Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Problematik Penggunaan Kalimat Efektif dalam Berita Mardi, Melia; Putri, Desmimi Eka; Ramayeni, Sri; Harlita, Harlita; Yasmanelly, Yasmanelly; Nurmaini, Nurmaini; Roza, Welya
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 5 No. 01 (2025): Call for Papers February 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v5i01.5433

Abstract

Tujuan utama artikel ini adalah untuk mendeskripsikan problematik penggunaan kalimat efektif dalam dunia jurnalistik, khususnya dalam pemberitaan. Penggunaan kalimat yang efektif sangat penting dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada pembaca. Sebab, kalimat yang tidak efektif dapat menyebabkan kesalahpahaman atau kebingungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang mengandalkan analisis terhadap berbagai teks tertulis yang relevan, seperti buku teks mengenai penulisan, artikel jurnal, dan contoh berita yang ada di media massa. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi masalah utama yang sering muncul terkait dengan penggunaan kalimat efektif dalam berita. Artikel ini tidak hanya membahas definisi kalimat efektif yang diartikan sebagai kalimat yang jelas, padat, dan mudah dipahami, tetapi juga mengidentifikasi berbagai permasalahan yang sering timbul dalam penggunaannya. Salah satu masalah utama adalah kecenderungan jurnalis untuk menggunakan kalimat yang terlalu panjang atau rumit, yang justru mengaburkan maksud yang ingin disampaikan. Selain itu, penggunaan kalimat yang ambigu atau bertele-tele juga sering ditemukan dalam pemberitaan. Selanjutnya, artikel ini menguraikan dampak negatif dari penggunaan kalimat yang tidak efektif, seperti hilangnya kredibilitas berita dan ketidakjelasan informasi. Terakhir, artikel ini memberikan solusi untuk meningkatkan penggunaan kalimat efektif oleh jurnalis, dengan cara melatih keterampilan menulis, menyederhanakan struktur kalimat, dan memperhatikan audiens yang akan menerima informasi tersebut.
Permasalahan dalam Metode Pembelajaran Sastra Mardi, Melia; Rahmaizar, Rahmaizar; Syofiani, Syofiani
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 5 No. 01 (2025): Call for Papers February 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v5i01.5434

Abstract

Pembelajaran sastra memegang peran yang sangat penting dalam mengembangkan keterampilan literasi siswa dan menumbuhkan apresiasi terhadap karya sastra. Sastra tidak hanya mengajarkan tentang keindahan bahasa, tetapi juga membantu siswa memahami nilai-nilai kehidupan, budaya, dan pemikiran kritis. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai permasalahan yang menghambat efektivitas metode pembelajaran sastra. Salah satu masalah utama yang sering dihadapi adalah terbatasnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Banyak siswa yang merasa kurang tertarik atau bahkan cenderung tidak peduli dengan materi sastra, karena pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran terkesan monoton dan tidak relevan dengan pengalaman mereka. Selain itu, pemahaman yang kurang mengenai pentingnya sastra dalam pendidikan juga menjadi tantangan besar. Beberapa siswa dan bahkan pendidik sering kali memandang sastra sebagai pelajaran yang kurang praktis atau tidak langsung berguna dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sastra juga menjadi kendala. Di era digital ini, teknologi dapat dimanfaatkan untuk membawa sastra lebih dekat dengan dunia nyata siswa, seperti melalui media sosial, film, atau aplikasi literasi interaktif. Tantangan lainnya adalah mengajarkan apresiasi estetika karya sastra yang menghubungkan materi dengan pengalaman serta minat siswa. Model pembelajaran yang masih konvensional, seperti ceramah atau diskusi biasa, cenderung tidak mampu memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam menggali dan mengapresiasi karya sastra. Kurikulum yang kaku dan tidak relevan memperburuk situasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah dan memberi rekomendasi pengembangan metode pembelajaran sastra yang lebih efektif, interaktif, dan kontekstual.
Diglosia dalam Masyarakat Mentawai: Perspektif Sosiolinguistik Gustiana, Gustiana; Mardi, Melia; Lestari, Frida Nur; Yasmanelly, Yasmanelly; Putri, Desmimi Eka; Aziz, Elfiondri
Jurnal Bahastra Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v9i2.10783

Abstract

This study aims to investigate (1) the types of languages used concurrently by speakers in Mentawai, and (2) the social, cultural, and educational factors influencing language choice across different contexts. A qualitative descriptive research method was employed to explore and present the data in narrative form. This approach is particularly suitable for uncovering linguistic practices and providing rich, in-depth descriptions of language use in a sociolinguistic setting. The study focuses on the phenomenon of diglossia in the Mentawai community from a sociolinguistic perspective. Given the complexity and contextual nature of social data, a qualitative approach allows for more accurate verification and interpretation of language practices, which might otherwise be obscured in purely quantitative research. The findings highlight that language choice in Mentawai is deeply influenced by social hierarchy, education, and cultural interactions, revealing a layered linguistic landscape shaped by both tradition and modernization.
Peran Filsafat Ilmu dalam Perkembangan Bahasa dan Implikasinya terhadap Pendidikan Mardi, Melia; Putri, Desmimi Eka; Yasmanelly, Yasmanelly; Fauziati, Fauziati; Isesmazurita, Isesmazurita; Marsis, Marsis
Jurnal Bahastra Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v9i2.10785

Abstract

The philosophy of language is an intricate and expansive field that defies narrow definitions due to its deep entrenchment within the broader framework of philosophical inquiry. Its scope extends across nearly every domain of knowledge, making it a foundational yet complex subject of study. This article addresses the essential nature of language by treating it as a central object of philosophical investigation. The primary research question posed is: "What is the philosophical nature of language when approached as an autonomous object of inquiry?" Using a conceptual and descriptive-analytical method, the study examines language's ontological and epistemological dimensions. The findings suggest that language in philosophy is not merely a medium of communication but a constitutive element of thought, meaning, and reality construction. This aligns with other branches of philosophy—such as the philosophy of law, nature, human existence, and society—which similarly treat their core concepts as independent objects of scrutiny. The article concludes that the philosophy of language offers a distinctive yet integrative lens for understanding human cognition, knowledge systems, and cultural structures.
Peranan Penting Teknologi Digital dalam Pelestarian Karya Sastra pada Generasi Z di Indonesia: The Important Role of Digital Technology in Preserving Literary Works Among Generation Z in Indonesia Mardi, Melia; Putri, Desmimi Eka; Syofiani, Syofiani; Morelent, Yetty
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset Periode Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i01.6090

Abstract

The development of digital technology has had a major impact on various aspects of life, including in the world of education and literature. One real change is the shift in the way the younger generation, especially Generation Z, accesses and appreciates literary works. This generation grew up in a fast-paced, visual, and interactive digital environment, so they are more interested in digital media, such as short videos, podcasts, and social media than conventional literary texts. This has led to declining interest in classic and contemporary literary works. Therefore, it is important to explore how digital technology can be utilised to preserve literature based on the characteristics of Generation Z. This study uses a literature study and observation approach. Literature studies are conducted by reviewing scientific articles, rereviewing reports, and current data related to digital literacy and literature. Observations are made on digital platforms such as Wattpad, YouTube, podcasts, and social media containing literary content. The study results show that digitising literary works, audio-visual format presentation, and active social media involvement can increase the younger generation's interest in and appreciation of literature. Digital technology also plays a role in expanding public access to literary works across time and regions. With a contextual and creative approach, digital technology is a distribution medium and a strategic instrument in preserving, revitalising, and inheriting works.
Problematik Penggunaan Kalimat Efektif dalam Berita Mardi, Melia; Putri, Desmimi Eka; Ramayeni, Sri; Harlita, Harlita; Yasmanelly, Yasmanelly; Nurmaini, Nurmaini; Roza, Welya
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset February 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v5i01.5433

Abstract

Tujuan utama artikel ini adalah untuk mendeskripsikan problematik penggunaan kalimat efektif dalam dunia jurnalistik, khususnya dalam pemberitaan. Penggunaan kalimat yang efektif sangat penting dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada pembaca. Sebab, kalimat yang tidak efektif dapat menyebabkan kesalahpahaman atau kebingungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang mengandalkan analisis terhadap berbagai teks tertulis yang relevan, seperti buku teks mengenai penulisan, artikel jurnal, dan contoh berita yang ada di media massa. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi masalah utama yang sering muncul terkait dengan penggunaan kalimat efektif dalam berita. Artikel ini tidak hanya membahas definisi kalimat efektif yang diartikan sebagai kalimat yang jelas, padat, dan mudah dipahami, tetapi juga mengidentifikasi berbagai permasalahan yang sering timbul dalam penggunaannya. Salah satu masalah utama adalah kecenderungan jurnalis untuk menggunakan kalimat yang terlalu panjang atau rumit, yang justru mengaburkan maksud yang ingin disampaikan. Selain itu, penggunaan kalimat yang ambigu atau bertele-tele juga sering ditemukan dalam pemberitaan. Selanjutnya, artikel ini menguraikan dampak negatif dari penggunaan kalimat yang tidak efektif, seperti hilangnya kredibilitas berita dan ketidakjelasan informasi. Terakhir, artikel ini memberikan solusi untuk meningkatkan penggunaan kalimat efektif oleh jurnalis, dengan cara melatih keterampilan menulis, menyederhanakan struktur kalimat, dan memperhatikan audiens yang akan menerima informasi tersebut.
Permasalahan dalam Metode Pembelajaran Sastra Mardi, Melia; Rahmaizar, Rahmaizar; Syofiani, Syofiani
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset February 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v5i01.5434

Abstract

Pembelajaran sastra memegang peran yang sangat penting dalam mengembangkan keterampilan literasi siswa dan menumbuhkan apresiasi terhadap karya sastra. Sastra tidak hanya mengajarkan tentang keindahan bahasa, tetapi juga membantu siswa memahami nilai-nilai kehidupan, budaya, dan pemikiran kritis. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai permasalahan yang menghambat efektivitas metode pembelajaran sastra. Salah satu masalah utama yang sering dihadapi adalah terbatasnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Banyak siswa yang merasa kurang tertarik atau bahkan cenderung tidak peduli dengan materi sastra, karena pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran terkesan monoton dan tidak relevan dengan pengalaman mereka. Selain itu, pemahaman yang kurang mengenai pentingnya sastra dalam pendidikan juga menjadi tantangan besar. Beberapa siswa dan bahkan pendidik sering kali memandang sastra sebagai pelajaran yang kurang praktis atau tidak langsung berguna dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sastra juga menjadi kendala. Di era digital ini, teknologi dapat dimanfaatkan untuk membawa sastra lebih dekat dengan dunia nyata siswa, seperti melalui media sosial, film, atau aplikasi literasi interaktif. Tantangan lainnya adalah mengajarkan apresiasi estetika karya sastra yang menghubungkan materi dengan pengalaman serta minat siswa. Model pembelajaran yang masih konvensional, seperti ceramah atau diskusi biasa, cenderung tidak mampu memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam menggali dan mengapresiasi karya sastra. Kurikulum yang kaku dan tidak relevan memperburuk situasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah dan memberi rekomendasi pengembangan metode pembelajaran sastra yang lebih efektif, interaktif, dan kontekstual.