Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Integrating Sustainability into Cosmetic Manufacturing and Consumption: Challenges and Innovations Rachmawati, Putriana; Susanto, Sharon; Christian, Yulius Evan
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.7353

Abstract

The global cosmetic industry continues to grow rapidly, with revenues projected to exceed USD 800 billion by 2030. However, the use of synthetic ingredients, plastic packaging, and energy- and water-intensive production processes has led to environmental impacts. This study examines the environmental impacts of the cosmetic industry through four key aspects: cosmetic ingredients, packaging, manufacturing processes, and consumer behavior. A literature review of publications from 2000 to 2025 obtained from major scientific databases was used. The results show that ingredients such as parabens, triclosan, and 1,4-dioxane contribute to pollution and environmental toxicity, while plastic packaging remains the main source of MPF. Sustainable alternatives, such as sugarcane straw extract, olive oil, whey protein isolate, and PLA-, cellulose-, and chitosan-based packaging materials, show strong potential to reduce environmental impact. Meanwhile, the adoption of renewable energy, waterloo systems, and recycling technologies in factories improves efficiency and reduces carbon emissions. Changes in consumer behavior, particularly among Generation Z, who are highly concerned about sustainability, also encourage producers to act more socially and environmentally responsibly. This study emphasizes the importance of implementing sustainable cosmetic practices to maintain a balance between industrial growth and environmental preservation.  
Literasi Keamanan Kosmetik dan Pelatihan Pembuatan Tabir Surya Minyak Calendula untuk Siswa SMAN 2 Jakarta Notario, Dion; Wulandari, Erna; Rachmawati, Putriana; Nathalie, Evadia; Siddharta, Adelia; Jowi, Angeline; Ling, Lim Siu; Dharmalau, Richanda Surya; Sandoval, Asiya Maryam; Matondang, Rovita Nia; Sadia, Theresia Shekinah; Tanjaya, Ziva Euginia
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7002

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan kosmetik, namun tingkat pengetahuan tentang keamanan produk masih beragam. Kondisi ini membuat mereka rentan menggunakan kosmetik ilegal atau yang dipasarkan dengan klaim berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan guna meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja. Upaya peningkatan literasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan praktik pembuatan tabir surya untuk mendorong partisipasi aktif dan memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan in belangsung di SMAN 2 Jakarta, melibatkan 50 siswa, dan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan awal, persiapan teknis, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre- dan post-test, kuesioner persepsi dengan skala Likert, serta analisis komentar terbuka. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata pengetahuan siswa (pre-test 70,19; post-test 95,66; p-value<0,001). Sebagian besar soal menunjukkan peningkatan proporsi jawaban benar yang signifikan (p-value<0,05). Tingginya antusiasme siswa tercermin dari tingkat pengisian umpan balik yang mencapai lebih dari 70%, skor persepsi positif di atas 80%, serta dominasi komentar apresiatif. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas PkM yang diberikan melalui kombinasi edukasi teori dan praktik secara efektif dapat meningkatkan literasi keamanan kosmetik. Untuk program pengabdian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak peserta dan menambahkan media edukatif seperti buku saku
Edukasi Pencegahan Stunting dengan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) Noviani, Lusy; Febrinella, Catleya; Rachmawati, Putriana
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7080

Abstract

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-60, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat menyelenggarakan penyuluhan daring mengenai pencegahan stunting dan penggunaan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) dengan mengadopsi konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Baik dan Benar). Proses edukasi dievaluasi melalui kuisioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap pencegahan stunting dan penggunaan PKMK. Seluruh responden (100%) memahami bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan, dan 100% mengetahui bahwa anak stunting memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Namun, 36,4% responden masih keliru terkait penyebab utama stunting. Pemahaman terhadap PKMK hanya 64,5% bahwa produk tersebut memerlukan resep dokter. Sebanyak 98,4% memahami prinsip DAGUSIBU, tetapi 14,9% masih beranggapan bahwa PKMK kedaluwarsa dapat dikonsumsi bila tidak berubah warna atau bau. Hasil evaluasi menunjukan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep dasar stunting dan peran apoteker, namun masih terdapat miskonsepsi mengenai penyebab stunting dan regulasi penggunaan PKMK.
Literasi Keamanan Kosmetik dan Pelatihan Pembuatan Tabir Surya Minyak Calendula untuk Siswa SMAN 2 Jakarta Notario, Dion; Wulandari, Erna; Rachmawati, Putriana; Nathalie, Evadia; Siddharta, Adelia; Jowi, Angeline; Ling, Lim Siu; Dharmalau, Richanda Surya; Sandoval, Asiya Maryam; Matondang, Rovita Nia; Sadia, Theresia Shekinah; Tanjaya, Ziva Euginia
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7002

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan kosmetik, namun tingkat pengetahuan tentang keamanan produk masih beragam. Kondisi ini membuat mereka rentan menggunakan kosmetik ilegal atau yang dipasarkan dengan klaim berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan guna meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja. Upaya peningkatan literasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan praktik pembuatan tabir surya untuk mendorong partisipasi aktif dan memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan in belangsung di SMAN 2 Jakarta, melibatkan 50 siswa, dan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan awal, persiapan teknis, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre- dan post-test, kuesioner persepsi dengan skala Likert, serta analisis komentar terbuka. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata pengetahuan siswa (pre-test 70,19; post-test 95,66; p-value<0,001). Sebagian besar soal menunjukkan peningkatan proporsi jawaban benar yang signifikan (p-value<0,05). Tingginya antusiasme siswa tercermin dari tingkat pengisian umpan balik yang mencapai lebih dari 70%, skor persepsi positif di atas 80%, serta dominasi komentar apresiatif. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas PkM yang diberikan melalui kombinasi edukasi teori dan praktik secara efektif dapat meningkatkan literasi keamanan kosmetik. Untuk program pengabdian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak peserta dan menambahkan media edukatif seperti buku saku
Edukasi Pencegahan Stunting dengan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) Noviani, Lusy; Febrinella, Catleya; Rachmawati, Putriana
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7080

Abstract

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-60, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat menyelenggarakan penyuluhan daring mengenai pencegahan stunting dan penggunaan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) dengan mengadopsi konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Baik dan Benar). Proses edukasi dievaluasi melalui kuisioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap pencegahan stunting dan penggunaan PKMK. Seluruh responden (100%) memahami bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan, dan 100% mengetahui bahwa anak stunting memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Namun, 36,4% responden masih keliru terkait penyebab utama stunting. Pemahaman terhadap PKMK hanya 64,5% bahwa produk tersebut memerlukan resep dokter. Sebanyak 98,4% memahami prinsip DAGUSIBU, tetapi 14,9% masih beranggapan bahwa PKMK kedaluwarsa dapat dikonsumsi bila tidak berubah warna atau bau. Hasil evaluasi menunjukan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep dasar stunting dan peran apoteker, namun masih terdapat miskonsepsi mengenai penyebab stunting dan regulasi penggunaan PKMK.
Optimization of red algae (Kappaphycus alvarezii) lozenges: formulation design and antioxidant evaluation Rachmawati, Putriana; Tinanto, Brian; Kusnaman, Mathias Lourdion; Kambira, Pretty Falena Atmanda
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 24 No. 1 (2026): JIFI In Press
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v24i1.2027

Abstract

Red algae (Kappaphycus alvarezii) are a marine resource containing bioactive compounds, such as flavonoids and carotenoids, with potential antioxidant properties. This study aimed to develop lozenge formulations of red algae powder using direct compression, optimize the excipient composition, and evaluate the physicochemical properties and antioxidant activity. Red algae powder was characterized microscopically and by LC–MS, confirming the presence of quercetin, rutin, kaempferol, and astaxanthin in the powder. Five lozenge formulations (F1–F5) were prepared using varying concentrations of hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) and starch. In-process evaluation included flow rate, angle of repose, loss on drying, and particle size distribution, while post-compression testing covered organoleptic properties, weight variation, hardness, friability, surface abrasion, and disintegration time. Antioxidant activity was determined using the DPPH radical scavenging assay, with quercetin as the standard. All formulations met the pharmacopeia standards, with hardness ranging from 74.3–111.1 N, friability 0.61–0.98%, and disintegration times 6.61–15.88 min. Optimization using a Simplex Lattice Design identified Formula 3 (3.5% HPMC and 10.5% starch) as the most desirable composition. The red algae powder and lozenge exhibited weak antioxidant activity, with IC₅₀ values of 5,969 ppm and 6,854 ppm, respectively. These findings demonstrate that lozenges containing red algae powder can be successfully produced with acceptable physical properties; however, improvement of raw material standardization or enrichment is required to enhance antioxidant efficacy.
Improving Cosmetic Safety Awareness Through an Educational Program and Hands-On Workshop on a Pomegranate-Based Peel-Off Mask for Adolescents Rachmawati, Putriana; Noviani, Lusy; Susanto, Sharon; Christian, Yulius Evan; Karjono, Madeleine Rose; Nataya, Sherly; Joseph, Hellery Yovanti; Noveria, Revista
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 1 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i1.9365

Abstract

Adolescents are increasingly exposed to cosmetic products and marketing claims, yet their awareness of cosmetic safety remains limited. Interactive educational approaches that combine theoretical knowledge with practical experience are still rarely implemented. This study aimed to evaluate the effectiveness of an interactive educational intervention in improving adolescents’ knowledge of cosmetic safety and the appropriate use of skincare ingredients. A quasi-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted on December 3, 2025, involving n = 61 high school students. The intervention integrated BPOM-based education with a hands-on workshop on peel-off mask formulation. Knowledge was assessed using a 10-item questionnaire, which was pilot-tested for clarity and relevance. Data were analyzed using a paired t-test (p < 0.05). The mean knowledge score increased from 72.71±16.72 to 84.67±10.45, with a statistically significant difference (p = 0.002) and a large effect size (Cohen’s d = 1.36). The distribution of scores shifted toward higher categories, indicating improved understanding. Participants also reported high levels of satisfaction with the program. The intervention effectively improved adolescents’ knowledge of cosmetic safety. The novelty lies in integrating regulatory education with hands-on formulation activities as an interactive learning model. However, the absence of a control group and the single-setting design limit generalizability.