Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Implementation of the Role of Correctional Guardians in the Development of Assisted Citizens in Correctional Institutions (Case Study at Class I Correctional Institutions in Surabaya) Nur, Achmad Fauzi; Rizky, Muchammad Catur; Samuji, Samuji
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i2.6866

Abstract

Crime cases that are still widely committed by the community have increased the volume of inmates in correctional institutions. According to the Police, most criminal incidents in Indonesia occurred at night, with 15,703 incidents, 15,501 criminal incidents during the day, and 15,501 crimes in the afternoon. Efforts to overcome social deviation include providing harsh sanctions, improving public relations, and facilitating reintegration to create a deterrent effect for perpetrators of social deviation. To overcome the increase in the number of inmates in correctional institutions, correctional guardians are needed to foster inmates to become better individuals when they return to society. This research method uses a descriptive qualitative approach in which direct observation, interviews, and questionnaires will be carried out. The results of this study stated that many yiang fostered the Class I Institution of Surabaya has provided programs to educate the inmates. However, the role of guardians carried out by guardians does not all go well; there are still obstacles and handling problems that are not immediately responded to, so the inmates feel inadequate in the services received.
Pelatihan Content Creator Dengan Tema Prospek Bisnis Yang Menjanjikan Pada Masyarakat Desa Panjunan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Sebagai Bentuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Oleh Mahasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya Mahfud Ilham; Mahbubah Lihani; Muchammad Catur Rizky; Wulandari Wulandari; Misbachul Munir; Eli Retnowati; Didit Darmawan; Cilda Thesisa Ilmawan Dzinnur
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 1 No. 5 (2023): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v1i5.85

Abstract

This research is a remarkable initiative that aims to empower villagers, especially kartars and local communities, to understand and harness the power of digital content for education, promotion, and social empowerment. The training consists of various factors in the world of digital content, including photography, writing, online marketing, and social media management. The method of implementing community service program activities begins with an approach to students of Sunan Giri University Surabaya, using methods known as Participatory Action Research (PAR), Asset-Based Community Development (ABCD), and a mixed approach. Activities were carried out in the Hall of Panjunan Village Hall, Sukodono District. The methods applied involved implementation methods in community service programs as well as training and counseling methods. The active involvement of the participants, creating strong cooperation between students and the community, thus creating a sustainable positive impact in the utilization of digital content to improve the quality of life and community empowerment.
Legal Aspects and Implementation of an Effective and Fair House Lease Agreement Muchammad Catur Rizky; Didit Darmawan; Sudjai
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 5 No 10 (2024): Tema Filsafat Hukum, Politik Hukum dan Etika Profesi Hukum
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v5i10.809

Abstract

A house lease agreement is a legal relationship that often occurs in the community, but its implementation still faces many challenges. This study aims to analyze the implementation of such agreements from a normative juridical perspective, identify the main problems, and provide strategic recommendations to create fairer and more effective agreements. Using the literature study method, it is found that the imbalance of bargaining position, lack of clarity of rights and obligations, and lack of legal literacy are the main causes of disputes. Unharmonized regulations and the lack of efficient dispute resolution mechanisms exacerbate the situation. This study recommends drafting written agreements with balanced clauses, strengthening legal literacy, harmonizing regulations, and developing alternative dispute resolution mechanisms. This study is expected to provide practical and theoretical contributions in the management of house lease agreements that are more fair and responsive to the needs of the community.
Gerakan Kebersihan Generasi Muda untuk Kelestarian Lingkungan Kampus: Pengabdian Rizky, Muchammad Catur; Afandi, Muhammad Nashrulloh; El-Yunusi, Muhammad Yusron Maulana; Yulianis, M. Sifa Fauzi; Hardyansah, Rommy
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5036

Abstract

Sebagai upaya strategis, gerakan bersih bersama mahasiswa dan masyarakat dilaksanakan untuk memperbaiki kondisi fisik lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran, rasa tanggung jawab, dan budaya kebersihan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemberdayaan berbasis aset dengan memanfaatkan potensi komunitas yang ada. Potensi tersebut meliputi semangat gotong royong mahasiswa, fasilitas kebersihan kampus, kemampuan anggota komunitas untuk berinteraksi, serta peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Dalam praktiknya, gerakan bersih melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara langsung untuk membersihkan lingkungan, menata fasilitas, mengelola sampah, dan memperbaiki area yang kurang terawat agar tertata rapi dan layak digunakan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang menumbuhkan kepedulian, rasa tanggung jawab, dan kebiasaan positif terhadap kebersihan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga lingkungan, membangun hubungan sosial, dan menumbuhkan budaya sadar lingkungan. Hasil Penelitian ini adalah Peningkatan Kualitas Lingkungan Gerakan bersih bersama mahasiswa dan masyarakat dapat memperbaiki kondisi fisik lingkungan kampus, seperti mengurangi sampah, menata fasilitas, dan memperbaiki area yang kurang terawat. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan menumbuhnya kesadaran, rasa tanggung jawab, dan budaya kebersihan yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Partisipasi aktif gerakan bersih diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif seluruh elemen kampus dalam menjaga lingkungan dan memperbaiki kualitas lingkungan. Edukasi Lingkungan Kegiatan ini dapat berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang menumbuhkan kepedulian dan kebiasaan positif terhadap kebersihan. Membangun Hubungan Sosial Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat dapat memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga lingkungan dan membangun hubungan sosial.
Membangun Generasi Peduli Lingkungan Dalam Kegiatan Bersih-Bersih Taman di Kampus : Pengabdian Sudja’i; Khoir, Salwa Putri; Rizky, Muchammad Catur; Hardyansah, Rommy; Jahroni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5117

Abstract

Kegiatan membangun generasi peduli lingkungan dalam kegiatan bersih-bersih taman di kampus agar menjadi generasi muda yang selalu tanggung jawab. Kegiatan ini bertujuan untuk membina generasi muda yang peduli terhadap lingkungan melalui pelaksanaan kegiatan bersih-bersih taman di kampus. Kegiatan bersih-bersih di kampus menerapkan strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) untuk meningkatkan lingkungan dan kualitas hidup mahasiswa. Pemanfaatan aset lokal dan potensi mahasiswa sebagai penggerak utama kegiatan merupakan dasar dari strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) ini. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, kegiatan ini memotivasi mahasiswa untuk aktif melestarikan dan merawat taman, yang merupakan area hijau yang memiliki signifikansi sosial dan ekologis. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan kampus, yang tercermin dari partisipasi mereka yang konsisten dalam kegiatan kebersihan dan perawatan taman. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan partisipasi efektif dalam membentuk sikap peduli lingkungan pada generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan lingkungan perlu diteruskan dan diintegrasi dalam aktivitas akademik dan sosial kampus guna mendukung kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Rekomendasi kegiatan ini adalah agar pihak kampus memperkuat program komunitas yang melibatkan mahasiswa dalam pelestarian lingkungan agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.
DENDA PBB-P2 DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK: TINJAUAN HUKUM TATA NEGARA DAN RELEVANSINYA BAGI PENDAPATAN DAERAH Muchammad Catur Rizky; Didit Darmawan
Hang Tuah Law Journal VOLUME 10 ISSUE 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htlj.v10i1.330

Abstract

PBB-P2 is a type of tax that can be adjusted or changed based on rates set by the regional government based on the number of local residents (PAD) domiciled in an area. Land and Building Tax (PBB) is one of the most important components in the Indonesian tax system. This research applies normative juridical, which focuses on the analysis of positive legal norms and relevant data from Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2), as well as its implications for regional tax and revenue needs. The essence of this research is that regional governments are constitutionally authorized to determine PBB-P2 fines as part of their fiscal autonomy based on Law No. 28 of 2009 concerning Regional Taxes and Regional Levies, However, due to the limited delegative authority of local governments in determining and implementing PBB-P2 taxes, there is the potential for deviation from the principle of legality. In addition, the application of fines does not fully reflect the principle of proportionality because the amount of the fine is not always proportional to the level of violation committed by the taxpayer. This can also be seen in the potential for unequal treatment of taxpayers due to differences in the social and economic conditions of the community. These conditions indicate that the application of PBB-P2 fines still tends to be oriented towards increasing regional revenue, so that the function of taxes as an instrument of justice, equality, and legal certainty in a democratic state based on the rule of law has not been fully realized.
Pemanfaatan Botol Plastik Bekas Sebagai Wadah Sampah Daur Ulang Untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Wilayah Kampus Maulidia Ilham Fadilah; Alvisalwa Andientya Dicha Putri; Nur Sa'adatut Daraini; Nurul Taqwa; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Suwito; Mujito; Didit Darmawan; Arif Rachman Putra; Rommy Hardyansah; Muchammad Catur Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i3.3783

Abstract

Pemanfaatan botol plastik bekas di lingkungan kampus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para mahasiswa dalam menjaga lingkungan wilayah kampus. Metode pada penelitian ini menggunakan metode PAR, yang melalui pendekatan lingkungan dan penciptaan pengetahuan baru, selain itu juga sebagai pemberdayaan civitas kampus dengan menyediakan alat untuk memahami dan mengatasi masalah yang diahadapi. Program kerja ini mengumpulkan botol bekas yang berada di wilayah kampus yang kemudian didaur ulan dan diberikan sentuhan warna serta desain agar menarik. Pemnafaatn botol bekas tersebut menghasilkan 10 buah tempah sampah yang praktis, dan dialokasikan pada beberapa titik. Penyebaran tempat sampah terdapat di beberapa titik, diantaranya masjid, kantor fakultas, kantor yayasan, dan kantin. Hasil dari program kerja ini mampu membangkitkan kesadaran para civitas kampus dalam pengelolaan sampah terutama sampah anorganik, selain itu program kerja ini menjadikan lingkungan wilayah kampus bersih.
Menyongsong Kemerdekaan dengan Semangat Kerja Bakti Nur Sa'adatut Daraini; Anggi Windra Kusuma; M. Ridwan; Samsul Arifin; Jahroni; Didit Darmawan; Arif Rachman Putra; Rommy Hardyansah; Muchammad Catur Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i3.3784

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memperindah lingkungan Desa Sumokembangsri dan Desa Bakungtemenggungan melalui kegiatan bersih-bersih dan pemasangan bendara di setiap jalan. Kegiatan kerja bakti dalam rangka memeriahkan HUT RI telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam memperkuat semangat kebangsaan dan meningkatkan kebersihan lingkungan. Acara ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga warga dewasa, dalam usaha bersama untuk membersihkan dan merapikan area publik serta lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ABCD (Asset-Based Community Development), metode ABCD adalah sebuah pendekatan dalam pengabdian kepada masyarakat dengan melihat serta mengetahui kekuatan dan asset yang ada untuk mewujudkan masyarakat berdaya. Kegiatan ini tidak hanya berhasil dalam hal pelaksanaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi komunitas. Dengan hasil yang dicapai, kegiatan kerja bakti ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis aset dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebersihan lingkungan dan solidaritas sosial, serta memperkuat semangat kebangsaan dalam perayaan hari besar nasional.
Artificial Intelligence (AI) dalam Pengambilan Kebijakan Publik: Tantangan Akuntabilitas dalam Perspektif Hukum Tata Negara Catur Rizky, Muchammad; Rizqullah, Rizal Bintang; Navagustina, Erma
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 2 (April 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i2.83314

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam tata kelola pemerintahan menghadirkan peluang peningkatan efisiensi dan kualitas pelayanan publik, sekaligus menimbulkan tantangan konstitusional terkait transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum penggunaan AI dalam tata kelola pemerintahan Indonesia serta mengkaji penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam sistem algoritmik. Penelitian menggunakan metode hukum normatif-konseptual dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, teori negara hukum, dan prinsip good governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI harus diposisikan sebagai instrumen administrasi yang tunduk pada prinsip negara hukum dan bukan sebagai subjek pemegang kewenangan. Tanggung jawab hukum tetap melekat pada organ atau pejabat publik yang menggunakan sistem tersebut. Namun, regulasi nasional yang ada masih bersifat umum dan belum secara spesifik mengatur tata kelola AI, sehingga berpotensi menimbulkan kesenjangan akuntabilitas dan ketidakpastian hukum. Prinsip transparansi menuntut adanya kejelasan dasar hukum, tujuan penggunaan, alur pemrosesan data, serta kemampuan memberikan penjelasan atas keputusan algoritmik. Sementara itu, akuntabilitas mengharuskan adanya penetapan tanggung jawab institusional yang jelas, mekanisme pengawasan, serta kontrol manusia (human oversight) dalam setiap pengambilan keputusan yang berdampak pada hak warga negara. Penelitian ini merekomendasikan pembaruan regulasi dan penguatan desain kelembagaan guna menjamin penggunaan AI yang sejalan dengan prinsip negara hukum, perlindungan hak konstitusional, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Peningkatan Pemahaman Hukum Islam Dan Kesadaran Bermedia Digital Pada Remaja Melalui Program Pondok Ramadan di SMAN 20 Surabaya Ika Faiqotul Himmah; Eli Masnawati; Muchammad Catur Rizky
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v5i1.4717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman hukum Islam dan kesadaran bermedia digital pada remaja melalui Program Pondok Ramadan di SMAN 20 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest untuk mengukur perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti program. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar hukum Islam, etika pergaulan, literasi digital, serta pemanfaatan media sosial sesuai nilai-nilai Islam. Data diperoleh melalui angket dan tes pemahaman yang dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pondok Ramadan berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman hukum Islam dan kesadaran bermedia digital siswa. Peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari serta sikap yang lebih bijak dalam menggunakan media digital. Dengan demikian, Program Pondok Ramadan efektif sebagai sarana pembinaan keagamaan dan penguatan literasi digital bagi remaja.Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan pengabdian, metode yang digunakan, dan hasil pengabdian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil kegiatan pengabdian.