Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN OPTIMALISASI BIAYA “Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Kandang Tahap II Taman Marga Satwa Budaya Kinantan Bukittinggi” Ulfa Fauziah; Surya Eka Priana; Helga Yermadona
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.987 KB)

Abstract

Dalam suatu perencanaan pekerjaan proyek konstruksi pasti sangat berhubungan dengan Menajemen konstruksi yang berperan dalam pelaksanaan suatu proyek pembangunan dan bertujuan dalam mengelola pelaksanaan proyek konstruksi yang mencakup waktu pelaksanaan, biaya, hingga mutu bangunan konstruksi dari awal pekerjaan sampai dengan akhir hingga meperoleh hasil yang sesuai dengan perjanjian awal yang di inginkan oleh pemilik proyek (Owner). Pada pekerjaan proyek konstruksi Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi berjalan sesuai dengan rencana akan tetapi ada beberapa faktor yang harus di perhatikan agar pekerjaan tidak mengalami keterlambatan salah satunya faktor cuaca. Untuk mengatasi agar tidak terjadi keterlambatan maka dilakukan penambahan waktu jam kerja menggunakan metode Critical Path Method (CPM) biasa disebut jalur kritis. Hasil akhir dari kajian ini adalah menentukan Jalur kritis pada pembangunan kandang tahap 2 terdapat pada kegitan A-B-C-D-E-G-I, pekerjaan proyek konstruksi pada pembangunan kandang tahap 2 diselesaikan dengan waktu 95 minggu dan besar biaya proyek Rp13.852.312.887,- setelah dilakukan penambahan waktu jam kerja 1 jam maka pekerjaan proyek dapat diselesaikan 81 minggu dengan besar biaya proyek Rp Rp13.924.110.709,- dan selisih anggaran biaya biaya Rp78.978.000,- biaya Cost Slope Rp5.641.285,- dan penambahan waktu 3 jam kerja maka pelaksanaan proyek dapat dilakukan 72 minggu dengan besar biaya proyek Rp13.930.866.682,- dan selisih anggaran biaya Rp86.409.000,- biaya Cost Slope Rp3.756.913,-. Jadi semakin bertambah waktu maka otomatis biaya juga akan bertambah.Kata Kunci      : Perencanaan proyek, Keterlambatan proyek, Percepatan waktu dan biaya, Critical Path Method (CPM) 
TINJAUAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PROYEK JALAN KURAI MUDIAK LIKI, KEC. SULIKI M. Esa; Surya Eka Priana; Deddy Kurniawan
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 2 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.52 KB)

Abstract

Alat berat merupakan faktor penting di dalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi dengan skala yang besar. Alat berat yang digunakan dalam ilmu teknik sipil adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan dan diperhitungkan analisa produktifitas alat berat agar penggunaannya lebih efisiensi dari segi waktu dan biaya operasionalnya. Proyek ini berfungsi sebagai bangunan tempat untuk aktifitas perkuliahan dan tanah lokasi proyek memiliki panjang 3.7 km . Jenis alat berat yang digunakan untuk pekerjaan jalan tersebut ialah motor grader, vibrator roller, dump truck, water tank, asphalt finisher, tandem roller, pneumatic tyre roller. Agar memperoleh hasil produksi alat secara optimal perlu dilakukan analisis data untuk mengetahui anggaran biaya yang dikeluarkan sesuai analisa. Dengan demikian kita dapat menganalisa penggunaan alat berat dengan tepat dan memperhitungkan biaya yang diperlukan dalam penggunaan alat tersebut. Perencanaan dengan menggunakan alat berat dipengaruhi oleh pemilihan alat berat, kondisi alat berat, kemampuan operator, situasi dan kondisi medan kerja dilapangan. Berdasarkan hasil perhitungan analisa produktifitas alat berat yang meliputi pekerjaan pekerjaan lapisan pondasi kelas A dan pekerjaan pengaspalan diperoleh hasil penelitian alat berat yang tepat, waktu yang singkat dan dapat digunakan agar seluruh alat berat dapat bekerja optimal. Kata Kunci : Alat berat, efisien, waktu, dan biaya. 
PERENCANAAN SALURAN SEKUNDER IRIGASI BATANG TOMBONGAN 1 KE BATANG TOMBONGAN 2 D.I PANTI RAO KABUPATEN PASAMAN BARAT Aidil Azizan Aziz; Surya Eka Priana; Selpa Dewi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2059.191 KB)

Abstract

Daerah Irigasi Panti Rao mengairi areal persawahan seluas 8.300 Ha. Sumber air Daerah Irigasi  Panti Rao berasal dari Sungai Ampang Gadang yang mengairi 4 Kecamatan di Panti Rao. Daerah Irigasi Panti Rao Kabupaten Pasaman  berjarak  30,3 km dari pusat Kota Lubuk Sikaping. Pada Perencanaan Jaringan Irigasi mesti dilakukan analisa disain yang meliputi analisa curah hujan, perhitungan debit,dan dimensi saluran. Sehingga sistem irigasi tersebut dapat diartikan sebagai usaha penyedian pemberian air yang optimal dan efisien guna untuk mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Tujuan utama dari Perencanaan Jaringan Irigasi Panti Rao ini adalah untuk mempertahankan swasembada pangan, dengan luas area sawah 8.300 Ha. Dengan melakukan perbaikan jaringan serta pemberian air yang cukup sesuai dengan kebutuhan. Dalam perencanaan didapat dimensi saluran melalui proses curah hujan dengan menggunakan metode harpes dan metode gumbel. Data debit diperlukan untuk menentuka perhitungan ketersediaan air pada bangunan pengambilan (intake). Untuk mendapatkan perhitungan debit yang baik diperlukan data pencatatan debit sungai jangka waktu yang panjang, hal ini diperlukan guna mengurangi terjadinya penyimpanan data perhitungan yang terlalu besar. Hasil perhitungan  dari analisa Gumbel 3055 mm dan hasil perhitungan analisis Rasional 70,05 m3/detik. Hasil besar debit yang direncanakan sebesar 80,62 m3/detik. Untuk perencanaan saluran sekunder irigasi Batang Tombongan 1 Ke Batang Tombongan 2 D.I Panti Rao Kabupaten Pasaman direncanakan dapat menampung air ketika debit maksimumKata kunci : Debit, Dimensi saluran, Curah hujan, Gumbel, Rasional, Saluran sekunder
ANALISIS KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP PRASARANA TERMINAL TIPE B PILIANG BATUSANGKAR DENGAN SOFTWARE SPSS V.15.0 Febiola Luthfi Insani; Surya Eka Priana; Elfania Bastian
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.613 KB)

Abstract

Terminal merupakan prasarana transportasi darat yang sangat penting, yang berfungsi sebagai penyedia fasilitas masuk dan keluar penumpang atau barang menuju dan dari sistem. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Umum, terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan memuat dan menurunkan orang dan atau barang serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan angkutan umum, yang merupakan salah satu wujud simpul jaringan transportasi. Terminal Piliang Batusangkar yang terletak di Jalan Tuanku Indomo No.1, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat adalah terminal tipe B yang disediakan oleh pemerintah dan diharapkan dapat membantu masyarakat Batusangkar dan sekitarnya dalam melakukan aktifitas. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui prasarana pelayanan umum pada terminal sudah sesuai fungsi atau belum. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer (survey langsung ke lokasi) dan sata sekunder (yang diperoleh dari instansi terkait). Dari hasil output diperoleh : Jarak antar 2 terminal, luas lahan dan akses kelar masuk terminal masih belum memenuhi standar karakteristik terminal Tipe B. Kebutuhan luas fasilitas di Terminal Piliang Batusangkar masih belum memenuhi standar dari kebutuhan luas fasilitas terminal Tipe B. Kata kunci : terminal, output, SPPS V.15.0
ANALISIS PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR METODE KOMPONEN BINA MARGA DAN MDPJ 2017 Indah Putri Syuhada; Helga Yermadona; Surya Eka Priana
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 3 (2022): Vol. 1 No. 3 Jilid 1 Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.811 KB)

Abstract

Jalan merupakan seluruh bagian jalan, termasuk bangunan perlengkapannya. Infrastruktur jalan mempunyai peran penting sebagai pendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Tetapi masih banyak permasalah jalan yang terdapat di Indonesia khususnya Sumatera Barat, salah satu contoh wilayahnya pada ruas jalan Ulu Layang - Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan. Oleh karena itu upaya perencanaan jalan yang efektif sangat dibutuhkan sehingga fungsi jalan tetap terjaga sebagaimana mestinya. Perencanaan tebal perkerasan lentur adalah solusi dari permasalahan jalan tersebut. Sebelum melakukan perencanaan, terlebih dahulu harus mengetahui kondisi jalan, sifat tanah dasar (CBR), sifat material lapisan perkerasan, umur rencana, dan lalu lintas harian rata-rata. Selanjutnya perhitungan tebal perkerasan lentur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analisis Komponen Bina Marga 1987 dan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Hasil perhitungan adalah Metode Analisis Komponen Bina Marga 1987 yaitu Laston = 7,5 cm, Lapisan Fondasi Atas = 20 cm dan Lapisan Fondasi Bawah = 16 cm. Sedangkan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 didapatkan hasil AC WC = 4 cm, AC BC = 6 cm, dan LPA Kelas A = 40 cm. Metode Analisis Komponen Bina Marga 1987 lebih hemat biaya, tetapi untuk kekuatan perkerasan lebih efektif menggunakan lapisan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017.Kata Kunci: Perkerasan Lentur, Metode Analisis Komponen Bina Marga 1987, Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017
PERENCANAAN SALURAN SEKUNDER D.I BATANG TIMBO ABU KECAMATAN TALAMAU KABUPATEN PASAMAN BARAT Yulisda Megayanti; Surya Eka Priana; Selpa Dewi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.649 KB)

Abstract

Daerah Irigasi Batang Timbo Abu mengairi areal persawahan seluas 200 Ha. Sumber air Daerah Irigasi  Batang Timbo Abu berasal dari Sungai Batang Timbo Abu yang mengairi 3  dari Timbo Abu sampai Mudik Simpang. Daerah Irigasi Batang Timbo Abu berjarak  43 km dari pusat Kota Simpang Empat. Pada Perencanaan Jaringan Irigasi mesti dilakukan analisa disain yang meliputi analisa curah hujan, perhitungan debit,dan dimensi saluran. Sehingga sistem irigasi tersebut dapat diartikan sebagai usaha penyedian pemberian air yang optimal dan efisien guna untuk mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Tujuan utama dari Perencanaan Jaringan Irigasi Batang Tingkarang ini adalah untuk mempertahankan swasembada pangan, dengan luas area sawah 200 Ha, dari luas area sawah tersebut diharapkan panen sebesar 6 Ton/Ha setiap kali panen. Dengan melakukan perbaikan jaringan serta pemberian air yang cukup sesuai dengan kebutuhan. Dalam perencanaan didapat dimensi saluran melalui proses curah hujan dengan menggunakan metode Haspers dan metode Gumbel. Data debit diperlukan untuk menentuka perhitungan ketersediaan air pada bangunan pengambilan (intake). Untuk mendapatkan perhitungan debit yang baik diperlukan data pencatatan debit sungai jangka waktu yang panjang, hal ini diperlukan guna mengurangi terjadinya penyimpanan data perhitungan yang terlalu besar. Hasil perhitungan dari analisi gumbel 3855 mm dan hasil perhitungan dari analisi haspers 48,29 m/dt. Hasil besar debit yang di rencanakan sebesar 53,95 m/dt. Untuk perencanaan saluran sekunder di D.I Batang Timbo Abu direncanakan dapat menampung air ketika debit maksimum Kata kunci : , debit, dimensi saluran,curah hujan,gumbel,haspers  ,saluran sekunder
TINJAUAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN RUAS JALAN KABUPATEN PADANG LAWAS PROVINSI SUMATERA UTARA–MUSUS KABUPATEN PASAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Igo Amranadi; Surya Eka Priana; Deddy Kurniawan
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.257 KB)

Abstract

Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat dalam meningkatkan kegiatan ekonomi disuatu tempat karena menolong masyarakat untuk pergi atau mengirim barang lebih cepat sampai ke tujuan. Perkerasan jalan yaitu struktur lapis yang terletak diatas tanah dasar terdapat lapisan pondasi atas serta pondasi bawah yang setiap Lapisan terdiri dari agregat-agregat yang dipadatkan yang memiliki fungsi untuk menyalurkan tegangan akibat beban roda. Terdapat 3 perkerasan jalan, perkerasan aspal atau lentur (flexible pavement), komposit (Composit pavement) dan perkerasan beton/kaku (rigid pavement).Dalam menentukan ketebalan perkerasan lentur terdapat beberapa metoda untuk digunakan, termasuk pada penelitian ini mengunakan Metoda Analisa Komponen Bina Marga 1987 dan Metoda AASHTO 1993. Lokasi penelitian ini terletak di perbatasan antara provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat tepatnya Kab. Padang Lawas-Musus Kab. Pasaman. Hasil Lapisan Perkerasan Metoda Analisa komponen Bina Marga 1987 untuk perkerasan jalan baru didapatkan Untuk Lapisan permukaan (D1) yaitu sebesar 10 cm, Lapisan pondasi atas (D2) sebesar 20 cm dan Lapisan pondasi bawah (D3) sebesar 36,66 cm. Dan Hasil Lapisan Perkerasan Metoda AASTHO 1993 untuk perkerasan jalan baru didapatkan Untuk Lapisan permukaan yaitu sebesar (D1) 18,8685 cm, Lapisan pondasi atas (D2) sebesar 19,5 cm danLapisan pondasi bawah (D3) sebesar 47,6514 cmKata kunci : tebal perkerasan, metoda analisa komponen bina marga 1987, metoda aastho 1993 
EVALUSI SALURAN SEKUNDER IRIGASI SIGATA KOTA PADANG PANJANG Asrul Asrul; Surya Eka Priana; Selpa Dewi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.251 KB)

Abstract

Irigasi merupakan usaha penyediaan, pengaturan dan penyaluran air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa,dan irigasi tambak. Irigasi berarti mengalirkan air dari sumber air yang tersedia kepada sebidang lahan untuk memenuhi kebutuhan            tanaman.          Irigasi             sangat    penting                                   dalam                     pemenuhan produksi pangan nasional seperti pada saluran irigasi Sigata Kota Padang Panjang.Untuk mengetahui kondisi dan keadaan irigasi dilakukan dengan mengevaluasi saluran irigasinya Jaringan Irigasi Sigata terletak di Kelurahan Ngalau Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang. Jaringan Irigasi ini merupakan salah satu Jaringan yang digunakan sebagai pengairan lahan pertanian masyarakat di Kelurahan Ngalau. Tipe saluran yang di evalusasi adalah saluran primer, berdasarkan pengamatan lapangan ukuran saluran tersebut yaitu b1 0,70 cm b2 0,50 cm h 0,60 cm untuk saluran yang di rencanakan yaitu b1 1,8 cm, b2 1,3 cm, h 1,4 cm Metode pengelolaan data curah hujan yang digunakan adalah Harspersdan Gumbel, dengan hasil perhitungan utuk R 5 tahun 3021 mm dan R10 tahun 4713 mm. Berdasarkan perhitungan dimensi existing saluran yang ada dilapangan tidak memenuhi syarat karena nilai Qmax 29,72 m³/ dt lebih besar dari Q rencana 2,73 m³/dt, sehingga ketika terjadi banjir saluran tidak dapat mampu untuk menampung atau meluap. Dan berdasarkan hasil perhitungan yang akan direncana nilai Q rencana 32,54 m³/dt lebih besar dari nilai Qmax 29,72 m³/ dt jadi berdasarkan dimensi saluran yang direncana dapat menampung curah hujan yang mksimal. Kata kunci : Saluran irigasi, curah hujan, debit, dimensi saluran, Harspers, Gumbel
PERENCANAAN SABO DAM SEBAGAI BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN PADA SUNGAI TALANG KOTA PADANG PANJANG Oskar Roy; Surya Eka Priana; Elfania Bastian
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Februari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.249 KB)

Abstract

Sedimentation is the process of forming sedimentary material deposits or fragments of rocks, minerals and organic materials that drift and move in the direction of the flow of river water.  There are various ways of holding it, such as being pushed, carried by jumping up and down and some are dissolved. Sedimentation in the Talang River which occurred at 185,764 m³/year resulted in silting, thereby reducing the water holding capacity of the Talang River. The construction of the Sabo Dam is one solution that can be done to control sedimentation in the river. The purpose of this study is to design a sediment control weir that is safe for stability with the largest sediment storage volume. The method used in this research is to compare the hydraulic design of the Sabo building at two specified locations (STA 0+200 and STA 201+400), then stability analysis is carried out based on the forces that occur and the volume of sediment that can be accommodated. Based on the results of stability analysis at two locations, it was found that the STA 201+400 weir was safe against shearing, overturning, bearing capacity and piping. The sediment volume that can be retained is 156,206.85 m³ and Sabo will be full of sediment after 8 months. Meanwhile, at the location of STA 0+200 the sediment that can be retained is 7,913,787 m and will be full after 4 months. The construction of the Sabo Dam at STA 201+400 is expected to reduce sedimentation that occurs in the Talang River. 
ANALISIS PERENCANAAN PEKERJAAN DRAINASE TIPE U-DITCH BETON BERTULANG JALAN A. YANI KOTA PAYAKUMBUH Andika Rahman; Surya Eka Priana; Febrimen Herista
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Jilid 1 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.348 KB)

Abstract

Banjir dan genangan air telah menjadi masalah yang cukup lama terjadi pada kawasan Jalan A. Yani Kota Pyakumbuh. Masalah tersebut disebabkan karena daerah tersebut  cenderung datar, sehingga aliran air hujan relatif lambat dan kecepatan aliran dapat mendekati titik nol, serta kualitas saluran yang tidak memadai untuk menampung debit yang datang dari saluran primer. Tujuan dari penelitian ini untuk merencanakan sistem drainase pada jalan A. Yani Kota Payakumbuh.  Metode pengolahan data menggunakan metode Log Normal untuk menentukan hujan rencana dan perhitungan secara manual dengan metode rasional untuk menghitung debit hujan, dan rumus Manning untuk debit saluran. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat debit maksimal dari dimensi saluran drainase eksisting tahunan dalam 2 tahun = 1.13 m3/dtk , 5 tahun = 1.56 m3/dtk  dan 10 tahun = 2.23  m3/dtk. Maka direncanakan dimensi saluran drainase untuk saluran drainase sekunder jalan A.Yani Kota Payakumbuh dengan tipe saluran U-Ditch yaitu dengan saluran kanan U-Ditch 1.2 m  x 1.4 m dan saluran kiri U-Ditch  1,25 m  x1,45 m. Dengan kemampuan debit maksimal rencana saluran kanan sebesar  2.58 m3/dtk dan debit maksimal rencana saluran kiri sebesar  2.872 m3/dtk. Kata Kunci :  Drainase , Metode Log Normal, U-Ditch,  Debit Hujan(Q).