Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Social Activity Card untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Sosial pada Autism Spectrum Disorder Anindya Widyawati; Dian Atnantomi Wiliyanto; Windiarti Dwi Purnaningrum
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55569

Abstract

Abstrak Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan dalam komunikasi sosial, termasuk memulai interaksi, mempertahankan percakapan, dan merespons dengan tepat dalam situasi sosial. Salah satu media instruksional yang dapat mendukung pengembangan keterampilan ini adalah Kartu Aktivitas Sosial, yang memberikan stimulasi visual dan kegiatan terstruktur untuk membantu anak-anak lebih memahami konteks sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Kartu Kegiatan Sosial dalam meningkatkan keterampilan komunikasi sosial pada anak dengan ASD. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok. Peserta terdiri dari lima anak dengan ASD berusia 10-11 tahun, dipilih melalui purposive sampling. Intervensi dilakukan selama delapan sesi menggunakan Kartu Kegiatan Sosial. Keterampilan komunikasi sosial diukur sebelum dan sesudah intervensi, dan data dianalisis menggunakan uji-t sampel berpasangan. Temuan ini mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan komunikasi sosial setelah intervensi. Rata-rata skor pretest 42,40 meningkat menjadi 61,60 pada posttest. Analisis statistik menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,003 (p < 0,05), menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Selain itu, nilai t yang dihitung (–6,386) melebihi nilai tabel t kritis pada df = 4 (2,776), mengkonfirmasi perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa Kartu Aktivitas Sosial efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi sosial pada anak-anak dengan ASD. Kata Kunci: Anak Autis, Komunikasi Sosial, Social Activity Card Abstract Autism Spectrum Disorder (ASD) is a neurodevelopmental disorder marked by difficulties in social communication, including initiating interactions, maintaining conversations, and responding appropriately in social situations. One instructional medium that can support the development of these skills is the Social Activity Card, which provides visual stimulation and structured activities to help children better understand social contexts. This study aimed to examine the effectiveness of Social Activity Cards in improving social communication skills in children with ASD. The research employed a quasi-experimental method using a one-group pretest–posttest design. Participants consisted of five children with ASD aged 10–11 years, selected through purposive sampling. The intervention was conducted over eight sessions using Social Activity Cards. Social communication skills were measured before and after the intervention, and the data were analyzed using a paired samples t-test. The findings revealed a significant improvement in social communication skills following the intervention. The mean pretest score of 42.40 increased to 61.60 in the posttest. Statistical analysis showed a Sig. (2-tailed) value of 0.003 (p < 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Additionally, the calculated t-value (–6.386) exceeded the critical t-table value at df = 4 (2.776), confirming a significant difference between pretest and posttest results. These findings demonstrate that Social Activity Cards are effective in enhancing social communication skills in children with ASD. Keywords: Autistic Children; Social Communication; Social Activity Card.
Dampak Pelatihan Program CREADIS dalam Meningkatkan Pemahaman Disabilitas dalam Berwirausaha Fadjri Kirana Anggarani; Dian Atnantomi Wiliyanto; Joko Yuwono; Mahardika Supratiwi; Selvi Sumardin; Vitri Widyaningsih; Nazmin binti Abdullah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.849

Abstract

Berwirausaha adalah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian bagi disabilitas. Tujuan pelatihan CREADIS adalah untuk memberikan pelatihan komunitas disabilitas binaan dalam mengembangkan usahanya, mendapatkan omzet, dan mendapatkan pasar yang lebih luas. Kegiatan pelatihan CREADIS ini menggunakan metode kuantitatif untuk melihat dampak pelatihan terhadap pemahaman disabilitas binaan dalam memahami pengelolaan bisnis atau wirausaha bidang makanan sehat. Program pelatihan CREADIS dilaksanakan dalam tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan 10 disabilitas binaan. Hasil analisis secara statistik uji t-test dengan menggunakan Wilcoxon menunjukkan bahwa setiap pelatihan yang diikuti oleh binaan disabilitas memiliki signifikansi p < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pemahaman tentang materi bisnis atau wirausaha peserta pelatihan. Pelatihan sudah diberikan fasilitas Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk memberikan pelatihan yang inklusif bagi peserta disabilitas binaan dalam mengakses materi yang disampaikan narasumber. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan bagi disabilitas, karena pelatihan yang inklusif penting untuk memberikan akses lebih mudah bagi interaksi narasumber dan peserta pelatihan. Rekomendasi pelatihan kewirausahaan bagi disabilitas di rumah sakit maupun instansi lain adalah perlu diberikan satu kegiatan lagi untuk presentasi pemasaran produk kepada masyarakat atau pengusaha makanan yang sudah memiliki merek.
Pemberdayaan Masyarakat tentang Penggunaan Alat Augmentative and Alternatif Communications dalam Mempermudahkan Komunikasi pada Anak Autisme Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar Sinar Perdana Putra; Dian Atnantomi Wiliyanto; Rizki Husadani
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4589

Abstract

Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) secara umum mengalami gangguan dalam kemampuan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal, sehingga berdampak pada keterbatasan interaksi sosial dan penyampaian kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya strategi komunikasi alternatif yang dapat membantu anak berinteraksi secara lebih efektif dengan lingkungan sekitarnya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah penerapan Augmentative and Alternative Communication (AAC) melalui media komunikasi berbasis gambar maupun alat bantu komunikasi lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta orang tua dalam penggunaan alat AAC untuk mendukung kemampuan komunikasi anak autisme di SLB BCD Autis YPALB Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, penyusunan buku panduan dan alat AAC, sosialisasi, pelatihan penggunaan alat, pendampingan, serta evaluasi program. Sasaran kegiatan adalah guru dan orang tua peserta didik autisme yang terlibat secara langsung dalam proses pendampingan anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan AAC sebagai media komunikasi alternatif bagi anak autisme. Selain itu, tersedianya buku panduan dan alat AAC diharapkan dapat menjadi sarana pendukung yang berkelanjutan dalam proses pembelajaran dan komunikasi anak di lingkungan sekolah maupun rumah. Program ini diharapkan mampu memperkuat peran keluarga dan guru dalam mengoptimalkan perkembangan komunikasi anak autisme secara lebih efektif dan adaptif.
The Effectiveness of AVAZ AAC Media in Improving the Expressive Language Skills of Children with Down Syndrome in Surakarta City Tomas Kurnia Adi; Dian Atnantomi Wiliyanto; Alfiani Vivi Sutanto
Teknodika Vol 24, No 1 (2026): Teknodika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/teknodika.v24i1.112342

Abstract

Down Syndrome causes intellectual disabilities and language delays, especially expressive language. Children with Down Syndrome require concrete and easy-to-understand learning media. Augmentative and Alternative Communication (AAC), specifically AVAZ AAC. This media has features that can offer effective support. This study aims to analyze the effectiveness of AVAZ AAC in improving the expressive language skills of children with Down Syndrome in Surakarta. This research is a quantitative descriptive study with a quasi-experimental design using a one-group pre-test–post-test approach on 10 children with Down Syndrome who were selected purposively. The intervention consisted of 6 sessions. Expressive language skills were measured using the NSST. Data were analyzed using a Paired t-test and Cohen's d effect size. The average score increased from 6 to 16.3, with a change in category from entirely low to mostly moderate. The Paired T-Test produced p = 0.001, and effectiveness was declared strong with an effect size of Cohen's d = 1.43, indicating a significant influence of AVAZ AAC media. The use of AVAZ AAC media has been proven effective in improving the expressive language skills of children with Down Syndrome, as evidenced by changes in score categories, a p-value of 0.001, and a large effect size (d = 1.43). This media is recommended for continued use by parents, teachers, schools, and therapists, and supported by ongoing research with a larger sample size and extended duration.
Efektivitas Metode Enhanced Milieu Teaching (EMT) terhadap Peningkatan Kosa Kata pada Kasus Autism Spectrum Disorders (ASD) Enita Linggar Aswari; Dian Atnantomi Wiliyanto; Gunawan Gunawan
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6546

Abstract

Children with autism often have primary difficulties in social interaction, behavior, and communication, particularly in vocabulary acquisition. Enhanced Milieu Teaching (EMT) is one of the naturalistic-based methods aimed at improving language skills within the context of everyday play. This study aims to examine the effectiveness of the EMT method in increasing vocabulary in children with autism. It is an experimental study using a One-group Pretest-Posttest Design with a sample of 8 children with autism, aged 4-5 years, at Keanna Center, South Jakarta. The Receptive Verbal Vocabulary Test (TKV-R), which is valid and reliable in Indonesian, was used as the assessment. The intervention was conducted in 12 sessions, each lasting 45 minutes. There was an increase in 7 out of 8 vocabulary items in children with autism after receiving the EMT intervention. The analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed an increase in the average score from 21 to 27 with a p-value of 0.018. This finding indicates that the EMT method is proven to be effective in improving vocabulary in children with autism.
Speech Therapists Roles in Multisectoral Collaboration for Children with Special Needs: A Case Study in Indonesian Special Schools Dian Atnantomi Wiliyanto; Rizki Husadani; Sinar Perdana Putra
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 12, No 2 (2025): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um029v12i22025p%p

Abstract

To improve their communication skills, children with special needs (CSN) need a system that combines education and therapy, including speech therapy. This study aims to outline the role of speech therapists in working with teachers, parents, healthcare professionals, and others in special schools. We used a case study design and a mixed-methods approach for the research. The study involved 54 participants. We collected data through an online survey created with Google Forms. The survey results show that speech therapists in schools have six key roles: identifying and assessing needs, planning programs together, implementing integrated interventions, communicating and coordinating efforts, evaluating progress, and advocating for students. The advocacy role scored the highest, with an average of 4.50 (SD = 0.50), which is considered very high. The descriptive data also highlighted other challenges, including a lack of proper infrastructure and materials, poor coordination among different sectors, and limited government support for including speech therapy in schools.