Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perancangan Gedung Olahraga Universitas Muhammadiyah Makassar Dengan Pendekatan Analogi Linguistik Amrin Amir; Aris Sakkar; Ashari Abdulah; Mursyid Mustafa; Muhammad Syarif; Citra Amalia Amal
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8738

Abstract

Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan universitas swasta terbaik di makassar, di mana universitas ini memiliki kendala pada fasilitas dan sarana untuk berolahraga dengan permasalahan ini , maka di sarakan perlunya gedung olahraga unismuh makassar untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Maka di lakukan survei lokasi dan study banding dengan bangunan serupa di beberapa tempat. Hasil dari desain menghasilkan sebuah gambar desain dengan penerapan  konsep analogi linguistic model semiotic yang  menasfisirakan bahawa bangunan yang dibangun merupakan bangunan dari universitas Muhammadiyah makassar yang merupakan bangunan Gedung olahraga yang di isi dari 4 jenis olahraga seperti basket, futsal, bulu tangkis dan voly.
Perancangan Hotel Resort di Danau Biru Kolaka Utara Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Nur Alif; Mursyid Mustafa; Andi Yusri; Ashari Abdullah; Irnawaty Idrus; Nurhikmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.12509

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di daerah khatulistiwa. Dengan letak Indonesia yang berada di kawasan khatulistiwa ini, Indonesia memiliki iklim tropis. Iklim tropis ini merupakan berkah dari Allah SWT yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Iklim tropis yang berhawa sejuk dan hangat sepanjang tahun salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berasal dari negara kawasan sub-tropis yang suhu rata-ratanya dapat lebih dingin apabila dibandingkan dengan kawasan tropis. Salah satu wilayah yang memiliki potensi alam yang berlimpah adalah Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Kolaka Utara atau lebih tepatnya di Danau Biru, sangat disayangkan jika keindahan alam yang dimiliki tidak diolah dan dimanfaatkan dengan bijak, salah satu bentuk pengolahannya adalah dengan menjadikan tujuan wisata. Kegiatan berwisata tersebut harus didukung dengan fasilitas hunian sebagai tempat tinggal sementara para wisatawan, dan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung dalam menginap selama berwisata ke Kolaka Utara. Pada perancangan hotel resort ini menggunakan pendekatan arsitektur tropis dimana material yang digunakan yaitu material yang berasal dari alam dan juga ramah lingkungan juga mudah untuk di dapatkan dan tentunya memiliki harga yang terjangkau, tujuannya untuk memanfaatkan hasil alam yang berada di Kab. Kolaka Utara dan juga mengurangi penggunaan energi yang berlebihan pada bangunan.
Perancangan Sea World di Makassar dengan Pendekatan Arsitektur Biomorfik murnawati murnawati; mursyid mustafa; ashari abdullah; irnawati idrus; andi Syahriyunita; siti fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8650

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kepulauan terbesar didunia. Dengan luas lautan sebesar 63% dari luas keseluruhan tidak heran jika Indonesia memiliki banyak titik dengan potensi bahari yang tersebar di sepanjang pesisir pulau. Sayangnya, potensi ini tertutupi oleh isu over exploitation dan sampah yang merusak ekosistem laut Indonesia. Dari latar belakang tersebut, masyarakat Indonesia harus mempunyai edukasi untuk mengapresiasi keanekaragaman ini dengan benar, khususnya keanekaragaman laut. Seaworld memiliki beragam fasilitas edukasi, rekreasi, dan konservasi yang mempunyai peran penting dalam hal mengedukasi masyarakat Indonesia. Tetapi sangat disayangkan Seaworld belum dipereradakan di Kota Makassar. Hasil pengumpulan data yang dicapai melalui observasi, survey lapangan, dan kuisioner membuktikan bahwa diperlukan sebuah Seaworld di Kota Makassar. Untuk lebih memperkuat tujuan perancangan digunakan lah sebuah konsep tema Arsitektur Biomorfik yang dimana konsep ini sangat memperhatikan pertumbuhan alam sekitar yang kemudian di tuangkan dalam bentuk bangunan, fasad bangunan dan struktur bangunan. Lokasi projek yang di pilih yaitu Jalan Metro Tanjung Bunga, dimana lokasi sangat berpotensi untuk pembangunan pusat rekreasi berbasis edukasi. Dengan luasan sebesar 51.537,74 M2 yang kemudian akan diolah dengan presentase 30% terbangunan dan 70% Tidak terbangun. Bentuk dasar bangunan ini di angkat dari bentuk Ubur- ubur ( jelly fish) dengan peletakkan massa bangunan yang mengambil analogi ddari cara hidup merekan yaitu dengan berkelompok. Dasar bentuk kemudian diolah menjadi setengan lingkaran kemudian di tambahkan ornament struktur sekaligus menjadi astetika pada fasad bangunan.
Perancangan Museum Kebudayaan Polewali Mandar dengan Pendekatan Arsitektur Etnis Rusli Rusli; Rohana Rohana; Andi Yusri; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Mursyid Mustafa; Rasmawarni Rasmawarni; Salmiah Zainuddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.9710

Abstract

ABSTRAK : Kabupaten Polewali Mandar memiliki suku dan budaya yang tersebar dibeberapa kecamatan yang dalam penerapannya cenderung mengalami degradasi, hal ini disebabkan tidak adanya wadah yang dapat  mengakomodir nilai kebudayaan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep arsitektur etnis pada museum kebudayaan serta mendesain museum kebudayaan diharapkan mampu mengakomodir nilai kebudayaan dan menjadi pusat studi kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni studi literatur, pegumpulan data, dan analisis data yang sesuai dengan tema penelitian. Bangunan yang dirancang di Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar tepat di Jl. Poros Majene-Mamuju memiliki luas lahan 3,4 H, dengan tema arsitektur etnis ini mengedepankan aspek budaya Kabupaten Polewali Mandar mulai dari penggunaan matetrial, bentuk tampilan, orientasi bangunan, penataan massa, serta penataan ruang. Bangunan didesain dengan 2 lantai menggunakan bahan material kayu dan memiliki besaran ruang 8470 M² yang dibagi dalam beberapa zona yakni lantai 1 sebagai area penerimaan (zona publik) dan lantai 2 sebagai area pengelola (zona privat). Rancangan yang didesain dalam bentuk kawasan dimana bangunan utama dan penunjang dibuat terpisah. Bentuk bangunan yang diadopsi dari bentuk dasar perahu sandeq melambangkan keteguhan masyarakat polewali mandar dalam menjalani kehidupan. Bentuk penataan massa bangunan dan aksesibilitas pada site diadopsi dari bentuk hiasan sayyang pattuqduq yang ditranformasi sehingga tercipta penataan bangunan yang juga mengikuti filosofi rumah adat mandar sehingga menampilkan adat budaya mandar.  ABSTRACT : Polewali Mandar Regency has tribes and cultures that are scattered in several sub-districts which in its application tend to experience degradation, this is due to the absence of a forum that can accommodate these cultural values. Therefore, this study aims to compile the concept of ethnic architecture in a cultural museum and to design a cultural museum that is expected to be able to accommodate cultural values and become a center for cultural studies in Polewali Mandar Regency. The methods used in this research are literature study, data collection, and data analysis according to the research theme. The building designed in Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar right on Jl. The Majene-Mamuju axis has a land area of 3.4 H, with an ethnic architectural theme that puts forward the cultural aspects of Polewali Mandar Regency starting from the use of material, appearance, building orientation, mass arrangement, and spatial planning. The building is designed with 2 floors using wood materials and has a size of 8470 M² which is divided into several zones, namely the 1st floor as the reception area (public zone) and the 2nd floor as the management area (private zone). The design is designed in the form of an area where the main and supporting buildings are made separately. The shape of the building adopted from the basic shape of the sandeq boat symbolizes the steadfastness of the Polewali Mandar people in living life. The shape of the building mass arrangement and accessibility to the site was adopted from the shape of the sayyang pattuqduq decoration which was transformed so as to create a building arrangement that also follows the philosophy of the Mandar traditional house so that it displays the Mandar cultural customs. 
Perancangan terminal bus tipe A di Kota Makassar dengan pendekatan arsitektur kontemporer wirga sandy ahyar; Mursyid Mustafa; Ashari Abdullah; Andi Yusri; Khilda Wildana Nur; Nurhikmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8705

Abstract

Terminal Bus tipe A adalah prasarana transportasi jalan yang digunakan untuk keperluan memuat dan menurunkan penumpang serta mengatur keberangkatan dan kedatangan, yang melayani angkutan antar kota antar provinsi, antar kota lintas batas negara, antar kota dalam provinsi dan angkutan desa. banyaknya masalah-masalah yang terjadi diterminal regional daya seperti kekurangan dari sarana maupun prasarana. Berdasarkan permasalahan yang ada maka perlu dirancang terminal bus tipe A dengan pendekatan arsitektur kontemporer. Metode yang di gunakan adalah pendekatan arsitektur kontemporer yang  menampilkan sesuatu yang berbeda yang menampilkan kualitas tertentu terutama dari segi penggunaan teknologi dan juga kebebasan dalam menampilkan suatu gaya arsitektur.Tujuan dari perancangan terminal bus tipe A ini adalah untuk mengatasi masalah-masalah yang telah dijelaskan diatas dan meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa yang meliputi angkutan  antar kota dalam propinsi (AKDP), angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), angkutan kota (AK), serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan  daerah. Hasil perancangan ini meliputi konsep tapak dengan luas 5,5 Ha yang terdiri dari ruang pengelola 420 m2 , ruang terminal 6.485 m2 dan ruang parkir 9.348 m2. Yang akan disajikan dalam bentuk gambar 2 dimensi yaitu analisis tapak, konsep bentuk, serta 3 dimensi dan animasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terminal bus tipe A dengan pendekatan arsitektur kontemporer ini di desain dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan pengguna.
Perancangan Museum Kebudayaan Polewali Mandar dengan Pendekatan Arsitektur Etnis Rusli Rusli; Rohana Rohana; Andi Yusri; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Mursyid Mustafa; Rasma Warni; Salmiah Zainuddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.10126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep arsitektur etnis pada museum kebudayaan serta mendesain museum kebudayaan diharapkan mampu mengakomodir nilai kebudayaan dan menjadi pusat studi kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni studi literatur, pegumpulan data, dan analisis data yang sesuai dengan tema penelitian. Bangunan yang dirancang di Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar tepat di Jl. Poros Majene-Mamuju memiliki luas lahan 3,4 H, dengan tema arsitektur etnis ini mengedepankan aspek budaya Polewali Mandar mulai dari penggunaan matetrial, bentuk tampilan, orientasi bangunan, penataan massa, serta penataan ruang. Bangunan didesain dengan 2 lantai menggunakan bahan material kayu dan memiliki besaran ruang 8470 M². Rancangan yang didesain dalam bentuk kawasan dimana bangunan utama dan penunjang dibuat terpisah. Bentuk bangunan yang diadopsi dari bentuk dasar perahu sandeq melambangkan keteguhan masyarakat polewali mandar dalam menjalani kehidupan. Bentuk penataan massa bangunan dan aksesibilitas pada site diadopsi dari bentuk hiasan sayyang pattuqduq.