Magdalena Paunno
Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Moluccas Health Journal

Gambaran kematian neonatal di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Moluccas Health Journal Edisi Desember 2019
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.797 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v1i3.269

Abstract

ABSTRACTMost child deaths in Indonesia today occur in the newborn period (neonatal), the first month of life. The probability of a child dying at different ages is 19 per thousand during neonatal mass, 15 per thousand from ages 2 to 11 months and 10 per thousand from ages 1 to 5 years. Delivery assistance by midwives is one of the strategies in reducing maternal and child health problems. In Indonesia the use of delivery assistance by midwives is still low compared to established indicators. One of the efforts to reduce maternal, infant and under-five mortality rates is the provision of Basic Emergency Neonatal Obstetric Services (PONED) facilities in care centers and Comprehensive Emergency Neonatal Obstetric Services (PONEK) in hospitals. This type of research uses descriptive research. The study was conducted on November 4 - December 15, 2019 at Dr. M. Haulussy Ambon. A sample of 51 infants using total sampling techniques. The results of the study found that deliveries performed by health workers more than 50% were performed by mothers, neonatal deaths with a referral system were smaller compared to non-referral neonatal deaths and the age of mothers giving birth 90% were at productive age.Keywords: Neonatal DeathABSTRAK Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), bulan pertama kehidupan. Kemungkinan anak meninggal pada usia yang berbeda adalah 19 per seribu selama massa neonatal, 15 per seribu dari usia 2 hingga 11 bulan dan 10 per seribu dari usia 1 hingga 5 tahun. Pertolongan persalinan oleh bidan merupakan salah satu strategi dalam mengurangi masalah kesehatan ibu dan anak. Di Indonesia pemanfaatan pertolongan persalinan oleh bidan masih rendah dibandingkan dengan indikator yang telah ditetapkan.  Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita adalah penyediaan fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di puskesmas perawatan dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit. Jenis penelitian mengunakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada tanggal 04 November – 15 Desember 2019 di RSU Dr. M. Haulussy Ambon. Sampel sebanyak 51 bayi dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ditemukan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan lebih dari 50% dilakukan oleh ibu, kematian neonatal dengan sistem rujukan lebih kecil presentasinya dibandingkan dengan kematian neonatal yang bukan rujukan serta umur ibu yang melahirkan 90% berada pada usia produktif. Kata Kunci : Kematian Neonatal
Gambaran Penyebab Kematian Neonatal Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2019. Magdalena Paunno; Nenny Parinussa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.232 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v1i2.130

Abstract

 Neonatal mortality rates in Indonesia in 2010 were still high at 228 / 100,000 live births. Neonatal deaths can occur due to infection, asphyxia or low birth weight. While the medical records of RSUD Dr. M Haulussy Ambon is a referral center Hospital that has PONEK services that the number of neonatal deaths in 2013 was 49 cases out of 2633 live births, in 2014 there were 80 cases of 2483 KH while in 2015 in 6 months (January-July) already as many as 51 of 983 births. From the death data obtained in 2015 the causes of neonatal death are: LBW 16; Asphyxia 15; Sepsis / Infection 14; Respiratory Disorders 4; and atresia ani 2. The purpose of this study was to determine the frequency distribution of neonatal deaths and a description of the causes of neonatal death in Dr. M Haulussy Ambon in 2015. The research method is descriptive. The study population was all neonates who died in Dr. M Haulussy Ambon in 2015 recorded a diagnosis of obstetric gynecology specialist in the medical record with a total of 51 neonatal. namely data on the description of birth attendants, referral system, and maternal age less than 20 years with Neonatal death in Dr. M. Haulussy Ambon 2015. The study population was all neonates who died in Dr. M. Haulussy Ambon 2015 starting from January to July 2015 recorded in the medical record with a total of 51 neonates. The sampling technique used is total sampling. The sample in this study must meet the following criteria: neonatal and died at the age of 0-28 days and a diagnosis was given from the doctor who was on duty at the time of death. Research Instrument The instrument in this study used a checklist, which records the condition of patients who experienced neonatal death in the documentation data, namely medical records. Data The results of further research data are processed in a univariate manner, carried out by tabulating data which is then arranged in a table. The results showed that neonatal mortality of childbirth assistants by 39 health workers (76.47%) neonatal consisted of: midwives 29 (56.9%); obstetric gynecology specialist 10 (19.6%); dukun 12 (23.52%); while due to referral 15 (29.41 %%), and mortality due to maternal age <20 years neonatal mortality 5 (9.8%)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN DI FASILITAS KESEHATAN PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTENG Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): Moluccas Health Journal Edisi April 2020
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.494 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.433

Abstract

ABSTRACT The quality of public health facilities greatly influences the degree of health services. Health facilities are means to provide individual health service (UKP) and public health services (SMEs), either to outpatient or to inpatient services. Utilization of health facility for childbirth is one of the indicators in the health sector strategic plan. Factors that can affect maternal care service include K4 antenatal care visits and access to P4K counseling fees. This is an analytical study using a cross-sectional approach. The study used Simple random sampling with a sample size of 63 women. The data were analyzed using chi-square. The results showed that 46 women (73%) used health facility-based delivery 17 women (27%) used non health facility-based delivery. Based on the results of the bivariate statistical test, the variables associated with labor and delivery at the public health facility were K4 antenatal care visits (p = 0.021), and access costs (p = 0.000), while the non-health facility variable was P4K sticker counseling (p = 0,532). It is, therefore, recommended for women to be more aware and comprehend about the utilization of  health facility-based delivery so that the condition of both mother and the fetus can be monitored for the safety and normal delivery.  Keywords: Antenatal Care, Cost, Counseling labor in Health Facilities ABSTRAKKualitas sarana pelayanan kesehatan sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Fasilitas kesehatan merupakan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan berupa upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM), berupa pelayanan rawat jalan maupun rawat inap. Persalinan pada fasilitas kesehatan merupakan salah satu indikator kinerja dalam rencana strategi bidang kesehatan. Faktor yang dapat mempengaruhi persalinan di fasilitas kesehatan antara lain : kunjungan antenatal care K4, akses biaya dan konseling P4K. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling  dengan besar sampel sebanyak 63 ibu bersalin. Data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persalinan di fasilitas kesehatan sebanyak 46 orang (73%) dan persalinan di Non fasilitas kesehatan sebanyak 17 orang (27%). Berdasarkan hasil uji statistik bivariat didapatkan variabel yang berhubungan dengan persalinan di fasilitas kesehatan yaitu Kunjungan antenatal care K4 (p=0,021), dan Akses biaya (p=0,000). Sedangkan yang tidak mempunyai hubungan yaitu Konseling P4K (p=0,532). Saran bagi ibu bersalin untuk perlu ditingkatkan kesadaran dan pemahaman terkait pemakaian fasilitas kesehatan agar kondisi ibu dan janin dalam kandungan dapat dipantau sehingga kehamilan dan persalinan dapat berjalan aman dan normal.Kata Kunci : Antenatal Care, Biaya, Konseling Persalinan di Fasilitas                       Kesehatan. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA IBU BERSALIN MENGGUNAKAN JAMINAN PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIJALI KOTA AMBON TAHUN 2020 Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i1.608

Abstract

ABSTRACTMaternity insurance (Jampersal) is a program used to increase access to antenatal care, deliveries carried out by health workers to mothers by removing financial barriers for all deliveries from residents who do not have health insurance in order to reduce maternal mortality and infant mortality. The research design used was a cross sectional approach. This research was conducted from January to February 2020 in the working area of the Rijali Health Center with a sample of 86 respondents. The results showed that there was no relationship between knowledge and the use of jampersal with p value = 0.266. There is no relationship between access to information and the use of jampersal with p value = 0.021. There is a relationship between experience and use of jampersal with p value = 0.001. Suggestions are given to puskesmas officers to communicate educational information (KIE), counseling, counseling and motivation that creates mutual trust in order to create a sense of comfort, so that every pregnant woman during childbirth wants to follow, using the Jampersal program so that every delivery occurs in health facilities assisted by health workers. Keywords   : Knowledge, Access to Information, Experience, Use of Jampersal ABSTARKJaminan persalinan (Jampersal) merupakan program yang digunakan untuk meningkatkan akses pemeriksaan kehamilan, persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada ibu dengan menghilangkan hambatan finansial diperuntukkan bagi seluruh persalinan dari penduduk yang belum memiliki Jaminan Kesehatan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan dari bulan januari sampai bulan februari tahun 2020 di wilayah kerja Puskesmas Rijali dengan jumlah sampel 86 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan jampersal dengan nilai p value = 0,266. Tidak ada hubungan antara akses informasi dengan penggunaan jampersal dengan nilai p value = 0, 021. Ada hubungan antara pengalaman dengan penggunaan jampersal dengan nilai p value = 0,001. Saran disampaikan bagi petugas puskesmas untuk melakukan komunikasi informasi edukasi (KIE), penyuluhan, konseling serta motivasi yang menimbulkan saling percaya agar dapat menimbulkan rasa nyaman, sehingga setiap ibu hamil saat bersalin mau mengikuti, menggunakan program jampersal agar tiap persalinan terjadi di fasilitas kesehatan ditolong oleh tenaga kesehatan. Kata Kunci : Pengetahuan, Akses Informasi,  Pengalaman, Penggunaan Jampersal
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP BAYI 0-11 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS TEPA KECAMATAN PULAU-PULAU BABAR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA TAHUN 2019 Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i2.655

Abstract

ABSTRACTImmunization is an attempt to provide immunity to an infant or child by inserting a vaccine into the body so that the body makes antibodies to prevent certain diseases. The immunization program is a success in preventing infectious diseases such as diphtheria, pertussis, and tetanus. This study aims to determine the factors associated with the Completeness of Basic Immunization in Infants in the Work Area of Tepa Health Center, Babar Pulau Subdistrict, MBD Regency. The research method used is the Analytic method with cross sectional approach. Sampling using total sampling with a sample size of 71 samples. Data were collected by interview using a questionnaire. Data collection using a questionnaire. Data analysis includes univariate and bivariate analysis. The results of bivariate analysis found a relationship between knowledge and completeness of basic immunization (p = 0.007), distance (p = 0.004), birth attendants (p = 0.001), vaccine availability was found to be associated with immunization completeness (p = 0,000). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between knowledge, distance, delivery assistance and availability of vaccines with basic immunization completeness in the Tepa Health Center Work Area. Suggestions for respondents to be able to use health service facilities and facilities to obtain health services. Keywords: Completeness of Basic Immunization, Knowledge, Distance, Birth Assistance, Vaccine Availability ABSTARKImunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi atau anak dengan memasukan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti bodi untuk mencegah penyakit tertentu.Program imunisasi merupakan sebuah keberhasilan dalam mencegah penyakit infeksi yaitu difteri, pertussis, dan tetanus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap bayi 0-11 bulan Di Wilayah Puskesmas Tepa Kecamatan Pulau-Pulau Babar Kabupaten Maluku Barat Daya. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode Analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan Total sampling dengan jumlah sampel yaitu 71 sampel. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat.Hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan antara pegetahuan dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,007), jarak (p = 0,004), penolong persalinan (p = 0,001), ketersediaan vaksin ditemukan hubungan dengan kelengkapan imunisasi (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, jarak, penolong persalinan dan ketersediaan vaksin dengan kelengkapan imunisasi dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Tepa.Saran bagi responden agar dapat memanfaatkan fasilitas dan sarana pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Imunisasi dasar lengkap, Pengetahuan, Jarak, Penolong Persalinan, Ketersediaan Vaksin.   
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD.DR. HAULUSSY AMBON TAHUN 2015 Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i3.827

Abstract

Pre-eklampsia merupakan penyakit hipertensi yang disebabkan oleh kehamilan yang di tandai dengan tekanan darah tinggi disertai edema, dan proteinuria. Preeklampsia merupakan salah satu penyebab kematian pada ibu hamil selain pendarahan dan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan, paritas ibu, dan umur ibu saat hamil dan riwayat hipertensi terhadap kejadian preeklampsia di RSUD. Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan Cross Sectional Study. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 32 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklampsia adalah paritas (p=0,002), umur ibu saat hamil (p=0,001),  riwayat hipertensi (p=0,001). Variabel yang tidak memiliki pengaruh adalah berat badan (p=0,0835). Ibu hamil diharapkan memeriksakan kehamilannya secara teratur ke pelayanan kesehatan untuk mendeteksi dini keadaan kesehatan dalam mencegah terjadinya preeklampsia dan bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling pada ibu hamil untuk menambah pengetahuan ibu hamil tentang preeklampsia sehingga angka kematian ibu dan angka kematian bayi dapat menurun. 
Gambaran Penyebab Kematian Neonatal Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2019. Magdalena Paunno; Nenny Parinussa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i2.130

Abstract

 Neonatal mortality rates in Indonesia in 2010 were still high at 228 / 100,000 live births. Neonatal deaths can occur due to infection, asphyxia or low birth weight. While the medical records of RSUD Dr. M Haulussy Ambon is a referral center Hospital that has PONEK services that the number of neonatal deaths in 2013 was 49 cases out of 2633 live births, in 2014 there were 80 cases of 2483 KH while in 2015 in 6 months (January-July) already as many as 51 of 983 births. From the death data obtained in 2015 the causes of neonatal death are: LBW 16; Asphyxia 15; Sepsis / Infection 14; Respiratory Disorders 4; and atresia ani 2. The purpose of this study was to determine the frequency distribution of neonatal deaths and a description of the causes of neonatal death in Dr. M Haulussy Ambon in 2015. The research method is descriptive. The study population was all neonates who died in Dr. M Haulussy Ambon in 2015 recorded a diagnosis of obstetric gynecology specialist in the medical record with a total of 51 neonatal. namely data on the description of birth attendants, referral system, and maternal age less than 20 years with Neonatal death in Dr. M. Haulussy Ambon 2015. The study population was all neonates who died in Dr. M. Haulussy Ambon 2015 starting from January to July 2015 recorded in the medical record with a total of 51 neonates. The sampling technique used is total sampling. The sample in this study must meet the following criteria: neonatal and died at the age of 0-28 days and a diagnosis was given from the doctor who was on duty at the time of death. Research Instrument The instrument in this study used a checklist, which records the condition of patients who experienced neonatal death in the documentation data, namely medical records. Data The results of further research data are processed in a univariate manner, carried out by tabulating data which is then arranged in a table. The results showed that neonatal mortality of childbirth assistants by 39 health workers (76.47%) neonatal consisted of: midwives 29 (56.9%); obstetric gynecology specialist 10 (19.6%); dukun 12 (23.52%); while due to referral 15 (29.41 %%), and mortality due to maternal age 20 years neonatal mortality 5 (9.8%)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA IBU BERSALIN MENGGUNAKAN JAMINAN PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIJALI KOTA AMBON TAHUN 2020 Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i1.608

Abstract

ABSTRACTMaternity insurance (Jampersal) is a program used to increase access to antenatal care, deliveries carried out by health workers to mothers by removing financial barriers for all deliveries from residents who do not have health insurance in order to reduce maternal mortality and infant mortality. The research design used was a cross sectional approach. This research was conducted from January to February 2020 in the working area of the Rijali Health Center with a sample of 86 respondents. The results showed that there was no relationship between knowledge and the use of jampersal with p value = 0.266. There is no relationship between access to information and the use of jampersal with p value = 0.021. There is a relationship between experience and use of jampersal with p value = 0.001. Suggestions are given to puskesmas officers to communicate educational information (KIE), counseling, counseling and motivation that creates mutual trust in order to create a sense of comfort, so that every pregnant woman during childbirth wants to follow, using the Jampersal program so that every delivery occurs in health facilities assisted by health workers. Keywords   : Knowledge, Access to Information, Experience, Use of Jampersal ABSTARKJaminan persalinan (Jampersal) merupakan program yang digunakan untuk meningkatkan akses pemeriksaan kehamilan, persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada ibu dengan menghilangkan hambatan finansial diperuntukkan bagi seluruh persalinan dari penduduk yang belum memiliki Jaminan Kesehatan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan dari bulan januari sampai bulan februari tahun 2020 di wilayah kerja Puskesmas Rijali dengan jumlah sampel 86 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan jampersal dengan nilai p value = 0,266. Tidak ada hubungan antara akses informasi dengan penggunaan jampersal dengan nilai p value = 0, 021. Ada hubungan antara pengalaman dengan penggunaan jampersal dengan nilai p value = 0,001. Saran disampaikan bagi petugas puskesmas untuk melakukan komunikasi informasi edukasi (KIE), penyuluhan, konseling serta motivasi yang menimbulkan saling percaya agar dapat menimbulkan rasa nyaman, sehingga setiap ibu hamil saat bersalin mau mengikuti, menggunakan program jampersal agar tiap persalinan terjadi di fasilitas kesehatan ditolong oleh tenaga kesehatan. Kata Kunci : Pengetahuan, Akses Informasi,  Pengalaman, Penggunaan Jampersal
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN DI FASILITAS KESEHATAN PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTENG Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.433

Abstract

ABSTRACT The quality of public health facilities greatly influences the degree of health services. Health facilities are means to provide individual health service (UKP) and public health services (SMEs), either to outpatient or to inpatient services. Utilization of health facility for childbirth is one of the indicators in the health sector strategic plan. Factors that can affect maternal care service include K4 antenatal care visits and access to P4K counseling fees. This is an analytical study using a cross-sectional approach. The study used Simple random sampling with a sample size of 63 women. The data were analyzed using chi-square. The results showed that 46 women (73%) used health facility-based delivery 17 women (27%) used non health facility-based delivery. Based on the results of the bivariate statistical test, the variables associated with labor and delivery at the public health facility were K4 antenatal care visits (p = 0.021), and access costs (p = 0.000), while the non-health facility variable was P4K sticker counseling (p = 0,532). It is, therefore, recommended for women to be more aware and comprehend about the utilization of  health facility-based delivery so that the condition of both mother and the fetus can be monitored for the safety and normal delivery.  Keywords: Antenatal Care, Cost, Counseling labor in Health Facilities ABSTRAKKualitas sarana pelayanan kesehatan sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Fasilitas kesehatan merupakan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan berupa upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM), berupa pelayanan rawat jalan maupun rawat inap. Persalinan pada fasilitas kesehatan merupakan salah satu indikator kinerja dalam rencana strategi bidang kesehatan. Faktor yang dapat mempengaruhi persalinan di fasilitas kesehatan antara lain : kunjungan antenatal care K4, akses biaya dan konseling P4K. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling  dengan besar sampel sebanyak 63 ibu bersalin. Data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persalinan di fasilitas kesehatan sebanyak 46 orang (73%) dan persalinan di Non fasilitas kesehatan sebanyak 17 orang (27%). Berdasarkan hasil uji statistik bivariat didapatkan variabel yang berhubungan dengan persalinan di fasilitas kesehatan yaitu Kunjungan antenatal care K4 (p=0,021), dan Akses biaya (p=0,000). Sedangkan yang tidak mempunyai hubungan yaitu Konseling P4K (p=0,532). Saran bagi ibu bersalin untuk perlu ditingkatkan kesadaran dan pemahaman terkait pemakaian fasilitas kesehatan agar kondisi ibu dan janin dalam kandungan dapat dipantau sehingga kehamilan dan persalinan dapat berjalan aman dan normal.Kata Kunci : Antenatal Care, Biaya, Konseling Persalinan di Fasilitas                       Kesehatan. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP BAYI 0-11 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS TEPA KECAMATAN PULAU-PULAU BABAR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA TAHUN 2019 Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i2.655

Abstract

ABSTRACTImmunization is an attempt to provide immunity to an infant or child by inserting a vaccine into the body so that the body makes antibodies to prevent certain diseases. The immunization program is a success in preventing infectious diseases such as diphtheria, pertussis, and tetanus. This study aims to determine the factors associated with the Completeness of Basic Immunization in Infants in the Work Area of Tepa Health Center, Babar Pulau Subdistrict, MBD Regency. The research method used is the Analytic method with cross sectional approach. Sampling using total sampling with a sample size of 71 samples. Data were collected by interview using a questionnaire. Data collection using a questionnaire. Data analysis includes univariate and bivariate analysis. The results of bivariate analysis found a relationship between knowledge and completeness of basic immunization (p = 0.007), distance (p = 0.004), birth attendants (p = 0.001), vaccine availability was found to be associated with immunization completeness (p = 0,000). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between knowledge, distance, delivery assistance and availability of vaccines with basic immunization completeness in the Tepa Health Center Work Area. Suggestions for respondents to be able to use health service facilities and facilities to obtain health services. Keywords: Completeness of Basic Immunization, Knowledge, Distance, Birth Assistance, Vaccine Availability ABSTARKImunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi atau anak dengan memasukan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti bodi untuk mencegah penyakit tertentu.Program imunisasi merupakan sebuah keberhasilan dalam mencegah penyakit infeksi yaitu difteri, pertussis, dan tetanus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap bayi 0-11 bulan Di Wilayah Puskesmas Tepa Kecamatan Pulau-Pulau Babar Kabupaten Maluku Barat Daya. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode Analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan Total sampling dengan jumlah sampel yaitu 71 sampel. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat.Hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan antara pegetahuan dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,007), jarak (p = 0,004), penolong persalinan (p = 0,001), ketersediaan vaksin ditemukan hubungan dengan kelengkapan imunisasi (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, jarak, penolong persalinan dan ketersediaan vaksin dengan kelengkapan imunisasi dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Tepa.Saran bagi responden agar dapat memanfaatkan fasilitas dan sarana pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Imunisasi dasar lengkap, Pengetahuan, Jarak, Penolong Persalinan, Ketersediaan Vaksin.  Â