Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) ETANOL 70% DAN ETIL ASETAT MENGGUNAKAN DPPH Asih Imulda Hari Purwani; Fita Sari; Muhammad Dhika Ramadhan; Herlinda Mawardika
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v10i1.740

Abstract

Pluchea indica L. is a herbaceous plant of the Asteraceae family that has been known to the public as fresh vegetables and traditional medicine since ancient times. This study aims to determine the antioxidant activity of beluntas leaves obtained from the extraction using 70% ethanol and ethyl acetate. The identification of phytochemical screening of beluntas leaves revealed the presence of flavonoids, tanninsand alkaloids. The test of antioxidant activity was performed using the DPPH method as free radical and vitamin C as a comparison. The average IC50 value beluntas leaves in 70% ethanol solvent is 94.06 ppm, in ethyl acetate is
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM INOVASI PANGAN LOKAL: NUGGET KACANG KEDELAI (Glycine max. L) UNTUK CEGAH STUNTING PADA ANAK: EMPOWERING POSYANDU CADRES THROUGH LOCAL FOOD INNOVATION: SOYBEAN NUGGET FOR PREVENTING STUNTING IN CHILDREN Asih Imulda Hari Purwani; Mardiana Prasetyani Putri
WISDOM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisdom Vol. 3 No. 1 (2026): JPKM WISDOM 5, 2026
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/wisdom.v3i1.137

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, with a prevalence of 21.6%. This condition affects not only children’s physical growth but also their cognitive development, immune system, and quality of life in the future. One of the efforts to prevent stunting is through empowering posyandu cadres as agents of change in nutrition education and the utilization of local food. This community service activity aimed to strengthen the capacity of posyandu cadres in Patianrowo Village, Nganjuk Regency, through socialization and training on local food innovation based on soybean (Glycine max. L) in the form of nuggets as an alternative nutritious food for children. The methods included preparation, socialization on stunting and balanced nutrition, as well as hands-on practice in soybean nugget production. Evaluation was conducted through pre-test, post-test, practice observation, and focus group discussions. The results showed a significant improvement in knowledge, with the average pre-test score increasing from 55.2 to 82.7 in the post-test, and participation aspects indicated by observation scores rising from 68.0 to 88.5. The cadres successfully mastered soybean nugget processing techniques and demonstrated creativity by incorporating other local food ingredients. This activity effectively enhanced cadres’ skills and confidence in developing local food innovations, while also strengthening their role in stunting prevention. In the future, it is expected that this innovation can be sustainably adopted by the community to contribute to improving children’s nutritional status and reducing stunting rates in Patianrowo Village.
Formulasi dan Uji Stabilitas Lotion Repelen Daun Paitan: Pendekatan Fisikokimia Untuk Pengendalian Aedes aegypti Dwi Wahyuni; Arshy Prodyanatasari; Asih Imulda Hari Purwani; Anik Andayani; Hari Untarto Swandono; Pavitra Meilina Imanda’ar
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i1.2281

Abstract

Tingginya kasus DBD di Indonesia mendorong inovasi lotion anti nyamuk yang aman. Urgensi penelitian muncul dari risiko iritasi kulit akibat penggunaan produk sintetis berbasis DEET. Gap penelitian terletak pada belum adanya formulasi lotion berbasis ekstrak daun paitan yang dilengkapi dengan data uji stabilitas fisik dan efektivitasnya sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan memformulasikan lotion ekstrak etanol daun paitan konsentrasi 15% dan mengevaluasi karakteristik fisik, stabilitas, serta efektivitasnya sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, meliputi ekstraksi daun paitan, formulasi lotion, dan uji stabilitas menggunakan metode freeze and thaw. Parameter uji meliputi organoleptis, homogenitas, pH, jenis emulsi, kemampuan daya lekat dan sebarnya, serta efektivitas repellent. Hasil evaluasi terlihat bahwa sediaan lotion memenuhi semua persyaratan uji karakteristik fisik. Uji efektivitas pada manusia menunjukkan daya proteksi yang sangat tinggi, yaitu 97% sebelum uji stabilitas dan 93% setelahnya, meskipun terjadi sedikit perubahan pada semua parameter fisik pasca uji stabilitas. Lotion ekstrak etanol daun paitan 15% memenuhi syarat karakteristik sediaan topikal dan efektif sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti dengan daya proteksi tinggi (97% sebelum dan 93% setelah uji stabilitas).
FORMULA MASKER GEL PEEL OFF DENGAN EKSTRAK ETANOL UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Munifatul Lailiyah; Sony Andika Saputra; Ida Kristianingsih; Asih Imulda Hari Purwani; Erfan Tri Prasongko; Dyah Aryantini; Fatma Khoirunisak

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.430

Abstract

Umbi Bit merah (Beta vulgaris L.) memiliki pigmen betasianin yang merupakan derivat dari betalain. Betasianin merupakan pigmen yang berwarna merah sampai ungu yang dikenal memiliki sifat antioksidan. Senyawa ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kosmetik, misalnya produk masker gel peel-off. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi potensi ekstrak etanol umbi bit merah dalam diformulasikan menjadi masker gel peel-off dan juga kegiatan antioksidannya. Proses ekstraksi umbi bit merah menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Masker gel peel-off dibuat dalam tiga konsentrasi ekstrak yang berbeda, yaitu 10% (F1), 15% (F2), dan 20% (F3). Evaluasi mutu fisik yaitu: uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, serta uji iritasi. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi memenuhi mutu fisik, dengan formulasi terbaik adalah F3 yang berwarna merah kecoklatan, berbentuk semisolid, beraroma khas mawar, dan homogen. Nilai pH sebesar 5,13 ± 0,05, daya sebar 5,53 ± 0,05 cm, daya lekat 15,95 ± 0,57 detik, dan waktu mengering 22,33 ± 0,57 menit. Uji iritasi menunjukkan bahwa sediaan tersebut aman dan tidak menimbulkan iritasi. Pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH dengan nilai IC50 sebesar 15,19 ± 0,01 ppm untuk ekstrak, untuk vitamin C sebagai kontrol memiliki nilai IC50 2,58 ± 0,01 ppm. Hasil penelitian menunjukkan pada ekstrak memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Kesimpulannya, ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L.) dapat dibuat menjadi masker gel peel-off dengan memiliki mutu fisik yang baik dan mempunyai aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat.