Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Perpustakaan Mini Sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca Anak Di Desa Golan Yoga Prisma Yuda; Estuning Dewi Hapsari; Dandi Widayatno; Merliya Indria Junita; Vadilla Salma Choirunisa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v1i2.305

Abstract

Desa memiliki peran mendukung perkembangan sumber daya manusia. Desa Golan meruapakn salah satu desa yang berada di Kecamatan Sawahan. Anak-anak usia sekolah dasar di Desa Golan lebih menyukai bermain handpone dan bermain dari membaca. Kesadaran untuk membiasakan membaca di Desa Golan cukup rendah. Maka dari itu diperlukan sebuah upaya untuk menyediakan sarana yang dapat mewadahi anak-anak untuk menyediakan tempat membaca. Maka dibuatlah perpustakaan di Desa Golan. Tahapan keaiatan terdiri dari tahap persiapan, implementasi dan evaluasi. Pada tahap persiapan tim melakukan sosialisasi dan koordinasi. Tahap implementasi berupa perwujudan perspustakaan harus ditunda karena adanya pandemi covid 19 . implememtasi yang dilakuakn berupa pembuatan desain perpustakaan. Tahap evaluasi berisi saran atau masukan dari desain yang telah dibuat. Desain perpustakaan yang telah dibuat diharapkan dapat diwujudkan setelah pandemi covid 19 dinyatakan selesai.
Maguti Tradition: Constructing the Mindset of Ngawi People a Symbolism Approach Kodrat Eko Putro Setiawan; Devi Cintia Kasimbara; Estuning Dewi Hapsari; Wahyuningsih Wahyuningsih
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 6, No 2 (2024): Juli
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v6i2.4307

Abstract

Maguti is one of the traditions that still exist in Jagir Village, Sine Subdistrict, Ngawi Regency, East Java. This research aims to provide information by describing one by one the equipment used in the implementation of the maguti tradition and describing the construction of the mindset of the Ngawi people towards the maguti tradition. This research method is descriptive qualitative. The source of data is from interviews. The result of this research is that Ngawi people have a mindset that the implementation of this maguti tradition has the aim of “Kangge bucal sengkolone kari segerwarase”, meaning to get rid of all negative things, stay safe. The implementation can be done when the baby is two hundred and forty-five days old, can also be done when stepping into adulthood or before marriage. The equipment (ubo rampe) in the maguti tradition is bucu, jenang abang putih, jenang sepuh, banyu suci, setaman flowers, sego udhuk, sego golong, gedhang setangkep, asahan, kopat lepet. 
Penguatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengembangan Pasar Tradisional Pala Pendem Pardijaka21 Berbasis Budaya Lokal di Desa Sidomulyo, Kabupaten Madiun Wiwin Juliyanti; Estuning Dewi Hapsari; Dedy Richi Rizaldy; Rizqi Husaini; Puput Jianggimahastu; Fatriya Adamura
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1306

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan Pasar Tradisional Pardijaka21 berbasis budaya lokal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Pardijaka21 merupakan aktivitas ekonomi kreatif yang diselenggarakan secara rutin setiap hari Minggu dengan menghadirkan produk olahan lokal “pala pendem”, yaitu umbi-umbian dan kacang-kacangan khas masyarakat Jawa yang memiliki nilai gizi dan budaya. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan potensi pasar sebagai penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui observasi, pendampingan, dan penguatan nilai ekonomi serta budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan Pardijaka21 mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat interaksi sosial berbasis gotong royong, serta melestarikan nilai budaya lokal melalui pemanfaatan produk tradisional. Dengan demikian, pengembangan pasar tradisional berbasis budaya lokal menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.