Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL (BATTRA) BERBASIS TRANSCULTURAL NURSING CARE (TNC) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN JANTUNG DI DESA LOK BUNTAR Mohtar, M Sobirin; Meldawati, Meldawati; Rahmadani, Rahmadani; Revi, Revi; Pratama, Prasetya Putra; Ningsih, Kristiyana Wahyu; Sari, Ririn Anggita; Rifa’i, Muhammad; Khairizqa, Nahda Laili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.5846

Abstract

Kelompok Masyarakat Adat dan kader kesehatan Desa Lok Buntar merupakan mitra dalam program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Kelompok masayarakat adat ini terdiri dari beberapa ahli pengobatan tradisional (BATTRA) untuk serangan jantung. Masyarakat desa, mayoritas petani, cenderung memilih pengobatan tradisional ini karena keterbatasan akses internet dan jarak tempuh ke rumah sakit. Namun, tingginya angka kematian menunjukkan perlunya peningkatan pengetahuan kesehatan jantung. Dengan bantuan kader, mereka diharapkan dapat mengedukasi masyarakat menggunakan pendekatan Transcultural Nursing Care (TNC). Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, serta memberdayakan masayarakat adat dalam mengatasi masalah kesehatan jantung. Metode pelaksanaan pengabdian mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi. Hasil rata-rata tingkat pengetahuan kader dari kategori tinggi (82,22%) menjadi lebih tinggi (93,33%). Masyarakat adat awalnya kategori rendah (43,33%) menjadi sedang (75%). Artinya Pendidikan dan keterampilan kesehatan memberikan dampak yang baik terhadap pengetahuan dan perubahan perilaku kader dan masyarakat. Pendekatan yang berbasis budaya dan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat desa akan mencapai kesehatan jantung yang lebih baik secara keseluruhan. Ini adalah langkah positif menuju pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup yang berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL (BATTRA) BERBASIS TRANSCULTURAL NURSING CARE (TNC) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN JANTUNG DI DESA LOK BUNTAR Mohtar, M. Sobirin; Meldawati; Rahmadani; Muhammad Rifa'i; Sari, Ririn Anggita; Revi; Nahda Laili Khairizqa; Pratama, Prasetya Putra; Ningsih, Kristiyana Wahyu
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3363

Abstract

The Indigenous Community Group and health cadres of Lok Buntar Village are partners in the Community Partnership Empowerment program. This group consists of several traditional medicine experts (BATTRA) for heart attacks. The village community, mostly farmers, tend to choose traditional medicine due to limited internet access and the distance to the hospital. However, the high mortality rate indicates the need for increased knowledge of heart health. Through the assistance of cadres, they are expected to educate the community using the Transcultural Nursing Care approach. (TNC). The goal is to enhance the knowledge and skills of the cadres, as well as empower the indigenous community in addressing heart health issues. The implementation methods are: planning, action, observation, and evaluation. The average level of knowledge among cadres increased from a high category (82.22%) to a higher level (93.33%), while the community's initial low level (43.33%) improved to a moderate level (75%). A culturally-based approach and ongoing support are expected to help the village community achieve better overall heart health. This is a positive step towards community empowerment and sustainable improvement in quality of life.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL (BATTRA) BERBASIS TRANSCULTURAL NURSING CARE (TNC) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN JANTUNG DI DESA LOK BUNTAR Mohtar, M. Sobirin; Meldawati; Rahmadani; Muhammad Rifa'i; Sari, Ririn Anggita; Revi; Nahda Laili Khairizqa; Pratama, Prasetya Putra; Ningsih, Kristiyana Wahyu
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3363

Abstract

The Indigenous Community Group and health cadres of Lok Buntar Village are partners in the Community Partnership Empowerment program. This group consists of several traditional medicine experts (BATTRA) for heart attacks. The village community, mostly farmers, tend to choose traditional medicine due to limited internet access and the distance to the hospital. However, the high mortality rate indicates the need for increased knowledge of heart health. Through the assistance of cadres, they are expected to educate the community using the Transcultural Nursing Care approach. (TNC). The goal is to enhance the knowledge and skills of the cadres, as well as empower the indigenous community in addressing heart health issues. The implementation methods are: planning, action, observation, and evaluation. The average level of knowledge among cadres increased from a high category (82.22%) to a higher level (93.33%), while the community's initial low level (43.33%) improved to a moderate level (75%). A culturally-based approach and ongoing support are expected to help the village community achieve better overall heart health. This is a positive step towards community empowerment and sustainable improvement in quality of life.
Efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perubahan tingkat kecemasan anak penyandang thalasemia Pratama, Prasetya Putra; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Nito, Paul Joae Brett
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/dc5d0452

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang dihadapi anak-anak dengan Thalasemia mencakup aspek fisik serta psikologis, seperti kecemasan. Kondisi ini dapat mengganggu proses perawatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Terapi puzzle dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan. Sebagai upaya untuk melihat keefektifannya maka penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perubahan tingkat kecemasan anak usia 6-12 tahun penyandang thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain pre eksperimen. Sampel 15 anak penyandang Thalasemia berusia 6-12 tahun dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi, kuesioner dan SOP. Analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon.Hasil: Hampir seluruhnya responden berusia 6-9 tahun (80%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (53,3%). Responden dengan lama didiagnosa Thalasemia sebagian besar masuk kategori singkat (<5 tahun) 66,7%. Tingkat kecemasan sebelum pemberian terapi bermain puzzle rata-rata sebesar 55,73 masuk kategori sedang. Setelah terapi rata-rata kecemasan menurun yaitu 36,67 masuk kategori ringan. Hasil uji wilcoxon didapatkan p 0,001 yang artinya terapi bermain puzzle efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia 6–12 tahun penyandang Thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin. Kesimpulan: Pemberian terapi bermain puzzle efektif terhadap perubahan tingkat kecemasan anak penyandang Thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.