Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Limbah Sawit Fermentasi Dengan Pleurotus ostreatus Dalam Komposisi Ransum terhadap Kualitas Internal Telur Puyuh Gusri, Rahmat; Nuraini; Mirzah; N. G. A. Mulyantini; Ni Putu F. Suryatni; Prihutomo Suharto; I Kadek Yoga Kertiyasa; Nadia Rahma
JAS Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Januari 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui batasan jumlah perlakuan (campuran limbah sawit dan dedak padi dengan Pleurotus ostreatus) dalam ransum dan pengaruhnya terhadap kualitas internal telur puyuh. Uji biologis penelitian ini menggunakan ternak puyuh sebanyak 200 ekor, umur 20 minggu dengan rataan 60% produksi telur harian. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (0, 6, 12, 18, dan 24%) serta 4 ulangan. Hasil analisis ragam penelitian ini menunjukkan pengaruh perlakuan tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap berat putih telur dan kuning telur, lemak kuning, dan warna kuning telur, tetapi memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kolesterol kuning telur. Pemberian campuran limbah sawit dan dedak padi fermentasi dengan Pleurotus ostreatus dapat diberikan sampai 24% serta dapat memperbaiki kualitas telur puyuh dengan terjadinya penurunan kolesterol sebesar 21,01% dibandingkan dengan ransum tanpa perlakuan.
Manajemen Kesehatan Ternak Kambing PE di UPTD Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan, Sumlili, Kabupaten Kupang Suharto, Prihutomo; Gusri, Rahmat; Sihombing, Dewi E.; Kertiyasa, I Kadek Y.; Tae, Agustina V.; Lestari, Anastasia K. D.
Peternakan Abdi Masyarakat (PETAMAS) Vol 4, No 2 (2024): Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Departemen of Animal Science, Agriculture Faculty, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/petamas.v4i2.42469

Abstract

Manajemen kesehatan ternak memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas kambing Peranakan Ettawa (PE), terutama dalam produksi susu dan daging. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan manajemen kesehatan yang terintegrasi terhadap produktivitas kambing PE di UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan, Desa Sumlili, Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT. Solusi yang diterapkan meliputi pengobatan kambing yang menderita scabies dan mastitis, pemberian pakan konsentrat sesuai kebutuhan nutrisi, serta penerapan manajemen kesehatan yang lebih baik. Faktor penentu keberhasilan mencakup pemberian obat dan vitamin secara teratur, penerapan biosekuriti, dan pengelolaan pakan yang efisien. Kendati demikian, hambatan seperti akses teknologi yang terbatas dan tingginya biaya operasional menjadi tantangan utama bagi peternak dalam mengadopsi sistem ini secara menyeluruh. Untuk mengatasi hal ini, program PKM merekomendasikan peningkatan penyuluhan serta dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait. Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan penerapan manajemen kesehatan dapat meningkatkan produktivitas kambing PE, mendukung ketahanan pangan, dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi peternak di pedesaan.
Penggunaan Kulit Buah Naga Terfermentasi sebagai Feed Additive Terhadap Performa Burung Puyuh Umur 21-24 Minggu: Use of Fermented Dragon Fruit Peel as Feed Additive on Quail Performance Aged 21-24 Weeks Kertiyasa, I Kadek Yoga; Ningsih, Ni Wayan Ayu; Sihombing, Dewi Elfrida; Suharto, Prihutomo; Gusri, Rahmat
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.286

Abstract

Performa produksi  ternak puyuh dipengaruhi oleh pakan . Penggunaan Antibiotic Growth Promotor pada pakan saat ini sudah dilarang sehingga perlu dicari bahan alternative pengganti (AGP). Antibiotic Growth Promoter (AGP) menyebabkan penurunan produktivitas ternak sehingga perlu adanya penambahan  feed addtive  alami  dari tanaman ataupun hasil  ikutan  pertanian.Buah naga (Hylocereus polyrhizuz) menghasilkan limbah berupa kulit yang bisa dijadikan sebagai feed addtive alami pengganti AGP . Kulit buah naga difermentasi dan dihaluskan menjadi jus. Penambahan fermentasi jus kulit buah naga  melaui  air minum yang di berikan pada ternak burung puyuh. Penelitian bertujuan untuk menganalisa  potensi kulit buah naga sebagai feed adidtive. Penelitian menggunakan burung puyuh umur 21-24 minggu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dengan kontrol (P1), Penambahan jus kulit buah naga terfermentasi 4% (P2) dan penambahan jus kulit buah naga terfermentasi 6% (P3). Data penelitian dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan  uji lanjutan duncan. Hasil penelitian menunjukan pemberian jus kulit buah naga terfermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap konsumsi air minum, konsumsi pakan, Feed Conversion Rasio (FCR), dan produksi telur harian tetapi berpengaruh nyata pada berat telur. Penambahan jus kulit buah naga terfermentasi pada air minum  4% dan 6% tidak dapat meningkatkan konsumsi air minum, konsumsi ransum, Feed Consersion Rasio (FCR), produksi telur harian tetapi dapat meningkatkan berat telur.
Keamanan Mikrobiologi Aneka Daging dan Olahan di Kota Kupang: Sebuah Review: Microbiological Safety of Various Meats and Products in Kupang City: A Review Sihombing, Dewi Elfrida; Kertiyasa, I Kadek Yoga; Gusri, Rahmat; Suharto, Prihutomo; Manihuruk, Fitry M
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.319

Abstract

Keamanan mikrobiologi dalam pengolahan dan penyimpanan daging sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan yang mungkin disebabkan oleh kontaminasi mikroorganisme patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas mikrobiologi daging dan produk olahan daging yang beredar di Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review. Peubah yang diamati meliputi Total Plate Count, Escherichia coli, Salmonella spp., dan coliform. Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas mikrobiologi daging dan olahannya tidak memenuhi syarat. Prevelensi kontaminasi bakteri Escherichia coli cukup tinggi pada daging dan olahannya. Keberadaan bakteri Escherichia coli berkaitan erat dengan penyakit diare yang menempati posisi pertama di Kota Kupang. Artikel ini juga menyoroti kondisi RPH, pasar dan kualitas air yang berkontribusi pada kualitas mikrobiologi daging dan olahannya di Kota Kupang.
RESPON KANDUNGAN ISOFLAVON DAIDZEINPADA LEGUM Alysicarpus vaginalis TERHADAP VARIASI DOSIS PUPUK FOSFOR (Response of Daidzein Isoflavone Content in Alysicarpus vaginalis Legume to Variations in Phosphorus Fertilizer Doses) Suharto, Prihutomo; Gusri, Rahmat; Kertiyasa, I Kadek Yoga; Didik Widiarta, I Putu Gede
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 12 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v12i1.23016

Abstract

This study is grounded in the significance of daidzein as a phytoestrogen with potential to enhance livestock reproductive performance, while its availability in conventional feed ingredients remains limited. Alysicarpus vaginalis is a local legume species exhibiting relatively high phenolic and flavonoid compounds, including isoflavones, making this information crucial for developing phytogenic based functional feed. This research aimed to evaluate the effect of varying phosphorus fertilizer doses on daidzein isoflavone content in Alysicarpus vaginalis. An experimental study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with five phosphorus dose treatments (0, 10, 20, 30, and 40 kg P/ha) and three replications. The methodology included: (1) isoflavone extraction via 70% ethanol maceration, (2) extract concentration using a rotary evaporator, and (3) quantitative analysis of daidzein content in phosphorus fertilized Alysicarpus vaginalis using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Increasing phosphorus doses (0–40 kg P/ha) significantly (P<0.05) elevated daidzein content from 0.0922 g/100 g sample (control, 0 kg P/ha) to 2.9978 g/100 g sample at the highest dose (40 kg P/ha). Statistical analysis revealed a strong positive correlation between phosphorus dosage and daidzein accumulation (R² = 0.985). Phosphorus fertilizer application enhances daidzein production in Alysicarpus vaginalis, implying potential for functional feed development to support livestock health and productivity.
TRAINING IN MAKING ORGANIC COMPOST TO BUILD THE CHARACTER OF ENVIRONMENTAL CARE IN STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOLS 13 TALIWANG Haryani, Poppy; Sejati, Martina Ayu; Manalu, Tugma Jaya; Suharto, Prihutomo; Gusri, Rahmat
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i3.2836

Abstract

Land productivity is significantly influenced by the patterns of land use and management practices employed. The excessive application of chemical composts and pesticides has been shown to degrade soil fertility and pose long-term threats to environmental sustainability. To mitigate these adverse effects, it is essential to introduce the principles of conservation-oriented agriculture from an early age. This community engagement activity was designed to provide elementary students at SD Negeri 13 Taliwang, West Sumbawa Regency, with direct experience in the production and application of organic compost. Moreover, the program aligns with the objectives of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), particularly through its focus on practical planting activities using potted plants. The implementation methods included an introductory session on the concept and environmental benefits of bokashi, which included a practical session involving direct student participation in the compost making process. Besides introducing eco-friendly technologies, the activity fostered environmental awareness among students. Similar programs should be continued to support early understanding of sustainable agriculture.