Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Protein Urine pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cikajang Nafsa Mutmaina, Gina; Sugiah; Puspita, Tantri; Lestari, Nabila Ajeng Wiji
Jurnal Medika Farmaka Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Medika Farmaka
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmedfarm.v1i3.17

Abstract

Introduction: Type 2 diabetes mellitus is the most common type. In patients with type 2 diabetes mellitus the pancreas can still make insulin, but the quality of insulin is poor and cannot function properly so that blood glucose increases. The presence of protein in the urine is caused by leakage of plasma proteins from the glomerulus. Clinically detected proteinuria is abnormal and is usually an early marker of kidney disease. The purpose of this study was to determine the results of urine protein examination in patients with Type 2 Diabetes Mellitus at Cikajang Health Center. The purpose of this study was to determine the results of the description of urine protein levels in patients with type 2 diabetes mellitus at the Cikajang Health Center Method: the research used was descriptive research. The population in this study was 7,338 people. The sample size in this study was 30 respondents. The sampling technique used was purposive sampling technique. The variable in this study was urine protein levels in patients with type 2 DM examined using the dipstick method. Results: The results of this study obtained negative results (-) 19 people (64%), trace (±) 8 people (26%), positive 1 (+) 2 people (7%), positive 2 (++) 1 person (3%). The results of the study can be concluded that in this study there were more negative urine protein results compared to positive urine protein results. Conclusion. It can be concluded that in this study more results were negative urine protein compared to positive urine protein.
A Penyuluhan Efek Pemaparan Obat Nyamuk Bakar 10 Jam terhadap organ paru di Kampung Mariuk Desa Maripari Kabupaten Garut SUGIAH; Gina Nafsa Mutmainna; N. Ai Erlinawati; Herlin Rusyani; Astari Nurisani
Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI Vol 3 No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/ddk.v3i02.50

Abstract

Indonesia includes a tropical climate and is very suitable as a habitat for mosquitoes to breed. Efforts made by the community to deal with mosquitoes, one of which is using 10-hour mosquito coils circulating in the market and nearby supermarkets, 10-hour mosquito coils are the people's choice which is very popular because they are easy to obtain and the price is very cheap when compared to mosquito sprays. or electric mosquito coils. This community service activity was carried out aiming to increase public knowledge about the dangers of excessive use of mosquito coils against human lung organs. This activity was carried out in Mariuk Village, Maripari Village, Sukawening-Garut District, involving 30 members of the PKK. The results of the evaluation showed that the participants' knowledge about the dangers of using 10-hour mosquito coils increased after the counseling was carried out.
EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN MEMANFAATKAN TELUR AYAM NEGERI REBUS UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN Gina Nafsa Mutmainna; Desy Syswianti; Tri Wahyuni; Sugiah; N. Ai Erlinawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI Vol 4 No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/ddk.v4i02.88

Abstract

The hematological system in pregnant women undergoes significant changes, one of which is an increase of 30-50% in blood plasma with an average increase of 1.5 liters during pregnancy. Other changes in red blood cells, hematocrit and hemoglobin throughout pregnancy do not experience a commensurate increase in blood plasma, an increased supply of iron and vitamins is needed to make hemoglobin because when the body needs more iron than it has available, it can potentially cause anemia. Efforts that can be made to overcome anemia in pregnant women are to consume food sources that contain a lot of iron. Eggs are one source of animal protein. In 1 egg contains 6.5 mg of iron which is divided into 6.3 mg in egg yolk and 0.2 mg in egg white. The implementation of community service activities uses health counseling methods and health checks such as hemoglobin and ANC checks which take place at Posyandu Al Wasilah, Dawungsari Village, Cilawu District, Garut Regency. The results of this activity showed high enthusiasm from the participants and increased participants' understanding of hemoglobin during pregnancy. The conclusion obtained from this service activity is that participants understand the importance of maintaining nutritional intake during pregnancy and know the benefits of eggs in increasing hemoglobin levels for pregnant women.
Gambaran Kadar C-Reactive Protein (CRP) Pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diberi Minuman Kemasan Tinggi Gula Meti Rizki Utari; Astari Nurisani; Sugiah; Iwan Wahyudi; Muhammad Hadi Sulhan; Gina Nafsa Mutmaina; Mamay; Lia Mar’atiningsih; N. Ai Erlinawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7118

Abstract

Minuman ringan merupakan minuman olahan nonalkohol yang umumnya mengandung gula sederhana dan diduga berhubungan dengan peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) sebagai penanda inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar CRP pada mencit (Mus musculus) yang diberi minuman kemasan tinggi gula. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest only control group yang menggunakan 24 ekor mencit berumur 3–4 bulan dengan berat badan 20–30 gram. Hewan uji dibagi ke dalam empat kelompok, terdiri atas satu kelompok kontrol yang diberikan aquadest dan tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberikan minuman kemasan tinggi gula dengan dosis 0,13 ml, 0,26 ml, dan 0,39 ml per hari selama 10 hari. Pada hari ke-11 dilakukan pengambilan serum dan pemeriksaan kadar CRP secara kualitatif menggunakan reagen kit CRP dengan pengamatan adanya atau tidak adanya aglutinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel pada keempat kelompok memiliki kadar CRP dalam batas normal, yang ditandai dengan tidak ditemukannya aglutinasi, sehingga seluruh mencit (100%) dikategorikan normal. Tidak ditemukan perbedaan gambaran kadar CRP antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Disimpulkan bahwa pemberian minuman kemasan tinggi gula dengan dosis 0,13–0,39 ml per hari selama 10 hari pada mencit Mus musculus tidak menyebabkan peningkatan kadar CRP yang dapat terdeteksi secara kualitatif.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Pencegahan Dini Diabetes Anak Melalui Skrining Glukosa Dan Edukasi Pemanfaatan Magnesium-Daun Insulin Astari Nurisani; Lia Mar’atiningsih; Meti Rizki Utari; Gina Nafsa Mutmainah; Mamay; Muhammad Hadi Sulhan; Sugiah; N. Ai Erlinawati; Eli Laelawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5043

Abstract

Diabetes melitus (DM) kini menjadi tantangan kesehatan yang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai mengancam anak-anak akibat pola hidup tidak sehat dan kurangnya edukasi sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah risiko diabetes pada anak melalui skrining glukosa darah sewaktu (GDS) serta edukasi pemanfaatan terapi herbal berbasis magnesium dan daun insulin (Smallanthus sonchifolius) kepada orang tua siswa. Sasaran kegiatan adalah 18 siswa (usia 4,5–7 tahun) dan 18 orang tua yang tergabung dalam Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) di TK Islam Ar Rayyan Karangpawitan. Metode pelaksanaan mencakup koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan skrining glukosa pada anak dan orang tua, serta penyuluhan mengenai manajemen nutrisi preventif. Hasil skrining menunjukkan rata-rata kadar GDS anak sebesar 115 mg/dL (rentang 88–142 mg/dL) dan rata-rata GDS orang tua sebesar 102 mg/dL (rentang 77–141 mg/dL). Meskipun hampir seluruhnya subjek berada dalam kategori normal, temuan nilai ambang atas pada anak (142 mg/dL) menegaskan pentingnya pengawasan pola konsumsi gula. Sinergi antara sekolah dan POMG dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam mendukung deteksi dini dan meningkatkan literasi kesehatan keluarga. Model kolaborasi ini berpotensi dikembangkan sebagai program promosi kesehatan berkelanjutan untuk memutus rantai risiko diabetes intergenerasional melalui pemanfaatan bahan alami yang aman dan mudah diterapkan di rumah.