Agung Wicaksono
Universitas Telkom

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERDESAAN DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA CURUG MUNTU MELALUI KOLABORASI PERGURUAN TINGGI DI BANYUMAS Riyatno Riyatno; Agung Wicaksono; Agus Ganjar Runtiko
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curug Muntu, yang terletak di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekowisata. Ekowisata adalah bentuk pariwisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Pengelolaan Curug Muntu sebagai program penguatan ekowisata bertujuan untuk memanfaatkan potensi alam yang ada secara berkelanjutan, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Desa Ketenger memiliki keanekaragaman hayati yang kaya dan pemandangan alam yang indah. Namun, pengelolaan yang kurang optimal dan kurangnya fasilitas pendukung menjadi tantangan yang harus diatasi. Program ini dirancang untuk mengatasi tantangan tersebut melalui berbagai kegiatan, seperti konservasi lingkungan, peningkatan infrastruktur wisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan adanya program penguatan ekowisata ini, diharapkan Curug Muntu dapat menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Desa Ketenger. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan di kalangan masyarakat dan wisatawan. Pengelolaan Curug Muntu sebagai program penguatan ekowisata di Desa Ketenger telah menunjukkan hasil yang positif dan signifikan. Program ini berhasil meningkatkan jumlah wisatawan, melestarikan lingkungan, dan memberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Peningkatan fasilitas wisata dan partisipasi aktif dari berbagai pihak telah memastikan keberlanjutan program ini. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang holistik dan partisipatif, potensi alam yang ada dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, program penguatan ekowisata di Curug Muntu tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Ketenger.
OPTIMALISASI PRODUKSI MADU HUTAN MELALUI PENERAPAN ALAT PRES STAINLESS STEEL PADA KTH RIMBA LANGGENG DI DESA GLEMPANG Sarah Astiti; Sevia Indah Purnama; Dwi Mustika Kusumawardani; Gilang Ramadhan; Jaenal Arifin; Agung Wicaksono; Gunawan Wibisono; Achri Priyono
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v10i1.2909

Abstract

Ekstraksi madu hutan secara manual di KTH Rimba Langgeng, Desa Glempang, menghasilkan madu keruh, kurang higienis, dan rendemen rendah. Program pengabdian ini bertujuan memodernisasi proses ekstraksi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas madu. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Solusi yang diimplementasikan adalah Alat Pres Madu berbahan Food Grade Stainless Steel 304 yang terintegrasi saringan ganda dan mekanisme ulir tekan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan; madu menjadi jauh lebih jernih, bersih, dan higienis karena terfilter secara mekanis tanpa kontak tangan langsung. Efisiensi ekstraksi meningkat dari 30% menjadi 52%, yang berdampak pada kenaikan omset bulanan kelompok sebesar 73,3%. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terapan, khususnya pada rekayasa teknologi pascapanen berbasis sistem mekanis untuk optimalisasi hasil hutan bukan kayu dan penjaminan standar keamanan pangan (food safety).  Abstract. Manual extraction of forest honey at KTH Rimba Langgeng, Glempang Village, produces cloudy, unhygienic honey with low yields. This community service program aims to modernize the extraction process to improve honey quality and productivity. The implementation method uses Participatory Action Research (PAR) through socialization, training, technology application, and mentoring. The implemented solution is a Honey Press Machine made of Food Grade Stainless Steel 304, integrated with a double mesh filter and a screw-press mechanism. The results show significant improvements; the honey becomes much clearer, cleaner, and more hygienic due to mechanical filtering without direct hand contact. Extraction efficiency increased from 30% to 52%, leading to a 73.3% increase in the group’s monthly turnover. This community service contributes to the development of applied science, particularly in post-harvest technology engineering based on mechanical systems to optimize non-timber forest products and ensure food safety standards.