Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Klasifikasi Citra Penyakit Gigi Menggunakan Metode Gabor Filter Dan K-Nearest Neighbor Yulianty Lasena; Citra Yustitya Gobel; Fitria Anggraini
Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Banthayo Lo Komputer Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/balok.v4i2.1194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan citra penyakit gigi menggunakan metode K-Nearest Neighbor(K-NN), dengan fokus pada peningkatan akurasi klasifikasi. Hasil menunjukan bahwa meskipun penerapanK-NN menghasilkan akurasi yang meningkat dengan nilai recall tertinggi , nilai precision belum tercapai tingkat optimal. Meskipun model mencapai akurasi tertinggi pada k=3 dengan 60%, nilai precision hnya 55%, menyoroti kebutuhan untuk meningktkan kinerja keseluruhan metode. Penelitian ini memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam pengembangan teknik klasifikasi citra untuk diagnosis penyakit gigi dengan lebih akurat Kata Kunci: Klasifikasi citra, Penyakit gigi, Gabor filter, K-Nearest Neighbor, Akurasi
Expert System for Mental Health Disordes in Women and Children based on Android using the Certainty Factor Method Lasena, Marlin; Gobel, Citra Yustitya; Puspa, Misrawati Aprilyana
SISTEMASI Vol 15, No 1 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v15i1.5739

Abstract

This study focuses on the limited access to mental health services in Gorontalo and the social stigma surrounding mental health disorders, which discourages women and children from seeking help. The main problem addressed in this research is the management of mental health disorders, particularly the complexity of the initial diagnostic process. The study aims to develop an expert system using the Certainty Factor method to assist in the early diagnosis of mental health disorders in women and children, specifically Depression, Anxiety, and Stress disorders. The research employs a Research and Development (R&D) approach with qualitative methods, including interviews with experts such as psychologists to obtain a knowledge base comprising symptoms, Measure of Belief, and Measure of Disbelief values. The expert system is implemented on the Android platform, facilitating user access to early diagnostic services. Results from the Certainty Factor calculations on user data indicate that the early diagnosis confidence levels are 97.04% for Depression, 63.11% for Anxiety, and 59.72% for Stress. The highest value is observed for Depression, suggesting that the symptoms selected by users most strongly indicate this disorder, with the highest confidence level across all Depression symptoms. Both manual calculations by experts within the system and Black Box testing confirm that the Certainty Factor method can effectively support early diagnosis of mental health disorders. The study concludes that the expert system using the Certainty Factor method is effective and can be implemented as an early mental health detection tool. The strength of this research lies in the integration of qualitative expert knowledge with mobile technology implementation, providing a practical and easily accessible solution for the community.
Optimalisasi Pelestarian Budaya Lokal menggunakan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Inovatif Generasi Muda Salma P Nua; Muhammad Isla; Citra Yustitya Gobel; Risti P. Sari Hunowu
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7722

Abstract

Daerah Gorontalo memiliki kekayaan budaya lokal yang terbentuk dari perpaduan adat istiadat, nilai keislaman, dan warisan leluhur. Budaya ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari bahasa, kesenian, pakaian adat, arsitektur rumah tradisional, hingga upacara adat. Urgensi Penelitian ini adalah Pelestarian budaya lokal sedang menghadapi tantangan terutama dikalangan generasi digital yang mulai kehilangan minat dan keterikatan terhadap nilai budaya Lokal karena dipengaruhi oleh Budaya Asing. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan pudarnya identitas budaya daerah yang menjadi bagian penting dari kekayaan bangsa. Tujuan Penelitian adalah melakukan Optimalisasi Pelestarian Budaya Lokal menggunakan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Inovatif  untuk Mendorong integrasi teknologi dalam pelestarian budaya melalui pendekatan edukatif, sesuai dengan karakteristik generasi digital dan Memberikan rekomendasi pengembangan pembelajaran dalam konteks pendidikan formal dan informal.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menggukur pengetahuan generasi muda terhadap respon pemanfaatan tekologi AR untuk pelestarian budaya lokal. Sedangkan Metode kualitatif sebagai pemahaman mendalam untuk mengeksplor pemanfaatan Desain Augmented Reality sebagai media pembelajaran. Hasil perhitungan mnggunakan skala Likert terhadap 121 responden, diperoleh nilai mean sebesar 4,33 termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Interpretasi menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sikap sangat positif terhadap pelestarian budaya lokal menggunakan Augmented Reality. Hasil perancangan Augmented Reality dilakukan pada Rumah Adat Dulohupa, Bantayo Poboide, dan budaya lokal lainnya dengan hasil validasi visualisasi objek budaya dalam bentuk model tiga dimensi (3D) yang dipadukan dengan informasi tambahan berupa teks dan audio mampu meningkatkan pemahaman pengguna terhadap nilai sejarah, filosofi, arsitektur, dan makna budaya yang terkandung di dalam setiap objek. Teknologi AR terbukti mempermudah proses penyampaian informasi budaya yang sebelumnya bersifat statis menjadi lebih dinamis, kontekstual, dan mudah dipahami oleh generasi muda. Hal ini memvalidasi bahwa pemanfaatan Augmented Reality tidak hanya berfungsi sebagai media visualisasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi inovatif yang efektif dalam mendukung upaya pelestarian budaya lokal.