Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KAPASITAS DAN MANAJEMEN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT Dr. MUHAMMAD ZEIN KOTA PAINAN David Juanda Asdar; Surya Eka Priana; Selpa Dewi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.8 KB)

Abstract

Parkir salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi disetiap instalasi atau pusat perdagangan dan sulit dalam mengatasi dikarenakan sangat membutuhkan tempat yang begitu luas, begitu juga yang terjadi pada perparkiran Rumah Sakit Dr. Muhammad Zein Kota Painan yang merupakan salah satu pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat kota Painan dan sekitarnya, Sebagai pusat pelayanan yang banyak dikunjungi rumah sakit tersebut memiliki permasalahan dalam hal penyediaan fasilitas parkir. Untuk mengetahui masalah perparkiran tersebut perlu dilakukan penelitian dengan cara melakukan survei pencacahan dilokasi parkir. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas ruang parkir dan manajemen yang didapat dengan meneliti pola masuk dan keluar kendaraan di wilayah parkir Rumah Sakit Dr. Muhammad Zein Kota Painan. Berdasarkan hasil survei dan pengelolaan data didapat volume kendaraan maksimal sebesar 312 kendaraan yang terjadi pada hari sabtu. Durasi rata – rata di area parkir Rumah Sakit Dr. Muhammad Zein Kota Painan adalah 47 menit/unit atau 1,27 jam. Dengan Tingkat pergantian kendaraan yang parkir tertinggi di area parkir Rumah Sakit Dr. Muhammad Zein Kota Painan sebesar 11 putaran dan indeks parkir di Rumah Sakit Dr. Muhammad Zein Kota Painan pada saat akumulasi maksimum mencapai 142,8% kapasitas parkir di area parkir Rumah Sakit Dr. Muhammad Zein Kota Painan tidak mampu menampung permintaan parkir karena permintaan kebutuhan ruang parkir tertinggi dilokasi Rumah Sakit Dr. Muhammad Zein Kota Painan sebanyak 312 kendaraan tidak dapat terpenuhi, karena kapasitas ruang parkir yang tersedia sebesar 28 SRP. Kata kunci : Kapasitas Ruang Parkir, Indeks Parkir, Area Parkir Rumah Sakit
TINJAUAN PERENCANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG / RUANG BARU PUSKESMAS MANDIANGIN KOTA BUKITTINGGI Muhammad Irfan; Ishak Ishak; Surya Eka Priana
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.797 KB)

Abstract

In general the upper structure includes beams, columns, floor plates and roofs that serve to support the loads that work on a building. The calculations that will be carried out on the construction of Building / New Room of Served Medicine Puskesmas District Mandiangin Bukittinggi in 2021 are floor plates, beams and columns. Structural expenses (dead loads, life loads) are guided by SNI 03-2847:2002 and earthquake loads are guided by SNI 03-1726:2012, where portals are calculated and modeled using the ETABS 2018 program. The purpose of this calculation is to get an idea of the basic principles of planning and reviewing the structure of the building, comparing the results of the calculation of the author with the results of the calculation of the planner consultant. From the calculation results obtained the largest moment on the B1 beam of 131.8420 kN-m and the largest moment in column K1 (50 x 30 cm) of 194,827 kN-m. For floor plates there is a repeating difference: 120 mm thick floor plate, ø 10- 160 mm for direction x and direction y author, floor plate 120 mm, ø 10- 250 mm for direction x and direction y planner, column K1 (50 x 30 cm) 16 D 19 and planner has 16 D 16, for column K2 there are differences in dimensions and bones i.e. : Column K2 (45 x 25 cm) 16 D 19 author, column K2(50 x 30cm) 16D 16 planner. For B1 and B2 blocks there are differences in dimensions and bones namely: beam B1 (45 x 25 cm) 6 D 19 authors, B1 beam (50 x 30 cm) 5 D 19 planner, B2 beam (40 x 25 cm) 6 D 19 author, B2 beam (45 x20 cm) 4 D 19 planner. Keywords : Column Structure, Beam, Floor Plate, Charging, ETABS2018, Reinforcement
ANALISIS TIPE KERUSAKAN JALAN DENGAN BINA MARGA TEBAL LAPIS TAMBAHAN METODE ASSTHO Hidroqi Maulana; Surya Eka Priana; Masril Masril
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 2 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.158 KB)

Abstract

Lokasi yang digunakan pada penelitian ini adalah ruas jalan KH.Ahmad Dahlan Payakumbuh, Sumatera Barat sepanjang 1 km. Perhitungan nilai indeks kondisi jalan dilakukan menggunakan metode Bina Marga dan metode ASSTHO.Untuk mengetahui nilai indeks kondisi perkerasan pada ruas jalan KH.Ahmad Dahlan Payakumbuh Penelitian ini dilakukan pada ruas jalan KH.Ahmad Dahlan Payakumbuh, Sumatera Barat. Ruas jalan yang ditelititi inimemiliki panjang 1 km. Pengumpulan data penelitian dimulai dari Sinpang Parik sampai Tanjung pati.. Berdasarkan pengamatan secara visual pada ruas jalan KH Ahmad Dahlan, terdapat 7 jenis kerusakan yaitu alligator cracking, block cracking deperssion, retak memanjang dan melintang, tambalan (patching), pelapukan dan butiran lepas, yang terakhir sungkur (shoving).Kerusakan terbesar yaitu alligator cracking seluas 3186,526 m2 atau 28,97% dari luas total kerusakan serta hampir terjadi merata di jalan tersebut dan kerusakan terkecil depression seluas 0,77 m2 atau 0,02% dari luas total kerusakan total. Meskipun parameter yang digunakan kedua metode dalam menghitung tebal lapis tambah, pada perkerasan lentur baik itu untuk tipe bonded/unbounded concrete saling berbeda, namun hasil yang diperoleh tidak jauh berbeda antara satu metode dengan metode lainnya. Maka dari itu Metode Bina Marga lebih layak digunakan di Indonesia dikarenakan parameter yang digunakan dalam perhitungan telah disesuaikan dengan kondisi regional Negeri ini. Kata Kunci: Metode Bina Marga 1997,Asstho1993,
PENGARUH PERLINTASAN KERETA API TERHADAP ARUS LALU LINTAS DISIMPANGTUNGGULHITAM KOTAPADANG Iin Siswara Lubis; Surya Eka Priana; Ana Susanti Yusman
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.234 KB)

Abstract

KotaPadangmerupakansalahsatukotayangpertambahanjumlahpenduduknyacukuptinggi.Seiringdenganpertambahanjumlahpenduduktersebutmakaaktifitasmanusiadanpergerakanpenduduk meningkat sehingga kebutuhan sarana transportasi darat semakin bertambah. Salah satupermasalahan yang terjadi adalah perlintasan sebidang antara jalan raya dan jalan rel kereta api disimpangTunggulHitamPadang.Permasalahanyangtampakadalahwalaupunsistemkontroltersebut telah dioperasikan dengan benar, bila volume kendaraan pada pendekat lintasan sedemikianbesar maka akan menimbulkan tundaan dan panjang antrian yang cukup berarti, pada saat itu pulaterciptalah suatu gangguan pada sistem transportasi. terjadi perubahan nilai parameter (kecepatanarus bebas, kecepatan maksimum, kepadatan macet, kepadatan maksimum dan aliran maksimum),data lain yang digunakan berupa data sekunder yang terdiri dari jumlah penduduk dan peta lokasi,Disimpang tunggul hitam kota Padang adalah dua pertemuan jalan yaitu jalan Kemayoran dan JalanProf. Dr. Hamka selain itu disimpang tunggul hitam kota Padang dekat dengan Universitas NegriPadang (UNP), Pada penelitian ini data yang diperoleh dari survei lapangan di Jalan Prof. Dr.HamkadanjalanKemayoranselamaempathari,yaitusenin,rabu,sabtudanminggu.Daripengamatan diperoleh panjang antrian terbesar adalah 30 (m), sedangkan tundaan terbesar adalah9,6(km/jam)danvolumelalau lintasterbesaradalah 773,2 (smp/jam). KataKunci: Kinerja RuasJalan, VolumeLaluLintas,Panjang Antrian,Jalur KeretaApi
PERENCANAAN SALURAN SEKUNDER IRIGASI BATANG TINGKARANG KECAMATAN RAO KABUPATEN PASAMAN Nora Lizhar Fitri; Surya Eka Priana; Deddy Kurniawan
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.939 KB)

Abstract

Pada Perencanaan Jaringan Irigasi mesti dilakukan analisa disain yang meliputi analisa curah hujan, perhitungan debit,dan dimensi saluran. Sehingga sistem irigasi tersebut dapat diartikan sebagai usaha penyedian pemberian air yang optimal dan efisien guna untuk mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Daerah Irigasi Batang Tingkarang ini sumber airnya berasal dari Sungai Batang Tingkarang, sedangkan sungai Batang Tingkarang berasal dari Bukik Semanak. Tujuan utama dari Perencanaan Jaringan Irigasi Batang Tingkarang ini adalah untuk mempertahankan swasembada pangan, dengan luas area sawah 375 Ha, dari luas area sawah tersebut diharapkan panen sebesar 6 Ton/Ha setiap kali panen. Dengan melakukan perbaikan jaringan serta pemberian air yang cukup sesuai dengan kebutuhan. Dalam perencanaan didapat dimensi saluran melalui proses curah hujan dengan menggunakan metode harpes dan metode gumbel. Data debit diperlukan untuk menentuka perhitungan ketersediaan air pada bangunan pengambilan (intake). Untuk mendapatkan perhitungan debit yang baik diperlukan data pencatatan debit sungai jangka waktu yang panjang, hal ini diperlukan guna mengurangi terjadinya penyimpanan data perhitungan yang terlalu besar. Hasil perhitungan dari analisa gumbel 3395 mm dan hasil perhitungan dari analisis haspers 55,74 m/det. Hasil besar debit yang di rencanakan sebesar 57,28 m/det. Untuk perencanaan saluran sekunder irigasi Batang Tingkarang kecamatan Rao kabupaten Pasaman di rencanakan dapat menampung air ketika debit maksimum.Kata kunci : debit, swasembada pangan, debit, dimensi saluran, curah hujan, saluran sekunder
EVALUASI KINERJA STRUKTUR BANGUNAN DENGAN METODE PUSHOVER ANALYSIS PADA GEDUNG RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI Elvi Reyani; Ishak Ishak; Surya Eka Priana
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Earthquake phenomena are natural phenomena that greatly affect buildings, especially high-rise buildings. Planning of earthquake-resistant building structures is very important in Indonesia, considering that most of the area is located in earthquake areas with moderate to high intensity. Buildings in earthquake-prone areas must be designed to be able to withstand earthquakes. The latest planning trend is performance based seismic design, which utilizes computer-based non- linear analysis techniques to analyze the inelastic behavior of structures from various ground motion intensities (earthquakes), so that their performance can be known in critical conditions. Further action can be taken if it does not meet the required requirements. The purpose of this study was to determine the pushover analysis procedure to evaluate the performance of the building structure and to determine the pattern of the collapse of the building structure after being analyzed by pushover. This study uses the Static Pushover Analysis method with reference to the displacement coefficient method (FEMA 356, 2000). The lateral load used is the result of an equivalent static analysis which is carried out monotonically in one direction. Research shows that there are several conclusions. First, the displacement of the maximum pushover result (δmax) in the XZ direction, which is in step-7, is greater than the displacement target (δt), with a figure of 61541.4681 mm > 58.212 mm. Second, the displacement of the maximum pushover result (δmax) in the YZ direction, namely in step-5, is greater than the displacement target (δt), with a figure of 10450.54 mm > 58.212 mm. Third, the evaluation in the XZ direction is still safe even though max > t, because all beam elements in the portal appear plastic hinges with levels A-B which are still elastic, all marked in pink. The distribution of plastic hinges that occur at all steps shows that no structural member exceeds the performance limit so that it can be said that the performance of the structural component is in a safe condition. Fourth, the structural members in the YZ direction are also safe because max > t and the plastic hinge distribution scheme shows the structural members marked in pink with levels A-B. Keywords: pushover, non-linear, plastic hinge
ANALISIS BIAYA OVERHEAD DALAM PROYEK PENGADAAN BARANG DAN JASA PEKERJAAN IRIGASI DI KOTA PADANG PANJANG Edy Hartanto; Surya Eka Priana; Masril Masril
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.413 KB)

Abstract

Biaya overhead sebuah proyek merupakan salah satu unsur harga pokok produk konstruksi. Biaya ini merupakan elemen biaya konstruksi yang relatif besar dan sulit pengendaliannya, serta tidak mudah dibebankan secara langsung kepada suatu hasil produksi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai estimasi dan pengendalian biaya overhead serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dalam proyek konstruksi pada umumnya biaya konstruksi dibagi menjadi dua bagian yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung, biaya tidak langsung ini salah satunya adalah biaya overhead. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pengelolaan biaya overhead yang digunakan pada proyek irigasi melalui metode analaisis faktor. Analisis Faktor ini dilakukan untuk menguji jenis–jenis pengelolaan biaya overhead yang digunakan pada proyek irigasi yang ada di Kota Padang Panjang. Penyebaran kuisioner dan pengambilan data  proyek dilakukan pada pekerjaan proyek irigari tahun 2019 dan 2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis pengelolaan yang umum digunakan pada proyek irigasi, yaitu pengawasan proyek, akurasi penyelesaian proyek, kegiatan berbasis ABC (Activity Based Costing), inovasi, pemberian gaji tepat waktu, dan efektivitas pekerja. Analisis data menggunakan analisis statistic descriptive dengan bantuan program komputer SPSS versi 25. Kata kunci: biaya proyek, biaya tidak langsung, biaya overhead, analisis faktor 
TINJAUAN EFEKTIVITAS PENERAPAN SIMPANG BERSINYAL DI SIMPANG BYPASS MANGGIS KOTA BUKITTINGGI Muhammad Ansal Praja; Surya Eka Priana; Deddy Kurniawan
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.922 KB)

Abstract

Simpang by pass Manggis merupakan pertemuan beberapa ruas dari jalan atau menuju pusat Kota Bukittinggi yang bisa dikatakan jalur ekonomi perdagangan, pendidikan, dan perkantoran. Selain itu juga jalur menuju keluar Kota Bukittinggi sehingga pada jam tertentu arus lalu lintasnya cukup sibuk. Berdasarkan keadaan tersebut maka penulis mencoba meninjau efektifitas persimpangan By Pass Manggis ini apakah perlu melakukan tinjauan agar arus lalu lintasnya dapat terlayani dengan baik dan tentunya meminimalkan terjadinya tundaan dan konflik pada kendaraan yang melintas di persimpangan tersebut sehingga pengguna tidak merasa kerugian waktu dan biaya perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berdasarkan kinerja simpang bersinyal dan metode alternatif untuk meningkatkan kinerja simpang bersinyal By Pass Manggis. Penelitian menggunakan pendekat Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dengan menganalisis kinerja simpang bersinyal berdasarkan Derajat Kejenuhan (DS). Dari harsil penelitian diketahui jam puncak terjadi dihari rabu jam 06.30 s/d 07.30. sedangkan dari penelitian simpang bersinyal By Pass Manggis tidak efektif melayani arus lalu lintas dengan derajat kejenuhan (DS) pendekat By Pass (Utara) 1.35, pendekat Soekarno Hatta (Barat) 1.37, pendekat Lintas Sumatera (Timur) 1.31, By Pass (Selatan) 1.36. Metode alternatif pertama yaitu perubahan waktu merah semua (LTI).Kata kunci       : Efektivitas, simpang bersinyal, derajat kejenuhan, alternatif
TINJAUANPERENCANAANSALURANPRIMERD.IBATANGINGUKABUPATEN PASAMANBARAT Muhammad Robbi; Surya Eka Priana; Selpa Dewi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.448 KB)

Abstract

Tinjauan Perencanaan Saluran Primer D.I Batang Ingu,berdasarkan data dari PemerintahanKecamatanTalamau total luas areal persawahan yang dialiri oleh irigasi Batang Ingu ±316 Ha, panjang saluran 420 m,lebardaerahpengairan320m.KegiatanpembangunanirigasibendunganBatangInguinimerupakan,program dari pemerintah yaitu Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program(IPDMIP). Melihat dari pentingnya fungsi bendungan Batang Ingu tersebut, maka sangat perlu diadakan kajianulang untuk evaluasi kemampuan bendungan batang ingu khususnya Tubuh Bendung untuk menahan debit airsungai ketika banjir dan seberapa besar serapan air yang masuk pada musim kemarau kedalam irigasi untukmengaliripersawahanmasyarakat.Tipesaluranyangditinjauadalahsaluranprimer,berdasarkanpengamatan lapangan   ukuran saluran tersebut yaitu b1 120 cm, b2 200 cm, h 70 cm, untuk ukuran saluranyang direncanakan yaitu b1 230 cm, b2 260 cm, h 130 cm. Metode pengolahahan data curah hujanyangdigunakan adalah Harspers dan Gumbel, dengan hasil perhitungan untuk R5tahun 2243 mm dan R10 tahun3498 mm. Berdasarkan perhitungan dimensi existing saluran yang ada dilapangan tidak memenuhi syaratkarena nilai Qmax 50,39 m³/dtk lebih besar dari Q rencana 30,93 m³/dtk , sehingga ketika terjadi banjir salurantidak dapat menampungair ataumeluap. Danberdasarkanhasil perhitungannilai Q rencana53,95m³/dtklebih besar dari nilai Qmax 50,39 m³/dtk. Jadi dimensi saluran yang direncanakan dapat menampung debitcurah hujanmaksimal. KataKunci :Jaringan irigasi,Saluranprimer,Harspers,Gumbel.
EVALUASI SIMPANG TAK BERSINYAL DI SIMPANG LIMAU BUKITTINGGI Bayu Kurniawan; Helga Yermadona; Surya Eka Priana
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 1 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.959 KB)

Abstract

Simpang Limau is one of the Three Unsignalized Intersections on the Bukittinggi-Payakumbuh Cross Road, which has a fairly heavy traffic flow. The purpose of this study was to analyze the performance of an unsignaled intersection using MKJI 1997. The data needed in this study were primary data and secondary data. The primary data is in the form of data on traffic flow conditions, geometric intersections and environmental conditions. Secondary data includes population growth and road network maps. Traffic data collection is carried out by conducting a direct survey to the location for three days, namely Saturday, Sunday, and Monday from 07.00 to 18.00. This data was processed using Microsoft Excel based on the 1997 MKJI and the results obtained were made in the form of tables and graphs. From these tables and graphs it can be seen that the traffic volume, traffic composition, and peak hours that occur at the intersection. The results of calculations at peak hours with the highest flow, namely on Sundays at 17.00-18.00, the traffic volume at this intersection is 1,484 (pcu/hour). The traffic delay at the intersection is 3,066 (sec/pcu). The value of the degree of saturation in the existing condition of 0.74 does not exceed the MKJI determination of 0.75. The value of the intersection delay is 2.693 (sec/pcu) and the probability of the intersection queue is 22.32% to 71.68%.Key words : Unsignalized Intersection, Capacity (C), Degree of Saturation (DS), Delay (D), Probability of Queuing (QP%).