Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Agung Ariwibowo; Nursalim, Mochamad; Amrozi Khamidi; Nunuk Hariyati; Gunarti Dwi Lestari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9293

Abstract

Artikel ini membahas peran filsafat ilmu pendidikan dalam pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Filsafat ilmu pendidikan memberikan landasan teori yang mendalam mengenai tujuan, nilai, dan pendekatan pendidikan yang diperlukan untuk menciptakan guru yang profesional. Guru PAUD yang memahami filsafat pendidikan dapat menerapkan nilai-nilai etis dalam proses pembelajaran, membentuk karakter anak sejak dini, serta meningkatkan kompetensi pedagogik dan sosial mereka. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya pemikiran reflektif dalam meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan refleksi yang berkelanjutan, guru dapat mengevaluasi praktik mengajarnya dan mengadaptasi metode yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Kesimpulannya, filsafat pendidikan memiliki kontribusi besar dalam membentuk guru PAUD yang profesional dan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif, inklusif, dan bermakna bagi perkembangan anak
PERAN FILSAFAT DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI ERA MODERN Majid, Abdul; Mochammad Nur Salim; Amrozi Khamidi; Gunarti Dwi Lestari; Nunuk Hariyati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9337

Abstract

Filsafat memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter siswa di era modern, di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat. Artikel ini membahas bagaimana filsafat pendidikan dapat digunakan sebagai landasan untuk mengembangkan nilai-nilai moral, etika, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif dalam diri siswa. Melalui pendekatan filosofis, siswa dapat memahami pentingnya nilai-nilai seperti keadilan, tanggung jawab, dan toleransi, yang sangat relevan dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pendidikan berbasis filsafat dapat mendorong siswa untuk tidak hanya menghafal nilai-nilai, tetapi juga menginternalisasinya melalui pemahaman yang mendalam. Selain itu, filsafat membantu membentuk empati, kepedulian sosial, dan pengembangan karakter siswa, yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasi, seperti keterbatasan waktu dan pengaruh negatif teknologi, hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode pengajaran yang tepat, filsafat dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, pendidikan berbasis filsafat perlu diperkuat dalam kurikulum pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan tanggung jawab sosial
Implementation of Montessori Method in Developing Freedom and Independence Values at TKS Islam YPAA Sumenep Danang Prastyo; Gunarti Dwi Lestari; Heryanto Susilo; Ardhana Reswari; Selfi Lailiyatul Iftitah
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v6i1.17860

Abstract

This study aims to explore the application of the Montessori method in implementing values of freedom and independence in early childhood at TKS Islam YPAA Pangarangan Sumenep. The Montessori method was chosen because it is considered capable of accommodating children's learning needs personally, by providing directed freedom and an environment that supports independent exploration. This research uses a qualitative approach with observation and interviews as data collection techniques. The informants in this study consisted of the principal, classroom teachers, and students. The results indicate that the value of freedom is reflected in various activities such as collage, counting, and shape-building, which allow children to choose media and tools based on their interests. Children's independence is developed through practical activities such as wearing socks and washing vegetables. The teacher acts as a facilitator who supports exploration without reducing the children's freedom. The application of shaping techniques has also proven effective in developing independent skills. In conclusion, the Montessori method at TKS Islam YPAA Pangarangan Sumenep successfully supports the development of freedom and independence in children, in line with the principles formulated by Maria Montessori, although there are several supporting and inhibiting factors in its implementation.
Application of Contextual Learning Based on Madura Local Culture in Improving Understanding of Social Values in Early Childhood Danang Prastyo; Gunarti Dwi Lestari; Nunuk Haryati; Desika Putri Mardiani; Ardhana Reswari
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 13 No. 2 (2025): August - INPRESS
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v13i2.90662

Abstract

Local culture plays an important role in shaping early childhood character, yet its implementation in kindergarten remains limited, hindering the integration of social values such as cooperation, togetherness, and cultural identity. This study aims to examine the implementation of contextual learning based on Madurese local culture in enhancing young children’s understanding of social values. The research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observations and in-depth interviews with three informants: one kindergarten principal and two kindergarten teachers. Observations were conducted during cultural activities, such as the celebration of the Prophet Muhammad’s birthday (Maulid Nabi Muhammad SAW), the torch parade on the evening of 1 Muharram, and the introduction of Madurese traditional clothing, which represent the implementation of social values through local culture-based learning. The results show that local culture-based learning is effective in instilling social values such as mutual cooperation, togetherness, and pride in cultural identity. The contextual approach based on local culture in kindergarten also effectively connects learning materials to children’s daily lives, making them relevant and meaningful. Through direct experiences in cultural activities, children develop social skills, creativity, and problem-solving abilities. This learning approach also strengthens the relationship between children, teachers, parents, and the community, while fostering pride in local cultural identity. Overall, this approach supports holistic child development, socially, emotionally, and intellectually.
STRATEGI PENGEMBANGAN KARIER DOSEN DI TENGAH DINAMIKA PERUBAHAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN TINGGI winardi winardi; Gunarti Dwi Lestari; Wildan Taufik Raharja; Weni Rosdiana; Syunu Trihantoyo
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 2 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i2.24291

Abstract

Artikel ini mengkaji dinamika perubahan kebijakan pendidikan tinggi yang berlangsung cepat dan menuntut dosen untuk beradaptasi di tengah kompleksitas tugas tridharma. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan karier dosen, mengidentifikasi hambatan struktural, serta merumuskan strategi adaptif dalam konteks Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap 43 dosen dengan berbagai jenjang jabatan akademik, yang dianalisis secara tematik dan dilengkapi dengan analisis kebijakan serta tinjauan literatur kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kebijakan menuntut adaptasi disampaikan oleh 72,1% informan, tuntutan publikasi ilmiah oleh 67,4% informan, dan beban tridharma/administrasi oleh 62,8% informan sebagai tantangan utama, sementara digitalisasi melalui SISTER dan reformasi jabatan akademik dinilai membuka peluang efisiensi meski implementasinya belum optimal. Kesimpulannya, pengembangan karier dosen memerlukan pendekatan holistik yang mencakup perencanaan karier individual (Individual Career Development Plan), mentoring terstruktur, simplifikasi administrasi, penguatan riset kolaboratif, serta sistem informasi karier yang terintegrasi. Kata Kunci : Pengembangan Karier Dosen, Kebijakan Pendidikan Tinggi, Analisis Tematik, Jabatan Akademik, Publikasi Internasional, SISTER
MODEL KOMPETENSI HR PROFESIONAL DALAM TRANSFORMASI PERGURUAN TINGGI: STUDI KUALITATIF PADA PERGURUAN TINGGI muhammad nasir nasir; Warju Warju; Umi Anugerah Izzati; Gunarti Dwi Lestari; Wildan Taufik Raharja
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 2 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i2.24207

Abstract

Transformasi perguruan tinggi menuntut fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk berperan lebih strategis dalam mengelola perubahan, mengembangkan kapabilitas organisasi, serta menyiapkan sumber daya manusia menghadapi digitalisasi, internasionalisasi, dan tata kelola baru. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi kondisi eksisting kompetensi HR di Universitas X, (2) menganalisis faktor pendukung dan penghambat pengembangannya, serta (3) merumuskan model kompetensi HR profesional yang adaptif bagi transformasi kelembagaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain studi kasus tunggal, melalui wawancara mendalam, studi dokumen, dan observasi terbatas terhadap 17 informan (pimpinan SDM, pimpinan fakultas, dosen senior, dan tenaga kependidikan). Analisis data menggunakan pengodean tematik (open, axial, dan selective coding) yang dipandu oleh kerangka konseptual model kompetensi Ulrich, SHRM Body of Competency, dan teori dynamic capabilities. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi HR di Universitas X masih didominasi fungsi administratif, sementara transformasi kelembagaan menuntut kompetensi strategis berupa strategic partnering, literasi digital SDM, manajemen perubahan, dan keterlibatan pemangku kepentingan. Faktor pendukung meliputi komitmen kepemimpinan dan kebijakan transformasi institusi; faktor penghambat meliputi resistensi budaya akademik, keterbatasan kebijakan pengembangan SDM, dan rendahnya kapabilitas digital. Penelitian ini menghasilkan model kompetensi HR adaptif yang terdiri atas enam klaster Strategic Alignment, Change Leadership, Digital and Analytics Capability, Talent Development, Collaboration and Communication, dan Ethical–Cultural Stewardship lengkap dengan definisi operasional dan indikator perilaku. Model ini dapat menjadi dasar perencanaan pengembangan SDM, penyusunan pelatihan, pembaruan deskripsi jabatan, dan perumusan kebijakan SDM di perguruan tinggi. Kata Kunci :  Transformasi Perguruan Tinggi; Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis; Kapabilitas Digital; Manajemen Perubahan; Pengembangan Talenta.