia memiliki (P-value = 0.001) dimana P-value < (0,05) dan variabel masa kerja memiliki (P-value = 0.000) dimana P-value < (0,05 ) dengan perilaku 5R. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia dan masa kerja memiliki pengaruh terhadap perilaku 5R pada pekerja PT. Davinci Airindo Gorontalo. Saran bagi pekerja diharapkan pekerja selalu menerapkan 5R dalam setiap pekerjaan bahkan dalam setiap aktivitas sehari-hari, sehingga akan menjadi suatu kebiasaan yang memang selalu harus dikerjakan hingga terbentuk suatu pola pikir bahwa 5R bukan suatu kewajiban melainkan adalah suatu hak.
Hubungan Faktor Antacedent dan Behavior Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi di Pt. Davincy Airindo Gorontalo: The Relationship Of Antacedent And Behavior Factors With Work Accidents In Production Workers At Pt. Davincy Airindo Gorontalo Turani, Nabila; Sylva Flora Ninta Tarigan; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6670

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan utama di sektor ekonomi dan industri, dimana hal tersebut berdampak fatal terhadap jutaan orang bisa mengalami cedera atau mengalami bahaya serius. Faktor Antacedent dan Behavior merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan APD, pengetahuan, safety talk, dan perilaku pada pekerja dengan kecelakaan kerja pada pekerja bagianproduksi di PT. Davincy Airindo Gorontalo. Jenis penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 70 Pekerja yang dipilih secara total sampling. Analisis data menggunakanuji Fisher’s exact dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan APD memiliki (p-value 0,006) dimana p- value <? (0,05), Pengetahuan memiliki (p-value 0,032) dimana p-value <? (0,05), Perilaku memiliki (p- value 0,002) dimana p-value <? (0,05), dan Safety talk (p- value 0,003) dimana p-value <? (0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan APD, pengetahuan, perilaku, dan safety talk dengan kecelakaan kerja pada pekerja bagian produksi di PT. Davincy Airindo Gorontalo. Saran bagi perusahaan mengadakan program pelatihan K3 khusus untuk pekerja, Mengefektifkan penerapan safety talk dan Melakukan pengawasan pada pekerja. Saran bagi pekerja diharapkan lebih memperhatikan keselamatan diri dan berperilaku aman agar terhindar dari resiko kecelakaan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) serta memperhatikan kondisi lingkungan pekerjaan.
Hubungan Paparan Karbon Monoksida dan Karakteristik Individu dengan Keluhan Gangguan Pernapasan pada Tukang Bakar Sate di Kota Gorontalo: Relationship between Carbon Monoxide Exposure and Individual Characteristics with Respiratory Disorder Complaints in Satay Grillers in Gorontalo City Usman, Dwiyatno Junaidi; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6988

Abstract

Keluhan gangguan pernapasan pada tukang bakar sate di Kota Gorontalo relatif tinggi. Risiko terjadi keluhan gangguan pernapasan bertambah seiring dengan lama individu terpapar polutan udara. Paparan karbon monoksida (CO) erat hubungan dengan keluhan gangguan pernapasan karena CO adalah gas beracun, sehingga menghambat transportasi oksigen dalam darah. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan paparan karbon monoksida (CO), umur, indeks masa tubuh dan masa kerja dengan keluhan gangguan pernapasan pada tukang bakar sate di Kota Gorontalo. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan desain cross sectional. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, melakukan pengukuran karbon monoksida (CO) di tempat kerja menggunakan alat CO Meter dan melakukan pemeriksaan kapasitas paru menggunakan alat peak flow meter. Sampel penelitian, 30 tukang bakar sate di Kota Gorontalo. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian, ada hubungan antara umur (p=0,0000), masa kerja (p=0,0000),paparan karbon monoksida (p=0,011) dan tidak ada hubungan antara indeks masa tubuh (p = 0.301) dengan keluhan gangguan pernapasan pada tukang bakar sate di Kota Gorontalo. Simpulan, ada hubungan antara umur, masa kerja dan paparan CO dengan keluhan gangguan pernapasan pada tukang bakar sate di Kota Gorontalo. Untuk meminimalisir risiko keluhan gangguan pernapasan pada tukang bakar sate di Kota Gorontalo disarankan menggunakan masker selama melakukan proses pengolahan sate dan memperhatikan kesehatan individual, menjaga imunitas tubuh dan olahraga secara teratur.
Determinant Analysis Related to the Implementation of Occupational Safety and Health Culture in Workers of the Bulango Ulu Dam Project Pt. Hutama-Basuki-Lestari, KSO Osama; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 3: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8199

Abstract

K3 culture is the attitudes, values, beliefs, norms, and perceptions that underlie safe behavior in the work process and its practical application to create a safe and healthy work environment for all workers. The formulation of what determinant problems are related to the implementation of occupational safety and health culture in the workers of the Bulango Ulu Dam project of PT. Hutama-Basuki-Lestari, KSO. This study aims to analyze determinants related to the implementation of occupational safety and health culture in workers of the Bulango Ulu Dam project of PT. Hutama-Basuki-Lestari, KSO. The design of the quantitative research uses an analytical survey with a Cross Sectional design. The research population was 43 workers. The sampling technique in this study uses the total sampling technique. Data analysis using Chi-Square test and Rank-Spearman test. The results of this study show that there is a significant relationship between K3 knowledge, K3 training, safety patrol, and safety talk to the implementation of occupational safety and health culture in workers of the Bulango Ulu Dam project of PT. Hutama-Basuki-Lestari, KSO with a value of p = 0.000 (p ? 0.05). It is recommended that companies improve K3 training, especially for workers with low education, increase safety patrol personnel, and make safety talks more interactive. Strict enforcement of sanctions is also needed to strengthen the K3 culture.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita tentang Gizi Seimbang dan Pencegahan Stunting: The Improvement of Knowledge of Mothers with Toddlers about Balanced Nutrition and Stunting Prevention Hiola, Faramita; Putri Ayuningtias Mahdang; Nanang R. Paramata
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8448

Abstract

Masalah gizi dan stunting pada anak-anak, khususnya di Indonesia, masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Sosialisasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting menjadi solusi strategis untuk menurunkan prevalensi stunting, yang masih tinggi di beberapa wilayah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pentingnya pemberian gizi seimbang dan cara pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, sosialisasi interaktif, serta pemberian materi edukasi dengan menggunakan media leaflet dan video. Hasil yang didapat menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu balita mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting, yang tercermin dalam peningkatan hasil pre-test dan post-test. Kegiatan ini dapat memberi kontribusi dalam upaya penurunan angka stunting.
Analisis Kesadaran Dan Perilaku Keselamatan Terhadap Kecelakaan Kerja Teknisi Yang Bekerja Pada Ketinggian Di Telkom Akses Gorontalo: Development of Environmentally Based Learning Models and AI-Based Digital Media in Elementary Schools Zein Anggraini A. Ismail; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8460

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan satu kejadian yang jelas tidak dikehendaki dan sering kali tidak terduga semua yang dapat menimbulkan kerugian baik waktu, harta benda, atau properti maupun korban jiwa terjadi di dalam suatu proses kerja industri atau yang berkaitan dengannya. Hasil survei awal di Telkom Akses Gorontalo terhadap 10 responden menunjukkan 6 responden memiliki kesadaran K3 rendah, 2 responden memiliki kesadaran sedang, dan 2 lainnya tinggi. Dari sisi perilaku K3, 5 responden berperilaku kurang baik, 3 responden cukup baik, dan 2 lainnya baik. Selain itu, 8 responden pernah mengalami kecelakaan kerja, dan 2 responden tidak pernah mengalami kecelakaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesadaran dan perilaku keselamatan terhadap kecelakaan kerja teknisi yang bekerja pada ketinggian di Telkom Akses Gorontalo. Jenis penelitian kuantitatif, metode penelititan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Telkom Akses Gorontalo. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknisi yang bekerja pada ketinggian sebanyak 105 teknisi. Penarikan sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel sebanyak 94 orang. Analisis data yang digunakan yaitu uji regresi logistic. Hasil analisis data menunjukan ada pengaruh kesadaran K3 terhadap kecelakaan kerja teknisi (p = 0,000) dan ada pengaruh perilaku K3 terhadap kecelakaan kerja teknisi (p = 0,001). Nilai R didapatkan sebesar 0,360 sehingga dapat dikatakan bahwa kesadaran K3 dan perilaku K3 hanya mempengaruhi 36% dari kejadian kecelakaan kerja. Saran kepada teknisi untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan patuh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk melindungi dari risiko kecelakaan kerja seperti jatuh dan cedera.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Menstrual Disorders Pada Pegawai Wanita Di Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Provinsi Gorontalo: Analysis of Factors Associated with the Incidence of Menstrual Disorders in Female Employees at the Class II Land Transportation Management Center of Gorontalo Province Sri Susanti Latabi; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8465

Abstract

Menstrual Disorders atau gangguan menstruasi seringkali menjadi masalah dan mempengaruhi kualitas hidup wanita. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian menstrual disorders antara lain penggunaan high heels, tingkat stres kerja, status gizi selain itu beban kerja tinggi, tekanan dari atasan, dan gaya hidup yang tidak sehat berpotensi memicu gangguan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan Menstrual Disorders pada pegawai wanita di Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Provinsi Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana penelitian ini bersifat Survey analytic dengan desain Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 62 pegawai wanita yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis data dilakukan dengan uji Rank Spearman. Hasil analisis data menunjukkan tidak ada hubungan antara high heels dengan Menstrual disorders (p = 0,074), ada hubungan antara stress kerja dan status gizi dengan Menstrual disorders (p = 0,000). Saran untuk instansi diperlukan perhatian khusus dari pihak instansi untuk mengatur lingkungan kerja yang mendukung kesehatan reproduksi wanita, seperti pemberian edukasi gizi, manajemen stres, serta pemilihan alas kaki yang ergonomis.
Analisis Potensi Bahaya Pada Proses Operasional Pt. Pelindo Regional 4 (Persero) Gorontalo Menggunakan Metode PHA (Preliminary Hazard Analysis): Analysis of Potential Hazards in the Operational Process of PT. Pelindo Regional 4 (Persero) Gorontalo Using the PHA (Preliminary Hazard Analysis) Method Indi Rahmawati Tobuto; Laksmyn Kadir; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8594

Abstract

Kegiatan operasional di lingkungan pelabuhan merupakan aktivitas yang memiliki risiko kerja tinggi, terutama pada proses bongkar muat, relokasi peti kemas, dan stuffing/stripping, yang melibatkan penggunaan alat berat, pengangkutan manual, serta paparan langsung terhadap cuaca ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya, tingkat risiko, dan upaya pengendalian risiko pada proses operasional PT. Pelindo Regional IV (Persero) Gorontalo dengan menggunakan metode Preliminary Hazard Analysis (PHA). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian operasional sebanyak 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja paling banyak merasakan potensi bahaya pada aktivitas bongkar muat dan relokasi, terutama yang berkaitan dengan bahaya fisik seperti terjatuh dari ketinggian, tergencet alat berat, hingga terpeleset akibat permukaan kerja yang licin. Selain itu, ditemukan juga bahaya kimia (asap kendaraan dan debu), ergonomi (posisi kerja tidak nyaman), serta psikososial (beban kerja berlebih dan tekanan waktu). Berdasarkan penilaian risiko menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, sebagian besar bahaya berada pada tingkat risiko substantial dan priority 1, yang berarti memerlukan penanganan segera. Upaya pengendalian risiko dilakukan mengikuti hierarki pengendalian risiko, mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD).
Hubungan Karakteristik Individu Dan Lama Paparan UAP BBM Dengan Gangguan Pernapasan Pada Operator SPBU Kota Gorontalo: The Relationship Between Individual Characteristics and Duration of Exposure to Fuel Vapors and Respiratory Disorders in Gas Station Operators Gorontalo City Tasya Karim; Laksmyn Kadir; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8598

Abstract

Paparan uap Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan kerja SPBU berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Masalah yang sering terjadi pada SPBU terutama masalah kesehatan yaitu: paparan uap BBM, paparan debu dan polusi udara, paparan suara bising, paparan sinar matahari langsing, cedera fisik, kurangnya penggunaan APD. Masalah ini dapat mengganggu kesehatan operator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (usia, indeks massa tubuh/IMT, dan masa kerja) serta lama paparan uap BBM dengan gangguan pernapasan pada operator SPBU di Kota Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 85 responden yang dipilih secara acak dari 8 SPBU. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran kapasitas paru menggunakan peak flow meter. Hasil analisis bivariat dengan uji Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (P-value = 0,000), IMT (P-value = 0,016), masa kerja (P-value = 0,001), dan lama paparan uap BBM (P-value = 0,002) dengan gangguan pernapasan. Sebagian besar responden memiliki kapasitas paru yang menyempit (50–100%) dan mengalami keluhan pernapasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan risiko paparan uap BBM dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara optimal di SPBU. Saran penelitian, melakukan pengecekan kesehatan secara berkala dapat menjadi sebuah pencegahan kesehatan bagi operator SPBU.
Hubungan Lama Kerja, Kualitas Tidur Dan Beban Kerja Dengan Work Fatigue Mengunakan Metode Fatigue Assesment Scale (Fas) Pada Pengemudi Bus Antar Kota Antar Provinsi (Akap) Di Terminal Tipe A Dungingi: The Relationship Between Length of Work, Sleep Quality and Workload with Work Fatigue Using the Fatigue Assessment Scale (FAS) Method on Intercity and Interprovincial Bus Drivers (AKAP) at the Dungingi Type A Terminal Fatmawati Lasulika; Herlina Jusuf; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8738

Abstract

Pengemudi bus antar kota antar provinsi (AKAP) memiliki risiko tinggi mengalami kelelahan kerja (work fatigue) akibat lama kerja yang panjang, kualitas tidur yang buruk, serta beban kerja yang berat. Work fatigue yang tidak ditangani dapat berdampak negatif terhadap keselamatan kerja dan kualitas pelayanan transportasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama kerja, kualitas tidur, dan beban kerja terhadap work fatigue pada pengemudi bus AKAP di Terminal Tipe A Dungingi. Jenis Penelitian ini Kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 52 orang. Pengukuran kelelahan dilakukan menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS), kualitas tidur menggunakan PSQI, dan beban kerja mental menggunakan NASA-TLX Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis lama kerja dan kualitas tidur adalah Fisher's Exact Test, sedangkan untuk beban kerja mental digunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lama kerja dan Work Fatigue p-value = 0,000 (p<0.005) antara kualitas tidur dan Work Fatigue p-value 0,004 (p<0.005) serta antara beban kerja mental dan kelelahan kerja p-value 0,000 (p<0.005).