Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kode Etik Jurnalistik dalam Pers Kampus (Studi Kasus Pada UKM LSP UNIDA Bogor) Lestari, Yulia Dwi; Rahmadhina, Jestiana Al Kayrani; Fauziah, Evi Lia; Khoriunnisa, Hasna; Syahrani, Nikki Haura; Suhandi, Ratu Dea Nabila; Indallaila; Amini, Raisa Kayla
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.16738

Abstract

Implementasi kode etik jurnalistik dalam pers kampus Universita Djuanda menjadi hal yang penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas informasi yang disampaikan kepada pembaca. Kode etik jurnalistik memberikan pedoman bagi wartawan dan redaksi dalam melaksanakan tugasnya, termasuk dalam hal akurasi, keberimbangan, serta perlindungan terhadap hak privasi dan kepentingan publik. Studi ini mengulas bagaimana UKM LSP UNIDA mengimplementasikan kode etik jurnalistik dalam setiap tahap produksi berita, mulai dari pengumpulan informasi, penulisan, hingga penyajian kepada pembaca. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip etika jurnalistik, pers kampus dapat membangun kepercayaan pembaca serta memainkan peran yang efektif dalam menyediakan informasi yang akurat dan berimbang di lingkungan kampus.
PROGRAM GERAKAN 1 HARI 2 TELUR DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING PADA KADER POSYANDU Pratidina, Ginung; Rahman, Febrian Batara Aditya; Rahmadhina, Jestiana Al Kayrani; Lestari, Anggie Septia; Tirta, Maura Najwa Noor Raina; Salim, Diaz Sya’bania; Ilmi, Lu’lu’; Nurhazizah, Refina; Febriansyah, Febriansyah; Arifin, Abin Riyan; Rahmadina, Rahmadina; Ikraami , Reksa Dzul
An-Nizam Vol 4 No 2 (2025): An Nizam: Jurnal Bakti Bagi Bangsa
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/an-nizam.v4i2.11466

Abstract

Stunting remains a major public health challenge in Indonesia. One of the main contributing factors is the low intake of animal protein among children, thereby requiring simple yet effective community-based nutritional interventions. This community service activity aimed to improve the knowledge of posyandu (integrated health post) cadres regarding stunting prevention through the implementation of the One Day Two Eggs Movement. The program was carried out by providing nutrition education on the importance of animal protein consumption, particularly eggs, using interactive lectures, group discussions, and simple demonstrations. A total of 50 posyandu cadres participated in the activity and were assessed using pre-test and post-test instruments to measure knowledge levels before and after the intervention. The results showed an increase in the average knowledge scores of participants following the program, indicating the effectiveness of the One Day Two Eggs Movement in enhancing understanding of the role of animal protein in stunting prevention. Furthermore, participants demonstrated strong enthusiasm to apply and disseminate the acquired information within their respective communities. Based on these findings, the One Day Two Eggs Movement can be recommended as a practical community-based educational strategy that is easy to implement, provides direct impact, and holds potential to be integrated with posyandu activities as well as maternal and child health programs in a sustainable manner.
Peran Komunikasi Visual dan Semiotika dalam Meningkatkan Efektivitas Iklan Produk Indomilk Rahmadhina, Jestiana Al Kayrani; Lestari, Yulia Dwi; Fauziah, Evi Lia; Suryantara, Azallea Nasafka; Wiranty; Riska, Elda Apriana; Khoriunnisa, Hasna; Syahrani, Nikki Haura; Suhandi, Ratu Dea Nabila; Hafid, Reyshafa Syahada
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15949

Abstract

Komunikasi visual dalam periklanan sangat penting untuk menyampaikan pesan efektif kepada audiens, terutama dengan elemen visual seperti gambar, warna, dan simbol. Meski komunikasi visual telah dipahami, penggunaan semiotika, khususnya teori Charles Sanders Peirce, belum banyak diterapkan untuk menganalisis makna elemen-elemen tersebut, terutama dalam iklan untuk kalangan muda. Penelitian ini menganalisis iklan Indomilk yang menampilkan bintang K-pop (S.Coups, Wonwoo, dan Vernon) dengan pendekatan semiotika Peirce, mengkaji tanda, objek, dan interpretan dalam konteks budaya Korea yang populer. Temuan menunjukkan bahwa elemen visual seperti bintang K-pop dan simbol-simbol budaya Korea efektif menciptakan ikatan emosional dengan audiens muda, memperkuat keterkaitan produk dengan tren global. Studi ini menegaskan pentingnya pemahaman komunikasi visual dan semiotika dalam menciptakan kampanye iklan yang relevan dan efektif bagi audiens muda, meski membutuhkan penelitian lanjutan pada aspek emosional dan psikologis.