Nasruddin Khalil Harahap
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEWAJIBAN PEMBERIAN SINAMOT PERSPEKTIF KEADILAN GENDER Adi Gunawan Harahap; Putra Halomoan Hsb; Nasruddin Khalil Harahap; Sawaluddin Siregar
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.660

Abstract

Sinamot adalah tradisi dalam adat Batak pada sebelum perkawinan berlangsung. Sinamot merupakan pemberian harta benda oleh calon suami kepada calon istri sebagai bentuk keseriusan untuk hidup bersama dalam perkawinan, dan jumlahnya ditentukan dari kesepakatan antara dua belah pihak keluarga. Dalam tulisan ini akan membahas pemberian sinamot dikaji dari keadilan gender. Penelitian ini ialah yuridis-normatif yang merupakan penelitian yang mengkaji prinsip-prinsip hukum positif yang ditulis dengan menggunakan sumber pustaka atau data sekunder. Adapun hasil dari penelitian ini adalah dalam kajian keadilan gender seharusnya untuk sinamot, pihak laki-laki dan perempuan harus sama-sama memberikan harta benda sebab kegunaan sinamot yang ada di adat batak ialah untuk kemanfaatan bersama seperti acara pesta perkawinan, sidang adat dan lain sebagainya. Dikarenakan juga sinamot tidak diucapkan pada saat akad ijab kabul dan tidak tercatat jumlahnya.
GREEN SUKUK KONTRIBUSI BAGI INVESTOR DAN PERUSAHAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MENUJU EKONOMI HIJAU Ahmad Mu’is; Nasruddin Khalil Harahap; Misbah Mrd
Adpertens: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/adpertens.v2i2.316

Abstract

This study evaluates whether investors are benefited by green sukuk by examining the stock return response to corporate green sukuk issuance announcements. Applying standard event study methodology, it is found that stock returns respond positively and significantly to green sukuk issuance announcements, indicating that investors perceive and react positively to the announcements. This significant positive response is observed both for individual firms (through CAR) and for the sample of all firms (through CAAR). Thus, it can be concluded that investors benefit from green sukuk issuance announcements. This study draws a comparative analysis of investor responses to corporate green sukuk and corporate green bond issuance announcements, and the findings also show that investors respond positively to green bond issuance announcements. However, investor responses are slightly higher to corporate green sukuk issuance announcements compared to corporate green bonds, and investors gain slightly more benefits from green sukuk issuance compared to green bond issuance. These findings inform policymakers for the formulation of strategies to attract investors by integrating green bonds with sharia principles to fund environmentally friendly projects and consequently reduce climate change risks.
WAKAF POLIS DAN SISTEM INVESTASI ASURANSI SYARIAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Nasruddin Khalil Harahap; Abdul Manaf Harahap
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/yurisprudentia.v9i2.9824

Abstract

Saat ini mulai berkembang lembaga-lembaga asuransi yang memberikan pelayanan yang memadukan wakaf, wasiat dan polis asuransi yang disebut dengan polis asuransi wakaf syariah. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji landasan hukum dan bentuk ideal pengaturan hukum Wakaf Islam. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini menunjukkan bahwa wakaf polis asuransi terbentuk dari konsepsi-konsepsi hukum positif agama dan negara, asas-asas hukum agama dan negara, serta teori-teori hukum agama dan Negara yang diperuntukkan mengatur kemaslahatan secara halal dari segi mekanisme hingga keuntungan. Sehingga kesimpulan substantif artikel ini menemukan bahwa polis asuransi syariah telah menggunakan akad Tabarru’ dan sistem investasinya dengan akad mudharabah atau bagi hasil.