Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fungsionalisme Makna Simbolik Tradisi Ngampirne Weton Susilo, Ariani; Sapto, Ari; Yudo, Deny; Agung, Dewa
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i2.4030

Abstract

This research is motivated by the need to understand the meaning of the symbols contained in the ngampirne weton tradition. So that its role is considered as a symbol of unity and social solidarity as a means to share sustenance and strengthen social relations. This study aims to understand the symbolic meaning and function of the Ngampirne Weton tradition in Semen Village, Blitar Regency, East Java, as well as the community's views on this tradition. The ngampirne weton tradition is a tradition of commemorating someone's birthday based on the Javanese calendar by holding a thanksgiving. The research method used is qualitative with an ethnographic model, data collection through literature studies, in-depth interviews, participant observation, and documentation collection. The results of the study show that the ngampirne weton tradition contains symbolic meaning in every dish served. The foods that are symbols of this tradition are golong pithu, apem, buceng, porridge and asahan sekul sayur sakaturan. The community believes that carrying out the ngampirne weton tradition is a means of expressing gratitude, praying for safety, respecting ancestors and warding off bad luck. In addition to these beliefs, the community interprets it as a glue for cultural and community identity. Based on the research, it was found that the function of the ngampirne weton tradition is as a) religion, b) social balance c) strengthening cultural identity. Positive meanings and teachings are found in this tradition, including asking for safety and blessings from God Almighty, teaching to share with others through slametan, not only that, the value of gratitude, mutual cooperation is also manifested in the slametan. Understanding the meaning in each symbol of the ngampirne neton tradition needs to be done, by understanding it can be known the function of a meaning.
Penciptaan Penciptaan Pola Batik Orchidee Khas Kelud untuk Mendukung Keberlanjutan Eco-Ethnotourism dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Semen: Penciptaan Pola Batik Orchidee Khas Kelud untuk Mendukung Keberlanjutan Eco-Ethnotourism dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Semen Sulistyo, Wahyu Djoko; hafida, mellinanur; Sayono, Joko; Widiadi, Aditya Nugroho; Lutfi, Ismail; Ashari, Gedhe; Susilo, Ariani; Maisaroh, Anisa Amalia; Suhadak, Ahmad
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.866

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menciptakan pola Batik Orchidee Khas Kelud sebagai upaya mendukung keberlanjutan eco-ethnotourism dan pemberdayaan masyarakat di Desa Semen, Kabupaten Blitar. Desa ini memiliki kekayaan flora endemik, khususnya anggrek Vanda tricolor, yang mencerminkan identitas ekologis dan budaya lokal. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) diterapkan melalui lima tahapan: discovery, dream, design, define, dan destiny, untuk menggali dan mengoptimalkan aset komunitas. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta dari unsur ibu rumah tangga, karang taruna, dan komunitas Puspa Jagad selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif masyarakat mencapai 80%, penggunaan pewarna alami meningkat hingga 78%, serta pendapatan pengrajin meningkat hingga 45%. Penerapan teknik batik print berbasis flora lokal tidak hanya memperkaya estetika seni batik, tetapi juga memperkuat identitas budaya, kesadaran ekologis, dan ekonomi kreatif masyarakat desa. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif, pelestarian nilai budaya lokal, serta penerapan praktik produksi berkelanjutan dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis eco-ethnotourism.
Peningkatan Kapasitas Calon Guru (PPG) Melalui Pelatihan Platform Metaverse Materi Peninggalan Sejarah Untuk Pembelajaran Inklusif Sulistyo, Wahyu Djoko; Hafida, Mellina Nur; Sayono, Joko; Widiadi, Aditya Nugroho; Lutfi, Ismail; Ashari, Gedhe; Susilo, Ariani; Maisaroh, Anisa Amalia; Suhadak, Ahmad
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.873

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menciptakan pola Batik Orchidee Khas Kelud sebagai upaya mendukung keberlanjutan eco-ethnotourism dan pemberdayaan masyarakat di Desa Semen, Kabupaten Blitar. Desa ini memiliki kekayaan flora endemik, khususnya anggrek Vanda tricolor, yang mencerminkan identitas ekologis dan budaya lokal. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) diterapkan melalui lima tahapan: discovery, dream, design, define, dan destiny, untuk menggali dan mengoptimalkan aset komunitas. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta dari unsur ibu rumah tangga, karang taruna, dan komunitas Puspa Jagad selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif masyarakat mencapai 80%, penggunaan pewarna alami meningkat hingga 78%, serta pendapatan pengrajin meningkat hingga 45%. Penerapan teknik batik print berbasis flora lokal tidak hanya memperkaya estetika seni batik, tetapi juga memperkuat identitas budaya, kesadaran ekologis, dan ekonomi kreatif masyarakat desa. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif, pelestarian nilai budaya lokal, serta penerapan praktik produksi berkelanjutan dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis eco-ethnotourism.