Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Manajemen Asuhan Kebidanan Post Sectio Caesarea Hari Kedua pada Ny. M dengan Nyeri Luka Operasi Mullyanti, Mullyanti; Saputri, Linda Hardianti; Akbar, Nurlina; Sundari, Sundari; S, Suryanti
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 1 (Juni 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.410

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada data pasti untuk wilayah yang memiliki tingkat operasi sesar yang lebih tinggi dari 10-15%, melakukan penelitian pembaruan data, untuk perkiraan yang telah diterbitkan WHO sebelumnya tentang angka operasi sesar di seluruh dunia dan menghitung jumlah tambahan operasi sesar yang akan diperlukan di negara-negara dengan jumlah operasi sesar yang rendah serta jumlah operasi sesar yang berlebihan. Operasi sesar juga berkontribusi terhadap angka kematian sekitar 5,8 per 100.000 persalinan juga angka kesakitan operasi sesar lebih tinggi, yakni sekitar 27,3 per 1.000 persalinan, dibandingkan persalinan normal yang hanya 9 per 1.000 persalinan. Angka kematian ibu pada operasi sesar adalah 40-80/100.000, lebih besar 25 kali dari persalinan normal. Angka kesakitan post Sectio Caesarea kira-kira sebesar 15% dan sekitar 90% disebabkan oleh infeksi, maka perubahan fisiologis yang terjadi sangat jelas yaitu nyeri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingat nyeri luka Operasi Sectio Caesarea yang dirasakan Ny. ”M” di RS Bhayangkara Makasasar tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu: Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa actual, diagnosa potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya. Dari kasus Ny”M” yaitu nyeri luka Sectio Caesarea nyeri belum berkurang namun ibu dapat beradaptasi dengan nyeri(nyeri tingkat 6), tidak terdapat tanda-tanda infeksi.Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal Care pada Ny. S dengan Pre Eklamsia Ringan A Pono, Sriwahyuni; Akbar, Nurlina; M, Azrida
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.471

Abstract

Data yang telah diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tentang terjadinya pre-eklamsia pada ibu hamil pada tahun 2015 sebanyak 68 orang, tahun 2016 sebanyak 78 orang, tahun 2017 sebanyak 96 orang dan tahun 2018 sebanyak 35 orang. Jumlah kematian di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017 sebanyak 28 orang (17,6%). Ibu bersalin sebanyak 47 orang (48,3%) dan ibu nifas sebanyak 40 orang (5,1%). Dan penyebab kematian ibu yaitu karena pre-eklamsia 68%, Perdarahan 30% dan infeksi 4%.Tujuan penelitian ini adalah agar dapat melaksanakan asuhan kebidanan intranatal pada Ny. S dengan pre-eklamsia di RSUD Daya Makassar dengan penerapan manajemen asuhan kebidanan sesuai wewenang bidan. Metode pendekatan yang digunakan pada kasus ini adalah metode asuhan 7 langkah varney, yaitu: pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa potensial, tindakan segera, menyusun rencana, melaksanakan secara menyeluruh asuhan kebidanan serta mengevaluasi keberhasilannya dengan membaca dan mempelajari status kesehatan yang berhubungan dengan keadaan pasien. Dari kasus Ny. S yaitu persalinan dengan pre-eklamsia ringan ibu dapat beradaptasi dengan nyeri, tidak adanya kesenjangan antara tinjauan kasus dengan tinjauan teori serta upaya yang dilakukan berdasarkan lingkup tugas, wewenang, dan tanggung jawab bidan. Dalam penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas kasus pasien secara menyeluruh dan berkesinambungan sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan.
Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal Care pada Ny. S dengan Preeklamsia Berat Manuru, Sartika; Akbar, Nurlina; Sundari, Sundari
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.795

Abstract

Data yang telah diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tentang kejadian pre-eklampsia pada ibu hamil pada tahun 2015 sebanyak 68 orang, tahun 2016 sebanyak 78 orang, tahun 2017 sebanyak 96 orang dan tahun 2018 sebanyak 35 orang . Jumlah kematian di provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017 sebanyak 103 orang dengan angka kematian ibu hamil sebanyak 28 orang (17,6%), ibu bersalin sebanyak 47 orang (48,3%) dan ibu nifas sebanyak 40 orang (35,1%). Dan penyebab kematian ibu yaitu karena pre-eklamsia 68%, perdarahan 30% dan infeksi Dari data yang diperoleh dari Rekam Medis RSUD Labuang Baji Makassar angka kejadian preeklampsia berat pada ibu hamil pada tahun 2019 sebanyak 44 orang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mencegah terjadinya pre-eklampsia berat pada Ny. S di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Pre-eklamsia merupakan komplikasi kehamilan dan persalinan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, proteinuria dan edema, yang kadang-kadang disertai dengan komplikasi koma. Gejala dari pre-eklamsia seperti hipertensi, oedema dan proteinuria sering tidak diperhatikan, sehingga tanpa disadari dalam waktu singkat dapat timbul menjadi pre-eklamsia berat, bahkan eklamsia. Dari kasus Ny. S dilakukan dengan mengumpulkan data secara subjektif dan objektif dengan diagnosa aktual Pre-eklamsia Berat, diagnosa  masalah potensial antisipasi terjadinya eklamsia, dan Tindakan kolaborasi dengan dokter untuk SC. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA KLINIK PRATAMA BKIA RAKYAT KOTA MAKASSAR Husnah, Nurul; Akbar, Nurlina; Karuniawati, Nia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.29532

Abstract

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil, yang sangat berpengaruh pada perkembangan janinnya. Jika status gizi seorang ibu kurang maka akan mempengaruhi proses kehamilan dan perkembangan janinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi status gizi pada ibu hamil di wilayah kerja Klinik Pratama BKIA Rakyat Kota Makassar. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional dimana pengumpulan baik variable bebas maupun terikat dilakukan dalam waktu bersamaan. Populasi pada penelitian ini yaitu semua ibu hamil yang berada di wilayah kerja Klinik Pratama BKIA Rakyat Kota Makassar. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling yaitu sampel dipilih berdasarkan kriteria penelitian yaitu kriteria eksklusi dan inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan analisis univariat dan bivariate Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,643 menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara jarak kehamilan dan status gizi Ibu,  nilai p-value =0,58 disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara Riwayat kunjungan ANC dengan kejadian status gizi kurang, nilai p-value= 0,001 ada hubungan antara pengetahuan dengan status gizi kurang pada ibu hamil, nilai p Value = 0,001, maka didapati hasil bahwa ada hubungan antara sikap ibu terhadap status gizi kurang pada ibu hamil dan nilai p value = 0,003 ada  hubungan antara pekerjaan dengan  status gizi ibu hamil di wilayah kerja klinik pratama BKIA rakyat kota makassar.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGOLAHAN PMT DARI PANGAN LOKAL BAGI KADER POSYANDU DALAM PENANGANAN KEK IBU HAMIL DI DESA TONASA Suryanti Sudirman; Nurlina Akbar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.1065-1069

Abstract

Kehamilan KEK merupakan kondisi ibu hamil dimana hasil pengukuran lingkar lengan atas (LILA) ibu lebih kecil dari 23,5 cm. Kekurangan energi kronis adalah keadaan ibu hamil yang mengalami kekurangan zat gizi menahun (kronis) yang mengakibatkan gangguan kesehatan pada ibu. Salah satu upaya agar gizi ibu hamil meningkat yakni dengan pemberian makanan tambahan (PMT). Pada kelompok ini hamil, pemberian makanan tambahan menjadi salah satu cara suplementasi makanan tambahan untuk ibu hamil KEK.  Desa Tonasa memiliki 25 ibu hamil diantaranya 5 orang ibu hamil (20%) yang mengalami KEK. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan agar kasus KEK ibu hamil dapat dicegah melalui pemberdayaan kader Posyandu dengan cara melakukan pendampingan kepada masyarakat agar dapat menjalankan kegiatan terkait dengan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil. Pengabdian akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu sosialisasi terkait Gizi ibu hamil dan penanganan KEK pada ibu hamil, latihan membuat dan mengolah PMT dari pangan lokal, dan evaluasi kegiatan. Pretest diikuti 40 peserta dengan mengisi kuisioner yang terdiri dari 10 pertanyaan. Adapun hasil pretest yang dilakukan pada 40 peserta yaitu baik 6 orang (15%), cukup : 9 orang (22,5%), kurang 25 orang (62,5%). Sedangkan hasil posttest dari 40 peserta sebanyak 28 orang (70%) memiliki pengetahuan kategori baik sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan yang dibuktikan dengan antusiasme peserta mengikuti kegiatan ini dapat lalu mempraktekkan resep yang telah diberikan. Perlu adanya program yang mengatur kegiatan edukasi gizi ibu hamil di posyandu dengan memberdayakan kader Posyandu
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gangguan Psikotik Pada Ibu Hamil Suryanti S; Sitti Nurana; Nurlina Akbar
An Idea Health Journal Vol 5 No 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i03.455

Abstract

Background: Psychotic disorders are one of the serious mental health problems, particularly among pregnant women. Various factors, both biological and psychosocial, are suspected to play a role in influencing the occurrence of psychotic disorders during pregnancy. However, to date, evidence regarding the most influential factors remains inconsistent. This study aims to analyze the factors affecting psychotic disorders in pregnant women..Method: The study used a quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 72 pregnant women who attended antenatal care at the Rappokalling Health Center in Makassar City were selected as respondents. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the chi-square test to assess the relationship between independent variables and psychotic disorders..Result: The analysis showed no significant relationship between age (P-value = 0.7), education (P-value = 0.8), parity (P-value = 0.1), gestational age (P-value = 0.3), employment status (P-value = 0.1), family income (P-value = 0.2), knowledge (Pvalue = 0.08), and social support (P-value = 0.1) with psychotic disorders in pregnant womenConclusion: This study concludes that factors such as age, education, parity, gestational age, employment status, family income, knowledge, and social support do not have a significant relationship with psychotic disorders in pregnant women in the population studied.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEBAGAI BENTUK STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI BALITA BAGI KADER POSYANDU DESA TELLUMPOCCOE MAROS Nurlina Akbar; Halida Thamrin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1372-1376

Abstract

Children's health is always concern because this group is vulnerable to health problems on their golden period. The involvement of parents, especially mothers and health workers, is needed. The Health Profile of South Sulawesi shows that the percentage of underweight children under five in Kabupaten Maros is ranked 4th with 8.23%. Data from interviews with the Tellumpoccoe Midwife in Kab. Maros, the number of infants under five until December 2021 is 96 toddlers and 5 health service assistent. This number shows that the ratio of health service assistent to the number of infants under five is sufficient so they should be able to assist mothers of infants under five in monitoring and stimulating growth and development. There is one way to stimulate growth and development is with baby massage which is known to be effective for increasing appetite and improving blood circulation. Health service assistent in this village have never been provided with baby massage skills, so the purpose of this community service is sharing information and baby massage skills to them. The service method includes the preparation stage, coordinating with the local government, pretest, the implementation stage, socialization and training and posttest as the evaluation stage. During the socialization and training, the health service assistant had great enthusiasm while listening to the explanation of baby massage, were active in discussing and practicing baby massage so that their knowledge and understanding increased and the five of them were able to practice good and correct baby massage
PKM Kelompok Diabetes untuk Meningkatkan Self-Management melalui Cognitive Behavioural Therapy Nur Wahyuni Munir; Nurlina Akbar; Safruddin Safruddin
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6148

Abstract

Penderita diabetes melitus rentan mengalami gejala psikososial seperti kecemasan akan penyakitnya yang dapat berdampak pada peningkatan kadar glukosa darah dan menurunkan harapan hidup penderita, sehingga dibutuhkan self-management yang baik. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan self-management penderita diabetes melitus yaitu seperti cognitive behavioural therapy. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan cognitive behavioural therapy dan teknik relaksasi otot progresif pada penderita diabetes melitus. Metode yang digunakan, yaitu ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Media yang digunakan, yaitu leaflet, laptop, LCD, soal pretest dan posttest. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah diberikan cognitive behavioural therapy serta teknik relaksasi otot progresif. Disarankan agar pihak puskesmas dapat mensosialisasikan terapi ini pada penderita diabetes melitus lainnya.
Edukasi dan Pelatihan Deteksi Bahan Tambahan Pangan (Pengawet, Pemanis, Pewarna) Berbahaya dalam Makanan dan Minuman kepada Kelompok PKK Desa Borisallo Syam, Nasruddin; Akbar, Nurlina; Hamzah, Wardiah; Sulaeman, Ulfa; Abdul Muhdi Ardiansar AK; Meltiama, Meltiama; Sestiani, Putri
Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal Vol. 3 No. 2 (2026): April: Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/masyarakatmandiri.v3i2.2561

Abstract

Food safety is crucial for public health, particularly in rural areas with limited access to information and food additive (BTP) detection tools. The PKK group in Borisallo Village faces challenges due to low awareness about the dangers of BTP such as formalin, borax, Rhodamin B, methanol yellow, and synthetic sweeteners, as well as limited skills in detecting these substances. This Community Service (PKM) program aims to enhance the knowledge and skills of PKK members through education and training on natural BTP detection and food processing. Methods include counseling, demonstrations using organoleptic and household tests, and practicing with natural alternatives for preservatives, sweeteners, and food colorings. Results showed a significant increase in participants' understanding and detection ability, as seen in the pretest and posttest evaluations. The provision of portable stoves and pans also ensures sustainability of the activities. This program strengthens the PKK's role in food safety supervision at the village level and suggests further training, additional detection tools, and more collaboration with health centers and local governments to sustain the initiative.