Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peran Kecerdasan Emosional sebagai Mediator Hubungan antara Self-awareness dan Kesehatan Mental pada Remaja di Sleman Hidayati, Fitria Nurul; Andhita Dyorita Khoiryasdien
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional berfungsi sebagai variabel mediator dalam menjembatani hubungan antara self-awareness dan kesehatan mental pada remaja di Kapanewon Sleman. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada remaja serta pentingnya kemampuan pengelolaan emosi dalam mencegah tekanan psikologis. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif non-eksperimental melalui desain korelasional serta melibatkan 100 responden berusia 15–18 tahun yang diperoleh dengan menerapkan teknik random cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga skala psikologis, yaitu skala kesehatan mental, self-awareness, dan kecerdasan emosional. Analisis data menggunakan uji mediasi melalui SmartPLS 4.1.1.4. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa self-awareness memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kecerdasan emosional dan kesehatan mental. Kecerdasan emosional juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental. Selain itu, kecerdasan emosional berfungsi sebagai mediator yang signifikan dalam menjembatani hubungan antara self-awareness dan kesehatan mental. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kesadaran diri yang disertai penguatan kecerdasan emosional akan memberikan dampak lebih optimal terhadap kesehatan mental remaja.
Loneliness dan Kecemasan Sosial sebagai Prediktor Nomophobia pada Gen-Z Pengguna Media Sosial Aktif di Yogyakarta Istiqomah, Lilien; Andhita Dyorita Khoiryasdien
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13992

Abstract

Nomophobia merupakan bentuk kecemasan ketika individu tidak dapat mengakses smartphone. Fenomena ini meningkat pada Generasi Z yang sangat intens menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan loneliness dan kecemasan sosial terhadap nomophobia pada Gen-Z pengguna media sosial aktif di Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 415 responden Gen-Z berusia 14–29 tahun yang menggunakan media sosial lebih dari lima jam per hari. Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa loneliness dan kecemasan sosial secara simultan berhubungan signifikan dengan nomophobia (F = 27,319; p < 0,001). Secara parsial, loneliness berhubungan signifikan dengan nomophobia (r = 0,177; p < 0,001), demikian pula kecemasan sosial (r = 0,295; p < 0,001). Nilai R² sebesar 0,117 mengindikasikan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 11,7% terhadap nomophobia. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi loneliness dan kecemasan sosial, semakin tinggi kecenderungan individu mengalami nomophobia. Penelitian ini memberikan implikasi pada pengembangan intervensi kesehatan mental dan literasi digital pada Gen-Z.
Harga Diri Pada Perempuan Pelaku Seks Bebas Di Yogyakarta Iskandar Alam, Nurhaliza; Andhita Dyorita Khoiryasdien
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14278

Abstract

Fenomena seks bebas pada perempuan muda masih menjadi isu yang sarat stigma dalam masyarakat Indonesia, khususnya di Yogyakarta yang menjunjung tinggi nilai moral dan budaya Timur. Perempuan yang terlibat dalam perilaku seksual pranikah kerap menghadapi tekanan sosial, rasa bersalah, serta konflik batin yang berpotensi memengaruhi harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan harga diri pada perempuan pelaku seks bebas di Yogyakarta serta memahami pengalaman subjektif yang memengaruhi pembentukan dan pemulihan harga diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah satu orang perempuan berusia 18–25 tahun yang merupakan mahasiswa di Yogyakarta dan pernah melakukan seks pranikah, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan aspek harga diri menurut Coopersmith, yaitu power, significance, virtue, dan competence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami penurunan harga diri yang ditandai dengan rasa bersalah, kecemasan, dan penilaian negatif terhadap diri, terutama akibat stigma sosial dan konflik nilai moral. Namun, terdapat upaya pemulihan harga diri melalui penerimaan diri, dukungan sosial, dan pendekatan religius. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman empatik dan dukungan lingkungan dalam membantu pemulihan harga diri perempuan pelaku seks bebas.
Gen Z Darurat Suicide: Hubungan Spiritualitas Melalui Pemaknaan Tembang ‘Lir-Ilir’ dan Regulasi Emosi dengan Resiliensi Gen Z Ratu Haya Aulia Nabilla; Eka Aprilia; Fatma Dwi Wulandari; Famelati Mangatur Sihombing; Riski Putri Yuniati; Andhita Dyorita Khoiryasdien
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 1 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i1.5247

Abstract

Generation Z (1997-2012), is an innovative, creative, and visionary generation. The nickname strawberry generation is attached to gen z because they are considered fragile and give up easily when facing problems. In this case, gen z is prone to suicide so that the role of resilience, spirituality, and emotional regulation should be considered so that these three aspects are balanced so that individuals who have sufficient resilience in facing existing problems can be achieved and reduce the suicide rate. The subjects of this research were indigenous people of the Special Region of Yogyakarta aged 12-27 years born in 1997-2012. The research method used quantitative non-experimental with a correlational approach using purposive sampling. Try out data of 100 respondents and after try out 353 respondents produced a hypothesis test (multiple linear regression analysis) that the three variables were correlated and acceptable with an effective contribution of X1 to Y (24.9%) and X2 to Y (36.7%), so that the total effective contribution of the two variables to the resilience variable (61.6%). The results of his latest research are on the spirituality variable through the interpretation of the lir-ilir song (X1) using the meaning of the song which is merged into aspects of the spirituality variable. Thus, the variables in this research are correlated with each other & can be used by subsequent authors. Keywords: Gen Z; Emotional Regulation; Resilience; Spirituality; Lir-Ilir Song Generasi Z (1997-2012), merupakan generasi inovatif, kreatif, dan visioner. Julukan generasi strawberry terlekat pada gen z karena dianggap rapuh dan mudah menyerah ketika menghadapi masalah. Dalam hal ini, gen z rawan bunuh diri sehingga peran resiliensi, spiritualitas, dan regulasi emosi patut untuk diperhatikan agar ketiga aspek tersebut saling seimbang sehingga dapat tercapainya pribadi yang memiliki ketahanan diri yang cukup dalam menghadapi permasalahan yang ada dan mengurangi tingkat angka bunuh diri. Subjek riset ini adalah masyarakat asli Daerah Istimewa Yogyakarta usia 12 – 27 tahun tahun kelahiran 1997-2012. Metode riset menggunakan kuantitatif non eksperimen dengan pendekatan korelasional menggunakan purposive sampling. Data try out 100 responden dan setelah try out 353 responden dengan menghasilkan uji hipotesis (analisis regresi linear berganda) bahwa ketiga variabel tersebut berkolerasi dan dapat diterima dengan sumbangsih efektif X1 ke Y (24,9%) dan X2 ke Y (36,7%), sehingga total sumbangsih efektif kedua variabel tersebut terhadap variabel resiliensi (61,6%). Hasil riset terbarunya yaitu pada variabel spiritualitas melalui pemaknaan tembang lir-ilir (X1) memakai makna lagu yang dileburkan ke dalam aspek-aspek variabel spiritualitas. Sehingga, variabel pada riset ini saling berkorelasi & dapat dipakai penulis selanjutnya.. Kata kunci: Gen Z; Regulasi Emosi; Resiliensi; Spiritualitas; Tembang Lir-Ilir
Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Berfikir Positif pada Mahasiswa Rantau yang Sedang Mengerjakan Skripsi Irvan Rhamadani; Andhita Dyorita Khoiryasdien
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 1 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i1.6253

Abstract

Education is a means to educate the nation's life by producing a reliable young generation. An overseas student is a student who pursues his education by migrating. This study aims to examine the relationship between social support and positive thinking in overseas students who are working on a thesis. Students who have the ability to think positively will see that the difficulties and challenges experienced when compiling a thesis as something that must be passed and consider that the challenges and difficulties will further mature themselves, both intellectually and personality. The research method used in this study is correlational quantitative method. Correlation is one or more data analysis techniques that are quantitative in nature, two or more variables are said to be correlated if changes in one variable will be followed by changes in the other variable regularly in the same direction (positive correlation) or opposite (negative correlation). The subjects in this study were active students who were writing a thesis as many as 202 students in the Special Region of Yogyakarta. Data collection is done by online distribution using google formular which measures social support and positive thinking distributed through social media, then tested using normality test, linearity test, and product moment correlation test. The results of the research conducted are that there is a very significant positive relationship between social support and positive thinking in overseas students who are working on a thesis, where this is known by the value of r = 0.933 with a significance of p = <0.000. This shows that there is a very significant positive relationship between social support and positive thinking. This study still has some shortcomings such as the research subjects in the type of college and in an unbalanced study programme, which is only on three campuses in DIY Yogyakarta.
Hubungan Keterlibatan Ayah Terhadap Preferensi Pemilihan Pasangan Hidup pada Anak Perempuan di Yogyakarta Renita Satian; Andhita Dyorita Khoiryasdien
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 3 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i3.6399

Abstract

One of the tasks of early adult development is to find and find a life partner, where each individual in determining his life partner must consider the personality of his partner according to what he wants. Preference for choosing a life partner is a process carried out to determine decisions related to choosing a life partner which is carried out in a complex and very important way at least once in a lifetime. In girls in the process of their life development, father involvement has an important role in every process of their life, the purpose of this study is to determine whether there is a relationship between father involvement and preferences for choosing a life partner for girls. The research method used is quantitative correlational research. The results of the study showed that there was a positive relationship between father involvement and preferences for choosing a life partner for girls, this is evidenced by the Person Correlation Product Moment value showing r count (0.605) with significance = 0.000 (p <0.05) which indicates the relationship between the two variabels is quite strong.