Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Problematik Penggunaan Kalimat Efektif dalam Berita Mardi, Melia; Putri, Desmimi Eka; Ramayeni, Sri; Harlita, Harlita; Yasmanelly, Yasmanelly; Nurmaini, Nurmaini; Roza, Welya
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 5 No. 01 (2025): Call for Papers February 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v5i01.5433

Abstract

Tujuan utama artikel ini adalah untuk mendeskripsikan problematik penggunaan kalimat efektif dalam dunia jurnalistik, khususnya dalam pemberitaan. Penggunaan kalimat yang efektif sangat penting dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada pembaca. Sebab, kalimat yang tidak efektif dapat menyebabkan kesalahpahaman atau kebingungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang mengandalkan analisis terhadap berbagai teks tertulis yang relevan, seperti buku teks mengenai penulisan, artikel jurnal, dan contoh berita yang ada di media massa. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi masalah utama yang sering muncul terkait dengan penggunaan kalimat efektif dalam berita. Artikel ini tidak hanya membahas definisi kalimat efektif yang diartikan sebagai kalimat yang jelas, padat, dan mudah dipahami, tetapi juga mengidentifikasi berbagai permasalahan yang sering timbul dalam penggunaannya. Salah satu masalah utama adalah kecenderungan jurnalis untuk menggunakan kalimat yang terlalu panjang atau rumit, yang justru mengaburkan maksud yang ingin disampaikan. Selain itu, penggunaan kalimat yang ambigu atau bertele-tele juga sering ditemukan dalam pemberitaan. Selanjutnya, artikel ini menguraikan dampak negatif dari penggunaan kalimat yang tidak efektif, seperti hilangnya kredibilitas berita dan ketidakjelasan informasi. Terakhir, artikel ini memberikan solusi untuk meningkatkan penggunaan kalimat efektif oleh jurnalis, dengan cara melatih keterampilan menulis, menyederhanakan struktur kalimat, dan memperhatikan audiens yang akan menerima informasi tersebut.
Diglosia dalam Masyarakat Mentawai: Perspektif Sosiolinguistik Gustiana, Gustiana; Mardi, Melia; Lestari, Frida Nur; Yasmanelly, Yasmanelly; Putri, Desmimi Eka; Aziz, Elfiondri
Jurnal Bahastra Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v9i2.10783

Abstract

This study aims to investigate (1) the types of languages used concurrently by speakers in Mentawai, and (2) the social, cultural, and educational factors influencing language choice across different contexts. A qualitative descriptive research method was employed to explore and present the data in narrative form. This approach is particularly suitable for uncovering linguistic practices and providing rich, in-depth descriptions of language use in a sociolinguistic setting. The study focuses on the phenomenon of diglossia in the Mentawai community from a sociolinguistic perspective. Given the complexity and contextual nature of social data, a qualitative approach allows for more accurate verification and interpretation of language practices, which might otherwise be obscured in purely quantitative research. The findings highlight that language choice in Mentawai is deeply influenced by social hierarchy, education, and cultural interactions, revealing a layered linguistic landscape shaped by both tradition and modernization.
Peran Filsafat Ilmu dalam Perkembangan Bahasa dan Implikasinya terhadap Pendidikan Mardi, Melia; Putri, Desmimi Eka; Yasmanelly, Yasmanelly; Fauziati, Fauziati; Isesmazurita, Isesmazurita; Marsis, Marsis
Jurnal Bahastra Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v9i2.10785

Abstract

The philosophy of language is an intricate and expansive field that defies narrow definitions due to its deep entrenchment within the broader framework of philosophical inquiry. Its scope extends across nearly every domain of knowledge, making it a foundational yet complex subject of study. This article addresses the essential nature of language by treating it as a central object of philosophical investigation. The primary research question posed is: "What is the philosophical nature of language when approached as an autonomous object of inquiry?" Using a conceptual and descriptive-analytical method, the study examines language's ontological and epistemological dimensions. The findings suggest that language in philosophy is not merely a medium of communication but a constitutive element of thought, meaning, and reality construction. This aligns with other branches of philosophy—such as the philosophy of law, nature, human existence, and society—which similarly treat their core concepts as independent objects of scrutiny. The article concludes that the philosophy of language offers a distinctive yet integrative lens for understanding human cognition, knowledge systems, and cultural structures.
Problematik Penggunaan Kalimat Efektif dalam Berita Mardi, Melia; Putri, Desmimi Eka; Ramayeni, Sri; Harlita, Harlita; Yasmanelly, Yasmanelly; Nurmaini, Nurmaini; Roza, Welya
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset February 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v5i01.5433

Abstract

Tujuan utama artikel ini adalah untuk mendeskripsikan problematik penggunaan kalimat efektif dalam dunia jurnalistik, khususnya dalam pemberitaan. Penggunaan kalimat yang efektif sangat penting dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada pembaca. Sebab, kalimat yang tidak efektif dapat menyebabkan kesalahpahaman atau kebingungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang mengandalkan analisis terhadap berbagai teks tertulis yang relevan, seperti buku teks mengenai penulisan, artikel jurnal, dan contoh berita yang ada di media massa. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi masalah utama yang sering muncul terkait dengan penggunaan kalimat efektif dalam berita. Artikel ini tidak hanya membahas definisi kalimat efektif yang diartikan sebagai kalimat yang jelas, padat, dan mudah dipahami, tetapi juga mengidentifikasi berbagai permasalahan yang sering timbul dalam penggunaannya. Salah satu masalah utama adalah kecenderungan jurnalis untuk menggunakan kalimat yang terlalu panjang atau rumit, yang justru mengaburkan maksud yang ingin disampaikan. Selain itu, penggunaan kalimat yang ambigu atau bertele-tele juga sering ditemukan dalam pemberitaan. Selanjutnya, artikel ini menguraikan dampak negatif dari penggunaan kalimat yang tidak efektif, seperti hilangnya kredibilitas berita dan ketidakjelasan informasi. Terakhir, artikel ini memberikan solusi untuk meningkatkan penggunaan kalimat efektif oleh jurnalis, dengan cara melatih keterampilan menulis, menyederhanakan struktur kalimat, dan memperhatikan audiens yang akan menerima informasi tersebut.
Pengaruh Model Problem Based Learning Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen Peserta Didik Fase F SMAN 7 Mandau-Duri Yasmanelly, Yasmanelly; Fikri, Hasnul; Syofiani, Syofiani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3124

Abstract

This study aims to analyze the ability of 11th-grade students (Phase F) at SMA Negeri 7 Mandau-Duri to analyze intrinsic elements of short stories through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model and the conventional learning model, viewed from learning motivation and the interaction between learning models and learning motivation. This research employs a quantitative approach with a quasi-experimental method. The research subjects consist of 30 11th-grade students. Data on the ability to analyze intrinsic elements of short stories were collected through tests, while learning motivation data were obtained through questionnaires. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics. The results indicate that the ability of students learning with the PBL model to analyze intrinsic elements of short stories is higher compared to those learning with the conventional model. Learning motivation serves as a supporting factor in enhancing short story analysis skills, although its influence is relatively smaller than that of the learning model. Grouping of high and low learning motivation was performed based on the average motivation score to maintain analysis validity. Additionally, there is a positive interaction between the PBL model and learning motivation in influencing the ability to analyze intrinsic elements of short stories. Based on these findings, it can be concluded that the application of the Problem-Based Learning model, supported by students' learning motivation, effectively improves the ability to analyze intrinsic elements of short stories. The PBL model is recommended for implementation in high school literature instruction.