Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Meretas Tabu: Efektivitas Psikoedukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Seksualitas Remaja Nazarlin, Nazarlin; Raffles, Fatihah; Martin, Sri Novia; Rahmi, Iftita
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v14i4.12242

Abstract

Sex education is crucial for adolescents from an early age, as they are vulnerable to misinformation about sexuality. This study aimed to examine adolescents' perceptions of sex education and provide psychoeducation to prevent risky sexual behavior. The methods used included lectures and discussions, with measurements conducted using a sexual behavior tendency scale through a pre-test, post-test, and a follow-up one month after the intervention. The results showed a significant increase in adolescents' knowledge levels after psychoeducation, with t = -15.282 (p = 0.000) for the pre-test and post-test comparison, and significant stability in the follow-up (t = -9.473, p = 0.000). Psychoeducation helps individuals recognize the importance of sex education without stigma. This program effectively fosters a healthy understanding and a positive attitude toward sexuality. Therefore, broader implementation is necessary, both in schools through the integration of sexual psychoeducation materials and in communities using an environment-based approach.
Psikologi Politik Pemilih Muda: Persepsi dan Loyalitas terhadap Tokoh Politik Pasca Pemilu 2024 Fenny Kirana Putri, Dea; Briliant Ananta, Aditya; Annaejla, Nabiella; Indria Labora, Agil; Ramadhani, Adinda; Nazarlin, Nazarlin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.28025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi dan loyalitas politik pemilih muda terhadap tokoh politik setelah Pemilu 2024. Dalam konteks meningkatnya peran generasi muda dalam demokrasi, studi ini menggali bagaimana harapan, sikap kritis, dan evaluasi rasional terbentuk dalam mendukung tokoh politik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, melibatkan mahasiswa akhir sebagai partisipan. Hasil menunjukkan bahwa pemilih muda menunjukkan sikap kritis, tidak mudah terpengaruh politik uang, dan menuntut integritas serta akuntabilitas dari pemimpin yang dipilih. Media daring, program populis, serta kepercayaan terhadap institusi politik turut memengaruhi pembentukan loyalitas mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi komunikasi politik yang lebih efektif dan berorientasi pada nilai demokratis.
Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Vektor Secara Analitis dan Secara Grafis Berbantuan Aplikasi Geogebra Martin, Sri Novia; Nazarlin, Nazarlin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 5 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i5.24812

Abstract

The purpose of this study is to describe the difficulties experienced by students when solving vector addition problems analitically and graphically. In solving problems related to vector summation, there are two ways that can be used, namely analytically and graphically. Analytically, it is to decompose vectors into their components and then look for the response. Meanwhile, graphically using the help of Geogebra and using the concept of Triangle. Then in each way analyzed the difficulties experienced by students. This research method is descriptive qualitative. Data were obtained from observation, interviews, and tests. The subject of research was 38 UNP mathematics education students. The data obtained were analyzed using Miles and Huberman's measures of data reduction, data display and conclusions. The results of the study obtained information analytically the difficulties faced by students are interpreting / illustrating problems or problems into images or symbols, choosing strategies for solving (the right formula), miscalculations, and not making answer conclusions, not checking back on the answers that have been obtained. Meanwhile, graphically using the Geogebra application the difficulty experienced is interpreting it into the form of mathematical images / symbols, making accurate measurements of vector lengths or angles and not making answer conclusions.
Trauma Emosional Remaja Keluarga dengan Kekerasan dan Perselingkuhan: Studi Fenomenologis Nazarlin, Nazarlin; Martin, Sri Novia; Damra, Hanny Rufaidah; Irta, Aflah Zakinov
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 7 No. 3 (2025): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v7i3.10041

Abstract

Adolescents growing up in families experiencing violence and infidelity face complex emotional challenges. An unsafe family environment can create traumatic experiences that influence social behavior, such as tendencies to withdraw, fear of interaction, and difficulties in building interpersonal relationships. This research aims to explore more deeply the emotional trauma experienced by adolescents living in families with violence and infidelity. The study uses a qualitative approach with a phenomenological method, and the data is analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) techniques. The participant is a university student in the late stage of adolescence living in the city of Padang. Data was collected through semi-structured interviews. The research findings reveal three main themes: (1) experiences of emotional violence from the father, (2) the impact of infidelity in the family on the adolescent’s psychological condition, and (3) the adolescent’s efforts to build resilience amid emotional pressure. This study emphasizes that emotional trauma resulting from harsh parenting and experiences of betrayal within the family can significantly affect the social and emotional development of adolescents.
Politik Identitas dan Polarisasi Sosial: Dinamika dalam Demokrasi dengan Tinjauan Sistematis Literatur Review Ananda Mazliana; Nazarlin Nazarlin; Suci Amanda Putri; Rida Fijriah; Ayerzi Oktal
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/42tnm339

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian Systematic Literature Review terhadap 20 artikel ilmiah yang membahas hubungan antara politik identitas dan polarisasi sosial dalam konteks demokrasi. Politik identitas kerap digunakan oleh aktor politik sebagai strategi untuk menggalang dukungan berdasarkan kesamaan agama, etnis, atau budaya. Meskipun dapat memperkuat representasi kelompok, praktik ini sering kali memicu fragmentasi sosial dan konflik. Hasil kajian menunjukkan bahwa polarisasi semakin diperkuat oleh ketimpangan sosial-ekonomi serta peran algoritma media sosial yang menciptakan ruang gema (echo chambers) dan mempercepat penyebaran konten provokatif. Dampaknya meliputi meningkatnya intoleransi, delegitimasi terhadap lawan politik, serta menurunnya kepercayaan terhadap institusi demokrasi. Polarisasi juga tidak hanya terjadi pada tingkat ideologis, tetapi merambah ke dimensi afektif dan kognitif yang menghambat dialog publik yang konstruktif. Upaya penanggulangan yang diidentifikasi meliputi penguatan pendidikan toleransi, peningkatan literasi digital, regulasi media, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan yang inklusif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa politik identitas memiliki peran ganda sebagai sarana partisipasi demokratis sekaligus potensi ancaman bagi kohesi sosial apabila tidak dikelola secara bijak.
Sifat Narsistik dan Sikap terhadap Generatif Artificial Intelligence (Gen AI): Studi Korelasional pada Mahasiswa Aflah Zakinov Irta Irta; Zakwan Adri; Nazarlin
Jurnal Riset Psikologi Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Psikologi
Publisher : Departemen Psikologi, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/tme3d662

Abstract

Kecerdasan buatan generatif (Gen-AI) semakin terintegrasi dalam pendidikan tinggi, namun masih sedikit diketahui bagaimana ciri kepribadian yang relatif stabil memengaruhi penilaian mahasiswa terhadap alat-alat ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara sifat narsistik dan sikap terhadap AI di kalangan mahasiswa sarjana Indonesia. Desain yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan terdiri atas 224 mahasiswa S1 dari universitas negeri di Sumatera Barat yang telah menggunakan AI setidaknya satu kali untuk tujuan akademik (misalnya menulis, meringkas, atau menghasilkan ide). Sifat narsistik diukur menggunakan Narcissistic Personality Inventory–13 (NPI-13), sedangkan sikap terhadap AI diukur dengan AI Attitude Scale 4 aitem (AIAS-4) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner isian mandiri (self-report). Analisis kemudian dilakukan dengan JASP, dimulai dari pembersihan data dan perhitungan statistik deskriptif, dilanjutkan dengan pengujian reliabilitas internal (Cronbach’s alpha) dan korelasi Pearson setelah asumsi parametrik dipastikan terpenuhi. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memiliki sifat narsistik pada tingkat sedang dan sikap yang relatif menyukai AI. Analisis korelasi mengungkap hubungan positif yang bermakna antara sifat narsistik dan sikap terhadap AI, yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kecenderungan narsistik lebih tinggi cenderung menilai AI sebagai alat akademik yang lebih menguntungkan. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan perbedaan kepribadian dalam pengembangan literasi AI dan kebijakan integritas akademik di perguruan tinggi, serta menegaskan perlunya studi lanjutan dengan cakupan konteks yang lebih luas di Indonesia.
Efektivitas Cognitive Behavior Therapy dan Psikoedukasi Keluarga dalam Menurunkan Perilaku Menentang pada Remaja dengan Riwayat Trauma Pengasuhan: Studi Kasus Nazarlin Nazarlin; Sri Novia Martin; Aflah Zakinov Irta; Melati Putri Ulandari; Rizkia Maghfirah
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 8 No. 2 (2026): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v8i2.12989

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) and family psychoeducation in reducing oppositional behavior among adolescents with a history of developmental relational trauma. The participant was a 17-year-old male adolescent who exhibited symptoms of irritability, emotional sensitivity, social withdrawal, interpersonal conflicts in a residential care setting, and difficulties in emotion regulation. Data were collected through clinical interviews, behavioral observations, graphic psychological tests, the Sack's Sentence Completion Test (SSCT), and intervention outcome evaluations. The assessment revealed maladaptive cognitive schemas characterized by dysfunctional core beliefs such as "I have been abandoned," "My family does not care about me," and "People are against me." These negative beliefs contributed to persistent anger, avoidance behaviors, emotional dysregulation, and oppositional responses toward authority figures and social rules. Cognitive Behavioral Therapy was delivered across five structured sessions to assist the participant in identifying automatic negative thoughts, restructuring maladaptive cognitions, developing adaptive emotion regulation strategies, practicing relaxation techniques, and enhancing constructive behavioral responses. In addition, family psychoeducation was provided to the caregiver and residential care staff to improve their understanding of the adolescent's psychological condition, strengthen social support, and foster a more supportive caregiving environment. Following the intervention, the participant demonstrated increased self-awareness, improved ability to identify emotional triggers, greater openness in interpersonal communication, and more adaptive emotional and behavioral regulation. Enhanced support from caregivers and the residential environment also contributed to the participant's psychological adjustment. These findings underscore the importance of integrating individual cognitive-behavioral interventions with systemic family-based approaches in managing oppositional behavior among adolescents with histories of relational trauma and adverse childhood experiences.