Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM HIPERAKTIVITAS YANG HATI Syarief, Pahri; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/54kx0b37

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai the silent killer karena sering berkembang tanpa gejala jelas dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), hipertensi dikaitkan dengan kondisi seperti Gāoxuěyā, Ganfeng (Liver Wind), dan Ganyang (Liver Yang hyperactivity). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom hiperaktivitas hati. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-post test. Sampel terdiri dari 20 responden berusia 30–40 tahun yang dipilih secara purposive dan menjalani terapi tuina setiap hari selama enam hari pada periode Maret–Juni 2025 di Griya Pahri, Kota Depok, Jawa Barat. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil analisis menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 135,00 mmHg dan diastolik 84,80 mmHg, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 116,45 mmHg (sistolik) dan 77,75 mmHg (diastolik). Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Penurunan rata-rata tekanan darah mencapai 18,65 mmHg (13,79%) untuk sistolik dan 7,05 mmHg (8,31%) untuk diastolik. Disimpulkan bahwa terapi tuina berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom hiperaktivitas hati.
PENGARUH TERAPI TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM RETENSI DAHAK LEMBAB Hermawan, Saniwati; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/hxne4003

Abstract

Hipertensi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah dalam tubuh. Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Penyakit hipertensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan berbagai kondisi komplikasi, diantaranya seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Hipertensi dalam ilmu pengobatan tradisional Tiongkok disebut gāoxuěyā, pusing (xuànyūn), sakit kepala (tóutòng) dan angin hati (gānfēng). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat dengan terapi tuina selama 6 hari/kali. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh p < 0.001. Terapi tuina memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab. Angka rata-rata tekanan darah sistolik 135.25 mmHg dan diastolik 84.75 mmHg sebelum intervensi. Angka rata-rata setelah intervensi sebesar 125.85 mmHg (sistolik) dan 80.20 mmHg (diastolik). Penurunan sistolik sebesar 9.50 mmHg (7.02%) dan diastolik 4.55 mmHg (5.36%).
PERANAN TERAPI TUINA DALAM PENURUNAN KADARGULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES (XIAO KE) SINDROM DEFISIENSI QI DAN YIN Kho Tjin, Siem; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/kafe2f83

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom defisiensi qi dan yin. Metode:  penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi tuina setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil penelitian kelompok usia 30-40 tahun menunjukkan bahwa jumlah perempuan lebih tinggi, yaitu 12 orang (60 %)  dibandingkan dengan jumlah laki – laki, yaitu 8 orang (40 %). Data kadar gula darah yang mengalami penurunan tertinggi di angka 32 mg/dl sebanyak 1 subjek (5 %), sedangkan terrendah diangka 21 mg/dl sebanyak 1 subjek (5 %). Hasil dari uji normalitas dengan shapiro-wilk nilai > dari 0.05 sehingga data diatas berdistribusi normal. Hasil paired sample t-test terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan setelah dilakukan intervensi, yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.005. Terapi tuina memberikan pengaruh penurunan terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom defisien qi dan yin dengan angka penurunan sebesar 25.9 mg/dl dari angka sebelum intervensi dengan rata-rata 133.45 mg/dl  dan setelah intervensi rata-rata 107.55 mg/dl.
PERANAN TERAPI TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM DEFISIENSI YIN DAN HIPERAKTIVITAS YANG Mie Lien, Tan; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/vrf2vx60

Abstract

Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di atas nilai normal. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini dikaitkan dengan istilah Gāoxuěyā serta manifestasi klinis seperti pusing (Xuànyūn), sakit kepala (Tóutòng), dan Gānfēng (angin hati), khususnya pada sindrom defisiensi yin dengan hiperaktivitas yang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-post test. Sampel terdiri dari 20 responden berusia 30–40 tahun yang dipilih secara purposive dan menjalani terapi tuina setiap hari selama enam hari pada periode Maret–Juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sebelum intervensi sebesar 135,15 mmHg (sistolik) dan 85,55 mmHg (diastolik), sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 120,75 mmHg (sistolik) dan 79,45 mmHg (diastolik). Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Penurunan rata-rata tekanan darah tercatat sebesar 14,40 mmHg (10,65%) untuk sistolik dan 6,10 mmHg (7,13%) untuk diastolik. Disimpulkan bahwa terapi tuina berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang.
The Effect of Acupuncture Therapy on Blood Pressure Changes in Hypertensive Patients with Middle Jiao Dampness-Phlegm Accumulation Syndrome Cicillia Ari Setyorini Sudarmadi; Stefanus Aditya; Anis Lupita Ningrum
Indonesian Journal of Acupuncture Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : HAKTI : Indonesian Acupuncture Therapists Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/ijoa.v4i1.63

Abstract

Hypertension is a primary cause of global premature mortality, with a significant burden in low- and middle-income countries where treatment access remains limited. This pre-experimental quantitative study investigated the effect of acupuncture therapy on blood pressure in hypertensive patients diagnosed with Middle Jiao dampness-phlegm accumulation syndrome. Employing a one-group pretest-posttest design, 20 subjects aged 30-40 were selected via purposive sampling at the Sumber Sehat Acupuncture Foundation in Bandung (March-June 2025). The intervention consisted of daily acupuncture sessions over six days. Blood pressure measurements were taken pre- and post-intervention. Pre-test results showed the highest systolic pressure was 139 mmHg and the lowest was 130 mmHg. Post-intervention, the highest systolic pressure decreased to 130 mmHg and the lowest to 120 mmHg. Diastolic pressure also declined from a pre-intervention high of 89 mmHg to a post-intervention high of 85 mmHg. Statistical analysis using the Paired Sample T-Test confirmed a significant difference between pre- and post-intervention measurements (p-value < 0.05), with a mean systolic reduction of 9.50 mmHg and a mean diastolic reduction of 4.55 mmHg. It is concluded that acupuncture therapy significantly influences blood pressure, demonstrating a statistically meaningful effect in patients with this specific syndrome.
Implementasi Program Kesehatan Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dan Peningkatan Kesehatan Reproduksi Di Padukuhan Ngebel Pebrianti, Dea; Prismalinda; Safadilla, Endy; Aditya, Stefanus
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1041

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) dan masalah kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Padukuhan Ngebel sebagai wilayah perkotaan dengan karakteristik populasi yang heterogen menghadapi berbagai permasalahan kesehatan yang memerlukan intervensi komprehensif. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan komunitas yang dilaksanakan selama lima minggu (9 Juni - 12 Juli 2025). Metode pengumpulan data meliputi survei door to door, analisis SWOT, musyawarah masyarakat desa (MMD), dan implementasi program intervensi kesehatan. Sasaran penelitian mencakup 562 KK dengan 1.671 jiwa di 9 RT Padukuhan Ngebel. Hasil: Identifikasi masalah menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran wanita usia subur (WUS) tentang deteksi dini kanker serviks (IVA) dan kanker payudara (SADARI), rendahnya cakupan pemeriksaan IVA, tingginya angka kejadian pernikahan dini, serta rendahnya kesadaran lansia tentang pencegahan PTM menjadi masalah prioritas. Implementasi program meliputi: (1) Pemeriksaan IVA gratis diikuti 10 WUS, (2) Posyandu lansia dengan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, (3) Penyuluhan kontrasepsi kepada 45 WUS, (4) Perintisan Posyandu remaja, dan (5) Edukasi kesehatan reproduksi kepada 89 remaja. Kesimpulan: Program kesehatan masyarakat berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan masyarakat. Rekomendasi kebijakan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program melalui penguatan kapasitas kader kesehatan dan kemitraan multi sektor.