Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut Fitra, Ramad Arya; Sarimuddin, Sarimuddin; Ilham, Surianto; Rezeki, Sri; Zulman, Zulman; Anisa, Nur; Sukrin, Simun; Sudarman, La
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5048

Abstract

Desa Tanailandu merupakan merupakan desa yang berada di Kabupaten Buton Tengah penghasil rumput laut. Rumput laut dikembangkan dengan memanfaatkan sepanjang Pantai desa oleh kelompok nelayan masyarakat setempat. Namun pengetahuan mitra tentang olahan rumput laut masih minim. Selama ini rumput laut hanya dipanen kemudian dikeringkan dengan cara dijemur setelah itu dijual dengan harga yang tergolong murah, Rp 5000/Kg. Padahal jika diolah nilai jual rumput laut akan menjadi lebih tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah berupa strategi peningkatan pendapatan kelompok nelayan rumput laut melalui diversifikasi produk dan pemasaran produk olahan berbahan dasar rumput laut.  Kegiatan dilaksanakan mulai dari 20 Agustus sampai 14 September 2024, mitra sasaran sebanyak 20 orang yang merupakan salah satu kelompok nelayan di Desa Tanailandu. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini antara lain: sosialisaasi, pelatihan bidang kemasyarakatan, pelatihan bidang produksi, evaluasi dan keberlanjutan program kegiatan. Hasil yang dicapai dari kegiatan pelatihan bidang sosial kemasyarakatan adalah meningkatnya pemahaman terkait diversifikasi produk bahan olahan rumput laut serta pelatihan cara pengemasan dan promosi hasil olahan rumput laut. Selain itu, hasil pelatihan bidang produksi berfokus pada penerapan teknologi dan inovasi pengemasan produk serta brending olahan rumput laut dan pendampingan kepada mitra dalam penerapan teknologi dan inovasi pemasaran penjualan online olahan rumput laut berupa hasil olahan antara lain : keripik rumput laut, stik rumput laut, bakso rumput laut, dodol rumput laut, kue bolu rumput laut, agar-agar dan mie rumput laut. Hasil olahan tersebut diolah menggunakan mesin. Adapun pemasaran online berupa website pemasaran yang dibuat oleh tim abdimas. Hasil evaluasi dari kuisioner menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mitra bidang sosial kemasyarakatan dan bidang produksi sebelumnya 100%  mitra kurang paham menjadi paham mencapai 100%. Peningkatan pendapatan berupa harga jual olahan rumput laut paling rendah Rp20.000 (keripik rumput laut) dan paling tinggi Rp200.000 (bolu rumput laut) per kilogramnya
PELATIHAN BUDIDAYA SISTEM INTEGRASI PADA KONSTRUKSI KERAMBA JARING APUNG DI DESA TANGGETADA, KABUPATEN KOLAKA Landu, Anti; Bustang, Bustang; Tasabaramo, Ilham Antariksa; Yusnaini, Yusnaini; Sekri, Latifa; Asmadin, Asmadin; Adimu, Hasan Eldin; Sukrin, Simun; Juhardin, Juhardin
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.2225

Abstract

Tanggetada Village has significant fisheries potential, yet it remains underutilized by local fishermen. This is attributed to several factors, including limited infrastructure and the fishermen group’s lack of knowledge. Additionally, during poor weather conditions, fishermen lack alternative livelihoods beyond capture fishing. Therefore, aquaculture can serve as a viable solution to maintain their productivity. This community engagement initiative aims to enhance the knowledge and skills of the fishermen group in integrated aquaculture sistems using floating net cage construction. The activity was implemented in Tanggetada Village, Kolaka Regency, in collaboration with the Malaja Biru fishermen group. The methodology consisted of several stages: socialization, training, mentoring, and evaluation. The results of this activity demonstrated significant improvements in the knowledge and skills of the Malaja Biru fishermen group regarding integrated aquaculture in floating net cages. Twenty participants actively engaged in the outreach, training, and cage construction. Evaluation showed a knowledge increase from 50% to 100% and skill proficiency reaching 90–100%. Intensive mentoring and technology transfer methods effectively enhanced fishermen’s capacity, enabling them to independently and sustainably cultivate grouper, lobster, and pearl oysters using integrated aquaculture systems. It can be concluded that the 2024 Kosabangsa community service program successfully enhanced the capacity of the Malaja Biru Fishermen Group in Tanggetada Village through training in integrated aquaculture using floating net cage systems..