Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Virtual Lab Pemuaian Zat untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Elyvia Faizatus Sholekhah; Hendra Febriyanto
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i2.4618

Abstract

Pemahaman konsep dan keterampilan proses sains merupakan dua aspek penting dalam pembelajaran IPA. Namun, hasil studi awal penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep peserta didik masih tergolong rendah dan keterampilan proses sains mereka rata-rata dalam kategori cukup, sehingga masih perlu ditingkatkan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan media pembelajaran berbasis virtual lab. Tujuan penelitian ini adalah menganalis validitas virtual lab, menganalisis peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains setelah penggunaan virtual lab pemuaian zat, dan mengetahui seberapa kuat hubungan antara pemahaman konsep dan keterampilan proses sains. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Penelitian ini menghasilkan virtual lab pemuaian zat yang valid dengan skor sebesar 0,93 oleh penilaian ahli. Media pembelajaran tersebut juga mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains peserta didik pada materi pemuaian zat. Pemahaman konsep peserta didik mengalami peningkatan sebesar 27,59 sedangkan keterampilan proses sains mengalami peningkatan sebesar 15,5%. Selain itu, dalam penelitian ini juga diketahui bahwa ada korelasi yang kuat antara pemahaman konsep dengan keterampilan proses sains, dimana keterampilan proses sains memberikan pengaruh sebesar 38,2% terhadap pemahaman konsep. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa virtual lab pemuaian zat valid dan dapat meningkatkan pemahaman konsep serta keterampilan proses sains peserta didik.
Keefektifan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan LKPD Elektronik Berbasis SETS untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik SMP Novia Ramadhani; Hendra Febriyanto
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v6i1.4694

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah secara kritis melalui proses analisis hingga menemukan penyelesaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah penerapan model PBL berbantuan LKPD Elektronik Berbasis SETS dibandingkan model Direct Learning, serta menganalisis profil kemampuan pemecahan masalah setelah penerapan model PBL Berbantuan LKPD Elektronik Berbasis SETS. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Rembang menggunakan desain quasi experiment dengan bentuk nonequivalent control group. Sampel diperoleh melalui teknik cluster random sampling, dengan kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan pemecahan masalah antara kedua kelompok, di mana kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi. Profil kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah penerapan model PBL berbantuan LKPD Elektronik berbasis SETS berada pada kriteria sangat baik, baik, dan cukup. Disimpulkan bahwa model PBL Berbantuan LKPD Elektronik berbasis SETS lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dibandingkan model Direct Learning.
Integrasi Anime Dalam Pembelajaran IPA : Systematic Literature Review Terhadap Efektivitas Dan Daya Tarik Peserta Didik Adimas Rahmat Ramadhan; Hendra Febriyanto
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4287

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering kali terkendala oleh konsep abstrak dan minimnya daya tarik bagi peserta didik, sehingga menuntut inovasi media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas dan daya tarik anime sebagai media pembelajaran IPA melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang komprehensif. Data dikumpulkan dari berbagai basis data ilmiah terkemuka menggunakan kata kunci spesifik, dengan kriteria inklusi artikel tahun 2020-2026 yang membahas anime dalam pembelajaran IPA. Hasil kajian literatur secara konsisten menunjukkan bahwa integrasi anime secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep-konsep IPA yang sulit, memfasilitasi visualisasi fenomena abstrak, dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar siswa. Daya tarik anime, yang berasal dari visual menarik, alur cerita yang engaging, dan karakter yang relatable, terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, fokus, serta mengurangi kejenuhan peserta didik. Meskipun demikian, perlu diperhatikan kelebihan seperti inovasi dan kemudahan pemahaman, serta keterbatasan terkait kesesuaian konten kurikulum dan potensi distraksi yang memerlukan seleksi cermat oleh guru. Kesimpulannya, anime merupakan alternatif media pembelajaran IPA yang efektif dan menarik, namun memerlukan penyesuaian strategis agar selaras dengan tujuan pembelajaran.
ANALISIS KONTEN VIDEO RUANG GURU PADA MATERI USAHA, ENERGI, DAN PESAWAT SEDERHANA IPA KELAS 8: TINJAUAN KURIKULUM DAN PEDAGOGIS Adesta Friza Sandyka; Hendra Febriyanto
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13732

Abstract

The utilization of e-learning platforms such as Ruang Guru in Natural Sciences (IPA) learning is becoming increasingly massive; however, the abundance of content does not always guarantee academic quality and alignment with curriculum standards. This research aims to analyze the feasibility of Ruang Guru's instructional video content on Work, Energy, and Simple Machines for 8th-grade junior high school students, reviewed from curricular and pedagogical aspects. This study employed a mixed methods approach with a concurrent design, combining qualitative content analysis of 10 videos, validation by four experts, and a quantitative survey of 23 students. The assessment covered three aspects: the feasibility of content and curriculum, pedagogical aspects, as well as visual and media presentation. The results showed that the overall feasibility level of the videos reached 71.94% (Feasible). The visual and media aspect achieved the highest score (10.7 out of 12; Very Feasible) due to the effective use of motion graphics in visualizing abstract physics concepts, supported by highly positive responses from students and experts. Conversely, the pedagogical aspect received the lowest score (7 out of 12; 58.33%) reflecting the dominance of one-way instruction (direct instruction) that lacks facilitation for higher-order thinking skills (HOTS) and independent inquiry. In conclusion, Ruang Guru videos are feasible to be used as introductory media for basic science concepts, but their classroom application still requires teacher guidance to facilitate critical discussion and deeper problem-solving. ABSTRAK Pemanfaatan platform e-learning seperti Ruang Guru dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) semakin masif, namun melimpahnya konten tidak selalu menjamin kualitas akademis dan kesesuaian dengan standar kurikulum. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan konten video Ruang Guru materi Usaha, Energi, dan Pesawat Sederhana kelas VIII SMP, ditinjau dari aspek kurikulum dan pedagogis. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain konkuren, yang menggabungkan analisis konten kualitatif pada 10 video, validasi oleh empat ahli, dan survei kuantitatif terhadap 23 siswa. Penilaian mencakup tiga aspek: kelayakan isi materi dan kurikulum, pedagogis, serta tampilan visual dan media. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan video secara keseluruhan mencapai 71,94% (Layak). Aspek tampilan visual dan media meraih skor tertinggi (10,7 dari 12; Sangat Layak) berkat penggunaan motion graphic yang efektif memvisualisasikan konsep fisika abstrak, didukung respons sangat positif dari siswa dan ahli. Sebaliknya, aspek pedagogis mendapat skor terendah (7 dari 12; 58,33%) akibat dominasi instruksi satu arah (direct instruction) yang kurang memfasilitasi kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan inkuiri mandiri. Kesimpulannya, video Ruang Guru layak digunakan sebagai media pengantar konsep dasar IPA, namun penerapannya di kelas tetap membutuhkan bimbingan guru untuk memfasilitasi diskusi kritis dan pemecahan masalah yang lebih mendalam.
Integrated STEM PBL Model on Ecology and Biodiversity Topics to Equip Students with Problem-Solving Skills Ermita Khoirumminsani Mita; Sudarmin; Risa Dwita Hardianti; Hendra Febriyanto; Siti Suhartini
ISEJ : Indonesian Science Education Journal Vol. 6 No. 1 (2025): January
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/isej.v6i1.1730

Abstract

Problem solving skills need to be developed so that students can compete with the rapid advances in technology and science.The purpose of this study was to find the improvement and response of students after the application of the STEM-based Problem Based Learning (PBL) model on Ecology and Biodiversity material on students' problem solving skills. The research method used is quantitative with quasi experiment. The research subjects were students of class VII G as the experimental class and class VII H as the control class. The results of the study were STEM-based Problem Based Learning (PBL) on ecology and biodiversity material proved effective in improving students' problem solving skills, based on the results of the Mann-Whitney test which showed a significant difference between the experimental and control classes. The conclusion in this study is that the STEM-based Problem Based Learning (PBL) model effectively improves problem solving skills in ecology and biodiversity materials. Problem solving skills need to be developed so that students can compete with the rapid advances in technology and science.
Development of Science Literacy Corner in WiSe Reading Community:  Bringing Science to Everyone Fidia Fibriana; Rizki Nor Amelia; Lutfia Nur Hadiyanti; Hendra Febriyanto; M Ahganiya Naufal; Ni Luh Tirtasari; Aya Sofia; Surtini Hadi
Jurnal Abdimas Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bk37j323

Abstract

The Wiji Semi (WiSe) Reading Community, in collaboration with Universitas Negeri Semarang, initiated a Science Literacy Corner (Pojok Literasi Sains) to enhance the scientific literacy of its volunteers to broaden the knowledge of how science to WiSe visitors, especially children. This initiative aimed to improve volunteers' abilities in explaining scientific phenomena, evaluating and designing scientific explorations, and interpreting data scientifically. The program included online lectures, mentoring sessions, and hands-on practicums. Pretest and posttest evaluations indicated notable improvements in the volunteers' skills, particularly in explaining scientific phenomena (73% to 79%) and interpreting data scientifically (82% to 86%) while maintaining a high level of competence in evaluating and designing scientific exploration (83%). Overall, the program effectively empowered volunteers to better communicate scientific concepts, thus fostering a greater understanding and engagement with science within the community.