Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemanfaatan Botol Plastik Bekas Sebagai Wadah Sampah Daur Ulang Untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Wilayah Kampus Maulidia Ilham Fadilah; Alvisalwa Andientya Dicha Putri; Nur Sa'adatut Daraini; Nurul Taqwa; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Suwito; Mujito; Didit Darmawan; Arif Rachman Putra; Rommy Hardyansah; Muchammad Catur Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i3.3783

Abstract

Pemanfaatan botol plastik bekas di lingkungan kampus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para mahasiswa dalam menjaga lingkungan wilayah kampus. Metode pada penelitian ini menggunakan metode PAR, yang melalui pendekatan lingkungan dan penciptaan pengetahuan baru, selain itu juga sebagai pemberdayaan civitas kampus dengan menyediakan alat untuk memahami dan mengatasi masalah yang diahadapi. Program kerja ini mengumpulkan botol bekas yang berada di wilayah kampus yang kemudian didaur ulan dan diberikan sentuhan warna serta desain agar menarik. Pemnafaatn botol bekas tersebut menghasilkan 10 buah tempah sampah yang praktis, dan dialokasikan pada beberapa titik. Penyebaran tempat sampah terdapat di beberapa titik, diantaranya masjid, kantor fakultas, kantor yayasan, dan kantin. Hasil dari program kerja ini mampu membangkitkan kesadaran para civitas kampus dalam pengelolaan sampah terutama sampah anorganik, selain itu program kerja ini menjadikan lingkungan wilayah kampus bersih.
Menyongsong Kemerdekaan dengan Semangat Kerja Bakti Nur Sa'adatut Daraini; Anggi Windra Kusuma; M. Ridwan; Samsul Arifin; Jahroni; Didit Darmawan; Arif Rachman Putra; Rommy Hardyansah; Muchammad Catur Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i3.3784

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memperindah lingkungan Desa Sumokembangsri dan Desa Bakungtemenggungan melalui kegiatan bersih-bersih dan pemasangan bendara di setiap jalan. Kegiatan kerja bakti dalam rangka memeriahkan HUT RI telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam memperkuat semangat kebangsaan dan meningkatkan kebersihan lingkungan. Acara ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga warga dewasa, dalam usaha bersama untuk membersihkan dan merapikan area publik serta lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ABCD (Asset-Based Community Development), metode ABCD adalah sebuah pendekatan dalam pengabdian kepada masyarakat dengan melihat serta mengetahui kekuatan dan asset yang ada untuk mewujudkan masyarakat berdaya. Kegiatan ini tidak hanya berhasil dalam hal pelaksanaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi komunitas. Dengan hasil yang dicapai, kegiatan kerja bakti ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis aset dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebersihan lingkungan dan solidaritas sosial, serta memperkuat semangat kebangsaan dalam perayaan hari besar nasional.
Artificial Intelligence (AI) dalam Pengambilan Kebijakan Publik: Tantangan Akuntabilitas dalam Perspektif Hukum Tata Negara Catur Rizky, Muchammad; Rizqullah, Rizal Bintang; Navagustina, Erma
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 2 (April 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i2.83314

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam tata kelola pemerintahan menghadirkan peluang peningkatan efisiensi dan kualitas pelayanan publik, sekaligus menimbulkan tantangan konstitusional terkait transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum penggunaan AI dalam tata kelola pemerintahan Indonesia serta mengkaji penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam sistem algoritmik. Penelitian menggunakan metode hukum normatif-konseptual dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, teori negara hukum, dan prinsip good governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI harus diposisikan sebagai instrumen administrasi yang tunduk pada prinsip negara hukum dan bukan sebagai subjek pemegang kewenangan. Tanggung jawab hukum tetap melekat pada organ atau pejabat publik yang menggunakan sistem tersebut. Namun, regulasi nasional yang ada masih bersifat umum dan belum secara spesifik mengatur tata kelola AI, sehingga berpotensi menimbulkan kesenjangan akuntabilitas dan ketidakpastian hukum. Prinsip transparansi menuntut adanya kejelasan dasar hukum, tujuan penggunaan, alur pemrosesan data, serta kemampuan memberikan penjelasan atas keputusan algoritmik. Sementara itu, akuntabilitas mengharuskan adanya penetapan tanggung jawab institusional yang jelas, mekanisme pengawasan, serta kontrol manusia (human oversight) dalam setiap pengambilan keputusan yang berdampak pada hak warga negara. Penelitian ini merekomendasikan pembaruan regulasi dan penguatan desain kelembagaan guna menjamin penggunaan AI yang sejalan dengan prinsip negara hukum, perlindungan hak konstitusional, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Peningkatan Pemahaman Hukum Islam Dan Kesadaran Bermedia Digital Pada Remaja Melalui Program Pondok Ramadan di SMAN 20 Surabaya Ika Faiqotul Himmah; Eli Masnawati; Muchammad Catur Rizky
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v5i1.4717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman hukum Islam dan kesadaran bermedia digital pada remaja melalui Program Pondok Ramadan di SMAN 20 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest untuk mengukur perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti program. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar hukum Islam, etika pergaulan, literasi digital, serta pemanfaatan media sosial sesuai nilai-nilai Islam. Data diperoleh melalui angket dan tes pemahaman yang dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pondok Ramadan berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman hukum Islam dan kesadaran bermedia digital siswa. Peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari serta sikap yang lebih bijak dalam menggunakan media digital. Dengan demikian, Program Pondok Ramadan efektif sebagai sarana pembinaan keagamaan dan penguatan literasi digital bagi remaja.Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan pengabdian, metode yang digunakan, dan hasil pengabdian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil kegiatan pengabdian.
Pengabdian Mahasiswa Melalui Pembagian Sembako dan Pakaian Layak Pakai Bagi Masyarakat Rentan di Wilayah Pagesangan Misbachul Munir; Vara Zahira Septifia; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Muchammad Catur Rizky; Ronal Abbiyu
Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/b9a62c21

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya di wilayah Pagesangan merupakan upaya membantu masyarakat rentan melalui penyaluran sembako dan pakaian layak pakai. Metode yang digunakan adalah pendekatan PLA, sehingga mahasiswa secara aktif terlibat dalam mengidentifikasi kebutuhan melalui observasi, wawancara, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran sosial dan rasa empati di kalangan mahasiswa. Selain itu, analisis SWOT dilakukan sebagai sarana untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam program ini. Respons positif dari masyarakat secara langsung menunjukkan bahwa dampak signifikan ini tidak hanya menambah pengalaman siswa tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui pengabdian ini, diharapkan dapat menjadi contoh untuk menciptakan kegiatan serupa di masa depan, dengan mengintegrasi penekanan pada keberlanjutan dan pelatihan mahasiswa.
Gerakan Kebersihan Generasi Muda untuk Kelestarian Lingkungan Kampus: Pengabdian Muchammad Catur Rizky; Muhammad Nashrulloh Afandi; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; M. Sifa Fauzi Yulianis; Rommy Hardyansah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5036

Abstract

Sebagai upaya strategis, gerakan bersih bersama mahasiswa dan masyarakat dilaksanakan untuk memperbaiki kondisi fisik lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran, rasa tanggung jawab, dan budaya kebersihan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemberdayaan berbasis aset dengan memanfaatkan potensi komunitas yang ada. Potensi tersebut meliputi semangat gotong royong mahasiswa, fasilitas kebersihan kampus, kemampuan anggota komunitas untuk berinteraksi, serta peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Dalam praktiknya, gerakan bersih melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara langsung untuk membersihkan lingkungan, menata fasilitas, mengelola sampah, dan memperbaiki area yang kurang terawat agar tertata rapi dan layak digunakan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang menumbuhkan kepedulian, rasa tanggung jawab, dan kebiasaan positif terhadap kebersihan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga lingkungan, membangun hubungan sosial, dan menumbuhkan budaya sadar lingkungan. Hasil Penelitian ini adalah Peningkatan Kualitas Lingkungan Gerakan bersih bersama mahasiswa dan masyarakat dapat memperbaiki kondisi fisik lingkungan kampus, seperti mengurangi sampah, menata fasilitas, dan memperbaiki area yang kurang terawat. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan menumbuhnya kesadaran, rasa tanggung jawab, dan budaya kebersihan yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Partisipasi aktif gerakan bersih diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif seluruh elemen kampus dalam menjaga lingkungan dan memperbaiki kualitas lingkungan. Edukasi Lingkungan Kegiatan ini dapat berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang menumbuhkan kepedulian dan kebiasaan positif terhadap kebersihan. Membangun Hubungan Sosial Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat dapat memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga lingkungan dan membangun hubungan sosial.
Membangun Generasi Peduli Lingkungan Dalam Kegiatan Bersih-Bersih Taman di Kampus : Pengabdian Sudja’i; Salwa Putri Khoir; Muchammad Catur Rizky; Rommy Hardyansah; Jahroni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5117

Abstract

Kegiatan membangun generasi peduli lingkungan dalam kegiatan bersih-bersih taman di kampus agar menjadi generasi muda yang selalu tanggung jawab. Kegiatan ini bertujuan untuk membina generasi muda yang peduli terhadap lingkungan melalui pelaksanaan kegiatan bersih-bersih taman di kampus. Kegiatan bersih-bersih di kampus menerapkan strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) untuk meningkatkan lingkungan dan kualitas hidup mahasiswa. Pemanfaatan aset lokal dan potensi mahasiswa sebagai penggerak utama kegiatan merupakan dasar dari strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) ini. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, kegiatan ini memotivasi mahasiswa untuk aktif melestarikan dan merawat taman, yang merupakan area hijau yang memiliki signifikansi sosial dan ekologis. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan kampus, yang tercermin dari partisipasi mereka yang konsisten dalam kegiatan kebersihan dan perawatan taman. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan partisipasi efektif dalam membentuk sikap peduli lingkungan pada generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan lingkungan perlu diteruskan dan diintegrasi dalam aktivitas akademik dan sosial kampus guna mendukung kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Rekomendasi kegiatan ini adalah agar pihak kampus memperkuat program komunitas yang melibatkan mahasiswa dalam pelestarian lingkungan agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.
PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING: EDUKASI AKHLAK DALAM HUKUM ISLAM UNTUK REMAJA DI GUNUNG ANYAR TAMBAK Muchammad Catur Rizky; Muhammad Yusron Maulana El Yunusi; Didit Darmawan; Rahayu Mardikaningsih; Muhammad Athour Rohman; Faridatus Shofa; Nabila Aulia Hidayah; Akmal Husein Adiatma; Wardatus Sholikha; Wahyu Aldino Saputra
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2224

Abstract

The phenomenon of bullying among adolescents remains a problem that impacts the moral, social, and character development of the younger generation. This situation underscores the importance of educational efforts that instill moral values as a preventive measure in creating a safe and inclusive environment for adolescents. This community service activity aims to enhance adolescents’ understanding of the dangers of bullying and foster empathy through moral education from an Islamic legal perspective. The activity was implemented using the Asset-Based Community Development (ABCD) method, which maximizes community potential and participation to support the program’s success. The results of the activity showed an increase in participants’ understanding of the impact of bullying, the importance of empathy, and the application of moral values in daily life. Thus, this educational program serves as an effective form of community service in strengthening adolescents’ character and fostering a more harmonious social environment.   Fenomena bullying di kalangan remaja masih menjadi permasalahan yang berdampak pada perkembangan moral, sosial, dan karakter generasi muda. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya edukasi yang mampu menanamkan nilai-nilai akhlak sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan remaja yang aman dan inklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya bullying serta menumbuhkan sikap empati melalui edukasi akhlak dalam perspektif hukum Islam. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) yang mengoptimalkan potensi dan partisipasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap dampak bullying, pentingnya sikap empati, serta penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program edukasi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang efektif dalam memperkuat karakter remaja dan mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih harmonis.
PENINGKATAN KEPUASAN MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN LAYANAN PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK BERBASIS ONLINE DI KECAMATAN TAMBAKSARI Sirojuddin Abror; Muchammad Catur Rizky; Didit Darmawan; Rahayu Mardikaningsih; Ach. Nur Irchamul Kholqil Lazuardy; Achmad Ghoni Ken Diyu; Risma A'limathus Zuriah; Najwa Dhakiro Rochmah; Evi Putri Rahmadani; Nur Lailatul Hidayah
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2225

Abstract

Low digital literacy and the public’s limited understanding of service procedures remain obstacles to the use of online services for obtaining an Identity Card (KTP). This community service initiative aims to improve the public’s knowledge, skills, and self-reliance in using online KTP services in Tambaksari Subdistrict, Surabaya. The method used was Participatory Action Research (PAR), which included the following stages: needs assessment, material development, outreach, demonstrations, hands-on practice, mentoring, and activity evaluation. Participants in the activity were community members who met the requirements for KTP ownership, specifically residents aged 17 and older. The results of the activity showed an increase in the community’s understanding of administrative requirements, online KTP application procedures, and the independent use of digital services.   Rendahnya literasi digital serta terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur layanan masih menjadi kendala dalam pemanfaatan layanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis online. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam menggunakan layanan pembuatan KTP berbasis online di Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan merupakan masyarakat yang telah memenuhi persyaratan kepemilikan KTP, khususnya warga berusia 17 tahun ke atas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai persyaratan administrasi, prosedur pengajuan KTP secara daring, serta penggunaan layanan digital secara mandiri.