Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peran Peraturan Desa Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Barokah Banjarsari Terhadap Potensi Wisata Taman Banjarsari Agro Community (BAC) Di Desa Banjarsari Dyah Rakhmawati Tri Atmayanti; Machwal Huda; Hudallah Hudallah
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 2 No. 4 (2023): Desember: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jhpis.v2i4.2638

Abstract

Prioritization of the use of BUM Desa is managed on the basis of democratic village governance in accordance with the Regulations of the Minister of Villages, Development of Backward Regions, and Transmigration of the Republic of Indonesia. Prioritization of the use of Village BUM will be carried out openly, participatory, and provide benefits to the village community, on condition that the village head, the Village Consultative Agency (BPD), and all villagers succeed in presenting democratic governance. The priority of using BUM Desa is to finance the implementation of programs and activities in the field of village development and empowerment of village communities. The priority of using the Village BUM is publicized to the community by the village government in public spaces or spaces that are easily accessible to the village community. This study aims to understand and describe the influence of Banjarsari Village Bum Perdes No. 7 of 2021 on the Tourism Potential of Banjarsari Agro Community Park (BAC) in Banjarsari Village, Bandarkedungmulyo District, Jombang Regency. The research method used is Qualitative Descriptive, using the Informant in this study is the administrator of Bum Desa Banjarsari
Strategi Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Jombang Dalam Mencegah Pelanggaran Pemilihan Umum 2019 Mita Wardiyanti; Shobirin Noer; Machwal Huda
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 2 No. 4 (2023): Desember: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jhpis.v2i4.2645

Abstract

Elections are aimed at electing members of representative councils, such as the DPR, DPD and DPRD. After the IV amendment to the 1945 Constitution was implemented in 2002, the President and Vice President Election (Pilpres), which initially used the MPR (People's Consultative Assembly), was agreed to be carried out directly by the people. The 2004 presidential election was the first direct presidential election. Then the second in 2009. The third Presidential election was held directly in 2014. This activity is carried out every five (5) years (Anugerah.Thesis.2017:2018). This research aims to find out and understand what strategies Bawaslu Jombang implemented in an effort to prevent violations in the 2019 Election. The research method used was descriptive qualitative, using informants in this research who were the chairman, secretary and members of Bawaslu Jombang Regency.
Peran Pemerintah Daerah Dalam Melestarikan Situs Budaya (Studi Kasus Petilasan Tribuana Tungga dewi di desa Klinterejo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto) M. Ridlo Habibi; Machwal Huda; Nieke Rudyanty Winanda
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 2 No. 4 (2023): Desember: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jhpis.v2i4.2701

Abstract

Mojokerto Regency is one of the areas in East Java which has historical heritage. It is not surprising that the district has many historical relics, such as the Petilasan Tribuana Tunggadewi in Klinterjo Village, Sooko District, Mojokerto Regency. This study uses a qualitative method. Technical analysis of this data using descriptive qualitative. The data collection technique uses the snowball method with four informants. Source of data obtained based on primary data and secondary data. To collect data researchers used observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The data analysis model used is data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study aims to determine the form of the role of local governments in preserving cultural sites up to their utilization and also to determine the supporting and inhibiting factors in preserving cultural sites. The results of this study indicate that there are several stakeholders who are responsible for preserving the Tribuana Tunggadewi ruins, where the Tribuana Tunggadewi ruins are included in the National Cultural Heritage Area (KCBN). This is what plays an important role in the preservation of the ministry, this has been regulated in the Cultural Heritage Law No. 10 of 2011. As is the case in excavations where this is carried out by the East Java Region XI Cultural Preservation Center (BPK) under the supervision of the ministry, this makes the Mojokerto district government in its utilization was hindered by regulations from the ministry, but the existence of this partition did not make the role of the Mojokerto district government hands off as a regulator such as outreach to the residents of Klinterjo village in collaboration with the local village government and also from BPK region XI East Java. While the facilitator is like in making roads leading to the petilasan area or supporting facilities such as building a prayer room in the petilasan area, toilets, and the pavilion. From the results of this study it can be concluded that the preservation of the Tribuana Tunggadewi ruins has stakeholders who oversee the preservation of cultural heritage, both from the central, district and village governments.
Birokrasi Pelayanan Publik di Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Irwanto, Vani; Machwal Huda; Pujiyanti, Yunita Rizki
AGRAPANA: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik merupakan salah satu komponen vital dalam organisasi, khususnya dalam pemerintahan. Pelayanan publik sejatinya harus berorientasi pada kepentingan publik. Kualitas pelayanan publik seharusnya sudah menjadi perhatian utama agar masyarakat memberikan respon positif pada pelayanan yang diberikan oleh aparatur pemerintahan. Namun, banyak masyarakat yang memberikanrespon negatif dalam kegiatan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi factor kelemahan kualitas pelaksanaan birokrasi pelayanan publik serta menemukan upaya untuk memperbaiki layanan publik di Pemerintahan Desa Carangwulung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Carangwulung Wonosalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam yang terstruktur dan dokumentasi. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah faktor lemahnya birokrasi pelayanan publik pada aspek sumber daya manusia masih belum sesuai dengan kebutuhan Lembaga pelayanan publik, kedisiplinan dan tanggungjawab pegawai masih relatif rendah. Pada aspek sistem dan prosedur menunjukkan bahwa adanya diskriminasi dan tidak konsisten dalam menjalankan pelayanan publik. Upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah desa dalam melaksanakan birokrasi yaitu meningkatkan sumber daya pegawai dengan cara seleksi kualifikasi pegawai, menghilangkan adat calo dan adat kekerabatan di dalam pelayanan publik.
Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dalam Peningkatan Kesadaran Bencana Pada Kalangan Relawan Di Kabupaten Jombang Suparto; Machwal Huda; Muhammad Syafi'ul Munir; Farichatun Nisa'
Journal of Public Power Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Power Public
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/JPP.V9i2.9201

Abstract

Indonesia merupakan gugusan kepulauan terbesar didunia dan terletak di antara benua Asia dan Australia yang dihimpit dua lautan yaitu Hindia dan Pasifik, Indonesia memiliki 17.508 pulau, kekayaan alam dan keindahan pulau- pulau yang luar biasa, Indonesia juga terletak di wilayah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana geologis. Indonesia berada dalam area yang tidak stabil karena terletak di atas lokasi yang dikenal dengan istilah “ring of fire” yaitu zona pertemuan lempeng-lempeng bumi dan dikelilingi oleh gunung api, terdapat dua jalur gunung api besar dunia dan beberapa jalur pegunungan lipatan dunia pun saling bertemu di Indonesia kondisi tersebut merupakan bagian dari hasil proses pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasifik. Salah satu daerah yang berada di Indonesia yaitu kabupaten Jombang dengan karakteristik geografis dan demografisnya juga memiliki risiko bencana yang signifikan, sehingga kesiapsiagaan masyarakat, khususnya relawan, menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran BPBD Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kesadaran bencana di kalangan relawan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak BPBD dan perwakilan relawan, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Jombang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas relawan melalui berbagai inisiatif. Inisiatif tersebut meliputi penyelenggaraan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan secara berkala, sosialisasi informasi terkini mengenai potensi bencana, dan pembentukan forum komunikasi antar relawan untuk memastikan koordinasi yang efektif.
Strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dalam Pemenangan Pemilu Di Dapil II Tahun 2024 ( Studi Di wilayah Kecamatan Diwek) Budiono, Wahyu; Shobirin Noer; Machwal Huda; Khudrotun Nafisah
Journal of Public Power Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Power Public
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492//JPP.V9i2.9203

Abstract

Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan pilar utama demokrasi di Indonesia, di mana partai politik berlomba untuk meraih dukungan publik. Keberhasilan sebuah partai politik, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dalam memenangkan pemilu sangat bergantung pada efektivitas strategi yang diterapkan, terutama di tingkat lokal yang memiliki karakteristik sosiokultural unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis secara mendalam strategi pemenangan yang diimplementasikan oleh PDI Perjuangan pada Pemilu di Daerah Pemilihan (Dapil) II, dengan studi kasus yang difokuskan pada wilayah Kecamatan Diwek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan fungsionaris partai, calon legislatif, tim sukses, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Diwek. Selain itu, data juga diperoleh dari observasi terhadap kegiatan kampanye dan analisis dokumen terkait strategi pemenangan partai, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PDI Perjuangan dalam pemenangan Pemilu di Dapil II khususnya wilayah Diwek dilakukan secara komprehensif melalui penguatan struktur partai, kampanye langsung kepada masyarakat, optimalisasi media sosial, pendekatan berbasis karakteristik wilayah, serta pendidikan politik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemenangan PDI Perjuangan di Dapil II, khususnya di Diwek, tidak terlepas dari kombinasi strategi yang mengakar pada struktur partai yang kuat dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika sosiokultural lokal. Keberhasilan ini ditentukan oleh sinergi antara mesin politik yang efektif, popularitas figur yang diusung, serta program yang relevan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dalam Peningkatan Kesadaran Bencana Pada Kalangan Relawan Di Kabupaten Jombang Suparto; Machwal Huda; Muhammad Syafi'ul Munir; Farichatun Nisa'
Journal of Public Power Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Power Public
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/JPP.V9i2.9201

Abstract

Indonesia merupakan gugusan kepulauan terbesar didunia dan terletak di antara benua Asia dan Australia yang dihimpit dua lautan yaitu Hindia dan Pasifik, Indonesia memiliki 17.508 pulau, kekayaan alam dan keindahan pulau- pulau yang luar biasa, Indonesia juga terletak di wilayah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana geologis. Indonesia berada dalam area yang tidak stabil karena terletak di atas lokasi yang dikenal dengan istilah “ring of fire” yaitu zona pertemuan lempeng-lempeng bumi dan dikelilingi oleh gunung api, terdapat dua jalur gunung api besar dunia dan beberapa jalur pegunungan lipatan dunia pun saling bertemu di Indonesia kondisi tersebut merupakan bagian dari hasil proses pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasifik. Salah satu daerah yang berada di Indonesia yaitu kabupaten Jombang dengan karakteristik geografis dan demografisnya juga memiliki risiko bencana yang signifikan, sehingga kesiapsiagaan masyarakat, khususnya relawan, menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran BPBD Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kesadaran bencana di kalangan relawan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak BPBD dan perwakilan relawan, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Jombang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas relawan melalui berbagai inisiatif. Inisiatif tersebut meliputi penyelenggaraan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan secara berkala, sosialisasi informasi terkini mengenai potensi bencana, dan pembentukan forum komunikasi antar relawan untuk memastikan koordinasi yang efektif.
Strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dalam Pemenangan Pemilu Di Dapil II Tahun 2024 ( Studi Di wilayah Kecamatan Diwek) Budiono, Wahyu; Shobirin Noer; Machwal Huda; Khudrotun Nafisah
Journal of Public Power Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Power Public
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492//JPP.V9i2.9203

Abstract

Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan pilar utama demokrasi di Indonesia, di mana partai politik berlomba untuk meraih dukungan publik. Keberhasilan sebuah partai politik, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dalam memenangkan pemilu sangat bergantung pada efektivitas strategi yang diterapkan, terutama di tingkat lokal yang memiliki karakteristik sosiokultural unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis secara mendalam strategi pemenangan yang diimplementasikan oleh PDI Perjuangan pada Pemilu di Daerah Pemilihan (Dapil) II, dengan studi kasus yang difokuskan pada wilayah Kecamatan Diwek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan fungsionaris partai, calon legislatif, tim sukses, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Diwek. Selain itu, data juga diperoleh dari observasi terhadap kegiatan kampanye dan analisis dokumen terkait strategi pemenangan partai, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PDI Perjuangan dalam pemenangan Pemilu di Dapil II khususnya wilayah Diwek dilakukan secara komprehensif melalui penguatan struktur partai, kampanye langsung kepada masyarakat, optimalisasi media sosial, pendekatan berbasis karakteristik wilayah, serta pendidikan politik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemenangan PDI Perjuangan di Dapil II, khususnya di Diwek, tidak terlepas dari kombinasi strategi yang mengakar pada struktur partai yang kuat dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika sosiokultural lokal. Keberhasilan ini ditentukan oleh sinergi antara mesin politik yang efektif, popularitas figur yang diusung, serta program yang relevan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.