Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Rivalry, Ritual, and Residues: Tracking Environmental Damage in Indonesian Football Culture Anshari, Faridhian
International Journal of Environmental Communication (ENVICOMM) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Communication Science | Universitas Pancasila Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/envicomm.v3i2.9498

Abstract

This study investigates the cultural dynamics of Indonesian football supporters by focusing on rivalry, ritual, and the residues produced through visual swearing in urban spaces. Tracking local derbies and inter-group tensions, the research employs theories of collective behaviour alongside the neuro-psycho-social framework to explain how swearing operates as a ritualised emotional mechanism that regulates tension, reinforces solidarity, and asserts territorial boundaries among rival groups. Conducted through one-year qualitative ethnography, the study draws on participant observation, brief interviews, and document analysis of supporter posters, stickers, and graffiti. The findings reveal a critical spatial shift. Inside stadiums, swearing takes on ritual value: it amplifies rivalry, intensifies match-day atmosphere, and channels collective emotions in controlled ways. Outside stadiums, however, these ritual expressions leave material residues, most visibly through posters and stickers affixed to walls, trees, and road signs, as well as rivalry-driven graffiti. These visual forms of swearing extend symbolic aggression into public environments and generate long-lasting environmental damage. By connecting collective emotional behaviour with ecological consequences, this study introduces an analytical perspective rarely addressed in scholarship on swearing, which often focuses on individual or interpersonal dimensions. The findings offer strategic insights for supporter groups, football authorities, and urban policymakers seeking to preserve rivalry culture while reducing its environmental impact. Ultimately, the research argues that supporter expression must be understood not only as cultural ritual but also as a practice with measurable environmental residues.
Fantasy Premier League: Game dan Pergeseran Budaya Fans Sepakbola di Era Digital Anshari, Irham Nur; Anshari, Faridhian
Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia Vol 4, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmki.82691

Abstract

Perkembangan media digital ataupun online sedikit banyak telah merubah budaya fans sepakbola. Fantasy Premier League (FPL) merupakan salah satu game berbasis fantasy sport yang memberikan ruang pada fans untuk bersimulasi menjadi manajer sebuah tim dan mengelola pemain-pemain yang merupakan representasi dari pesepakbola Liga Inggris divisi teratas (EPL) di dunia nyata. Penelitian ini menjawab pertanyaan: Bagaimana peran game Fantasy Premier League (FPL) dalam mengubah budaya fans dalam mendukung klub dan pemain sepakbola di era digital? Serta bagaimana bentuk perubahan budaya fans sepakbola yang bermain Fantasy Premier League dalam praktik mendukung klub dan pemain sepakbola idolanya? Menggunakan studi kasus, penelitian ini melakukan pencarian data dengan wawancara kelompok subjek yang terdiri dari enam informan pemain FPL. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa fitur FPL yaitu liga mini memungkinkan FPL menjadi permainan yang dimainkan secara komunitas. Pergeseran kultur baru yang muncul yakni bagaimana fans tidak lagi sekedar mendukung klub sepakbola, tetapi juga mendukung tiap pemain sesuai yang mereka pasang dalam FPL, meski bertentangan dengan klub yang mereka dukung. Dengan meneliti praktik memainkan FPL, dapat dikatakan bahwa fans digital tidak semata-mata merupakan perpindahan fans sepakbola stadion dan televisi ke platform digital. Sebaliknya, game digital dapat menginisiasi lahirnya fans sepakbola (atau komunitas) dengan budaya fans sepakbola yang baru.