Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMILAHAN SAMPAH UNTUK DUSUN SUMBERINGIN DESA WRINGINSONGO KABUPATEN MALANG Anggraheny Ikawanty, Beauty; Fauziyah, Mila; Luqman, Mohammad; Khairuddin, Muhammad; Murtono, Ari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v11i2.4594

Abstract

Sumberingin Hamlet is one of two hamlets located in Wringinsongo village, Tumpang sub-district, Malang Regency. The people work in the agricultural, livestock and industrial sectors. So with thousands of people in one village and the majority of livelihoods in the village itself, the amount of rubbish thrown away every day is increasing. Household waste produced by each family is cleaned/picked up by officers per RT and sent to the final disposal site (TPA) available in the village. Every day, if the average weight of waste produced by each family is 5 kg, then every day the village will produce around 4500 kg of waste. The landfill in Sumberingin hamlet is located very far away and means of transportation to the landfill are very limited. So that rubbish piles up in landfills and is not managed, causing odors and pollution to the surrounding environment. Waste disposal in Sumberingin hamlet is still divided between organic and inorganic waste. This can be seen from the fact that there is only one trash bin in each household. Therefore, this community service focuses on partner groups of Sumberingin hamlet women for waste sorting training. Waste sorting is the activity of grouping and separating waste according to the type, quantity and/or nature of the waste. Waste sorting at home can be grouped into 3, namely organic waste, inorganic waste and residual waste.
Inisiasi Organisasi dan Teknologi Hammer Mill serta Pressing Otomatis untuk Pengembangan Usaha Briket Fiernaningsih, Nilawati; Herijanto, Pudji; Anggraheny Ikawanty, Beauty; Akhlis Rizza, Muhammad; Zamrudy, Windi; Akhsanu Takwim, R N
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.15549

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada Usaha Mikro Kecil (UMK) Bathok Koi di Kota Blitar dilatarbelakangi oleh potensi besar pemanfaatan limbah tempurung kelapa yang selama ini belum dioptimalkan secara maksimal. Tempurung kelapa yang melimpah umumnya hanya dimanfaatkan sebagai arang bakar tradisional dengan nilai ekonomi rendah, sehingga diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambahnya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra mencakup keterbatasan teknologi pengolahan, rendahnya pengetahuan tentang manajemen produksi, serta belum adanya struktur organisasi usaha yang sistematis dan kemitraan bahan baku yang berkelanjutan. Menjawab permasalahan tersebut, program PkM ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui koordinasi, diskusi, pelatihan, pendampingan, serta pengadaan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pengadaan dan instalasi mesin hammer mill, mixer, dan pressing otomatis, pelatihan teknis pengoperasian dan perawatan mesin, pembentukan struktur organisasi usaha, serta fasilitasi kemitraan bahan baku dengan pihak produsen minyak kelapa murni (VCO). Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa mitra berhasil meningkatkan kapasitas produksi briket dengan kualitas yang memenuhi standar ekspor, baik dari aspek kepadatan, homogenitas bahan, maupun kualitas nyala. Selain itu, mitra memperoleh keterampilan baru dalam manajemen produksi, pengendalian mutu, dan tata kelola organisasi usaha yang lebih terstruktur. Keberhasilan menjalin kemitraan bahan baku dengan pemasok tempurung kelapa juga menjamin kontinuitas usaha sehingga produksi dapat berjalan secara konsisten. Perubahan kondisi mitra terlihat jelas, di mana sebelumnya usaha Bathok Koi masih bersifat tradisional dengan keterbatasan teknologi dan sistem manajemen, kini telah berkembang menjadi usaha yang lebih modern, efisien, dan siap bersaing di pasar ekspor. Dengan demikian, kegiatan PkM ini tidak hanya menyelesaikan permasalahan mendasar mitra, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan dalam penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, serta peningkatan daya saing produk berbasis limbah tempurung kelapa.